You'Re My Brother (BTS)

You'Re My Brother (BTS)
Eps 2


__ADS_3

5 TAHUN KEMUDIAN


Mentari sudah menampakkan diri, sinarnya telah mengubah bagian bumi yang gelap menjadi terang.


Nampak sesosok gadis yang membuka mata nya perlahan akibat cahaya matahari yang sudah bersinar.


Ia bangun dan dengan segera menuju ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi, ia bersiap-siap dengan baju seragam putih biru yang kini sedang bercermin dan menyisir rambutnya. Senyum mulai mengawali paginya.


Siapa lagi jika bukan gadis yang dulu berusia 9 tahun yang sekarang sudah beranjak remaja.


Kim Saerin gadis yang berusia 14 tahun. Kini sudah menunjukkan sisi remaja nya tinggal di sebuah kota di Indonesia. Tetapi namanya kini bukanlah Kim Saerin, dia menyamarkan nama aslinya karna nama itu tidaklah cocok untuk orang yang tinggal di Indonesia.


Yaitu Sari Rahayu Putri, nama yang diberi oleh Tante Luna. Ia juga sudah fasih berbahasa Indonesia. Dan kini Sari sudah menduduki bangku kelas 2 SMP.


Ketika sudah dirasa cukup rapi Sari langsung turun dari kamarnya menuju ruang makan sambil membawa tas nya.


Saat Sari turun dari tangga ia dapat melihat Tante Luna dan Om Roy sudah ada di meja makan, dengan kedua anaknya yaitu Rey Putrawijaya dan Boy Mahadijaya. Yang kini kedua nya berusia 10 & 5 tahun.


"Selamat pagi semuanya" kata Sari yang datang dengan senyuman dan ikut bergabung dengan yang lain.


"Selamat pagi Sari" ucap Tante Luna dan Om Roy.


Skip>


Selesai sarapan Rey, Sari dan Om Roy berpamitan dengan Tante Luna lalu pergi.


Om Roy mulai memberhentikan mobilnya di depan sekolah Rey.


"Rey sudah sampai" sahut Om Roy.


Rey yang duduk dikursi belakang segera membuka pintu mobil dan turun.


"Belajar yang rajin ya, jangan nakal-nakal disekolah" kata Om Roy didalam mobil saat berbicara dengan Rey setelah turun dari mobil.


"Iya Papa" sahut Rey yang tak lama melangkah masuk.


Dan kini giliran Sari.


Saat sampai di depan sekolahnya, Om Roy menghentikan mobilnya di depan gerbang.


"Belajar yang rajin ya Sari" ucapnya sebelum Sari membuka pintu mobil.


"Iya Om" sahut Sari, lalu segera ia turun dari mobil dan masuk kedalam sekolah.


Dan Om Roy sudah melajukan mobilnya lagi.


Sari berjalan ke dalam sekolahnya dan menuju ke kelas. Setelah sampai di depan kelas ia langsung membuka pintu dan masuk lalu duduk di samping sahabatnya yang ternyata sudah berada di kelas lebih dulu darinya.


Sari POV


"Hai Tiara apa kabar?" tanyaku sambil menatap Tiara.


"Oh hai Sari aku baik-baik saja" jawabnya dengan tersenyum.


"Apakah nanti sore ada pertandingan futsal lagi"


"Iya, apa kau mau melihatnya Sari"


"Boleh, jam berapa"


"Setelah pulang sekolah"


"Apa kau juga ikut menonton"

__ADS_1


"Iya"


Triing... triing... triing.


Aku mendengar bunyi bel masuk yang menandakan pelajaran akan segera dimulai. Tak lama semua murid kelasku masuk satu persatu, lalu kulihat Bu Ina datang di belakang mereka.


"Selamat pagi anak-anak" sapanya dengan tersenyum menuju meja guru.


"Selamat pagi Bu" sahut aku dan murid lainnya serempak.


"Baiklah sekarang buka buku kalian. Kita akan belajar tentang.....".


.


.


.


Skip>>


Triing... triing...


Bel sudah berbunyi dua kali berarti waktunya untuk istirahat. Aku segera membereskan buku-buku ku. Dan mengajak Tiara ke kantin bersama.


"Ti ayo kita ke kantin"


"Ayo" sahutnya.


Skip>


"Sari kamu ingin memesan apa biar aku yang akan pesankan" tawar Tiara setelah duduk di meja kantin.


"Mm.. aku ingin es jeruk dan mie cup"


Sambil menunggu Tiara memesan makanan aku mengambil ponsel yang berada di saku bajuku. Aku memainkannya sebentar dan tak lama..


braakk..


suara meja yang aku duduki tiba-tiba dipukul oleh seorang anak lelaki yang berdiri di sampingku. Seketika aku langsung terkejut dan mendongak ke atas kemudian aku menghela napas.


"Ada apa kau kesini" kataku sedikit berteriak.


Anak itu segera duduk di sampingku.


"He he tidak ada apa-apa aku hanya ingin memberitahu mu. Pulang sekolah akan ada pertandingan futsal kau harus menontonnya Sari" kata Adit teman sekelas ku. Diantara anak lelaki lain hanya dialah teman lelaki yang dekat dengan ku.


"Ooh kalau itu aku sudah tahu" kataku sambil menatap Adit sekilas lalu bermain dengan ponselku lagi.


"Hey tapi kali ini tim ku yang akan bertanding" katanya dengan semangat.


"Oh ya" sahutku tetapi tidak beralih dari ponsel yang berada dalam genggaman ku.


