You'Re My Brother (BTS)

You'Re My Brother (BTS)
Eps 64 [FLASHBACK]


__ADS_3

~*~


Beberapa hari berlalu, semenjak kejadian itu hasil dari pendapatan perusahaan mereka jadi menurun. Seokjin sudah berusaha membuat promosi baru untuk perusahaannya dengan perusahaan lain. Tetapi kebanyakan ada perusahaan yang menolak promosi mereka, dan menolak bekerjasama antar perusahaan juga. Seokjin jadi semakin kesal dan frustasi, ia belum bisa mengembalikan nama baik perusahaannya semula.


Seminggu kemudian...


Perlahan-lahan semua hasil kerja keras mereka selama ini dianggap telah sia-sia. Jin dan keenam adiknya sudah merasa cukup frustasi dengan pekerjaan mereka saat ini. Mereka seakan tak bisa lagi melakukan apa-apa untuk dapat mengembalikan perusahaannya jadi seperti semula.


*


Sore itu, mereka bertujuh sedang menyibukkan diri sendiri, ada yang masih di rumah dan ada juga yang keluar.


Jungkook sedang duduk sendirian di kursi taman. Ia menghela napas panjang sambil menundukkan kepalanya kebawah. Ia begitu lelah dengan semua cobaan ini. Adik kesayangannya itu telah tertuduh menjadi anak yang sudah tidak polos dan tidak suci lagi bagi mereka bertujuh. Bahkan mereka sampai menyebutnya anak sialan, karna dialah penyebab semua kehancuran ini terjadi. Jungkook sangat kesal, tapi ia mencoba menahan semua kekesalannya itu. Ia berharap bahwa ini semua masih bisa diperbaiki olehnya dan keenam hyungnya.


"Haisshh... bagaimana ini? aku harus melakukan apa lagi?" gumam Jungkook.


...


"Kau kenapa?" ucap seseorang disebelah Jungkook.


Jungkook kaget mendengar suara itu, ia menoleh dan melihat seorang yeoja yang tengah berdiri disampingnya.


"Jong-eun? sejak kapan kau ada disitu?"


"Baru saja"


Jungkook hanya diam, ia kembali mengalihkan pandangannya ke depan. Lalu Jong-eun mendekati Jungkook dan duduk disebelahnya sambil tetap menatap namja itu.


"Waegurae?" (Ada apa?) tanya Jong-eun. Mendengar Jong-eun bertanya, Jungkook kembali menoleh kepada yeoja itu.


"Ah gwenchana" jawab Jungkook dengan tersenyum kecil.


"Sepertinya kau sedang punya masalah?"


"Tidak, aku tidak mempunyai masalah apa-apa"


"Jangan menutupinya dariku Jungkook, ceritakan saja apa masalahmu"


"Aku tidak apa-apa Jong-eun, aku baik" ucap Jungkook yang berusaha mengelak.


"Yasudah jika kau tidak mau menceritakannya padaku" ucap Jong-eun.


...


Dua menit berlalu, mereka berdua sama-sama tak saling bicara, mungkin karna mereka gugup. Karna tak tahan, akhirnya Jong-eun mulai berbicara.


"Jungkook, kau mau ikut denganku tidak?" tawarnya.


"Kemana?"


"Ayo kita pergi saja"


"Baiklah"


Jungkook hanya mengikuti Jong-eun dari belakang. Ia berhenti didepan mobil milik Jong-eun, lalu mereka berdua masuk kedalam mobil itu dan segera melaju ke jalan raya.


"Sebenarnya kau mau membawaku kemana?" tanya Jungkook yang duduk disebelah kursi pengemudi.


"Kita bersenang-senang saja dulu, kau pasti punya banyak pikiran. Jadi aku ingin membawamu ketempat dimana kau bisa menenangkan pikiranmu dan melepas semua beban yang ada didalam benakmu" ucap Jong-eun sambil menyetir.


"Ke tempat apa maksudmu?"


"Tenang saja, ikuti saja aku. Kau akan merasa lebih baik nanti" ucap Jong-eun yang melirik sebentar kearah Jungkook lalu kembali fokus ke depan.


Jungkook terdiam dengan rasa cemas sekaligus penasaran.

__ADS_1


Skip


Jong-eun memarkirkan mobilnya ditempat parkir di sebuah gedung besar. Jungkook jadi bertambah bingung, ia belum pernah ke tempat itu sebelumnya. Tetapi ia hanya mengikuti ucapan Jong-eun untuk ikut masuk ke dalam gedung.


Mereka berdua masuk dan duduk disalah satu sofa yang tersedia disana. Tempat dimana terdapat beberapa orang yang sedang berdansa dengan alunan musik disco yang memenuhi ruangan tersebut.


