
Skip malam
Di rumah sakit...
Junho sudah kembali kekamarnya, dan Saerin sedang berbaring di ranjangnya dengan raut wajah yang cemberut karna ia belum bisa diperbolehkan pulang walaupun berusaha merengek pada Kai untuk membawanya pulang.
"Kai.." rengek Saerin kembali.
"Aniya Saerin, kau masih harus berbaring dan beristirahat. Diamlah disitu dengan tenang, jika kau masih merengek seperti itu, kau tidak akan pernah aku perbolehkan pulang. Arrasseo?" kata Kai yang berada disofa yang sedang memainkan ponsel genggamnya. Sesekali ia menatap Saerin lalu bermain dengan ponselnya kembali.
Mendengar ucapan Kai yang sedikit tegas padanya, Saerin jadi berhenti merengek dan menutupi tubuhnya dengan selimut di ranjang.
Kai yang tadinya masih fokus dengan ponselnya, kini sedang menatap ranjang Saerin yang menutupi tubuhnya dengan selimut.
Kai hanya menggelengkan kepalanya menatapi ranjang itu. Tapi seketika ponsel Kai berbunyi menandakan seseorang tengah meneleponnya. Kai langsung mengangkat panggilan itu.
"Yeoboseyo"
"Oh Kai ini aku, apa Saerin baik-baik saja?" tanya Jungkook dalam telepon.
"Eoh Jungkook hyung, tenang saja. Saerin baik-baik saja, bahkan dia sedang istirahat untuk memulihkan keadaannya"
"Owh baiklah kalau begitu"
Sementara, Saerin merasa Kai sedang berbicara dengan seseorang tapi terdengar samar. Ia segera bangun dan membuka selimutnya, menatap Kai yang sedang berbincang di telepon dengan seseorang. Saat itu Kai juga melihat Saerin yang terbangun dan sedang duduk di ranjangnya.
"Eoh sebentar hyung, Saerin sudah bangun. Apa kau ingin berbicara padanya?"
"Oh nee, cepat berikan padanya. Aku ingin mendengar suaranya"
Kai segera berjalan menuju ranjang Saerin. Ia memberikan ponsel itu pada Saerin.
"Yeoboseyo" ucapnya pelan.
"Saerin-ah, apa kau baik-baik saja?"
"Jungkook oppa! nee, aku baik-baik saja. Oppa aku sangat merindukanmu.."
"Nee, oppa juga merindukanmu Saerin"
"Lalu, kapan kalian akan kembali? aku sudah sangat merindukan kalian, kumohon cepatlah kembali"
"Oppa tidak tau kapan kita akan pulang, tapi kau jangan sedih nee, kan ada Hueningkai yang menemanimu. Aku juga merindukanmu Saerin, kau tenang saja nee. Kita pasti akan cepat pulang jika urusan kita sudah selesai di kantor"
"Oppa, dimana yang lain? aku ingin melihat mereka"
"Baiklah, oppa akan menggantinya menjadi video call"
Jungkook memindahkan sambungannya ke dalam video call, dan keluar dari kamarnya menjumpai yang lain di ruang tengah.
"Hyung!! Saerin menelepon! dia ingin melihat kita semua!!" teriak Jungkook yang sedang menuruni tangga yang tertangkap dalam layar ponsel.
Bangtan POV
Mendengar ucapan Jungkook yang menghampiri mereka. Para hyungnya yang sedang menikmati waktu bersantai mereka itu, sontak terkejut dan menoleh pada Jungkook.
"Saerin? Dimana!" tanya Jin.
"Sebentar hyung" Jungkook mengatur ponselnya agar Saerin bisa melihat yang lain dengan jelas.
"Annyeong!!" seru yang lain sambil melambaikan tangannya saat mereka semua sudah melihat wajah Saerin.
"Annyeong oppa!!" kata Saerin yang melambai pelan.
"Bagaimana keadaanmu sayang?" tanya Hoseok dengan senyum khasnya yang indah.
"Aku baik-baik saja oppa, bagaimana dengan kalian juga? aku sangat-sangat merindukan kalian oppa"
"Kami baik juga Saerin-ah. Kami juga sangat-sangat merindukanmu" kata Namjoon.
__ADS_1
"Apa kau masih merasa sakit Saerin?" tanya Jin yang sedikit khawatir.
"Ani oppa, aku sudah membaik. Jangan khawatirkan aku, aku akan baik-baik saja jika bersama Kai"
"Aku sangat senang kau baik-baik saja, oppa sangat merindukanmu Saerin" kata Jin lagi.
