You'Re My Brother (BTS)

You'Re My Brother (BTS)
Eps 70


__ADS_3

Disisi lain...


"Sudah 4 bulan... Perutku sudah mulai membesar. Aku tidak mau tau, secepatnya aku harus menemui Jungkook untuk bertanggung jawab!"



Skip malam~



Jam menunjukkan pukul 21.00 kst. Sejak 2 jam yang lalu, Jiyeon dan Junho sudah pulang ke rumah mereka. Sedangkan Saerin sudah tertidur setelah teman-temannya pergi. Hueningkai sedang menonton televisi sesudah ia membereskan dapur.



Dua jam kemudiannya namja itu naik ke lantai atas untuk menuju kamarnya, tak sengaja ia lewat didepan kamar Saerin. Gadis itu sudah tertidur lelap di kasurnya. Hueningkai pun memasuki kamar Saerin untuk mengecek keadaan gadis itu.



Ia duduk dipinggir kasur, menatap Saerin yang sekarang keadaannya sedikit membaik. Kemudian Hueningkai tersenyum. Semenjak beberapa jam lalu ia terus mendengar suara canda tawa maupun kebisingan dari kamar Saerin yang ditemani Jiyeon dan Junho itu. Hueningkai merasa senang karna Saerin bisa kembali ceria untuk beberapa saat. Kali ini mungkin ia sedang kelelahan sehabis bermain dengan temannya.



"Kau pasti sangat lelah setelah banyak tertawa tadi" ucap Hueningkai dengan tersenyum sambil mengelus lembut kepala Saerin.



"Aku berharap kau akan terus bahagia selamanya, seperti tadi saat kau tertawa gembira. Aku yakin kau dapat menjalani ini. Kau... Adalah gadis paling tangguh yang pernah kutemui"



Senyum Hueningkai kembali melebar, lalu ia mengecup sekilas kening Saerin.



"Semoga saja kau tidak melakukan hal yang aneh-aneh lagi malam ini"



Hueningkai menarik selimutnya lalu menyelimuti tubuh Saerin.



"Good night, my beauty princess"



Ia tersenyum kembali kemudian beranjak pergi dan menutup pelan pintu kamar Saerin.



"Apa ia akan baik-baik saja?" monolog Hueningkai sambil menatap pintu didepannya.



Tik-tak.. tik-tak.. tik-tak..


Jarum jam semakin lama semakin berputar. Tepat pada tengah malam...


Tak


Saerin membuka matanya dengan cepat. Kemudian ia bangun dan terduduk di kasur. Melihat-lihat sekitarnya seperti sedang mengawasi sesuatu.


Setelah itu, Saerin membuka selimutnya dan turun dari tempat tidur. Berjalan ke pintu kamar lalu membukanya. Ia berjalan keluar kamar dan menuruni anak tangga. Terus berjalan hingga ia keluar rumah.


Brum... Brumm... Brummm...


Suara beberapa kendaraan yang sedang berlalu-lalang di jalanan. Saerin berjalan di atas trotoar dengan hanya memakai baju piyamanya saja, sedang malam itu sangat terasa dingin bagi orang-orang sekitar. Namun berbeda hal lagi dengan Saerin, ia tak mempedulikan angin malam yang dingin itu menerpa tubuhnya.


Entah dia sedang tidur sambil berjalan, ataukah dia terkena hipnotis. Saerin terus saja berjalan lurus tak tau kemana dia akan pergi, kakinya lah yang terus melangkah menuntunnya berjalan tanpa henti.


Tak lama kemudian, Saerin berhenti. Jalanan yang tadinya ramai dengan kendaraan yang terus melintas kesana-kemari itu kini telah tiada. Jalan itu telah berganti sepi. Kosong. Kendaraan sepertinya telah lenyap menghilang entah kemana. Yang ia dapatkan hanyalah kesepian. Dirinya sendiri, di pinggir jalan yang sepi.


Sisi lain didalam sebuah mobil putih, terdapat empat orang yeoja yang sedang berkendara. Mereka tengah asyik berbincang sedangkan salah satunya menyetir. Namun ketika salah satu yeoja yang didepan itu melihat ke arah jalan. Nampak seseorang yang tengah sedang menyebrang. Keadaan disekitar sangat gelap, mereka hanya bisa melihat dengan sinar dari lampu mobil saja. Tapi saat jaraknya sudah hampir dekat.


