
Pukul 06.00 kst.
Rumah Bangtan di Busan...
Setelah menyelesaikan sarapannya, mereka bertujuh bersiap-siap pergi ke kantor karna jadwal kerja mereka yang sekarang mulai sangat padat. Ya, karna perusahaan mereka sedang naik daun dan sedang dalam masa kejayaannya. Jadi ada beberapa banyak hal yang harus mereka selesaikan, mulai dari mengisi berkas-berkas, meeting, rapat dan lain sebagainya. Bisa dibilang akhir-akhir ini mereka sangat sibuk.
Dan hari ini mereka pun masih mempunyai banyak pekerjaan. Termasuk Seokjin, ia memiliki jadwal meeting besar dengan perusahaan terkenal kedua di kota Busan dan memutuskan akan bekerja sama dengan perusahaannya yang merupakan perusahaan terkenal dan terbesar nomor satu di kota itu. Jadi sekarang, Seokjin dan keenam adiknya harus cepat pergi ke kantor pagi ini.
Seokjin tengah bersiap-siap dan sedang memakai dasinya, ia terlihat rapi dan tampan dengan memakai stelan jas warna hitam dan dasi hitam polosnya. Setelah selesai bersiap, kini ia keluar dari kamarnya dan pergi ke ruang kerja miliknya dirumah. Ia membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan itu sesampainya disana Jin langsung mengambil tasnya dan menaruh beberapa berkas disana. Termasuk salah satu berkas yang sangat penting bagi perusahaan mereka, dimana berkas yang asli itu terdapat sebuah dokumen penting perusahaan beserta aset-aset yang dimiliki, dan ada beberapa hal lainnya yang tertulis disana. (Maaf ya kalo gak jelas, soalnya author gak tau kayak gimana kata-katanya. Karna masih bingung).
Tanpa Seokjin sadari bahwa salah satu berkas penting yang ia taruh di dalam tasnya itu merupakan berkas palsu. Dan parahnya ia tak mengecek ulang lagi isi di dalam berkas itu. Ia hanya sekedar menaruhnya dalam tas dan segera pergi keluar ruangan.
Setelah turun dan bertemu yang lain diruang tengah, Seokjin dan keenam adiknya bergegas pergi ke garasi dan masuk ke dalam mobil. Lalu, mereka pun bersama-sama berangkat ke kantor.
Skip, sampai di kantor...
Jin dan yang lain turun dari mobil lalu masuk ke dalam kantor. Ketika mereka bertujuh mulai melangkahkan kakinya masuk, semua karyawan yang melihat mereka mulai berdiri dan membungkukkan badan dengan sopan, bertujuan untuk menyapa sang bos mereka. Kemudian ketujuh namja itu masuk ke dalam ruang kerja mereka masing-masing.
Hari ini salah satu karyawan wanita yang sering kita bicarakan itu sedang tidak berada di kantor, tepatnya ia tak masuk ke dalam kantor itu lagi. Karna ia sedang merencanakan sesuatu lagi dengan Seo-joon di mansion pribadi mereka.
Sepertinya yeoja dan namja itu takkan pernah putus asa untuk melakukan apapun yang dapat membuat musuhnya itu hancur di tangan mereka. Benar-benar seorang penjahat.
~*~
09.00 kst.
Seokjin sedang mengadakan meeting besar dengan seorang direktur utama perusahaan kedua terbesar di Busan itu. Dan semua yang ikut meeting itu pun satu persatu datang ke dalam ruangan, begitu juga dengan ketujuh namja itu.
"Baiklah, apakah semuanya sudah hadir?" tanya Seokjin sambil berdiri di depan yang lain.
"Nee" sahut semuanya.
"Baik, mari kita mulai meeting besar ini. Saya harap Anda semua dapat berkerja sama dengan saya" ucap Jin dengan tersenyum kecil.