"Nee, aku juga oppa"
"Hei Saerin, apa kau merindukan diriku?" tanya Taehyung yang mendekat pada layar ponsel.
"Hehe, aku merindukan kalian semua, apa kalian tidak dengar? aku kan sangat-sangat merindukan kalian"
"Ouwh Saerin-ah, aku sangat merindukan dirimu. Kau tau? aku kesepian tanpa kau, bahkan Yeontan juga merasakan hal yang sama. Mungkin ia juga sangat merindukanmu"
"Dimana dia? aku ingin melihatnya"
Taehyung segera mengangkat Yeontan sampai terlihat di layar.
"Annyeong Yeontan!" kata Saerin yang melambaikan tangannya.
Yeontan hanya menggonggong kecil tanda membalas sapaan dari Saerin.
Bangtan end POV
Saerin tersenyum melihat tingkah imut anjingnya itu sambil sesekali tertawa dengan apa yang mereka sedang lakukan disana untuk menghibur dirinya.
Sementara itu, Kai hanya tersenyum melihat Saerin yang tertawa bahagia seperti itu. Yang biasanya hanya merengek padanya meminta pulang dengan rautan wajah cemberut nya. Ia kini melihatnya yang sedang tersenyum bahagia tanpa terlihat wajah cemberut nya lagi.
Diruangan Junho..
Sejak saat ia masuk ke dalam kamar, Junho tak dapat melihat Jiyeon di dalam. Ia bingung dimana Jiyeon sekarang, karna ia tak melihat Jiyeon sejak kemarin dan belum kembali ke sini.
"Dimana Jiyeon? biasanya kan ia sering berada disini untuk menemaniku, walaupun ia hanya duduk di sofa dengan bermain ponsel saja. Tapi, kenapa ia tak ada disini sekarang? kemana dia?" pandangan Junho terus memutar melihat ke dalam sudut ruangan.
"Apa aku cari dia saja? inikan sudah malam, nanti jika terjadi apa-apa padanya bagaimana? ashh aku akan mencarinya keluar" Junho segera keluar dari kamar dan pergi mengelilingi seluruh tempat di rumah sakit itu.
"Jiyeon!! kau ada dimana?!!" teriak Junho sambil berjalan.
Junho terus berjalan sampai ke taman belakang, ia tak sengaja melihat sesosok orang sedang duduk di kursi dengan badan yang sedikit membungkuk. Junho pun menghampirinya karna ia penasaran.
"Mian nona, ada apa denganmu?" tanya Junho yang duduk di sebelah orang itu. Ia tidak tau kalau itu adalah Jiyeon yang sedang menangis.
Jiyeon kaget mendengar ada seseorang yang berbicara padanya. Ia segera mendongakkan kepalanya menatap Junho.
"Jiyeon?"
"Junho?"
"Kenapa kau ada disini?" ucap mereka bersamaan. Mereka pun mengerutkan keningnya masing-masing.
"Harusnya aku yang mengatakan itu" ucap mereka bersamaan lagi.
"Katakan padaku" lagi-lagi mereka mengucapkannya secara bersamaan.
"Aku-"
"Ada apa denganmu Jiyeon? kau habis menangis? kenapa kau menangis disini? inikan sudah malam Jiyeon, kenapa kau berada diluar?" tanya Junho yang memotong ucapan Jiyeon.
"A-aku... e.. k-kau juga kenapa ada disini?! kau kan masih harus beristirahat di ruanganmu!" kata Jiyeon mengelak pertanyaan dari Junho dengan gugup.
"Asshh, aku mencarimu Jiyeon, dari tadi aku tidak melihat dirimu. Ini sudah malam, kau kan seorang anak perempuan. Tidak baik berada disini malam-malam apalagi jika kau sendirian seperti ini, bagaimana jika kau terkena masalah hah?!"
"A-aku hanya.." belum sempat Jiyeon meneruskan ucapannya tapi dipotong oleh Junho.
"Sudahlah, kajja! kita kembali ke dalam, disini dingin tau. Cepatlah!" Junho berdiri dan pergi diikuti dengan Jiyeon yang berada di belakang.
"Andai kau tau perasaan ku Junho" batin Jiyeon sambil berjalan kembali ke dalam.
Mereka pun sampai di ruangan Junho, dan beristirahat.
