You'Re My Brother (BTS)

You'Re My Brother (BTS)
Eps 73


__ADS_3

Keesokan harinya~


Hueningkai sedang berada di dapur dan sedang menyiapkan sarapan berupa dua potong roti bakar dengan telur mata sapi diatasnya.


Beberapa menit kemudian, Hueningkai menaruh dua piring keatas meja makan. Dengan senyum yang merekah pada bibirnya, lalu ia pun berteriak halus.


"Saerin, sarapan sudah jadi. Ayo cepat turun!" ucapnya masih tersenyum.


"Saerin? Haish.. pasti dia masih tidur"


Berpikir bahwa Saerin masih tidur, ia pun bergegas menuju ke kamar gadis yang ia panggil itu.


Sampai didepan kamar Saerin.


Tok.. tok.. tok...


"Saerin sayang.. ayo bangun.. ini sudah pagi. Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu. Kau tidak mau ketinggalan berangkat sekolah bukan?" teriaknya didepan pintu kamar Saerin sambil tersenyum ria.


1 detik... 2 detik... 3 detik...


Tak ada jawaban juga dari si pemilik kamar. Karna merasa tidak ada jawaban, Hueningkai pun membuka pintu dan memasuki kamar.


Namun seketika, senyumannya memudar saat ia sudah masuk kedalam.


Ah, ia baru ingat bahwa Saerin masih hilang sekarang. Tubuhnya juga ikut melemas mengingat itu. Ia tidak tau lagi harus bagaimana, seorang gadis yang telah ia anggap adik sendiri itu sudah seharian ini menghilang tanpa kabar. Ia bingung, otaknya linglung. Terus memikirkan bagaimana keadaan adiknya itu. Dan bagaimana bisa ia lupa jika Saerin sudah menghilang dari kemarin? Apakah ini hanya halusinasinya saja? Ia ingat betul bahwa Saerin masih berada disampingnya. Apa ini cuma mimpinya semata? Ia begitu heran, ini bahkan seperti nyata.


Sekali lagi Hueningkai hanya bisa menghela nafasnya kasar. Begitu berat ia kehilangan gadis itu. Gadis yang sebenarnya adalah penyemangatnya ketika kelelahan. Gadis ceria yang selalu menghiburnya dan yang membuatnya tersenyum ketika sedang suntuk. Pokoknya Saerin adalah hidupnya sekarang. Ia tidak bisa tanpa ada Saerin.


Kali ini Hueningkai keluar kamar dan kembali ke dapur. Ia duduk di kursi meja makan sambil menatap dua piring sarapan didepannya. Tatapannya berubah sendu, ia berniat menyiapkan sarapan untuk dua orang. Sedangkan nyatanya ia hanya sendirian. Tidak ada Saerin, lalu untuk siapa yang satu lagi?



Setelah selesai sarapan, Hueningkai pergi berangkat ke kampusnya.



Skip, di kampus.



Hueningkai berjalan menuju kelasnya dengan biasa. Orang-orang pasti akan mengira dia baik-baik saja, namun itu hanya nampak dari luar. Tetapi jika diteliti lebih dalam lagi, pikirannya sedang kacau sekarang. Bahkan saat berjalan pun ia masih saja melamun.



Sampai akhirnya...



Bruk!



"Awh!" Seseorang menabrak Hueningkai.



"Eoh, m-mianhae.. aku tidak sengaja menabrakmu. Aku sedang terburu-buru sekarang" ucap seorang namja yang tadi menabrak Hueningkai secara tidak disengaja.



Namja itu mendongakkan kepalanya, karna bisa dikira bahwa ia sedikit pendek dari Hueningkai.



Dan seketika, kedua namja itu sama-sama terkejut ketika mengetahui bahwa mereka saling mengenal satu sama lain.



"Eoh? Hueningkai?"



"Taehyun?" Hueningkai juga tak percaya bahwa yang ada dihadapannya itu adalah teman baiknya.


