
Kembali ke masa kini...
...
17.00 kst.
Di sungai Han...
Dengan rasa kesal, Jin merobek-robek sebuah foto yang ada di tangannya dan membuang sobekan foto itu kemana-mana, lalu berteriak.
"AARRGGHH... AKU MEMBENCIMU... DASAR ANAK SIALAN!!" teriak Jin sambil menangis.
Di taman kota...
Yoongi merobek bagian tengah dari foto yang ada dalam genggamannya dan membiarkan foto itu jatuh terlepas dari tangannya. Kemudian Yoongi berdiri dan pergi dari sana dengan wajah yang sedih menahan tangis.
Di kamar Saerin...
Hoseok berteriak dengan kesal, lalu ia menghancurkan semua barang yang ada di dalam kamar tersebut. Semuanya jadi hancur, bahkan cermin yang ada disana pun ikut ia hancurkan. Membuat keadaan kamar jadi berantakan dan ada banyak pecahan kaca dilantai. Hoseok benar-benar diluar kendali sekarang. Ia berteriak kencang, menangis dengan histeris.
Di ruang tengah...
Namjoon menatap layar ponselnya, lalu beberapa cairan bening mulai merosot dari bola matanya yang tengah berkaca-kaca. Ia berusaha menahan tangisannya itu, tapi akhirnya ia pun tak dapat menahan lagi air mata yang sudah banyak terbendung di pelupuk matanya.
Di kamar Taehyung...
Jimin berteriak histeris. Ia masih terbaring dilantai. Jimin menjambak rambutnya sendiri dengan kasar, ia menangis sambil memukul-mukul lantai. Ia benar-benar tak sanggup menghadapi kenyataan ini.
"Hiks... Aaarrrggghhh... Wae?! Wae?! Hiks... hiks... hiks..."
Di kolam renang...
Taehyung masih merasakan angin sejuk yang menerpa tubuhnya. Sekian detik kemudian matanya mulai memerah memperlihatkan beberapa butir air yang terbentuk di kedua belah kelopak matanya. Lalu berapa lama kemudian air itu jatuh dan membasahi pipinya. Ia memang terlihat tegar saat beberapa tetesan air itu jatuh. Tapi lama-kelamaan ia mulai menangis dengan sangat kencang dan pipinya pun sudah terlihat sangat basah. Meskipun ia sudah berusaha menghapus air matanya, namun itu tetap sia-sia saja. Tangisannya kini lebih kencang dari yang sebelumnya, tapi ia tak berteriak hanya saja ia menangis hingga bajunya terlihat basah dan matanya juga terlihat sembab.
Di taman belakang rumah...
Jungkook juga sedang menangis, matanya tak dapat menahan bulir-bulir air yang sangat banyak terbendung disana. Dadanya mulai sesak karna menangis dengan sesenggukan. Rasanya sangat sakit, ia tak bisa menahannya lebih lama lagi. Baju yang ia kenakan sudah sangat basah dibagian depan leher, matanya terlihat memerah dan sembab. Wajahnya pun sudah sangat basah.
Di sisi lain...
__ADS_1
Saerin masih tengah menangis di dalam dekapan Hueningkai. Meskipun namja itu sudah berusaha menenangkan gadis ini, namun hal itu sungguh sia-sia saja. Saerin malah semakin menangis dengan histeris, dadanya pun terasa sesak.
~*~
Waktu berlalu, matahari yang hampir tenggelam dan langit yang berwarna oranye kini telah tergantikan oleh awan yang berwarna abu-abu. Angin mulai bertiup kencang, semua tumbuhan bahkan pepohonan pun ikut bergoyang. Tiba-tiba...
Brrrkkk...
Tetesan air mulai turun dari langit dengan begitu saja, semua orang mulai berlarian mencari tempat berteduh. Langit pun memancarkan kilat cahaya beserta dengan suara gemuruh yang menakutkan. Hujan terus turun dengan deras.
Semua orang pasti akan berlindung dirumahnya sambil meneguk secangkir coklat hangat atau berteduh di tempat yang nyaman yang bisa melindungi mereka dari derasnya air hujan. Tapi, tidak dengan keadaan ketujuh namja ini. Mereka yang berada diluar rumah pastilah tubuhnya sudah sangat basah kuyup terkena air hujan. Sedangkan yang berada didalam rumah hanya terdiam masih dengan keadaan yang sama.