"Kenapa kau membawaku kemari?" tanya Jungkook dengan bingung sambil melihat-lihat ruangan tersebut.


"Tidak usah dipikirkan kenapa aku membawamu kesini, yang penting kita bersenang-senang saja dulu" ucap Jong-eun dengan tersenyum.


Ia memanggil seorang bartender untuk membuatkan pesanannya. Lalu seorang pria datang dengan membawakan dua gelas wine dan menyuguhkannya pada Jungkook dan Jong-eun.


"Ini, cobalah. Kau pasti akan ketagihan" ucap Jong-eun sambil menyodorkan satu gelas wine kepada Jungkook. Namja itu mulai mengerutkan keningnya dengan tatapan polos pada sebuah gelas berisi minuman tersebut.


"Cobalah" ucap Jong-eun sambil sesekali meneguk gelas winenya.


"Minuman apa ini?"


"Minum saja jika kau penasaran" ucap Jong-eun dengan santai.


Jungkook mulai ragu untuk memegang gelas itu, tapi karna ia penasaran ia pun mulai mengambil gelas itu dan tanpa basa-basi Jungkook langsung meminumnya sampai habis dalam sekali tegukan.


"Bagus, sebentar lagi ia pasti akan mabuk " batin Jong-eun.


"Rasanya aneh, tapi ini enak juga. Tolong satu gelas lagi" ucap Jungkook mulai merasa ketagihan dan meminum segelas wine lagi, sampai ia mabuk.


"Ngomong-ngomong, kau sedang punya banyak masalah ya? sepertinya kau sangat terbebani, apa masalahnya sehingga kau jadi terlihat murung seperti itu?" tanya Jong-eun ketika melihat Jungkook yang sudah mabuk.


"Perusahaan, sekarang ini sedang dalam masa penurunan. Semuanya menurun karna kita tak berhasil bekerjasama dengan perusahaan lain untuk meluncurkan produk-produk terbaru" ujar Jungkook.


"Lalu, apa masalah lainnya?"


"Kita pernah akan membuat sebuah hubungan kerjasama dengan perusahaan terbesar kedua disini, yaitu perusahaan keluarga Choi. Kami baru akan menyepakati hubungan kerjasama itu, tapi semuanya gagal karna sebuah video adik perempuan kami yang sedang mesum dengan seorang namja muda itu muncul dan mengacaukan meeting kami. Tuan Choi marah dan memaksa memutuskan kerjasama perusahaan"


"Siapa nama adik perempuan mu itu? memangnya berapa usianya sehingga kau mengatakan jika hal itu tak layak untuk anak seumuran dia?"


"Namanya Kim Saerin, usianya 14 tahun. Ia masih tergolong anak remaja yang masih polos dan tak tau apa-apa tentang hal semacam itu. Tapi... aku sudah salah. Sekarang dia bukanlah anak polos dan suci lagi. Ia sudah menjadi anak kotor dan tak pantas dikatakan polos lagi!"


"Aisshh, astaga usianya masih sangat muda tapi ia sudah berbuat hal yang tidak sepantasnya ia buat. Haisshh, aku juga ikut kecewa mendengarnya"


"Nee, aku juga sangat kecewa. Maka dari itu aku membencinya" ucap Jungkook sebelum ia tertidur dan tak sadarkan diri karna sudah tak kuat minum lagi.


"Hehehe, kali ini aku sudah berhasil. Lalu, aku ingin melakukan apalagi dengannya? Hah, bagaimana jika aku bermain saja dengannya disini? Hahaha ide bagus " batin Jong-eun alias Irene.


Sementara itu, Jungkook sudah benar-benar mabuk saat ini. Ia bahkan tertidur pulas disofa itu sampai tak bergerak sedikitpun.


"Hahaha, chagi... kita akan bermain sekarang hehehe" bisik Irene pada Jungkook.


Skip


Keesokan paginya...


Jungkook terbangun didalam kursi pengemudi mobilnya sendiri yang masih terparkir di dekat taman. Jungkook perlahan mulai menyadarkan dirinya dan menyadari bahwa ia sedang berada didalam mobil.


"Emmhh.... apa yang telah terjadi? Aish, apa aku ketiduran di mobil? Jam berapa ini?" Jungkook mengambil ponselnya dan melihat jam.


"Pukul 6 pagi, sebaiknya aku cepat pulang sekarang. Hyung pasti akan mencemaskanku" ucap Jungkook yang kemudian melajukan mobilnya.


"Aish... kenapa badanku terasa pegal-pegal? Apa yang terjadi padaku?" ucap Jungkook sambil berusaha meregangkan tubuhnya.


