You'Re My Brother (BTS)

You'Re My Brother (BTS)
Eps 15


__ADS_3

skip


*


Author POV


Ditempat lain, Saerin yang masih pingsan dibawa dan diikat di sebuah kursi yang berada ditengah ruangan yang luas, gelap dan hanya dipenuhi oleh barang-barang yang lama atau tidak terpakai lagi.


Beberapa menit kemudian Saerin membuka mata dan mengembalikan kesadarannya. Ruangan itu terlihat gelap dan tidak ada penerangan cahaya sedikitpun. Saerin bingung ditambah dengan ketakutannya dengan kegelapan membuatnya semakin tidak tenang.


"A-apa ini? a-aku ada d-dimana?" kata Saerin dengan panik melihat sekeliling tempat. Ia merasakan sesak di dadanya, entah kenapa ia bisa merasakan seperti itu, dia sendiri tidak tau keadaannya sekarang dan dimana dia.


Lalu Saerin mendengar suara pintu yang terbuka dan mendengar langkahan kaki seseorang. Semakin lama semakin terdengar jelas suaranya, Saerin hanya bisa mendengarkan tidak bisa melihat karna keadaan didalam ruang yang gelap, Saerin tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang berjalan menghampirinya.


Tak sanggup lagi hanya mendengarkan suara langkah kaki, akhirnya Saerin membuka suara sementara suara langkahan itu masih terdengar olehnya dan belum berhenti juga.


"Siapa disana?!!" teriak Saerin. Kemudian suara itu berhenti. "Siapa kau? jangan menakuti diriku!!".


Dan.. lampu di dalam ruangan tiba-tiba saja menyala. Saerin menyipitkan matanya karna cahaya lampu tersebut. Lalu ia menoleh ke depan, terlihat seorang pria muda tampan yang wajahnya tak asing bagi Saerin.


"Choi Yeonjun!" seru Saerin sambil membulatkan matanya saat mengenali pemilik wajah tersebut.


"Yeonjun untunglah kau berada di sini. Aku sangat ketakutan tadi. Aku pikir kau orang lain" sambungnya. Saerin menoleh kebawah, ternyata tubuhnya diikat dengan tali. "Kenapa aku diikat? Yeonjun kemarilah tolong lepaskan tali ini dariku". Tapi Yeonjun hanya diam saja, ia menyelipkan kedua tangannya dalam saku celana dan menatap Saerin tajam.


"Yeonjun!" ulang Saerin sekali lagi.


Dan Yeonjun mulai melangkah mendekati Saerin.


"Nee begitu cepat lepaskan aku dari tali ini" kata Saerin saat Yeonjun mulai mendekat dan berhenti di depannya. Tapi tetap saja Yeonjun masih terdiam.


"Yak kenapa kau diam saja, cepat lepaskan talinya, ada apa dengan dirimu?".


"Apa kau mau aku lepaskan dari tali yang mengikatmu itu?" kata Yeonjun dengan ekspresi wajahnya yang datar.


"Nee" kata Saerin sambil mengangguk pelan.


"Tidak bisa"


"Wae?" kata Saerin mengerutkan keningnya.


"Hh! apa kau tau siapa yang membawamu ke sini?"


Saerin hanya menggelengkan kepala dengan wajahnya yang heran.


"Aku"


"Mwo! apa yang kau katakan ini?"


"Kau masih belum mengerti?". Saerin menggelengkan kepalanya lagi. "Aku yang telah membawamu kesini dan anak buahku lah yang mengikatmu di kursi ini" kata Yeonjun yang wajahnya mendekat ke wajah Saerin.


"Waeyo?" kata Saerin dengan memundurkan wajahnya karna wajah Yeonjun semakin mendekat.


"Kau tau apa yang telah kau lakukan?" kata Yeonjun yang semakin mendekatkan wajahnya, sementara Saerin terus mundur sampai membentur pelan kursi yang ia duduki. Dan Saerin masih menggeleng pelan, ia berusaha menahan nafasnya karna wajah Yeonjun yang terlalu dekat dengan wajahnya.


"Kau telah memenjarakan kakak ku" kata Yeonjun dengan suara yang terdengar hampir berbisik.


Saerin bingung mendengar ucapan Yeonjun. Apa yang ia maksudkan, siapa kakaknya yang dia penjarakan.


"Kakakmu? maksudnya siapa?" kata Saerin saat Yeonjun menarik wajahnya mundur dan kembali ke posisi awal.


"Kau yang memenjarakannya bukan? apa kau tidak mengingatnya!"


"SIAPA!!" teriak Saerin.


"PARK SEO-JOON" teriak Yeonjun lagi dengan tiba-tiba mendekatkan wajahnya kembali, membuat Saerin kaget dan ketakutan. "Dia adalah kakak ku yang kau penjarakan" sambungnya.


