Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
Kembali ke Surabaya


__ADS_3

Setelah beberapa hari Citra dan tuan aslan mulai memikirkan untuk pulang ke kota Surabaya. Hari ini pekerjaan tuan Aslan telah selesai, dan produk mie seblak milik Citra telah dicarikan pengelola yang bisa dipercaya. Karena itu adalah bisnis Citra yang baru saja mulai, bahkan tuan Aslan membelikan sebuah bangunan untuk produksi mie seblak milik Citra. Yang dipercaya untuk memasak tentu saja adalah koki handal yang sangat ahli.


Tuan Aslan dan Citra sudah sampai di kota Surabaya, mereka langsung menuju ke kediaman kakek Raditya. Karena kakek Raditya ingin tuan Aslan dan Citra tinggal bersamanya. Di dalam mobil, tuan Aslan tidak henti hentinya mengelus elus perut Citra yang sedikit membuncit.


"Ntar kalau perut nya Segede ini pasti kayak bawa gentong" ledek tuan Aslan.


"Biarin yang penting bayi nya sehat di dalam" jawab Citra jengkel..


Tuan Aslan mengecup kening Citra, spontan saja dia sangat malu dengan kelakuan suaminya. Bahkan sampai mencubit perut tuan Aslan agar berhenti bersikap aneh.


Sampai di rumah kakek Raditya mereka disambut dengan penuh kehangatan. Senyuman di wajah kakek Raditya membuat dia tampak lebih sehat.


Tuan Aslan Mendorong kursi roda kakek Raditya dan menuju rumah. Rumah yang sangat megah, tapi tidak seperti kebanyakan di kota rumah mewah yang bertingkat. Rumah kakek Raditya sangat luas masuk ada kebun dan taman bunga disisi kanan dan kiri rumah. Bahkan yang membuat Citra takjub kolam ikan yang mengelilingi rumah Segede itu mengalir seperti sungai dari pegunungan. Bahkan sebelum masuk ke teras rumah, ada jembatan yang menghubungkan pelataran rumah dan teras rumah.


Melewati kolam ikan seperti itu, Citra sangat kegirangan. Sampai tanpa sadar dia berbicara. Sesuatu yang membuat tuan Aslan dan kakek Raditya tertegun.


"Hmmmm.... Ikan nya sangat besar dan gemuk gemuk pasti kalau di goreng sangat lezat dan menggoyang lidah"

__ADS_1


"Bikin sambal terasi"


"Pakai lalapan mentimun dan kemangi"


"Hemmm... Jadi lapar deh nih perut" celetuk Citra tiba tiba.


Tuan Aslan dan kakek Raditya hanya melongo mendengar perkataan Citra. Mereka berdua juga membayangkan makanan yang dibicarakan Citra tadi, tapi kakek Raditya mengatakan pada Aslan sambil berbisik bisik.


"Mana ada kakek mau menggoreng ikan ikan kesayangan kakek"


"Apalagi ini dibawa dari Jepang asli"


Kata kakek Raditya


Tuan Aslan tersenyum melihat kakek Raditya menggerutu untuk ikan ikan kesayangannya.


"Tenang aja kek, nanti aku beliin di pasar ikan" jawab tuan Aslan sambil mendekatkan mulutnya ke telinga kakek Raditya.

__ADS_1


Citra mulai tak sabar ingin menggoreng ikan yang paling gemuk dan besar.


"Citra sayang kita masuk dulu istirahat"


"Biar nanti pak Udin yang tangkap ikan nya"


"Kita masuk rumah dulu ya"


Rayu tuan Aslan pada Citra.


Citra mengangguk dan menuruti kata kata suaminya. Tuan Aslan dan Citra kini sudah ada di dalam kamar berduaan, jiwa keperkasaan tuan Aslan mulai meronta. Tuan Aslan mengunci pintu kamar dan duduk di tepi ranjang menunggu Citra ke luar dari kamar mandi.


Setelah Citra keluar dari kamar mandi dalam keadaan tubuh yang basah membuat tuan Aslan semakin bergairah. Anak kecil di bawah sana sudah bangun, tuan Aslan menggapai tubuh Citra dan memangkunya. Tuan Aslan mulai meraba raba tubuh Citra.


Itu membuat Citra tidak bisa membalas perbuatan tuan Aslan. Citra pun mulai mencium bibir tuan Aslan dengan ganas nya.


Tuan Aslan dan Citra pun memadu kasih meski baru saja tiba di Surabaya. Karena tuan Aslan sangat merindukan aroma dan kenikmatan tubuh Citra.

__ADS_1


__ADS_2