
"KAU!!"
Yeonjun tak meresponnya, ia malah menangkap Saerin dengan tiba-tiba.
"Yak! lepaskan aku!" berontak Saerin di dekapan Yeonjun.
"Diamlah!! ikut aku!" ucap Yeonjun.
"AKU TIDAK MAU! LEPASKAN AKU!"
Saerin terus saja memberontak, sampai akhirnya iapun dapat melepaskan diri dari Yeonjun hingga dirinya terjatuh dipinggir kolam. Tak lama Yeonjun pun mendekat, saat jaraknya sudah dekat Saerin langsung menendang perutnya hingga Yeonjun mundur beberapa langkah. Kemudian Saerin pun bangun dan segera merubah posisinya yang bersiap melawan.
"Akkhhh... dasar gadis kecil!" ucap Yeonjun penuh penekanan dalam nada bicaranya. Ia memegangi perutnya yang terasa nyeri akibat tendangan kuat dari Saerin.
"Kenapa kau ada disini?! apa kau menyelinap masuk eoh?!" ucap Saerin dengan emosi.
"Kau tidak perlu tau aku datang dari mana, yang penting aku akan membawamu pergi" ucap Yeonjun yang menunjukkan smirknya.
"Apa kau masih belum puas? sudah berkali-kali kau melakukan ini padaku. Apa sebenarnya mau mu?! aku sudah sangat muak melihat wajahmu itu! apa kau tidak bosan terus mengejarku eoh?" ucap Saerin.
"Justru kaulah yang aku mau" ucap Yeonjun dengan smirknya lagi.
"Apa yang kau inginkan dariku?! kita hanyalah orang asing yang saling bertemu, dan kenapa kau terus saja menggangguku?! apa yang--"
"AKU INGIN BALAS DENDAM PADAMU" ucap Yeonjun yang dari tadi menahan amarahnya. "Kau sudah memenjarakan hyung ku, dan sebagai balasannya kau juga harus merasakan apa yang dirasakannya sekarang!" sambungnya.
"Aku sudah mengatakannya dulu, dia pantas dipenjara seperti itu karna dia sudah menyekap ketujuh oppaku, dan membuat salah satu oppaku hampir mati karna peluru itu" ucap Saerin.
"Aku juga sudah mengatakannya padamu bahwa dia tidaklah pantas berada disana" ucap Yeonjun.
"Aku mengerti perasaanmu, tapi hukum tetaplah hukum. Dia sudah bersalah, dan kau mau apalagi?" kata Saerin.
"Aku tidak terima jika hyungku dipenjara oleh seorang gadis kecil yang sok hebat seperti dirimu"
"Tapi itulah kenyataannya, berani berbuat maka harus berani bertanggungjawab!"
"Sudahlah!! tidak berguna aku berbicara panjang lebar denganmu. Sekarang... lawan aku gadis" ucap Yeonjun yang kini menunjukkan senyum miringnya.
"Kau menantangku? baiklah, mari kita selesaikan ini" ucap Saerin dengan bersemangat.
Tanpa basa-basi Yeonjun pun segera berlari kearah Saerin dengan menyiapkan tinjunya. Tapi Saerin berhasil menghindar hingga mereka bertukar tempat posisi. Yeonjun yang sudah geram dengan Saerin tak bisa lagi menahan amarahnya, ia kini berlari lagi ke arah Saerin dengan gerakan yang sama. Dan Saerin berhasil menghindar pula.
"Hh, apa kau hanya bisa menghindar saja eoh?? heheheh berarti kau lemah dan kau tak berani melawan diriku, hahahaha" ucap Yeonjun dengan tawanya.
Saerin hanya menunjukkan senyum miringnya saja pada Yeonjun tanpa berniat untuk melawan namja itu.
"Cih dasar gadis sok hebat! aku akan membuatmu babak belur bahkan sekarat ditanganku, dan kau takkan berani lagi untuk menyerang" ucap Yeonjun.
Yeonjun mengambil sebuah kayu di dekatnya, lalu mengarahkan kayu itu pada Saerin.
"Beraninya hanya dengan gadis kecil" kata Saerin dengan smirknya.
"Arrgghh, aku tak peduli!! yang penting kau harus musnah dari muka bumi ini" ucap Yeonjun.
