Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
Citra meminta penjelasan


__ADS_3

Telpon Citra berdering ada sebuah panggilan di telephone genggamnya.


"Halo" sapa Citra untuk orang yang menelponnya.


"Citra kak Aslan memutuskan pertunangannya denganku"


"Ini semua gara gara kamu"


"Kamu kenapa tidak memberi tahu aku kalau kamu sudah hamil anak kak Aslan"


"Apa aku tidak berhak mendapat hati kak Aslan"


"Kamu jahat Citra''


"Seharusnya kamu lenyap sekalian waktu itu"


Kata kata Lika ditutup dengan tawa keras yang mengerikan.


Citra hanya terdiam, Dia terduduk lemas mendengar kabar yang seperti itu. Akhirnya Citra memutuskan untuk menelpon tuan Aslan suaminya.


"Halo, mas apa benar apa yang dikatakan oleh Lika"


" Aku merasa merebut mu darinya mas"


"Kita cerai aja demi kebaikan masing masing"


Pinta Citra dengan nada tegas.


Tuan Aslan segera menutup telpon nya dan bergegas pulang, karena tuan Aslan khawatir Citra akan pergi dari kehidupannya lagi.

__ADS_1


Sampai di rumah tuan Aslan mendapati Citra duduk termenung di atas ranjang. Tuan Aslan melepaskan sepatu dan jas nya, kemudian naik ke ranjang dan mendekati Citra.


"Jangan salah paham dulu"


"Aku ngelakuin ini demi kebaikan Lika"


"Kamu gak mau kan seumur hidup dibayangi kebohongan"


"Kita sudah menikah dan sebentar lagi kita akan punya anak"


"Apa kamu ingin korbanin anak kita"


"Ingat Citra anak kita butuh aku dan kamu"


"Dan aku juga gak mau membohongi Lika terus"


Jelas tuan Aslan dengan nada lembut.


Citra mendongakkan kepalanya ke wajah tuan Aslan. Tapi tuan Aslan malah mencium kening Citra dengan lembut dan kasih sayang.


Kini Citra memahami maksud dan tujuan tuan Aslam melakukan semua itu. Citra pun tersenyum pada tuan Aslan sambil mengarahkan tangan tuan Aslan ke atas perutnya.


"Janji ya mas"


"Semua bakalan baik baik saja"


"Nantinya kamu jangan laporin Lika ke polisi ya"


"Meski kamu tahu dia yang mendorongku ke tengah jalan raya" pinta Citra dengan nada manja.

__ADS_1


Tuan Aslan menghela nafas panjang, dan merangkul tubuh istrinya yang mulai gemuk.


Citra pun ingat sesuatu yang dipesannya tadi pagi tapi tak didapatkannya.


"Mas rujak manis nya mana"


''Kok aku gak dibeliin sih"


"Katanya gak mau bohong lagi"


"Sekarang aku dibohongin kan" cerocos Citra.


Tuan Aslan kembali tertawa lepas kalau mendengar kata kata rujak manis, Citra pun tidak tahan dan merayu tuan Aslan agar memberi tahu apa alasannya setiap mendengar kata rujak manis harus tertawa seperti itu.


Tuan Aslan pun menceritakan kejadian dia waktu sickness morning, dan ngidam rujak manis yang harus datang ke kantor elitnya dari abangnya sampai gerobaknya. Dan tuan Aslan sampai diledek oleh para pegawai yang ngidamnya ngalahin karyawan yang hamil lebih dari delapan bulan.


Citra melongo mendengar semua itu, pantesan kalau mendengar kata rujak manis tuan Aslan langsung ketawa tak terkendali.


Setelah itu Citra mengusulkan agar besok dirinya dan tuan Aslan menemui Lika. Meminta maaf dan menjelaskan semuanya.


Tuan Aslan menyetujuinya dan menggoda Citra dengan tawaran yang membuat Citra tak habis pikir.


"Masih Mau rujak manis tidak"


"Kalau masih mau tak panggilan sekalian abangnya dan gerobaknya" ledek tuan Aslan


Citra pun hanya menggelengkan kepala, dan mulai membayangkan betapa hebohnya kantor waktu itu saat Abang tukang rujak manis masuk kantor elit bersama gerobaknya.


Citra melihat wajah tuan Aslan dan akhirnya tertawa.

__ADS_1


__ADS_2