// Jungkook yang masih duduk di kursi taman belakang rumah, hanya membiarkan hujan turun dan membasahi dirinya yang sedang menangis.
// Taehyung yang mulai terduduk di pinggir kolam dan meringkukkan badannya. Tetesan air hujan itu terasa seperti menusuk punggungnya, ia hanya bisa terdiam membiarkan dirinya tertusuk air hujan.
// Yoongi yang melangkahkan kakinya di trotoar dengan jalan raya yang sepi dan tergenang air, juga tubuhnya yang masih tegar berjalan walau kini ia tengah basah kuyup karna terguyur air hujan. Yoongi terus memantapkan langkahnya hingga ia dapat sampai ke rumah tempat ia berteduh.
// Seokjin yang masih berada di sungai Han. Ia menundukkan kepalanya membiarkan tetesan demi tetesan air mata sekaligus membiarkan tetesan air hujan turun membasahi tubuhnya. Tiada niatan dalam hatinya untuk pergi berlari dan mencari tempat berteduh untuk berlindung. Kakinya masih tegak berdiri disana, rasanya berat sekali untuk dapat menggerakkan kakinya agar ia bisa berlari dan pergi. Tetapi ia tetap saja masih berdiri tegak disana.
...
Namjoon masih menatap layar ponsel, lalu ia pun sadar dan menyadari bahwa hujan turun dengan lebat diluar jendela. Ia pun bangun dari pembaringannya dan segera mencari saudara-saudaranya. Ia mulai menaiki tangga dan mengecek satu persatu kamar mereka. Namjoon membuka pintu kamar Jin, tapi ia tak menemukan hyungnya berada di dalam. Ia lalu berlari ke kamar Yoongi disebelah tanpa menutup kembali kamar kakak pertamanya. Dan ia juga terkejut karna tak melihat yoongi ada di dalam kamar. Lalu pergi lagi ke kamar Hoseok dan lagi-lagi tidak ada juga. Kemudian ke kamar Jimin, hal yang sama pun terjadi.
"Jimin... Jimin... Bangunlah. Jimin-ah!" panggil Namjoon sambil mengguncang tubuh Jimin.
"Hyung..." panggil Jimin lirih. Ia membuka matanya dan menatap Namjoon.
"Aku akan menaikkan mu ke tempat tidur" kata Namjoon yang segera memapah Jimin lalu membaringkannya di kasur. Namjoon menarik selimut dan menutupi tubuh Jimin.
"Aku akan pergi mengecek yang lain" kata Namjoon lalu bergegas pergi ke kamar yang lain.
Dikamar Jungkook, Namjoon juga tak menemukan adiknya itu. Tapi saat Namjoon menatap pintu kamar disebelah kamar Jungkook, seketika suasana hatinya berubah menjadi kesal. Ia ingat jika kamar itu adalah milik Saerin, gadis yang sekarang ia benci. Namjoon tak ingin memasuki kamar itu, jadi ia memilih melewati kamar itu saja daripada rasa kesalnya bertambah.
Brrakk... Brrakk... Aaaaarrrrrggggghhhhh...
Suara teriakan panjang terdengar samar dibelakang pintu itu. Namjoon terkejut karna dapat mendengar jelas suaranya, ia pun menatap pintu tersebut. Lalu tanpa basa-basi Namjoon segera mendobrak pintu itu. Ia sangat kaget hingga kedua bola matanya terlihat bulat sempurna. Kamar itu sangat berantakan, serpihan-serpihan kaca bening dan benda yang pecah bertaburan dimana-mana. Banyak pakaian yang jatuh berserakan dilantai. Laci-laci meja terbuka menjatuhkan jarum benang yang terdapat didalamnya. Meja belajar yang banyak terdapat alat-alat tulis pun kini jatuh tergeletak dilantai kamar itu. Sungguh keadaan kamar yang sangat memprihatinkan.
