
"Nanti kakek ingin berjalan jalan dan makan denganmu setelah kamu selesai bekerja".
Pesan yang aku baca di layar notifikasi what's ap ku. Sekarang sudah dapat rezeki jadi hpnya bukan yang ceninit lagi. Tapi agak canggih sedikitlah meski bukan iPhone pro max. Memang harganya dua jutaan, tapi sudah sangat bermanfaat bagiku.
Tapi tunggu dulu. Kalau saya pikir pikir lagi yang aneh pada si tuan Aslan ini, kenapa selalu menggunakan alasan kakek Raditya untuk menemuiku batinku.
Apa tidak ada wanita lain untuk diajaknya bermain main lagi, diluar sana kan banyak wanita yang sepadan dan selevel tuan Aslan. Aku yakin dia hanya bermain main denganku. Toh kalau sudah puas pasti juga bakalan ninggalin aku batinku sambil melihat pesan yang tuan Aslan tulis.
Akhirnya sudah genap satu tahun aku bekerja ditempat ini. Dan bulan depan sudah memasuki bulan Ramadhan, ingin rasanya pulang ke rumah ibu bapak dengan membelikan mereka cemilan makanan dan baju lebaran. Itu hanya angan angan dalam hatiku. Kukubur dalam dalam keinginan yang menggebu dalam hati. Pelukan bapak ibu dihari lebaran, tentu sangat kurindukan.
Apa kabar mereka, hampir satu setengah tahun aku tidak pernah bertemu saudara maupun bapak dan ibuku. Daripada aku terus mengkhayal dan berandai andai tak ada ujungnya kayak lingkaran, mending aku mikirin gimana caraku agar terhindar dari tuan Aslan yang pemaksa itu.
Aha....
Aku ada ide yang bagus sekali buat tuan Aslan yang kaya biar gak ganguin aku terus.
__ADS_1
Kukirim pesan balik kepada tuan Aslan.
" Iya... tapi aku tidak mau makan di restoran yang harganya melangit. Karena tidak sesuai lidah saya. Tuan Aslan harus mau makan masakan saya. TITIK".
Pesan kukirimkan kepada tuan Aslan, belum dibaca dan akhirnya aku putuskan untuk berangkat kerja saja. Daripada aku terlambat kerja gara gara meladeni tuan Aslan yang pingin main main ma gadis kayak aku gumanku sambil keluar kamar kos untuk berangkat kerja.
"Ting...."
Hpku berbunyi tanda ada notifikasi masuk. Kubaca dengan seksama dan itu seperti biasa pesan dari tuan Aslan.
Gila nih tuan Aslan, tapi nanti aku kerja sampai jam dua siang saja buat nyiapin masakan. Nanti tahu rasa tuan Aslan gue kerjain biar gak menganggu aku lagi terus terusan.
Akhirnya sudah jam dua siang dan aku meminta ijin kepada Bu Angela, dan beliau mengizinkan aku untuk pulang lebih awal.
Belanja di pasar tradisional adalah kesukaanku dan itu adalah hal menyenangkan bagi orang biasa seperti aku.
__ADS_1
Setelah dapat bahan bahan yang kucari segera pulang ke kosan.
"Wow... belanja banyak amat cit. Tumben" tanya Bu maretha.
"Iya Bu... ada yang pesan ingin saya masakin" jawabku sambil cengengesan.
"Masak yang enak, nanti aku dibagi ya" permintaan Bu maretha.
"Tenang aja Bu maretha saya masak lebih jadi adaporsi sendiri untuk Bu maretha" jelasku padanya.
Segera aku menuju dapur, dan membuat makanan dan selang satu jam telah selesai.Untuk kakek Raditya aku masakin sayur urap urap dan telur rebus plus lalapan mentimun. Untuk tuan Aslanku yang terhormat, aku masakin ayam crispy plus tahu tempe terong goreng. Dan tidak ketinggalan sambal terasinya. Aku susun menjadi tujuh kotak, dan yang satu sesuai janjiku untuk Bu maretha.
Aku bergegas menuju ke taman kota sambil membawa kotak makanan berjumlah enam kota. yang tiga berisi nasi dan yang tiga lagi berisi lauknya. Tak disangka kakek Raditya dan tuan Aslan sudah menunggu disalah satu kursi taman.
Dan heranya lagi, tuan Aslan tanpa malu menyapa dan menyambutku dengan pelukan.
__ADS_1
Nih orang edan apa gak waras ya... batinku. karena ada kakek Raditya aku nahan emosi dan marah karena dipeluk sembarangan.