"Hemm, terserah kau saja" ucap Saerin dengan santai.
Dengan wajah merah menahan emosi, Yeonjun pun segera berlari lagi ke arah Saerin. Dan hal yang sama terjadi, Saerin bertukar-tukar posisi dengan Yeonjun.
Saerin pun berlari keluar dari kolam renang hingga ke taman belakang yang cukup luas, Yeonjun juga mengejarnya. Ia sudah gila, dia kehilangan kendalinya hanya karna mempunyai dendam dengan Saerin.
__ADS_1
1 lawan 1. Dengan alat lawan tangan kosong.
Saerin sempat kewalahan melawan Yeonjun yang pikirannya sudah tidak waras lagi. Yeonjun benar-benar sudah gila. Ia tak segan-segan untuk melawan Saerin dengan kayu yang ia pegang itu, untungnya Saerin bisa menghindar. Hanya itu saja yang bisa ia lakukan, Saerin belum bisa melawannya karna Yeonjun sudah hilang akal.
"AARRGGHH... BERHENTI BERMAIN-MAIN GADIS KECIL!!" tekan Yeonjun.
Saerin tak merespon, ia sedang mengatur napasnya yang terengah-engah karna perlawanan dari Yeonjun.
"Kau tidak akan bisa lari dari malaikat pencabut nyawa ini" ucap Yeonjun yang terkekeh jahat.
"Kau sudah gila!!" teriak Saerin.
"AKU AKAN MEMBUNUHMU GADIS KECIL, AHAHAHAHAHA" ucap Yeonjun dengan tawa jahatnya.
Saerin belum bisa memulihkan tenaganya, ia masih membungkuk pada tumpuan tangan di lutut yang menopang badannya.
Terlihat dari dekat Yeonjun sudah menaikkan kayunya yang siap menghantam tubuh kecil Saerin. Tapi dengan cepat, ada seseorang yang menghalang kayu tersebut untuk memukul Saerin. Taehyung dan Jungkook tiba-tiba melindungi Saerin dan melawan Yeonjun. Keduanya saling bergantian memukul tapi Yeonjun pun tak mau kalah, kayu yang ia pegang itu dapat menebas dengan keras badan kedua namja yang tengah menyerangnya ini.
Taehyung mendapatkan pukulan kayu itu pada wajahnya hingga ia tersungkur ke tanah. Jungkook juga mendapat sebuah hantaman keras dari kayu itu yang mengenai pinggangnya. Mereka berdua jatuh lemas di rumput.
"O..Oppa?", Saerin tak percaya jika mereka berdua akan menolongnya. Saerin masih membelalakkan matanya menatap tubuh dua orang namja di tanah.
"K-k...Kau... ekkhh... beraninya kau...!!!" tekan Saerin yang mengeratkan kepalan tangannya.
"Heheheh, namja lemah. Itu saja kau sudah pingsan!" ucap Yeonjun menyunggingkan senyumnya.
Saerin sudah tak bisa menahan emosinya lagi, kali ini ia sangat marah besar. Kedua oppanya telah di lumpuhkan oleh namja di depannya. Ia sangat menyayangi para oppanya, dan Saerin tak ingin mereka terluka.
"YEONJUN, AKU AKAN MEMBUNUHMU NAMJA GILA" teriak Saerin dengan penekanan disetiap ucapnya.
"Coba saja" ucap Yeonjun yang santai.
Ia menaruh kayu itu di bahunya dan hanya menatap sinis pada Saerin. Berbeda dengan gadis ini, Saerin malah membalasnya dengan tatapan tajam bak ingin menerkam.
"Akkhhh..." pekik Yeonjun.
Sekarang kayu itu sudah ada ditangan Saerin, ia menyeret kayunya sambil berjalan mendekati Yeonjun yang tengah terduduk memegang perutnya.
"Sekarang.. kau yang akan mati ditanganku.. kau sudah berani menyakiti oppaku.. dan inilah balasannya.. aku akan jadi malaikat pencabut nyawa untuk dirimu.." ucap Saerin penuh penekanan dengan amarah yang berapi-api.