Mata Namjoon terus berputar-putar di dalam kamar itu, sampai akhirnya matanya menangkap sesosok pria yang tengah terduduk menekuk lututnya disudut ruangan sambil menyenderkan kepalanya di dinding, menjambak rambutnya dan menangis histeris.
Namjoon mulai berteriak. "HOSEOK HYUNG!!" Tapi dirinya masih berada di ambang pintu.
__ADS_1
"Aku harus bagaimana?" gumam Namjoon dalam benaknya.
Dengan serpihan kaca yang berserakan dilantai itu membuatnya jadi bingung untuk melangkah masuk tapi tidak menginjak kaca-kaca pecah itu. Namun sekian detik kemudian, Namjoon mendapatkan idenya. Ia berlari mengambil alat kebersihan dan kembali lagi ke ruangan itu.
"Tenanglah hyung, aku akan mendekatimu dan membawamu keluar" ucap Namjoon pada Hoseok yang masih menangis histeris.
Dengan perlahan-lahan, Namjoon membuat jalan diantara serpihan-serpihan itu, ia menyapu semua serpihan dan mengumpulkannya dipojok dinding sampai ia berhasil mencapai tempat Hoseok.
Dan Namjoon pun berhasil mendekatinya. "Hyung, aku akan membawamu keluar" ucap Namjoon lalu mengangkat Hoseok dan menuntunnya keluar kamar. Namjoon membawa Hoseok ke kamarnya dan membaringkan Hoseok ke tempat tidur lalu menyelimuti tubuh hyungnya tersebut.
"Aku harus mencari yang lain lagi" gumam Namjoon. Ia kembali berlari dan mencari saudaranya yang lain.
Namjoon sampai di dapur, tapi ia tak melihat siapapun disana. Ia lalu berlari ke belakang rumah dan mendapati Taehyung yang meringkuk dipinggir kolam.
"Taehyung-ah!!" teriak Namjoon sambil berlari menghampiri Taehyung lalu menggendongnya masuk ke dalam.
Namjoon membaringkan Taehyung diatas sofa lalu pergi mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Taehyung. Namjoon kembali berjalan mengelilingi setiap sudut rumah. "JUNGKOOK-AA... JUNGKOOK-AA..." teriak Namjoon memanggil-manggil nama Jungkook. Namjoon kemudian berlari lagi setelah menemukan Jungkook yang terbaring kaku diatas kursi panjang besi. Ia sampai disamping Jungkook dan mengguncang tubuh adiknya.
"Jungkook... Jungkook bangun..."
Hanya terdengar suara erangan dari mulut Jungkook yang bergetar. Namjoon kembali menggendong adiknya masuk kedalam rumah dan melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan pada Taehyung.
"Hanya Jin hyung dan Yoongi hyung saja yang belum aku temukan. Sekarang dimana mereka? Aish, aku telfon saja mereka berdua" Namjoon mengambil ponselnya dan menekan sebuah nama yang tertera di kontak nomornya. Ia berulangkali menelepon Seokjin, tapi tak ada satupun jawaban.
"Mungkin mereka ada diluar, aku harus mencarinya keluar" monolog Namjoon dalam batinnya. Ia segera mengambil kunci mobil lalu pergi ke garasi dan menaiki mobilnya.
Ia terus berkendara didalam lebatnya hujan dan angin kencang yang menerpa jalanan yang sedang dilaluinya. Namjoon sedikit kesusahan, apalagi ia hampir tak bisa melihat jalan. Namun seketika, Namjoon melihat sesosok pria tengah berjalan di trotoar. Ia berpendapat jika itu adalah salah satu hyungnya. Namjoon menghentikan mobilnya lalu keluar sambil membawa payung dan menghampiri pria itu.
"Yoongi hyung!?" Namjoon pun segera membawa Yoongi masuk ke dalam mobil. Lalu Namjoon melajukan kembali mobilnya. Ia pantang pulang sebelum menemukan satu saudaranya lagi.
Tak lama mobilnya pun melintasi jalanan dipinggir sungai Han, matanya terus mencari disekitar tempat yang ia lewati untuk menemukan Seokjin. Lalu sekian detik kemudian ia melihat seorang pria lagi yang berdiri di pinggir sungai sambil menundukkan kepalanya. Namjoon mulai menghentikan kembali mobilnya yang agak jauh dari tempat pria itu berdiri. Namjoon keluar sambil membawa payung dan berlari menghampiri pria itu.