Skip


Sampai dirumah, Jungkook segera turun dari mobilnya lalu masuk ke dalam. Tetapi pada saat Jungkook baru membuka pintu, ia sudah dikejutkan oleh seseorang yang berdiri didepan pintu itu dengan melipatkan tangannya di dada. Membuat Jungkook yang baru saja masuk dibuat terkejut oleh kehadirannya yang tak disangka.


"Darimana saja kau?" tanya Jin yang menatap tajam kearah Jungkook.

__ADS_1


"H-hyung? a... aku dari taman" jawab Jungkook dengan gugup sambil mengusap tengkuk lehernya.


"Kenapa baru pulang sekarang? Kau tidak melakukan hal yang macam-macam bukan?" sidik Jin sang kakak tertua.


"Ti-tidak hyung, aku tidak melakukan apa-apa"


"Yasudah, cepat mandi dan ganti bajumu, lalu kita sarapan. Ingat, hari ini adalah hari Minggu, jadi kita semua harus bersih-bersih rumah" ucap Jin lalu pergi duluan ke dapur.


Jungkook masih berdiri didepan pintu, sesaat kemudian ia pun pergi dan naik ke kamarnya. Sampai di kamar, Jungkook langsung masuk ke kamar mandi dan berendam di bhatub. Pagi ini badannya terasa sangat pegal, entah apa yang semalam ia lakukan. Jungkook benar-benar lupa.


Skip


Setelah mandi, Jungkook langsung memakai pakaiannya lalu turun kebawah. Keenam hyungnya itu sudah menunggu di meja makan. Ia lalu duduk bergabung bersama mereka dan memakan sarapannya.


"Kau darimana saja Jungkook? tadi pagi aku pergi ke kamarmu tapi kau tidak ada. Apa yang terjadi denganmu?" tanya Jimin yang duduk disebelahnya.


"Aku hanya dari taman saja hyung, aku ketiduran di mobil" ucap Jungkook.


"Haish kau membuat kami cemas saja. Lainkali jika kau lelah cepat pulang agar kau tidak ketiduran di dalam mobil" ucap Jimin.


"Nee hyung, mianhae"


"Hem... nee gwenchana. Yang penting kau baik-baik saja" ucap Jimin yang mengusap lembut rambut Jungkook. Lalu ia kembali melanjutkan sarapannya.


Setelah selesai sarapan, mereka bertujuh bersiap-siap untuk kerja bakti membersihkan rumah mereka.


Skip


16.00 kst.


tok... tok... tok...


Suara ketukan dari pintu depan, Hoseok segera membuka pintu tersebut. Tetapi saat dibuka pintunya, tak ada seorang pun yang menunggu di depan rumah mereka. Hoseok jadi dibuat bingung oleh orang asing yang ia kira sedang iseng mengetuk pintu rumahnya.


Saat Hoseok melihat kebawah, ia tak sengaja menemukan sebuah kotak kecil yang terlihat sangat asing.


"Siapa yang menaruh kotak disini?" gumam Hoseok sambil mengambil kotak tersebut. "Ini aneh sekali" ucapnya dengan menatap kotak yang sedang ia pegang itu.


"Aku bawa kedalam saja kalau begitu, aku jadi penasaran apa isinya"


Lalu Hoseok pun masuk kedalam dengan membawa kotak itu. Sampai diruang tengah, semuanya melihat Hoseok dengan tatapan bingung karna ia sedang memegang kotak yang sangat asing. Mereka sedang tidak memesan sesuatu, tapi kenapa Hoseok membawa sebuah kotak masuk.


"Hyung, apa kau memesan barang?" tanya Namjoon.


"Tidak, aku hanya menemukan kotak ini didepan pintu. Aku tak tau ini dari siapa" ucap Hoseok yang duduk di sofa.


"Coba kau buka hyung" ucap Taehyung dengan penasaran.


"Baiklah"


Hoseok mulai membuka kotak itu. Saat dibuka, Hoseok benar-benar terkejut hingga menjatuhkan kotak itu dari pangkuannya.


"Kenapa Hoseok?" tanya Yoongi yang cemas melihat Hoseok ketakutan.


"I... i... itu..."


Yoongi menoleh pada kotak itu lalu mengambilnya. Ia juga sama terkejutnya, tapi sama sekali tidak takut.


"Ada surat" gumam Yoongi. Ia mengambil sebuah surat dan membacanya dalam hati.


Sebentar lagi kalian akan hancur ditanganku


"Omo?"


Nantikan kelanjutan kisahnya. Jangan lupa like, komen dan vote 💜 Borahae 💜

__ADS_1


__ADS_2