"Kau mau membunuhku kan? heh silahkan saja, BUNUH AKU. BUNUH SAJA, AKU TAK PANTAS HIDUP LAGI AHAHAHAHAHAHA" kata Yeonjun dengan tertawa lepas.
Saerin mulai mengarahkan kayu itu ke udara lalu memukul Yeonjun dengan satu pukulan yang mengenai paha Yeonjun itu.
"AAAKKKHHHHH..." teriak Yeonjun kesakitan. Ia mulai merasakan keram dan mati rasa pada pahanya itu. Sedikit darah mulai bercucuran dari kakinya.
Saerin tak percaya ia melakukan hal sekejam ini, tubuhnya mulai melemas tapi masih bisa berdiri tegak. Kayu yang ada di tangannya pun merosot jatuh. Napasnya terdengar serak dan berat. Ia tak percaya apa yang telah dilakukannya saat ini.
Sebenarnya Hye Ra sudah melihat pertarungan itu sejak mendengar Saerin berteriak dengan sangat lantang, ia pun tak percaya jika Saerin melakukan hal yang kejam seperti seorang psikopat. Nona mudanya itu sudah hilang kendali akibat tak dapat menahan amarah yang terlalu membara tersebut. Tak lama kemudian Hye Ra pun sadar dan segera menelepon ambulans untuk membawa Yeonjun kerumah sakit.
20 menit kemudian
Para perawat ambulans segera membawa Yeonjun kerumah sakit. Jin, Yoongi, Hoseok, Namjoon dan juga Jimin sangat panik melihat kejadian ini. Tak lupa mereka juga membawa Taehyung dan Jungkook ke rumah sakit dan meninggalkan Saerin sendirian. Jin sang kakak tertua sempat menoleh dan menatap sinis pada Saerin, setelah itu iapun menyusul mobil ambulansnya.
Hanya Hye Ra saja yang masih peduli dengan Saerin disana. Hye Ra segera berlari ke arah Saerin dan memeluknya, menenangkan seorang gadis yang matanya tengah berkaca-kaca menahan air mata dan menatap rumput hijau bercampur darah merah dibawahnya.
"Saerin sayang, kau baik-baik saja kan? ahjumma sangat takut kau kenapa-napa. Sudah ya, sekarang kita masuk ke dalam. Nee?" ucap Hye Ra sedikit khawatir. Saerin tak menjawabnya, ia masih melamun melihat darah. Hye Ra pun membawa Saerin ke dalam kamar dan menenangkannya soal kejadian yang tadi.
"Apa aku sudah melakukan hal yang salah? " itulah yang Saerin ucapkan berkali-kali dalam batinnya.
__ADS_1
Hatinya kini memang benar-benar sangat gundah dan gelisah, ia tak tau harus melakukan apa dikedepan harinya.
Skip
Malam...
Jin, Yoongi dan Namjoon pulang kerumah, di rumah sakit yang menemani Taehyung dan Jungkook hanyalah Hoseok dan Jimin. Seokjin benar-benar sangat marah atas kelakuan Saerin, hingga ia menyeret gadis itu ke dapur. Hye Ra hanya bisa terdiam karna Jin membentaknya untuk tak ikut campur masalahnya dengan Saerin sekarang.
"Apa yang kau lakukan eoh?! Kau membuat Taehyung dan Jungkook terluka!! apa yang ada di pikiranmu itu!! Sekarang Taehyung dan Jungkook sedang kritis dirumah sakit, itu semua gara-gara dirimu!! kenapa kau melakukan itu eoh?!?!" kesal Jin yang menggoyangkan tubuh Saerin. Sesekali ia juga menampar pipi Saerin hingga memerah.
"Lalu, apa yang kau lakukan pada namja itu?! Kau membuatnya lumpuh dan aku juga yang harus mengganti biaya operasinya!! Kau memang benar-benar anak pembawa sial!! DASAR GADIS SIALAN!!" umpat Jin hingga meneteskan air matanya begitu juga dengan Saerin yang wajahnya sudah sangat basah karna derasnya air mata yang jatuh.
Plakk!
Satu kali tamparan lagi yang sangat keras mengenai pipi Saerin hingga bibirnya berdarah. Hye Ra yang tak bisa lagi menahan dirinya pun segera berlari ke arah Saerin bersamaan dengan air mata yang jatuh.