"M-mwo dia itu kakak mu?" kata Saerin dengan gemetar. "Tapi kenapa kau membawaku ke sini?"


"Karna kau telah memenjarakan kakak ku. Jadi aku harus membalaskan dendam hyung yang berada di penjara" kata Yeonjun sambil mengitari kursi yang Saerin duduki.


"Pria itu memang pantas mendekam di penjara. Karna ia telah membuat oppa ku celaka. Dan dia melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan kepadaku saat ini!!"


Yeonjun yang mendengar ucapan Saerin itu sontak segera mencengkeram wajah Saerin dengan kencang. Hingga Saerin tidak bisa berkata apa-apa, ia hanya mengerang kesakitan.


"DIA TIDAK PANTAS BERADA DI SANA!!" bentak Yeonjun membuat Saerin semakin ketakutan. "Hanya dialah satu-satunya keluarga yang aku punya. Aku tidak mempunyai siapa-siapa lagi dalam kehidupanku. Kau tidak tau betapa sulitnya ia berjuang mempertahankan harga dirinya yang diinjak-injak oleh oppa mu itu. Ia mengalami depresi selama dua bulan terakhir.."


"A-pa k-au ti-dak meng-urusnya hah!!" kata Saerin dengan terpatah-patah karna tangan Yeonjun yang menggenggam erat wajahnya.


"AKU SUDAH MENCOBANYA, tapi ia tetap saja melawan diriku. Aku selalu berusaha untuk membujuknya, tapi tidak bisa. Ia sangat frustasi, sampai hampir saja ia membunuh dirinya sendiri karna oppa mu telah merebut segalanya dari dia" Yeonjun semakin mencengkeram erat wajah Saerin sampai dia berteriak kesakitan.


"A..aa..aa..aa. Hiks.. ee..ee..ee" erang Saerin.


"Apa kau tidak tau oppa mu adalah seorang penjahat hah!!" bentak Yeonjun. Saerin hanya terus memberontak berusaha melepaskan tangan Yeonjun dari wajahnya. Dan Yeonjun melepaskan genggamannya dengan kasar. "Diamlah disini dan jangan kemana-mana. Aku masih punya urusan. Jangan coba-coba untuk pergi, lagipula kau tidak akan bisa melepaskan diri dari itu" katanya lalu pergi. Setelah Yeonjun keluar, pintu tertutup dan lampu dalam ruangan itu juga mati. Saerin ketakutan lagi, ia sangat benci kegelapan. Saerin memberontak melepaskan ikatan tali dari tubuhnya, tapi apalah daya ia tidak bisa apa-apa.

__ADS_1


"Hiks.. kenapa aku diikat lagi, haah.. gelap sekali, aku benci ini. Oppa!! tolong aku!! oppa!! hiks.. hiks.. aku takut.. oppa tolong Saerin!! hiks.." teriak Saerin yang menangis.


Karna sudah mulai kelelahan, Saerin berhenti menangis dan tertidur.


skip


***


Saerin dan Jungkook beranjak dari tempat dan berbalik badan, tiba-tiba ada beberapa pria dewasa berbadan besar dan memakai baju serba hitam yang menghadang mereka berdua. Dua orang berjalan menghampiri Saerin dan menangkapnya.


"Lepaskan dia!!" teriak Jungkook, lalu satu orang lainnya berjalan ke arah Jungkook. dan melayangkan pukulan ke perutnya. Jungkook yang masih kaget tidak bisa menghindar, pukulan itu mengenai tubuhnya. Saerin berteriak dan mengeluarkan air matanya, melihat Jungkook yang kesakitan.


"Kumohon jangan sakiti dia!!" teriaknya.


Dua orang yang tadinya hanya berdiri, kini mendekat dan memukul Jungkook dengan serangannya yang bertubi-tubi. Jungkook yang masih bisa berdiri walaupun wajahnya sudah babak belur, masih tetap tegar sambil meringis kesakitan. Dan satu pria melayangkan bogem mentahnya yang mendarat di pipi kanan Jungkook, membuatnya jatuh ke tanah tak berdaya dengan bercucuran darah.


"OPPAA!!!" teriak Saerin dengan kencang.


Dan.. Saerin membuka matanya dengan nafas yang tersengal-sengal dan keringat yang bercucuran,


"Oppa" katanya pelan dan mengatur nafasnya.


"A-apa yang terjadi?" tanya Saerin. Ternyata itu hanyalah mimpi buruknya, karna mimpi itu dia mengingat sesuatu.


"Nee apakah Jungkook oppa baik-baik saja?".


Saerin melihat-lihat ke sekitarnya, ia masih berada di ruangan itu sejak tadi malam, tapi ruangan itu tidak segelap kemarin, karna cahaya matahari masuk dari jendela yang terletak di sebelah kanan Saerin diatas kardus yang bertumpukan. Saerin melihat kebawah, ternyata tali yang mengikat dadanya sudah lepas kecuali tangan dan kakinya yang masih terikat. Saerin berusaha menenangkan diri dan menghela nafas.