__ADS_1


"Eo, apa kau kuliah disini juga?" tanya Taehyun masih tak percaya.



"Nee, aku memang sudah berkuliah disini. Lalu, kau bagaimana?" tanya Hueningkai balik.



"Oh, aku baru saja masuk disini. Kau tau lah.. mencari universitas yang bagus itu sulit. Dan kukira universitas yang bagus ya selalunya berada di Seoul" jelas Taehyun.



"Ne, memang begitu" Hueningkai mengangguk.



"Ohya, aku harus ke ruangan dosen dulu. Ini adalah hari pertamaku masuk, jadi aku belum tau kelasku. Emm.. bagaimana jika jam makan siang nanti kita bertemu di kantin?" usul Taehyun.



"Arrasseo, aku akan kesana" ucap hueningkai setuju.



"Yasudah, aku pergi dulu Kai. Dahhh..." ucap Taehyun sambil berlari menjauh.



Skip siang, kantin.


Hueningkai berjalan ke kantin untuk menemui Taehyun. Matanya berkeliaran mencari sosok namja itu. Dan terlihatlah seseorang yang melambai pelan ke arahnya. Hueningkai segera mendekati meja tersebut, kemudian ikut duduk bersama Taehyun.


"Apa kau sudah pesan sesuatu?" tanya Hueningkai yang baru duduk.


"Aku sudah disini dari tadi, ya hanya untuk menunggumu" ucap Taehyun.


"Yasudah, aku ingin memesan dulu. Aku akan kembali sebentar lagi" Hueningkai berdiri lagi lalu pergi untuk membeli makanan.


Taehyun yang sedari tadi duduk hanya menyeruput minumannya sambil menunggu Hueningkai kembali.


"Sekarang kau tinggal dimana?" tanya Taehyun pada Hueningkai.


"Rumahku tak terlalu jauh dari sini. Bagaimana denganmu?"


"Aku tinggal di apartemen. Ya, agak jauh juga dari kampus"


Hueningkai mengangguk-angguk.


"Kai, kalau aku pindah ke rumahmu bagaimana? Di apartemen aku hanya sendirian. Jika denganmu pasti akan lebih baik. Kau mau kan?" tanya Taehyun memohon.


"Yasudah jika kau mau. Aku akan dengan senang hati menampungmu dirumahku" ucap Hueningkai.


"Hehe.. kau benar-benar teman terbaikku Kai" Taehyun tersenyum karna ia diperbolehkan tinggal dirumah Hueningkai.


"Oh ya, apakah kau masih bersama sepupumu itu? Siapa namanya? Eee... ah nee, Kim Saerin! Sudah lama aku tak bertemu dengannya setelah pertemuan pertama itu. Kau ingat? Waktu aku ke rumahmu untuk menunggumu berangkat sekolah bersama. Sekarang apakah Saerin masih ada? Aku pikir aku bisa bertemu lagi dengannya" ucap Taehyun sedikit antusias, sepertinya ia juga merindukan gadis itu.


Tapi berbeda dengan Hueningkai, ekspresi wajahnya nampak murung ketika Taehyun membicarakan tentang Saerin. Apa yang harus ia katakan? Apa ia harus jujur pada Taehyun tanpa menyembunyikan perkara yang melandanya ini?


"Emm... Saerin? K-kurasa masih" ucap Hueningkai sedikit gugup.


"Haha arrasseo, setelah selesai kuliah aku ingin bertemu dengannya di rumahmu. Kau bawa mobil kan?" Hueningkai mengangguk. "Yasudah, pulang nanti tunggu aku didepan gerbang ya. Aku tak bawa kendaraan, jadi sekalian numpang. Hehehe..." Taehyun tersenyum senang.