"Hiks.. hiks.. Saerin sayang... kau baik-baik saja kan? hiks.. hiks.." tangis Hye Ra.
"Yak, ahjumma. Apa yang kau lakukan?! aku sudah bilang jangan ikut campur dalam urusan ini!!" kata Jin.
"Tapi Tuan, dia adalah adikmu. Kau tidak pantas melakukan hal ini, dia memang sudah melakukan kesalahan tapi aku mohon jangan sakiti dia Tuan.. hiks.. hiks... Saerin..." ucap Hye Ra yang masih menangis terisak sambil menatap Saerin di dalam dekapannya.
"Arrghh.. sudahlah, banyak drama kau. Sini! ikut aku!" ucap Yoongi yang menarik paksa Saerin dan melepas ikatan tangan Hye Ra.
Saerin kembali diseret ke belakang rumah, Hye Ra sang ahjummanya pun berlari mengikuti karna ia sangat khawatir dengan nona mudanya itu.
Yoongi mendorong Saerin hingga terjatuh dan menguncinya di dalam gudang yang sangat gelap dan pengap. Saerin berusaha menggedor-gedor pintunya dari dalam sambil berteriak histeris. Tapi Yoongi tak menggubrisnya, dengan kejam ia malah melempar kunci gudang itu ke dalam semak belukar hingga tak ada siapapun yang dapat menemukannya.
Hye Ra yang baru datang itupun berusaha untuk mengeluarkan Saerin dari dalam gudang karna ia bisa mendengar suara Saerin disana. Selama ini, Hye Ra sudah sangat mengenal Saerin bahkan ia menganggap Saerin sebagai anaknya sendiri. Ia tau jika Saerin sangat tidak menyukai tempat gelap ataupun kegelapan. Dan lebih khawatirnya lagi adalah, di dalam gudang itu ruangannya sangat tertutup dan tak ada celah udara yang masuk dari manapun. Ia sangat khawatir jika Saerin akan kehabisan napasnya karna tak ada oksigen di dalam gudang tersebut.
"Saerin, tenang saja nak. Ahjumma akan membuka pintunya, bertahanlah!!" teriak Hye Ra dari luar sambil berusaha mendobrak pintu tersebut.
Yoongi yang menyadari itupun langsung menarik tangan Hye Ra untuk menjauhi gudang itu. Tapi Hye Ra tetap memberontak melepaskan diri dari cekalan Yoongi.
"Ahjumma! biarkan saja dia! Kau tak perlu peduli lagi padanya! biarkan dia mati di dalam gudang itu! sekarang masuklah kedalam dan cepat buatkan kami makanan! jangan pernah kau dekati gudang itu lagi! karna sia-sia saja, dia pasti akan kehabisan oksigen dan mati didalam sana" ucap Yoongi yang masih menarik tangan Hye Ra.
"Tuan biarkan aku menolongnya.. dia pasti sangat ketakutan hiks... kumohon Tuan..." ucap Hye Ra masih dengan isak tangisnya.
"TIDAK ADA! CEPAT MASUK!" ucap Yoongi kembali menarik Hye Ra masuk. Hye Ra hanya menghela napas terpaksa ditarik oleh Yoongi.
Sementara itu di dalam gudang, Saerin masih bisa bernapas dengan baik. Tapi ia sangat takut karna di dalam gudang itu sangat gelap hingga ia tak bisa melihat benda-benda yang ada disekitarnya. Saerin pasrah, tubuhnya lemas bergemetaran. Ia benar-benar sangat takut. Saerin meringkuk dan menangis sejadi-jadinya. Meratapi nasib dimana ia akan terus terkurung dalam gudang tersebut. Mungkin sisa nafasnya akan hilang dalam semalam jika terus berada di dalam sana.
*~~~~~~*
Mau tau kelanjutan kisahnya?... Tunggu di next episode ya..
Happy Birthday Park Jimin ππππππ
13/10/1995
Saengil chuka hambnida Park Jimin-shi ππππππ
Semoga sehat selaluππ
Dipanjangkan umurnyaππ
Dan selalu jadi yang terbaik bagi BTS dan ARMYπππ
__ADS_1
Kami semua (Army) menyayangimu πππ