Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
Jalan yang salah


__ADS_3

Bu Siti terus bercerita yang dia tahu tentang kehidupanku. Ketika aku mendengar perih dan pedih sekali hatiku, tapi aku harus bisa dan berani menerima semua kenyataan ini


Salahnya lagi ibu dan bapak berfikir ingin meramal dan melihat nasib keluarga ke seorang paranormal. mereka pergi ke sebuah desa terpencil, dan menemukan paranormal itu. Sembari Bu Siti mengetahui semua itu dari ibuku sendiri yang bercerita. Dan paranormal itu meramal bahwa nasib sial itu datangnya dari jabang bayi yang kamu kandung, parahnya lagi paranormal itu bilang katanya jika jabang bayi ini lahir pada tengah hari di hari Jawa tertentu dan terjadi gerhana matahari. Jelas dia pembawa sial.


Naasnya aku memang lahir dihari tepat yang dituturkan paranormal itu. Aku memang sedih aku dianggap pembawa sial oleh kedua orangtuaku sendiri.


"Bu Siti,,,,'' kataku lirih.


"Iya nak citra", Bu Siti berhenti bercerita akan semua hal itu.

__ADS_1


"Tidak apa apa Bu Siti, aku tidak percaya dengan perkataan paranormal itu, Allah yang ngasih rezeki Bu. Bukan paranormal itu" jelasku.


"Kamu benar nak, Bu Siti doain kelak kamu jadi orang yang sukses dan bijaksana" pesanya padaku.


Setelah itu Bu Siti pergi menghampiri anaknya untuk bersuafoto wisuda.


"Nak...." pundaku ditepuk Bu Rita.


"Mari Bu...." jawabku.

__ADS_1


Ingin rasanya yang mendampingiku dalam foto adalah ibu atau bapakku. Tapi itu hanya anggan yang tak bisa aku gapai. Acara wisuda selesai semua sudah pulang ke rumah masing masing, begitupun aku dan Bu Rita. Tadi aku tidak melihat Lika, kemana dia tanyaku dalam hati.


Sampai dikos kosan aku langsung masuk kamar, dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah selesai pintu kamar kututup dan aku kunci dari dalam. Aku berpikir sejenak dan mengingat setiap kata yang dikatakan Bu Siti. Aku duduk diatas kasur, tidak terasa aku sudah menangis. Sakit sekali hati ini mendengar tentang semua kebenaran yang ada. Aku berusaha memaafkan ibu bapaku sebegitu bodohnya percaya denganulut manusia biasa. Padahal setiap ada kehidupan pasti ada rezeki dan harapan. Tak apa itu semua adalah pilihan ibu dan bapak, semua akan mendapatkan apa yang ditanamnya.


Baik atau buruk biar ibu dan bapak tanggung sendir.


Terlintas dalam pikiranku wajah ibu dan bapak, mereka tidak pernah tersenyum padaku. tergiang kata "Pembawa sial kamu" dalam ottaku. Aku menutup kedua telingga dengan telapak tanganku, Ada ap denganku apa adayang salah denganku. Allah mengizinkanku lahir kedunia ini, berarti sudah ada rezeki yang Allah siapkan untukku dan keluargaku. Tapi bapak dan ibu kenapa kalian tidak pernah berpikir sejauh itu dan bersyukur pada Allah pikirku.


Aku juga merasakan ALlah memberi rezeki padaku, buktinya aku dikasih pekerjaan melalui Bu Asna. Tak lupa aku juga dipertemukan dengan Bu Rita untuk tempatku bernaung pulang ketika aku dari manapun. Untuk berteduh dari hujan dan panas maupun tempat tinggal. Kok bisa pemikiran negatif memenuhi otak ibu dan bapak.

__ADS_1


Aku tidak mau berlarut larut dalam keadaanku, sekarang aku sudah lulus sekolah. Beberapa Minggu lagi aku akan menerima ijazah dan itu bisa aku pergunakan untuk mencari pekerjaan dikota. Tekadku sudah bulat, aku akan menjauh sejauh mungkin dari keluargaku agar mereka tidak mendapat kesialan dariku.


__ADS_2