"Eh, eh. Jen, awas didepan!"


"Apa?"


Saerin tak memandang ke sekitarnya, ia bahkan tak tau dan tak menyadari jika ada sebuah mobil yang ingin menabraknya.


Tin... Tiinnn...


Wush... Seeett...


Buk.. ckittt...


Untung saja mobil itu hanya sedikit menyerempet Saerin, namun gadis itu masih bisa selamat. Tapi berbeda dengan ini, sebuah mobil truk melaju kencang dari arah yang berlawanan dengan mobil putih tadi dan truk itu sedang mengarah padanya. Saerin baru saja menyadari hal itu, ia ingin menghindar tapi


"Aaaaaaaa!!!"


Ckiiitttt...


Moncong truk itupun menabrak tubuh Saerin dengan kencang.


Brrakkk!!!


Saerin terpental dan kepalanya jatuh terbentur aspal.


Ya... Sudah terlambat... Waktu, tak bisa diulang kembali. Seorang gadis remaja terjatuh ke jalan dengan banyak darah.


Disamping itu, keempat yeoja yang berada di dalam mobil putih pun dengan segera turun dari mobilnya. Mereka menyaksikan kejadian itu lalu segera menelepon ambulans dan bersama-sama membawanya ke rumah sakit.


Sampai di rumah sakit.


"Dok, ada korban kecelakaan, tolong dok!" ucap salah satu suster.


"Baiklah, cepat bawa dia ke ruang UGD"


Sementara keempat yeoja yang juga datang ke rumah sakit itupun hanya bisa mengikuti. Mereka hanya diam dan tak tau ingin berbuat apa.


Sesampainya di depan ruang UGD.


"Jen, bagaimana ini?"


"Entahlah, tapikan tadi kita juga hampir saja menabraknya. Berarti kita juga harus bertanggung jawab"

__ADS_1


"Hemm... kita tunggu saja sampai dokter keluar"


Ketiganya pun mengangguk pelan.



Skip~



3 jam kemudian...



Waktu menunjukkan pukul 03.00 kst. Sudah dini hari. Keempat yeoja itu masih setia menunggu di depan ruang UGD. Tak lama kemudian, dokter pun keluar dan menghampiri empat yeoja yang tengah terduduk gelisah.



"Maaf permisi, apakah kalian keluarga dari pasien?"



"Eee..."



Keempatnya saling menatap satu sama lain.



"Bagaimana ini?" bisik Rose pada Jisoo.



"Bagaimana kalau kita mengaku jadi keluarganya saja, kita kan tidak tau keluarga aslinya" bisik Lisa.



"Apakah tidak apa-apa?" tanya Jennie ragu.



"Emm...." Jisoo berpikir sejenak. "Sudahlah tidak apa, kita mengaku sebagai keluarganya saja. Agar urusan ini cepat kelar" jawab Jisoo pelan.



"Hem, baiklah" angguk Rose.



"Nee, kami adalah keluarga pasien" ucap Jisoo.



"Nee, bagaimana dok?" tanya Jennie.



"Dia kehabisan banyak darah. Dan sayangnya telah terjadi penggumpalan darah pada bagian otak. Ini harus cepat-cepat dioperasi. Bila tidak maka kita akan kehilangan nyawanya"




"Pasien butuh pendonor darah, sedangkan stok darah disini sudah hampir habis" lanjut sang dokter.



"Apa golongan darahnya dok?" tanya Jennie.



"Pasien bergolongan darah A. Apa ada dari kalian berempat yang mempunyai golongan darah yang sama?"



"Ehh... Diantara kami hanya saya saja yang golongan darahnya A" ucap Jisoo.



"Benarkah? Hanya kau saja? Ini masih belum cukup, kita masih butuh banyak pendonor lainnya" ucap dokter.



Tiba-tiba pintu ruang UGD terbuka dan menampakkan seorang suster yang baru saja keluar.



"Dok, biar saya yang akan mencari pendonor lain. Saya akan minta pada pihak rumah sakit, apakah masih ada stok darah A atau tidak"



"Ah baiklah kalau begitu, tolong secepatnya ya. Kita akan segera memindahkan pasien ke ruang operasi"



"Baik dok"



"Terimakasih banyak suster" ucap Jennie.



"Nee, yasudah saya permisi dulu"



"Nee" sahut keempat yeoja itu bersamaan.