"Hey kenapa kau tidak bersemangat mendengarnya itu aku loh yang bakalan tanding kasih semangat atau apa gitu masa sama teman sendiri nggak mau mendukung" katanya sambil memonyongkan bibirnya.


"Kan tandingnya aja masih lama kenapa aku harus memberi semangat kepadamu sekarang" kataku masih menatap ponsel.


"Ya agar aku semangat nya mulai dari sekarang, kan hanya kamu yang bisa memberiku semangat"


"Iya iya aku akan memberimu semangat tapi nanti jika di pertandingan kalau sekarang kan malu ada banyak orang masa iya aku harus meneriaki mu di sini" kataku sambil bergantian menatap Adit.


"Hah yasudah kalau begitu, tapi kamu janji ya bakalan nyemangatin aku di lapangan nanti" katanya meminta jawaban


"Iya aku janji" kata ku sambil menatap Adit dan memasukkan ponsel ke dalam saku bajuku lagi.


"Naah ini dia Sari pesanan mu datang. Loh kok ada Adit" kata Tiara yang datang dan duduk di kursi.

__ADS_1


"Iya tau tuh tiba-tiba aja dateng udah gitu datengnya pake acara mukul meja segala lagi kan aku jadi kaget"


"Hihihi maaf aku nggak sengaja" kata Adit sambil tertawa kecil.


"Yasudah pergi sana kita mau makan anak laki-laki jangan ganggu kayak nggak ada temen lain aja" kata Tiara yang mendorong-dorong bahu Adit.


"Ih iyaiya deh aku pergi, jangan lupa ya nanti Sari" katanya dengan menatap kearah ku.


"Iya yaudah deh sana" aku juga ikut mengusir Adit.


"Kok pada ngusir sih jahat kalian" kata Adit bangkit dari duduknya. "Iya deh pergi nih dah..". kata Adit dengan berlari menjauh.


Kami berdua hanya bisa menatap kepergian Adit dengan aneh.


"Sepertinya kamu punya janji ya sama Adit" kata Tiara menoleh dan menatap ku.


"Yah hanya untuk menyemangati nya saja" kata ku lalu menyedot es jeruk.


"Kamu yakin tidak ada yang lain" kata Tiara menatap ku curiga.


Aku hanya tertawa melihatnya "haha tentu saja"


Kemudian aku langsung melahap mie cup itu.


Skip>>


Triing... triing... triing...


Bel pulang akhirnya berbunyi. Aku segera merapikan buku-buku dan menaruhnya di dalam tas.


"Tiara ayo kita ke lapangan futsal" ajak ku tak sabar.


"Iya sebentar aku akan memasukkan ini dulu" kata Tiara sambil memasukkan buku-buku nya.


Skip


Setelah berada di lapangan futsal aku mencari tempat untuk duduk dan menonton. Dan tak ku sangka ternyata banyak juga anak yang menonton pertandingan ini bahkan sepertinya ada kakak kelas dan juga adik kelas di sini karna lapangan sangat penuh dengan siswa-siswi lain yang menonton.


"Wah banyak juga ya yang nonton" kata ku.


"Iya Sar"


Tak lama aku melihat segerombolan anak datang dari dua tim datang menuju lapangan. Sepertinya lawan tim Adit adalah kakak kelas. Pantas saja siswi kakak kelas ada di sini, karna jagoan tim dari angkatan mereka melawan tim angkatan ku. Itu adalah tim red blood, tim futsal yang sudah memenangkan banyak lomba kekuatan kerja sama mereka bisa dibilang sangat bagus. Bukan hanya bagus kapten tim nya saja mempunyai banyak fans seperti siswi kakak kelas itu makanya mereka bisa mendapatkan banyak peluang untuk menang. Sedangkan tim Adit sepertinya kalah jauh dari mereka, yang hanya pernah menang sekali dalam lomba. Tidak heran jika tim Adit akan kalah melawan tim mereka. Aku jadi sedikit ragu.


"Ti kamu sependapat dengan ku tidak sepertinya Adit bakal kalah deh" kata ku berbisik kepada Tiara.


"Yaah seperti nya begitu karna aku dengar tim lawan mereka adalah tim yang paling unggul dan tidak bisa dikalahkan" kata Tiara meyakinkan.


Skip>


Dan yah ternyata dugaan ku benar tim Adit kalah dengan skor 5/1. Sungguh ironi, malang sekali nasib Adit dan timnya. Kita hanya bisa menghela napas kecewa melihatnya. Capek-capek aku sudah berteriak menyemangati Adit dkk pada akhirnya kalah juga. Tapi meskipun begitu aku tetap tersenyum kepada Adit karna kerja kerasnya. Walaupun kebobolan lima kali tapi mereka tetap bisa mencetak satu angka itu saja sudah cukup.


Kali ini aku sedang berjalan menuju gerbang keluar, karna tadi Tiara sudah di telepon mama nya jadi dia harus pulang duluan disaat akhir pertandingan. Dan aku hanya sendirian melihat detik-detik akhir pertandingan.


Aku menuju ke depan gerbang disana sudah ada mobil yang sedang menunggu ku. Itu adalah sopir mobil Tante yang biasa menjemput ku. Aku pun menghampiri mobil tersebut dan menaiki nya.


"Kok lama non dari tadi paman tungguin nggak dateng-dateng. Apakah pulang sekolah tadi ada pertandingan lagi" kata paman Gani.


Aku hanya cengengesan "Iya paman ada pertandingan futsal tadi jadi Sari harus nonton" kata ku sambil menggaruk-garuk tidak gatal.


"Yasudah kita pulang sekarang"


"Baik paman".


Dukung author ya dengan cara like, komen dan vote juga ya.. 💜.

__ADS_1


__ADS_2