Merekapun memulai meetingnya. Semua orang yang ada disana terlihat sangat fokus dan serius mendengar tuturan Seokjin di depan. Dan dibelakangnya terdapat layar yang akan menggambarkan beberapa penjelasan dari apa yang diucapkan Seokjin.
Jin meminta Namjoon untuk mengambil sebuah flashdishk dari dalam tasnya. Kemudian Namjoon menuruti perintah hyungnya itu, ia mengambil flashdishk kecil dari salah satu berkas lalu memasangkannya pada laptop yang disambungkan dengan proyektor. Setelah dipasangkan, sebuah video muncul dan terlihat jelas di layar.
Tetapi, betapa terkejutnya mereka yang ada disana ketika melihat video itu. Ternyata video yang diputar adalah video yang menampilkan seorang gadis remaja yang tengah melakukan hubungan seksual dengan seorang pria muda. Bahkan lebih parahnya lagi, wajah seorang gadis itu mirip dengan wajah Saerin. Adik bungsu dari seorang pemuda yang tengah berdiri membelakangi layar, yaitu Kim Seokjin.
Seorang pria setengah baya mulai berdiri dengan wajah kesalnya, dan berkata "Apa-apaan ini?! Kenapa kau menunjukkan video itu kepada kami?! Ini sama sekali tidak sopan!! Kau menunjukkan video kotor itu kepada kami eoh?!"
"Mwo?" Seokjin menoleh kebelakang, ia sama terkejutnya dan tak percaya dengan apa yang dia lihat itu.
"A-apa ini?" gumam Jin.
"Tunggu, bukankah itu adalah adik perempuannya Tuan direktur Kim Seokjin? Bisa-bisanya ia melakukan hal itu. Ck, ck, ck, gadis itu benar-benar telah mencemari nama baiknya" ucap salah satu namja yang ikut dalam meeting tersebut.
"Mwo? Jadi gadis itu adalah adiknya direktur Kim? Cih, sungguh menjijikkan. Dia membuat kotor meeting ini dengan menunjukkan video adiknya tengah ****! cih" ucap kasar pria setengah baya itu sambil berdecih.
Seokjin masih menatap layar dan melihat video itu didepan, ia mendengar ucapan kedua orang dibelakangnya itu tapi Jin mengabaikannya dan masih terus melihat layar. Jin sangat kaget hingga berdiri tertegun disana. Sangat kaget sampai dirinya tidak bisa berkata-kata.
"Saerin? " batin Jin.
"Ini tidak bisa dibiarkan, dia mengotori mata kita dengan cara menunjukkan video adik perempuannya. Benar-benar sangat mengecewakan. Aku sudah muak berada disini. Ayo, kita pergi saja" ucap pria setengah baya itu.
__ADS_1
"T-tunggu semuanya, tolong jangan pergi dulu" ucap Jimin menghentikan yang lainnya untuk pergi.
"I-ini pasti ada kesalahan teknis di dalam flashdishk-nya, atau mungkin laptop dan proyektor ini yang rusak. Direktur Kim juga tidak tau tentang hal ini, maafkan kami, tolong jangan pergi dulu" sambung Hoseok.
"Kesalahan teknis katamu?! Apa kau tidak mengeceknya dulu sebelum kau mulai mempresentasikan hasil kerjamu? Apa ini yang kau sebut sebagai proyek besar yang akan kau kembangkan? Sebuah video kotor? Ini... sangat-sangat memuakkan. Aku tidak peduli, pokoknya aku akan menghentikan hubungan kerjasama ini. Aku tidak jadi bekerja sama dengan perusahaan kalian. Cih, menjijikkan sekali!" ucap pria setengah baya itu.
Pria itu pun keluar dari ruang meeting lalu disusul oleh beberapa orang lainnya yang ikut keluar dari sana. Hanya ada satu orang yang tersisa, ia menatap tajam keenam namja yang sedang berdiri sambil menundukkan kepala mereka. Dan satu namja lagi yang masih menatap layar.