"Apa aku tadi mimpi buruk. Huuhh.. kenapa aku masih berada di sini? tenang huuhh.. aku harus tenang" kata Saerin menarik nafas lalu menghembuskannya.


"Kau sudah bangun!" seru salah satu suara yang membuat Saerin kaget dan melihat ke asal suara itu.


"Kau.."


"Tenanglah, aku membawakan mu makanan" kata Yeonjun yang berjalan menghampiri Saerin dengan membawa mangkuk makanan dan segelas air putih di kedua tangannya.


Saat Yeonjun sudah sampai dihadapan Saerin, ia menarik kursi kecil yang berada tak jauh darinya berdiri dan duduk di kursi tersebut.


"Makanlah ini" katanya menyodorkan sesendok makanan dari mangkuk.


"Aku tidak mau" kata Saerin yang memalingkan wajahnya kesamping.


"Buka mulutmu" kata Yeonjun dengan mendekatkan sendok itu kemulut Saerin, tapi Saerin berusaha mengindarinya.


"Cepat makanlah!"


"AKU TIDAK MA.." saat mulut Saerin membuka lebar, Yeonjun cepat-cepat memasukkan sendoknya kedalam mulut Saerin.


"Hei!!" teriak Saerin dengan mengunyah makanan yang masuk ke mulutnya.


"Sudahlah cepat habiskan makananmu. Aku tidak ingin berdebat denganmu" kata Yeonjun dengan dingin.


Akhirnya Saerin menurut dan menghabiskan makanannya yang disuapi oleh Yeonjun.


"Kau cantik juga memakai baju itu" kata Yeonjun yang menatap Saerin dari atas kebawah. Saerin yang melihat Yeonjun menatapnya juga menjadi heran.


"Oh iya aku masih memakai baju ini. Haahh.. kenapa aku memakainya, ini karna Jungkook oppa" batin Saerin.


"Aku akan pergi sebentar, jangan kemana-mana" kata Yeonjun yang mendekatkan wajahnya lagi pada Saerin, lalu ia pun pergi.


"Haah.. aku harus bisa melepaskan diri. Tapi aku tidak bisa, hiikss... bagaimana ini? aku bingung" gumam Saerin.


*


Sementara itu, di rumah sakit tempat Jungkook dirawat.


Perlahan-lahan ia membuka matanya. Disampingnya ada Jin yang duduk menunggu Jungkook sadar. Jin melihat jari Jungkook bergerak dan mulai membuka mata.


"Jin hyung aku ada dimana?" tanya Jungkook yang menyadari disebelahnya terdapat Jin.


"Kau ada di rumah sakit Jungkook" jawab Jin.


Jungkook memegangi jidatnya dan mengingat sesuatu. "Jin hyung dimana Saerin?" katanya saat ia melihat ke sekitar dan tidak menemukan Saerin.


"Seharusnya aku yang bertanya padamu Jungkook. Sejak kau di bawa kesini aku tidak menemukan Saerin, dan yang membawamu itu orang lain yang menemukan dirimu tergeletak dijalan. Apa yang terjadi sebelumnya Jungkook?"


"Aku ingat saat malam itu ada beberapa orang berbadan besar menghalangi kami berdua. Dua orang itu menangkap Saerin, dan yang lainnya memukuli ku hyung. HAAH!! APA JANGAN-JANGAN SAERIN DIBAWA ORANG ITU?" kata Jungkook yang kaget mengira bahwa orang yang semalam memukulnya membawa pergi Saerin. Ia menatap Jin dengan kaget, sementara Jin terlihat sangat cemas mendengar kata Jungkook barusan.


"Hyung aku harus mencari Saerin, dia pasti benar-benar dibawa oleh mereka, aku harus mencarinya.." kata Jungkook yang hampir beranjak dari ranjang.


"Yak.. kau ini apa-apaan hah! kau masih sakit dan masih harus dirawat!!" Kata Jin yang kesal sambil menggenggam erat tangan Jungkook untuk mencegahnya pergi.


"Tapi hyung bagaimana nasib Saerin sekarang. Aku tidak mau terjadi apa-apa pada Saerin, hyung" kata Jungkook yang bersikeras pergi, tapi semakin ia ingin pergi semakin erat juga tangan Jin yang mencengkeram lengan Jungkook.

__ADS_1


"Jungkook kumohon, jangan gegabah seperti itu. Tetaplah disini rawat tubuhmu sampai pulih. Aku juga tidak mau terjadi apa-apa pada dirimu. Kau sedang terluka parah Jungkook. Kumohon dengarkan aku" kata Jin menatap Jungkook tajam. Jungkook yang tadinya ingin sekali pergi, tapi mengurungkan niatnya karna melihat tatapan Jin yang serius.


