
Pemberitahuan, ini hanyalah spoiler saja. Cerita asli akan ada di episode selanjutnya.
~***~
*
...Jin merobek-robek sebuah foto yang ada ditangannya dan membuang sobekan foto itu kemana-mana...
"AARRGGHH... AKU MEMBENCIMU... DASAR ANAK SIALAN!!"
*
~*~
*
...Saerin masih berada di sekitar sungai Han hingga malam tiba...
"Hiks... hiks... kenapa kalian membenciku? Wae?! hiks..."
*
~*~
*
...Hujan turun dengan deras sederas air matanya yang mengalir...
Tiba-tiba
.
.
"Saerin!! Awas!!"
Tin.. tiinnn...
*
~*~
*
...Untung saja mobil itu hanya sedikit menyerempet Saerin, namun gadis itu masih bisa selamat. Tapi berbeda dengan ini, sebuah mobil truk melaju kencang dari arah yang berlawanan dengan mobil putih tadi dan truk itu sedang mengarah padanya. Saerin baru saja menyadari hal itu, ia ingin menghindar tapi...
"Aaaaaaaa!!!"
Ckiiittttt...
.
.
Brruukk...
*
Sudah terlambat... waktu tak bisa diulang kembali. Seorang gadis remaja terjatuh ke jalan dengan banyak darah.
Keempat yeoja yang menyaksikan kejadian itu pun bersama-sama turun dari mobilnya dan segera membawa korban kecelakaan ke rumah sakit.
*
~*~
*
3 jam kemudian, dokter pun keluar dari ruang UGD.
"Bagaimana dok?"
"Huft... operasinya berjalan dengan lancar. Untung nyawanya masih bisa diselamatkan. Tapi..."
"Tapi apa dok?"
"Dia mengalami koma"
Deg
"Saya tidak tau akan berapa lama..."
*
~*~
*
"Kenapa dengan dia dokter?"
"Mungkin, dia mengalami amnesia..."
"Mwo?!"
*
~*~
*
...Hueningkai sudah mencari Saerin kemana-mana, tapi sampai saat ini ia tak kunjung menemukan gadis itu...
"Saerin!! Kau dimana?!"
*
~*~
*
Tiba-tiba ponselnya berbunyi, Hueningkai langsung mengangkat telponnya.
"Yeoboseyo"
"Hueningkai, aku menemukannya..."
"Dimana?"
*
~*~
*
Hueningkai pun menghampiri Saerin yang sedang berada di taman itu sendirian ...
"Eoh siapa? Mian, siapa kau?"
"Ini aku Saerin, Hueningkai..."
"Mianhae, tapi aku tak mengenalmu..."
"Ini aku Kai, kenapa kau tak ingat Saerin?"
"Siapa Saerin?"
__ADS_1
*
~*~
*
...Karna tak ada yang berbicara, akhirnya Namjoon yang lebih dulu membuka suara...
"Huft... Hyung, kita sudah sangat terpuruk sekarang. Apalagi uang kita sudah habis, dan kita tak punya apa-apa lagi. Jadi... bisakah kita bangkit dan mengintrospeksi diri kita sendiri? Aku sudah sangat lelah berada di dalam keadaan yang seperti ini..."
.
.
.
"Bagaimana jika kita membuat boygrup seperti mereka itu?"
.
.
"Emm... itu ide yang bagus, tapi..."
"Hyung, jika kita berusaha dan bekerja keras kita pasti akan bisa melakukannya"
"Emm... baiklah kalau begitu"
Namjoon tersenyum. "Mari kita bangkit dan berjuang. Kita harus berusaha dengan keras agar kita tak terpuruk seperti ini lagi"
"Nee! Fighting!"
*
~*~
*
...Dia menangis tapi tak mengeluarkan air mata...
"Hiks... aku tak bisa hidup seperti ini lagi eonnie... aku tak kuat..."
"Kau harus kuat sayang, kita berempat ada disini bersamamu"
"Nee, ada eonnie disini. Kamu jangan khawatir..."