"Ini sungguh sangat mengecewakan sekaligus menjijikkan. Gadis itu, adalah adik kalian kan. Ternyata selama ini gadis itu sudah bukan gadis yang polos dan suci lagi. Sungguh sangat menjijikkan!" ucap kasar pria itu sambil mendecih kasar.
Pria itu kemudian pergi keluar seperti yang lain. Ucapannya sangat berbekas pada pikiran keenam namja yang masih berdiri itu. Beberapa dari mereka ada yang mengepalkan tangannya erat sambil menahan emosi dalam benaknya mengenai pernyataan yang ia dengar dari seseorang itu.
"Kenapa...!? Yang muncul adalah VIDEO KOTOR INI!! KENAPA BISA SEPERTI INI HAH?!" ucap Jin menaikkan nada bicaranya dengan penuh penekanan sambil berbalik menatap adik-adiknya.
"KENAPA MALAH VIDEO INI YANG MUNCUL?! KENAPA INI BISA TERJADI?!" sambung Jin.
"H-hyung, tenangkanlah dirimu dulu. Ini pasti telah terjadi sebuah kesalahan. Itu pasti video editan. Mana mungkin Saerin melakukan hal itu, dia gadis yang polos dan tidak tau apa-apa" ucap Hoseok menenangkan Jin yang sedang terbakar emosi.
"ITU BUKANLAH VIDEO EDITAN HOSEOK. ITU VIDEO ASLI. LIHAT SAJA WAJAHNYA. ITU ADALAH SAERIN. ANAK ITU... SUDAH MENCEMARI NAMA BAIK KITA DAN SEKALIGUS MENCEMARI NAMA BAIK PERUSAHAAN KITA!! KITA SUDAH MENGECEWAKAN DIREKTUR CHOI. KITA HAMPIR SAJA BERHASIL BEKERJA SAMA DENGANNYA. TAPI KARNA VIDEO INI. IA JADI MENGHENTIKAN HUBUNGAN KERJASAMA KITA. APA ITU TERLIHAT BAIK UNTUKMU?!"
"Hyung, tolong tenanglah. Jangan mudah terbawa emosi seperti ini. Pasti ada yang tidak beres dari semua peristiwa ini. Ini pasti-"
"APANYA YANG TIDAK BERES?! SUDAH JELAS VIDEO INI MENUNJUKKAN SEMUANYA. ANAK ITU PASTI SUDAH TIDAK POLOS LAGI. AARRGGHH... ANAK SIALAN!"
"Hyung..."
"Asshh...!!" Seokjin keluar dari ruangan itu dengan wajah yang memerah karna kesal.
Keenam adiknya itu hanya menatap kepergian Seokjin dengan sendu.
"Lupakan itu!! Yang penting anak itu sudah membuat nama baik kita tercemari gara-gara video ini!" ucap Yoongi yang ikut kesal melihat kejadian itu.
"Tapi hyung, ini pasti ada sebuah kesalahan. Video itu pasti video editan seseorang hyung"
"Kau tidak dengar apa yang diucapkan Jin hyung tadi?! Sudah jelas video itu asli dan gadis itu adalah Saerin. Cih, dasar anak sialan. Dia yang membuat semua ini hancur, dia mengotori proyek besar kita, ck!" ucap Yoongi lagi. Ia juga pergi keluar dari ruang meeting, tanpa melihat kembali wajah adiknya yang sedang kebingungan itu.
Tak lama setelah Yoongi keluar, Namjoon dengan kasar memukul meja yang ada di depannya.
"Eerrgghh... dasar anak sialan! Dia sudah mencemari nama baik kita. Aarrgghh...!!!" teriak Namjoon. Ia pun pergi keluar dengan sangat kesal.
"Argh!! Aku sangat kesal sekali!! Anak itu memang anak sialan!!" ucap Taehyung yang kemudian pergi keluar juga.