__ADS_1
"Ohya Jiyeon, kau kan sudah menemaniku selama aku berada disini. Apa kau tidak ingin pulang? biarkan aku disini sendirian. Aku bisa menangani semuanya, kau tenang saja. Kau pasti lelah karna sudah menjaga ku"
"Gwenchana Junho, aku ikhlas membantumu. Aku-"
"Sudahlah Jiyeon, besok kau pulang saja nee. Lagipula, sebentar lagi aku pasti diperbolehkan pulang oleh dokter. Tenang saja, aku yang mengurus administrasinya. Kau tidak perlu khawatir" potong Junho.
Jiyeon terdiam sejenak mendengar ucapan Junho.
"Padahal aku masih ingin berdua bersamamu seperti sekarang ini Junho" batin Jiyeon.
"Jiyeon, Jiyeon! Hei kau kenapa?!" ucap Junho yang menyadarkan Jiyeon dari lamunannya.
"Ahh ani, aku tidak apa-apa. Sudah malam, tidurlah!" Jiyeon membaringkan tubuhnya dan menutup mata.
"Ada apa dengannya?" gumam Junho.
Jungkook POV
"Sudahlah, ini sudah malam. Seharusnya kalian semua tidur" kata Jin yang mengakhiri perbincangan mereka.
"Nee oppa, selamat malam untuk kalian semua. Aku menyayangi kalian"
"Annyeong Saerin!!" seru yang lain mengakhirinya.
"Annyeong oppa! "
Jungkook pun mengambil ponselnya lagi, tapi video call nya belum ia matikan. Ia masih menyalakannya sampai pergi ke dalam kamarnya.
"Oppa, aku matikan sambungannya nee?"
"Eh, eh. Tunggu sebentar"
"Ada apa oppa? "
"Aku hanya ingin mengucapkan selamat malam untukmu. Good night my princess Kim" katanya dengan tersenyum.
"Nee, good night too oppa" ucap Saerin dengan tersenyum pula.
"Aku matikan nee, annyeong oppa.. Aku akan menghubungimu nanti "
"Nee annyeong" Mereka pun sama-sama mematikan sambungannya.
Setelah mematikannya, Jungkook merasa sedikit lega karna rasa rindunya terobati lagi. Dan bukan hanya ia saja, semua hyungnya juga merasakan hal yang sama seperti dirinya. Ia menaruh ponselnya itu di meja, dan pandanganya teralihkan pada jendela kamar yang belum ia tutup.
"Oh nee, aku kan belum menutup jendelanya" Jungkook berjalan menghampiri jendela itu.
Saat ia ingin menutupnya, tak sengaja ia melihat secarik kertas yang bertengger di lantai balkon.
"Tunggu, kertas apa itu?" Jungkook membuka kembali pintu kaca tersebut lalu mengambil kertas yang berada di balkon.
"Siapa yang menaruh kertas disini? tidak mungkin ada orang yang sengaja memanjat sampai ke balkon ini dan menaruh kertasnya disini. Tapi apa isinya? ahh aku lihat saja" Jungkook membuka kertas itu dan terdapat sebuah tulisan, Jungkook bergumam membacanya.
"Annyeong baby, apa kau merindukanku?
Jika kau masih menyayangi sang putri kesayanganmu itu, maka datanglah kepadaku besok malam di alamat yang tertulis di bawah ini. Pergilah kesana, jika tidak. Aku akan menyuruh anak buahku untuk menangkapnya dan membunuhnya. Selamat tinggal chagi! "
Jungkook mengerutkan keningnya heran.
"Apa maksudnya ini?!!" ucap Jungkook dengan nada tinggi.
"Apa maksud dari tulisan kertas disini?! apa yang ia maksudkan?! Siapa dia?!... asshhh" ucap Jungkook sambil mengacak-acak rambutnya.
"Alamat *******" gumam Jungkook membaca surat itu lagi.
"Sepertinya aku pernah kesana? tapi kapan? apa aku harus merahasiakannya dari yang lain? jika semua tau, ini akan jadi masalah yang besar. Aku akan kesana sendirian untuk mencari tau apa yang dimaksud dalam isi kertas ini" kemudian Jungkook kembali masuk dengan masih memegangi kertas tersebut. Jungkook berbaring di kasurnya dan menatap kertas itu.
"Kenapa di kertas ini tertulis kata annyeong baby, apa kau merindukanku? dan chagi? Apa maksudnya ini?! apa pelakunya seorang yeoja? siapa dia? apa hubungannya denganku?"
Jungkook kembali mengacak-acak rambutnya, bingung.. itulah yang ia rasakan saat ini.
__ADS_1
"Lebih baik, aku tidur saja" ...