"Nee, kita berempat akan terus mendukungmu"
"Fighting!"
*
~*~
*
.
.
"Kalau begitu... aku akan membawanya ke Amerika..."
.
.
Hueningkai mulai menundukkan badannya agar sama dengan Saerin dan menatap gadis itu.
"Saerin, mulai sekarang panggil aku oppa. Nee?"
"Nee oppa"
*
~*~
*
"Jungkook, ada apa denganmu?"
"Hyung... aku... merindukan Saerin..."
"Heh, untuk apa kau merindukannya hah?! anak itu adalah anak pembawa sial bagi kita. Buktinya? jika dia ada bersama kita, pasti ada saja kesialan yang akan datang pada kita. Tapi lihatlah jika dia tiada, hidup kita jadi lebih aman dan damai. Dia hanyalah anak pembawa sial, kau tau?!"
.
.
"Tapi, aku sangat-sangat merindukan Saerin hyung. Apa kalian tidak?"
"Jungkook!! sudah cukup, jangan bahas hal itu lagi! Aku muak mendengar nama anak itu!!"
Jungkook tertegun karna mendengar ucapan Jin yang membentak dirinya.
"Tapi... aku sangat merindukan Saerin..."
"Cukup Jungkook!! cukup!! tidak usah membahas hal itu lagi. Arrasseo!!"
"Wae?! Kenapa memangnya jika aku ingin membahas hal itu?!"
"Jungkook, kau harus sopan pada hyungmu!!"
"Wae?!!"
"Kau sudah berani membentak hyungmu?!"
"Kau saja membentakku, kenapa aku tidak?! Aku hanya mengatakan bahwa aku hanya merindukan Saerin saja!! kenapa kau malah marah hah?!"
"Jungkook!!"
"WAE?!!"
PLAAKK
Jungkook tersungkur di lantai.
"Aku tak mengajarimu untuk membentak orang yang lebih tua darimu, Jungkook! Dan jangan pernah menyebut nama anak itu lagi di hadapanku!!"
Karna kesal, Jin pun pergi keluar dari ruang latihan.
*
~*~
*
Drrtt ... drrtt
Ponsel Hueningkai berbunyi, ia melihat siapa nama penelepon itu. Sedetik kemudian ia mengangkat telponnya.
"Ada apa kau meneleponku?"
"Kami ingin bertemu dengan Saerin"
"Setelah apa yang telah kalian lakukan padanya? tidak, tidak akan pernah"
__ADS_1
"Kumohon Kai. Beri kami kesempatan untuk menebus kesalahan kami"
"Aku tidak akan mau mempertemukan kalian bertujuh pada Saerin"
Tuutt.. tuutt...
*
~*~
*
"Kau ingin pergi kemana Jungkook-ah?"
"Aku ingin pergi ke Amerika untuk menemui Saerin"
"Mau apa kau kesana? belum tentu dia ada disana bukan?"
"Tidak, aku sudah yakin bahwa dia memang berada disana. Aku ingin bertemu dengan adik kesayanganku. Dan kalian tidak akan bisa menghalangi ku!"
.
.
"JUNGKOOK!! JIKA KAU SAMPAI KELUAR DARI RUMAH INI, JANGAN HARAP KAU BISA MASUK KEMBALI!!"
"AKU TIDAK PEDULI"
"JUNGKOOK!! JUNGKOOK!!"
*
~*~
*
Saat pandangannya mulai berputar-putar, Jungkook tak sengaja melihat dua orang yang sedang duduk tak jauh dari mejanya berada. Kedua orang itu nampak sangat familiar bagi Jungkook.
"Bukankah itu Saerin?"
Jungkook mulai membulatkan matanya. Dengan segera ia pun menghampiri meja tersebut.
Tanpa pikir panjang, Jungkook langsung menarik tangan gadis remaja itu. Membuat dua orang yang sedang bercanda tawa bersama itu merasa terkejut saat mereka tak mengetahui keberadaan namja tersebut.
"Yak! apa yang kau lakukan eoh?!"