"Aku tak percaya ini, anak itu... Argh!! Anak sialan!!" ucap Jimin kasar lalu berjalan keluar ruangan dan hanya menyisakan kedua namja yang masih terdiam melihat saudaranya yang lain pergi.
"Jungkook" panggil Hoseok dengan pelan.
"Sungguh mengecewakan. Gadis yang selalu aku sayangi itu, telah menghancurkan semuanya. Merusak reputasi keluarga kita" ucap Jungkook dengan menggelengkan kepalanya tanpa melihat Hoseok.
"Jungkook..."
"Akh, anak sialan!!" ucap Jungkook sambil berjalan keluar.
"Ck, aarrgghh... Kenapa ini bisa terjadi?! Kenapa harus seperti ini?! Saerin... Aakkhh dasar anak sialan!!" ucap Hoseok kesal. Ia mengacak-acak rambutnya dengan kasar, tak percaya dengan apa yang sudah terjadi dihadapannya itu.
Beberapa saat kemudian, Hoseok juga keluar untuk menyusul saudaranya.
__ADS_1
Disisi lain...
Setelah Hoseok keluar dari ruang meeting, seorang pria terlihat menyembulkan kepalanya dari koridor di sudut dinding. Ia melihat punggung Hoseok yang lama-kelamaan mulai menjauh dari tempat itu. Lalu, pria itu mengambil ponselnya dan menggeser layar ponsel tersebut. Kemudian menaruhnya disamping telinga.
.
.
.
.
.
Terdengar suara dering ponsel yang berbunyi diatas sebuah meja. Dengan cepat seorang pria mengambilnya dan menerima telpon dari seseorang.
"Yeoboseyo"
"Tuan, rencananya berhasil. Dan mereka mempercayainya " ucap seseorang dari sebrang sana.
"Bagus, terus lanjutkan tugasmu"
"Nee Tuan "
Tutt... tut...
Seo-joon mematikan sambungan telponnya. Irene datang dari arah tangga dan duduk di sofa yang agak berjauhan dengan Seo-joon.
"Kenapa kau melibatkan gadis itu? Kita tidak membutuhkan seorang anak kecil, aku yakin rencanamu itu tidak akan berhasil hanya karna kau membawa-bawa nama gadis itu"
"Hhhh, kau salah Irene. Dia sangat berguna. Aku bukan hanya menginginkan perusahaan Seokjin jadi hancur dan bangkrut saja. Tapi aku juga ingin menghancurkan kehidupan mereka, termasuk gadis kecil itu. Mereka sangat menyayanginya, jadi dia pasti sangat berpengaruh besar pada kehidupan ketujuh namja itu. Dan, aku juga ingin membalas dendam ku padanya karna dialah yang memenjarakanku dulu" ujar Seo-joon.
"Haish, tetap saja aku tidak yakin jika rencanamu akan berhasil hanya dengan rumor tentang gadis itu"
"Kau tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Jadi diamlah saja dan cepat selesaikan semua ini. Aku tidak sabar melihat wajah-wajah kacau dari ketujuh namja yang terkenal tampan dan cerdas itu. Hehehe.."
"Haisshh..."
Irene hanya bisa menghela napas pelan dengan semua yang dikatakan Seo-joon. Jujur, jika ia dapat mengatakannya ia ingin mengatakan jika namja itu sudah gila. Dialah yang paling terobsesi dengan rencana itu.
.
.
.
Mau tau kisah selanjutnya?
Tetap stay tuned terus ya.
Sebelumnya author mau minta maaf dulu, jika tadi terdapat kata-kata yang kasar dan tidak menyenangkan untuk dibaca. Author minta maaf ya πππ author hanya sedang mengikuti alur ceritanya saja. Sekali lagi mohon maaf bila ada kata-kata kasar dari episode kali ini. Dan maaf bila ceritanya gak jelas. Mohon maaf yang sebesar-besarnya πππ
Okπ sampai jumpa di episode selanjutnyaπ
**Jangan lupa like, komen dan vote π
__ADS_1
BORAHAE πππ**