
Seperti biasa aku mempersiapkan diri untuk berangkat kerja. Meski hari Minggu atau libur hari besar seperti hari raya aku tidak pernah ambil libur. Aku selalu ambil lembur karena tidak ada tujuan untuk beristirahat ataupun dikunjungi. Aku mulai berandai andai misalnya ibu bapakku tidak mengusirku pasti aku akan pulang dengan semangat hati mulai berandai andai dan berfantasi.
Kalau soal tuan Aslan yang menekan akan mengembalikan uang tempo hari. Dengan cara yang arogan tiba tiba mengajakku makan malam. Aku berharap tuan Aslan itu tidak nyari aku terus. Toh diluaran sana banyak cewek yang ngantri ke pelukan dia. Aku mah lewat bukan siapa siapa apalagi aku tidak punya status yang bisa kubagongkan.
Drrtttt.......
Drttttt.......
Hpku berbunyi ada telepon dan kulihat tuan Aslan yang menelpon lagi. Ngapain sih nih orang nelpon melulu kerjaanya gak tau mau berangkat kerja apa ya... batinku.
Sengaja memang aku selalu menghindar dari tuan Aslan, toh dia orang kaya dan pastinya deketin aku yang kayak gini cuman buat mainan pastinya. Kuangkat telepon dan suara tuan Aslan terdengar dari seberang.
"Cewek kepiting hantu lama amat ngangkat teleponya" protes tuan Aslan.
"Waalaikum salam" jawabku.
__ADS_1
"Iya lupa salamnya Assalamualaikum cewek kepiting hantu" goda tuan Aslan.
" Iya ada apa lagi" tanyaku.
"Ketus amat,,, Nanti malam mau aku ajak makan malam sama kakek. Harus mau titik, kujemput ditempat kerja ok" kata tuan Aslan dengan tegas.
Telepon langsung ditutup oleh tuan Aslan. Heran deh ni orang apa orang kaya selalu harus diturutin kek gitu. Maklum kantongnya tebal jadi apa apa ya harus bisa keturutan.
Mending aku berangkat kerja aja deh... Daripada mikirin tuan Aslan yang gak jelas kek gitu. Aku mengambil tas dan bergegas berangkat kerja, berjalan tiga puluh menit akhirnya sampai. Seperti biasa yang lembur hari ini cuman aku, mbak Dilla dan mbak anggun. Kalau mereka bekerja terus tanpa ambil cuti untuk membantu perekonomian keluarga. karena mereka berdua sudah menikah.
Hari mulai agak siang, dari tadi pagi pengunjung banyak yang berdatangan. Sampai-sampai aku kualahan melayani karena kami hanya berlima di toko.
Setelah makan siang kamipun kembali melayani toko. Maklum kami makan bergantian, agar tetap ada pelayanan yang maksimal untuk para pelanggan. Dalam benakku mungkin julukan cewek kepiting hantu memang pantas aku sandang. Tiba tiba ada di stand ini lalu tiba tiba ke stand sana. Akhirnya pergantian shifpun telah tiba. Aku teringat dengan suara tuan Aslan yang berkesan mempermainkan ku..
Ih... ngeri jangan sampai hari ini aku bertemu dia dasar tuan Aslan cowok pemaksa batinku.
__ADS_1
"Kamu nglamunin apa" kata tuan Aslan mengejutkanku di dalam ruangan karyawan.
"Eh.... kamu ngapain ada disini. Mau ngintip ya'' kataku dengan geram.
"Aku gak perlu ijin siapa siapa untuk memasuki seluruh ruangan ini" kata tuan Aslan.
"Maaf tuan, saya tidak bermaksud untuk menyinggung tuan Aslan" kataku lirih.
" Gak papa aku nanya kenapa kamu selalu nolak kuajak makan malam bersama kakeku, pakai acara kabur dan ngilang segala. Emangnya kakiku gak pegal pegal nunggu kamu sambil berdiri'' ketus tuan Aslan.
" Maaf tuan Aslan" kataku.
Tanpa basa basi tuan Aslan mngandeng tanganku dan mengajak aku keluar dari toko. Semua mata melihatku dengan penuh keheranan. Aku hanya bisa ngikutin kemauan tuan Aslan dan berfikir kembali bagaimana aku bisa kabur dan buat alasan apa ya batinku.
"Jangan berfikir untuk ngilang lagi... tau rasa nanti kamu kalau aku sudah jengkel ma gregetan ma kamu" suara tuan Aslan membuyarkan pikiranku.
__ADS_1
Mungkin tuan Aslan berfikir bahwa aku cewek gampangan atau apalah. Terserah mau anggap aku apa. Yang penting aku tidak pernah menggodanya seperti ular yang meliuk liukkan badanya. Kalau julukan kepiting hantu mungkin aku masih bisa terima, jujur aja karena aku selalu ingin ngumpet dari tuan Aslan yang terhormat