Hueningkai membulatkan matanya seakan ia tak percaya siapa namja yang sedang berdiri di sampingnya itu. "Ju... Jungkook hyung?"
"Saerin... ini kau kan? ini benar-benar kau bukan?"
"Ish, apa yang kau lakukan Tuan?! Siapa kau?! berani-beraninya kau sembarangan menggenggam tanganku!!"
"Saerin... ini aku... Jungkook, oppamu Saerin"
"Oppa? Mian, tapi oppaku hanya satu yaitu Hueningkai oppa"
Deg
"Saerin, ini aku oppa kandungmu. Dia telah membohongimu Saerin. Akulah oppamu yang asli"
"Mianhae, aku benar-benar tak mengenalmu Tuan. Dan jangan sembarangan mengaku sebagai oppa kandungku"
"Tapi Saerin..."
"Kau tak mendengarnya?! dia bilang dia tidak mengenalmu!"
"Diam kau!! Ini pasti karna hasutanmu. Kau pasti sudah mengatakan hal buruk tentang diriku pada Saerin bukan!?"
"Tidak, itu tidak benar. Meskipun saat ini aku memang membencimu bukan berarti aku akan bersikap semena-mena pada Saerin, apalagi sampai membohonginya"
"Tapi kenap-"
"Dia tak mengenalmu karna takdir ingin dia melupakan semua masa lalu kelamnya dan semua kekejaman kalian pada dirinya"
"Apa yang kau maksudkan ini?"
"Kau tidak perlu tau apapun maksud dari semua peristiwa ini. Yang jelas dia sudah melupakanmu, dan kau tidak akan bisa mengingatkannya kembali"
"Tidak bisa. Kajja Saerin, aku akan membawamu pulang"
Jungkook kembali mencekal tangan Saerin, Hueningkai pun langsung menepis kasar tangan Jungkook.
"Yak! apa yang kau lakukan?!"
"Aku melakukan ini hanya untuk membuat Saerin bahagia"
"Kau tidak berhak membuatnya bahagia bersamamu. Aku ini adalah oppa kandungnya. Jadi akulah yang berhak untuk kebahagiaannya"
"Aku hanya tidak ingin Saerin terluka kembali. Jadi aku mohon, biarkan dia bahagia bersamaku"
"Aku tidak akan membiarkannya!"
Jungkook ingin memukul Hueningkai dengan kepalannya. Tapi ia kalah cepat, Hueningkai sudah lebih dulu menghantamnya dengan satu bogeman yang berhasil mengenai pipi kanan Jungkook.
"Mianhae hyung, tapi ini adalah jalan yang terbaik untuk Saerin"
Hueningkai mengajak Saerin pergi ke mobilnya.
"SAERIN!!"
*
~*~
*
Karna merasa khawatir, akhirnya Jin, Yoongi, Hoseok, Namjoon, Jimin dan Taehyung pergi berangkat ke Amerika untuk menyusul Jungkook.
*
~***~
APAKAH YANG AKAN TERJADI SELANJUTNYA?
TO BE CONTINUED
[FLASHBACK EPISODE]
COMING SOON
Jangan lupa like, komen dan vote 💜
~*~
Maaf ya kalo ceritanya gak jelas atau gak nyambung. Author udah berusaha dan inilah hasilnya.
Btw, ini episode spesial loh buat Author. Karna episode ini dirilis di hari ulang tahunnya Author. Author berharap banget supaya bisa sehat dan semangat untuk terus melanjutkan cerita ini. Meskipun author lagi banyak tugas dan lagi males juga buat ngetik. Tapi author usahain buat up kok, karna hari ini adalah hari yang spesial banget buat author. Dan hari yang paling author tunggu-tunggu.
So, Happy Birthday buat Author sendiri 🎉🎉💜💜💜
Makasih buat para pembaca yang sudah membaca cerita author, makasih juga buat semua dukungannya.
__ADS_1
Segitu dulu dari author, maaf jika ada kesalahan kata. Pamit dulu, annyeong 👋👋
BORAHAE 💜💜💜