Kemudian suster itu pergi dan dokter meminta Jisoo untuk mengikutinya karna akan mentransfusikan darahnya pada Saerin. Sementara hanya tersisa Jennie, Rose dan Lisa saja didepan ruang UGD tersebut. Mereka kembali duduk untuk merilekskan tubuh mereka.


__ADS_1


2 jam berlalu...



Lampu ruang operasi masih menyala dan dokter belum keluar juga. Jisoo, Jennie, Rose dan Lisa hanya bisa menunggu disana, sedangkan hari hampir pagi, mereka berempat bahkan belum tidur sama sekali walau rasa kantuk selalu datang.



"Kapan kita akan pulang?" ucap Rose dengan lesu sambil menyandarkan kepalanya di dinding.



"Sebentar lagi Rose, kita tunggu sebentar lagi dulu" ucap Jisoo disebelah Rose. "Jika kalian mengantuk kalian pulang saja duluan. Biar aku disini sendiri yang akan menunggunya" lanjut Jisoo.



"Aku tidak mau, aku akan tetap disini saja menunggu dokter keluar" ucap Lisa.



"Sudah, kita tunggu saja bersama" ucap Jennie.



Mereka berempat akhirnya pasrah dan memilih untuk menunggu bersama.



2 jam kemudian



Akhirnya lampu ruang operasi mati lalu seseorang yang masih memakai jubah hijaunya itu pun keluar ruangan yang diduga adalah sang dokter, ia mendekati keempat yeoja yang masih setia menunggu walau sekarang jam menunjuk sudah pukul 7 pagi.



Jisoo yang melihat dokternya sudah keluar pun segera berdiri dan menghampiri.



"Bagaimana dok?"



"Huft.. operasinya berjalan dengan lancar. Untung nyawanya masih bisa diselamatkan. Tapi..."



"Tapi apa dok?" tanya Jennie yang datang dibelakang Jisoo, dilanjut dengan Rose dan Lisa yang menyusul.



"Dia mengalami koma"



*DEG*



"Saya... Tidak tau akan berapa lama..."



Mereka berempat saling menatap bingung sekaligus cemas satu sama lain.



Disisi lain~


Hueningkai terbangun karna silau dari cahaya matahari yang sudah mulai bersinar. Ia bangun dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Kemudian bersiap dan keluar dari kamarnya. Tanpa melihat dulu ke dalam kamar Saerin yang berada bersebelahan dengan kamarnya itu, Hueningkai langsung saja turun ke dapur untuk membuat sarapan.


10 menit kemudian


Hueningkai selesai dengan dua piring roti panggang dan dua gelas susu di meja makan. Senyum mulai merekah di pipinya. Kemudian Hueningkai bergegas pergi ke kamar Saerin untuk membangunkan gadis itu.


Sesampainya didepan kamar Saerin.


Tok.. tok.. tok..


"Saerin, ayo bangun. Aku sudah menyiapkanmu sarapan. Ayo kita sarapan dibawah" kata Hueningkai dengan sedikit berteriak.


Tok.. tok.. tok..


"Saerin? Apa kau masih tidur?"


3 detik berlalu, tapi tidak ada sautan juga dari dalam. Ini membuat Hueningkai semakin cemas.


Tak mau pikir panjang lagi, Hueningkai langsung saja membuka pintu kamar Saerin.


"Saerin, ayo kita sar–"


Ucapannya terputus sendiri karna tak melihat Saerin ada diatas tempat tidur. Namun ia berpositif thinking, mungkin saja Saerin berada dikamar mandi.


Tok.. tok.. tok..


Hueningkai mengetuk pintu kamar mandi. Dan ia juga mendekatkan telinganya untuk mendengar, namun yang ia dapatkan berbeda dengan yang ia duga. Hueningkai tak merasakan suara apapun didalam kamar mandi.


"Saerin? Kau ada didalam? Saerin!? Saerin?!"


Karna tak ada jawaban juga akhirnya Hueningkai membuka pintu kamar mandi.


Apa? Tidak dikunci? Dan tidak ada orang didalam? Lalu... Kemana Saerin?


"Saerin?!"




Jangan lupa untuk selalu tinggalkan like, komen dan juga vote💜



Dan jangan lupa juga tambahkan ke favorit kalian agar tidak ketinggalan kelanjutan terbaru dari cerita ini💜

__ADS_1



Dadah... see you... Gomawo💜 Borahae💜


__ADS_2