You'Re My Brother (BTS)

You'Re My Brother (BTS)
Eps 1


__ADS_3

Disebuah rumah mewah, beranggotakan kedelapan bersaudara yaitu, Kim soekjin, Min yoongi, Jung hoseok, Kim namjoon, Park jimin, Kim taehyung, Jeon jungkook, dan yang bungsu Kim saerin. Kedua orang tua mereka telah meninggal dunia dalam insiden kecelakaan saat Saerin masih kecil. Jin adalah kakak yang tertua, harus mengurus dan membesarkan adik-adiknya dengan baik dan penuh kasih sayang.


Hingga pada suatu hari, ketujuh oppanya harus pergi ke luar kota untuk bekerja menggantikan perusahaan Appa nya. Saerin yang masih kecil terpaksa dititipkan kepada Om dan Tante nya.


"Tant, bisakah kau merawat Saerin? Karna kami harus pindah ke Busan, untuk bekerja di perusahaan nya Appa." kata Jin (yang berumur 22 tahun) sambil berdiri merangkul Saerin (yang berumur 9 tahun). Dan memberinya kepada tante Luna.


"Nee, tante akan merawat nya seperti anak tante sendiri" kata tante Luna dengan tersenyum dan membawa Saerin kepelukannya.


"Gomawo tante Luna" kata Jin tersenyum.


Lalu Jin menurunkan tubuh nya agar selaras dengan Saerin. "Saerin, oppa pergi dulu nee, jangan nakal-nakal sama tante Luna, jadilah gadis yang baik".


"Memangnya oppa mau kemana? Kenapa Saerin nggak boleh ikut".


Jin hanya bisa tersenyum.


"Karna oppa sangat sibuk, dan tidak boleh diganggu".


"Jadi Saerin hanya bisa bersama tante Luna".


"Nee" ucap Jin dengan tersenyum sambil mengusap lembut kepala Saerin.


Jin kemudian berdiri.


"Jin apakah tante boleh membawa Saerin ke Indonesia? Karna om kalian sedang bekerja di sana, dan tante juga hanya sendirian di sini" tanya tante Luna menunggu jawaban Jin.


Jin berpikir keras apakah dia harus memperbolehkan Saerin pergi ke Indonesia. "Mm.. baiklah tant tidak apa-apa" jawab Jin kemudian.

__ADS_1


Sebenarnya Jin tidak mau terlalu jauh dengan Saerin, tapi karna tante nya tadi bilang bahwa dia sendirian dan paman Roy juga ada di Indonesia, terpaksa dia harus mengikuti kata tante nya itu. Jin merasa kasihan jika tante Luna harus mengurus Saerin sendirian, belum lagi kesibukannya mengurus 2 anak yang masih kecil lagi, satu yang berumur 5 tahun dan satu nya lagi masih bayi. Mungkin jika ada paman nya ia pasti tidak sedikit kerepotan.


Jin dan keenam adik nya memasuki mobil mereka. Saerin dan tante Luna hanya bisa melihat mereka di depan rumah. Saat Jin membuka kaca mobilnya, dia hanya bisa tersenyum dan melambaikan tangannya kepada mereka. Dan lambaian itu disambut ramah oleh tante Luna dan juga Saerin.


"Oppa akan merindukanmu Saerin" batin Jin saat melambaikan tangan. Kemudian ia pun melajukan mobilnya. Saerin hanya bisa menatap kepergian oppa nya dengan sedih. Tante Luna yang menyadarinya langsung berkata "Saerin kajja, kita kemasi barang-barangmu dan pergi".


"Memangnya kita mau pergi kemana tante?" kata Saerin dengan menatap tante Luna.


"Kita akan pergi ke Indonesia sayang" dengan tersenyum dan mengelus kepala Saerin.


"Kenapa kita harus pergi ke sana?"


Tante Luna yang mendengar perkataan keponakannya itu langsung berjongkok agar sama tinggi nya dengan Saerin.


"Karna Saerin akan tinggal di sana bersama Om dan Tante. Tante janji deh kalau kita sudah sampai, Tante bakalan ngajak Saerin jalan-jalan di Indonesia ngeliat tempat-tempat yang bagus"


"Benarkah"


Seketika wajah Saerin yang awalnya sedih menjadi bahagia dan memperlihatkan senyum manisnya.


Tante Luna yang melihat Saerin tersenyum seakan membuatnya bahagia akan kelakuan manis keponakannya.


"Yasudah kalau begitu, kajja kita kemasi barang-barang mu" ajak Tante Luna yang diangguki oleh Saerin. Mereka segera melangkah memasuki ruangan.


Skip>


Setelah selesai membereskan barang. Saerin dan Tante Luna segera pergi ke bandara. Setelah sampai mereka langsung masuk kedalam pesawat sampai pesawat akan lepas landas. Tak lupa ia juga membawa kedua anak nya pergi ke Indonesia.

__ADS_1


Skip>


Setelah sampai di Indonesia. Mereka langsung berjalan dan masuk ke mobil yang sudah menjemput mereka.


Saat mereka sudah sampai di depan rumah Tante Luna, Saerin terkejut karena rumah nya sangat besar dan mewah. Ternyata Tante Luna lahir dan menikah di Indonesia, dia berada di Korea hanya untuk berlibur dan berkunjung ke rumah keponakannya.


Saerin hanya terkagum-kagum melihat rumah milik Tante Luna. Tidak hanya dari luarnya saja terlihat besar dan mewah, didalamnya juga luas dan di penuhi dengan barang-barang yang mewah dan indah.


"Saerin selamat datang di rumah Tante" sambut Tante Luna dengan senyuman.


"Nee Tante"


"Yasudah kalau begitu, bibi Jiah tolong antarkan Saerin ke kamarnya" perintah Tante Luna kepada seorang pembantu.


"Baik nyonya" sahutnya


"Mari nona saya antar ke kamar nya"


Saerin hanya menganggukkan kepalanya. Saerin berjalan mengikuti pembantu itu yang sedang membawa koper nya ke kamar.


Sampai di depan kamarnya, pembantu itu membukakan pintu kamar dan mempersilahkan Saerin masuk terlebih dahulu dan diikuti oleh pembantu itu dibelakang. Dengan berjalan-jalan mengelilingi setiap sudut ruangan Saerin merasa sangat gembira. Kamarnya sangatlah luas dan terdapat balkon yang menuju ke arah taman yang ada di bawah nya.


"Nona ini kopernya, bibi akan meninggalkan nona di sini. Kalau ada masalah nona panggil saja bibi" katanya dengan ramah.


Saerin hanya mengangguk-angguk. Kemudian pembantu itu meninggalkan Saerin dikamarnya. Saat Saerin melihat-lihat ruangan ini lagi, dan pandangannya tertuju kepada balkon di samping tempat tidurnya. Saerin berjalan menuju balkon dan membuka jendela nya. Saerin melihat ke bawah, taman yang indah di penuhi dengan bunga yang beraneka macam dan berwarna-warni. Dan di sana juga terdapat sebuah kursi kayu yang diletakkan di bawah salah satu pohon rindang.


Tiba-tiba ia mengingat ketujuh oppa nya.

__ADS_1


"Oppa bogo sipeo" batin Saerin sambil menghela napas menatap langit.



__ADS_2