Hujan masih turun dengan lebat, angin berhembus semakin kencang. Membuat Namjoon kesulitan mendekati orang itu. Ia melangkah dengan cepat namun ditengah perjalanan, kakinya mulai bergetar dan tak sanggup lagi untuk berlari. Namjoon membungkuk lalu berlutut di tanah, ia benar-benar kelelahan, nafasnya berhembus tak beraturan membuat dadanya sesak dan sulit untuk bernafas. Tangannya melemah dan menjatuhkan payung yang sedari tadi ia genggam erat, lalu payung itu terbang terbawa angin dan Namjoon basah terkena air hujan. Ia tak menyerah, ia berusaha kembali berdiri dan mendekati pria yang masih tegak berdiri itu. Meskipun Namjoon sudah terlihat letih tapi semangatnya untuk mencapai pria itu takkan bisa menghentikan rasa lelah dalam dirinya.
Akhirnya, Namjoon sampai ditempat pria itu berdiri. Dugaannya memang benar, itu adalah Seokjin yang dari tadi ia cari. Ikatan batinnya takkan terlepas oleh hyung tertuanya itu. Ia memeluk Seokjin dan menangis mendekap tubuh kaku hyungnya. Ia tak menyangka jika keluarganya akan semenderita ini. Saling terpecah dalam pikirannya masing-masing. Namjoon melepaskan pelukannya dan membawa Seokjin kedalam mobil. Ia mendudukkan hyungnya di kursi depan sebelah kursi pengemudi, sementara Yoongi berada di kursi belakang. Lalu Namjoon kembali menancap gas mobilnya dan melaju pulang ke rumah.
Sesampainya dirumah, satu persatu Namjoon membawa masuk kedua hyungnya tersebut dan membaringkan mereka di sofa bersama Taehyung dan Jungkook. Namjoon naik ke kamarnya dan mengambil dua buah selimut lalu menyelimuti kedua tubuh hyungnya yang kedinginan. Namjoon juga menyiapkan empat buah ember kecil berisi air hangat dan menaruhkan telapak kaki keempat saudaranya kedalam air hangat itu. Kemudian tubuhnya ambruk di sofa ditengah-tengah keempat saudaranya. Namjoon benar-benar kelelahan, memegangi dadanya yang terasa sangat sesak hingga nafasnya terdengar serak. Ia menatap keempat saudaranya di kanan dan kiri, lalu kembali menangis melihat mereka.
"Hiks... hiks... Kenapa kita jadi seperti ini...? Aku tak menginginkan hal ini terjadi... Kita terpisah satu sama lain, berpencar dari satu titik ke titik lain. Kita bagaikan sebuah kumpulan hewan yang hidup berkelompok, jika kita bersama maka kita akan kuat. Kita sama-sama saling menguatkan. Tapi jika kita terpisah, maka kita akan hancur... Aku tidak mau seperti ini lagi, ini terlalu menyiksaku bahkan kalian pun juga sama... Tolong jangan seperti ini... Aku sangat menyayangi kalian semua... Jangan berpisah seperti ini lagi... Hiks... hiks..."
Namjoon menangis, lalu memeluk Seokjin yang ada disebelahnya. Ia menangis tersedu-sedu, mendekap tubuh dingin hyungnya yang kini semakin bergetar. Ketiga saudaranya yang lain hanya menatap Namjoon dengan kesedihan mereka masing-masing. Lalu tak lama kemudian, Hoseok dan Jimin datang dari tangga dan duduk bersama mereka. Jimin yang berada disebelah Taehyung, dan Hoseok yang berada disebelah Yoongi. Mereka saling menatap satu sama lain, lalu terlihatlah beberapa cairan bening yang perlahan mulai turun dan membasahi pipi mereka. Ketujuhnya kini sama-sama menangis dan mendekap satu sama lain, melontarkan semua kesedihan mendalam dan air mata yang selama ini mereka pendam.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote💜 Borahae💜