"Nee hyung" akhirnya Jungkook pasrah dengan kata Jin. Padahal ia sangat ingin pergi mencari Saerin, dia mengkhawatirkan keadaan adik perempuannya. Tapi ia juga memikirkan kondisinya yang sekarang.


*


skip


Hari sudah malam, Saerin menyadarinya dari jendela yang berada disebelah kanannya itu.


Pintu terbuka dan terlihat Yeonjun yang datang menghampirinya.


"Kenapa kau kesini lagi?" kata Saerin.


"Hanya untuk memastikan kalau kau tidak mencoba untuk kabur" kata Yeonjun yang berjalan mendekat.


"Apa sebenarnya mau mu?!!"


"Aku tidak ingin apa-apa darimu. Tapi aku ingin kau menemaniku selamanya" kata Yeonjun tersenyum miring.


"Maksudmu?"


"Jadilah budakku, kau akan bahagia bersama ku" Kata Yeonjun yang mendekatkan wajahnya pada Saerin.


"Ani!! aku tidak mau!! ternyata aku salah menilai mu, kupikir kau orang baik"


"Heh!! itu karna kau baru mengenalku"


"Kau jahat!!!" teriak Saerin.


"Seharusnya aku yang mengatakan itu kepadamu!!"


"WAEYO?!!!"


"KARNA KAU TELAH MEMENJARAKAN KAKAK KU!!"


"Sifatmu sama dengannya, KAU HANYA MENJADIKAN GADIS SEPERTI DIRIKU INI MENJADI BUDAKMU!!"


"NEE!! memangnya kenapa hah!"


"Kau tidak boleh menjadikan gadis sebagai budakmu. Apa kau tidak mengerti hak perlindungan anak hah!!"


"Heh! memangnya aku harus peduli dengan itu. Lagipula aku hanya ingin bersenang-senang. Jadilah budakku. Aku bisa memberimu apapun yang kau mau. Harta ku masih banyak dan takkan pernah habis. Aku akan menjadikan hidup mu lebih bahagia dengan hartaku yang melimpah, kau seakan hidup bagai di surga sayang"


"Kau salah. Harta tidak akan bisa membahagiakan seseorang begitu saja. Kau memang mempunyai harta, tapi tidak keluarga. Bagimu harta lah yang terpenting, tapi bagi orang lain, keluarga lah yang lebih penting dari segalanya. Untuk apa mempunyai segalanya tapi tidak mempunyai keluarga. Jika kau terus menghambur-hamburkan semua hartamu, maka suatu saat itu akan habis dengan sendirinya. Tidak ada di dunia ini yang bisa abadi selamanya. KAU MENGERTI!!"


"Heheh untuk apa aku mengerti semua ucapanmu itu, heh! ani, ani, ani, ani. Harta bisa membahagiakan ku. Buktinya aku sekarang bahagia dengan apa yang aku miliki, itu semua karna harta dan tak ada yang bisa bahagia seperti diriku di dunia ini"


"Kau bahagia dengan harta, tapi kau sendirian tanpa keluarga. Benar bukan!!"


"DIAM!!"


"Waeyo? apa aku benar hah!" dengan tersenyum miring.


"AKU BILANG DIAM!!" kata Yeonjun yang menggebrak kepala kursi yang Saerin duduki, dan menatap tajam ke arahnya.


"Hhhhhhhh" tawa Saerin.


"KENAPA KAU TERTAWA. Apa itu yang kau bilang lucu hah!!"


"Kau memang bodoh. Kau sangat bodoh. Pantas saja kakak mu jadi seperti itu, karna kau terlalu mengurus harta dan kesenangan pribadi mu saja. Sampai kakak mu sendiri tidak kau urus dengan baik. Hhhhh sangat bodoh"


"AKU TIDAK BODOH. Jaga ucapanmu"


"Memang benar kan, kau selalu mementingkan urusanmu hingga kau tidak tau kakakmu melakukan kejahatan"


"CUKUP!! berhentilah berbicara, aku tidak suka kata-kata mu itu. Lihat saja nanti, aku akan membuat mu menderita.."


"Silahkan saja, jika kau berani" sela Saerin.


"Heh! jangan meremehkan diriku. Kau hanya seorang gadis yang LEMAH" kata Yeonjun lalu ia berbalik badan dan meninggalkan Saerin.


"AKU TIDAK LEMAH!!!" teriak Saerin. "Aarrgghh.. aku harus bisa keluar dari sini apapun caranya" kata Saerin dengan berusaha melepaskan dirinya yang terikat dengan tali.


"Aaarrrggghhhh....".


Author end POV




__ADS_1


Nantikan kelanjutan kisahnya...


__ADS_2