Ia belum tau kejadian sebenarnya, bahwa Saerin yang ingin ia temui itu sedang tidak ada dirumah Hueningkai, tepatnya telah menghilang dan belum juga ditemukan. Apalagi selesai kuliah nanti Hueningkai akan menjemput Jiyeon dan Junho untuk pergi ke kantor polisi, untuk mengajukan laporan hilangnya Saerin.


Lagi-lagi Hueningkai berpikir sejenak, kapan ia akan mengatakan masalah sebenarnya pada Taehyun? Nampaknya temannya ini sedang dalam keadaan senang sekarang.


"Bagaimana ini? Apa yang harus kukatakan padanya? Apa aku ceritakan saja nanti dalam perjalanan pulang? Ya mungkin begitu saja" batin Hueningkai.


"Kau kenapa Kai?" tanya Taehyun mendadak, membuat Hueningkai tersadar dari lamunannya.


"Eoh.. aniya, gwenchana"


Mereka pun kembali mengobrol dikantin itu.


__ADS_1



Skip\>\>



Sekarang saatnya pulang kampus, Hueningkai berjalan menuju parkiran mobilnya lalu pergi ke depan gerbang untuk menemui Taehyun yang sedang menunggu.



Setelah mereka berdua sudah di mobil, Hueningkai menceritakan semua kejadian itu pada Taehyun. Tentang menghilangnya Saerin, Hueningkai pun akan menjemput kedua teman Saerin untuk bersama-sama ikut ke kantor polisi untuk mengajukan perihal. Usai bercerita cukup panjang, Taehyun pun mengerti apa yang diceritakan Hueningkai. Dia juga akan ikut ke kantor polisi untuk menemani temannya.



Beberapa menit kemudian, mobil Hueningkai sudah berhenti didepan sebuah sekolah. Ia menunggu Jiyeon dan Junho masuk, kemudian mereka kembali melaju ke kantor polisi.



Skip, kantor polisi.



"Ini fotonya pak, kumohon tolong carikan dia. Aku sudah mencarinya semalaman tapi belum juga menemukannya. Kumohon bantu aku mencarinya" kata Hueningkai memohon dengan wajah sendu.



"Kapan terakhir kali kau melihatnya?" tanya sang polisi.



"Kemarin malam, dikamarnya. Tapi saat pagi harinya aku tak melihat dia berada dikamar lagi"



"Arrasseo, kelompok polisi akan mencari saudari Saerin disekeliling ibukota. Dengan nama dan ciri-ciri dari foto yang sudah diberikan. Aku harap kalian dapat sabar menunggu"



"Nee, kami akan berusaha"



Dan beberapa percakapan lain yang mereka bicarakan tentang Saerin.



Setelah hampir setengah jam berada di kantor polisi, mereka semua pun kini kembali pulang. Hueningkai mengantar Jiyeon dan Junho ke rumah mereka, dan berpesan jika salah satu diantara mereka ada yang menemukan Saerin maka harus segera memberitahunya.



Sesaat kemudian mobil Hueningkai kembali pergi menuju ke apartemen Taehyun untuk membantu memberesi barang-barangnya.



Dirumah Hueningkai...



Kedua namja itu saling merebahkan tubuh mereka disofa ruang tengah. Sepertinya ini adalah hari yang panjang bagi mereka. Dan Taehyun akan menginap dirumah Hueningkai mulai sekarang.



"Kau duluan saja ke kamar, pilih kamar tamu ya, jangan kamar lain" ucap Hueningkai.



"Nee, yasudah aku pergi duluan ya Kai" Taehyun pun beranjak dan pergi ke kamar tamu sembari membawa kopernya.



Setelah Taehyun pergi, Hueningkai pun mengambil ponselnya dan membuka layar. Ia menatap foto Saerin yang ia jadikan wallpapernya. Saerin begitu manis tersenyum didalam layar tersebut. Hueningkai tersenyum kecil sembari mengusap pipi Saerin di layar.



"Bogo shipeo Saerin-ah."

__ADS_1


__ADS_2