
*Di rumah sakit..
Diruangan Saerin*..
Saerin masih menggenggam tangan Junho yang duduk disampingnya, dan ia belum melepaskan genggamannya dari tangan Junho. Tangan Junho juga perlahan menggenggam tangan Saerin, mereka masih saling berpandangan. Tak lama kemudian, ada suara ketukan dari pintu, dan Kai pun masuk dengan membawa tas kecil berisi baju-bajunya. Saerin langsung melepaskan genggamannya saat menoleh pada pintu.
"Saerin, kau sudah bangun? ah, gomawo karna kau telah menemani Saerin sebentar" kata Kai.
"Eoh ini, aku membawakan makanan untuk kalian" kata Kai sambil memegang kantong plastik berisikan makanan yang ia beli saat pergi ke rumah sakit.
"Apa kau baik-baik saja Saerin-ah?" tanya Kai yang mendekat ke ranjang Saerin.
"Nee, aku baik-baik saja" kata Saerin dengan tersenyum.
"Baiklah, makanlah ini. Dan kau juga, ohya aku belum tau namamu, siapa namamu?" tanya Kai pada Junho.
"Namaku Jung Junho"
"Aku Hueningkai" kata Kai dengan tersenyum.
"Nee, bolehkah aku memanggilmu hyung?"
"Tentu saja" Kai tersenyum lagi.
"Baiklah" Junho juga ikut tersenyum.
Merekapun memakan makanan yang dibeli Kai tadi.
Skip
Keesokan harinya..
Bangtan POV
Seperti biasa Jin akan menyiapkan sarapan untuk adik-adiknya karna mereka akan pergi berkantor hari ini.
"SARAPAN SUDAH SIAP!!" teriak Jin dari dapur yang sontak membuat Jimin terjatuh dari tempat tidur nya karna teriakan Jin yang sangat memekakkan telinga.
"Aisshh Jin hyung. Kenapa dia berteriak kencang sekali? telingaku kan jadi pengang. Aku juga sampai terjatuh dari kasur, aissh ada-ada saja" gerutu Jimin. Ia pun berdiri dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
skip
Di dapur, semuanya sudah terlihat rapi dan segar, mereka semua sudah siap untuk pergi ke kantor.
"Dimana Jimin?" tanya Jin.
"Mungkin dia masih tidur hyung" jawab Jungkook sembari melahap sarapannya.
"Aish anak itu, aku akan membangunkannya" belum sempat Jin ingin pergi ke atas, Jimin sudah datang dengan pakaian rapinya yang berjalan menuju meja makan.
"Eoh Jimin-ah, kau sudah siap ternyata. Aku baru saja ingin membangunkanmu" kata Jin yang duduk kembali.
Jimin pun duduk di sebelah Taehyung.
"Tidak perlu hyung, teriakanmu tadi saja sudah membuatku terbangun" kata Jimin dengan sedikit datar.
"Yasudah, cepatlah habiskan sarapan kalian. Lalu kita pergi ke kantor" kata Jin.
"Apa hari ini tidak ada kabar dari Saerin?" tanya Jimin sambil melahap roti.
"Nee, apa belum ada kabar dari Saerin?" ulang Namjoon.
"Benar, dia belum mengabari kita kemarin? aku sangat merindukan gadis kecilku itu, apakah dia baik-baik saja?" kata Hoseok.
"Entahlah hyung, dia juga belum mengabariku" kata Jungkook.
"Owh aku sangat merindukan Saerin" kata Taehyung.
"Inikan masih pagi, Saerin pasti belum bangun. Kita tunggu saja nanti" kata Jin yang menenangkan hati adik-adiknya yang cemas karna merindukan Saerin, adik bungsu mereka.
"Hyung, apa jadwal kita masih padat?" tanya Taehyung yang menoleh menatap Jin.
"Nee, tugas kita masih sangat banyak. Bahkan kemarin ada beberapa perusahaan yang ingin bekerja sama dengan kita dan akan membeli tanah perkebunan dari perusahaan kita. Kita harus bekerja keras hari ini, siang nanti akan ada rapat bersama dengan klien. Jadi aku harap kalian semua bekerja dengan baik hari ini, kita harus mengembalikan saham perusahaan yang sudah berkurang lama. Aku harap kalian mengerti" jelas Jin yang bernada serius.
__ADS_1
"Baiklah hyung, kita akan berusaha bekerja dengan keras" kata Namjoon dengan bersemangat.
"Nee!" ucap yang lainnya dengan serempak.
"Baiklah, cepat habiskan sarapannya" kata Jin.
Skip
Selesai menghabiskan sarapannya, merekapun segera menaiki mobil dan melaju menuju kantor. Setelah itu, mereka menuju ruangannya masing-masing.
Disisi lain, Rose, Jennie, Jisoo dan Lisa sudah berada di kantor. Mereka juga sedang mengerjakan tugas mereka masing-masing.
Tiba-tiba, Lisa berdiri dari kursinya dan beranjak pergi.
"Lisa, mau kemana kau?" tanya Jennie yang menoleh padanya.
"Aku ingin pergi ke toilet sebentar" jawab Lisa yang langkahnya terhenti oleh Jennie.
"Ooh baiklah".
Dan Lisa segera pergi ke toilet.
skip
Selesai dari toilet, iapun kembali ke tempat kerjanya. Tapi belum sempat ia berjalan menuju tempatnya, dirinya tak sengaja berpapasan dengan Jungkook di lorong ruangan. Saat ia ingin mengambil arah kiri, secara tak sengaja Jungkook mengambil arah kanan yang membuatnya menahan langkah Lisa. Begitu pula sebaliknya, membuat Lisa kesal dengan kejadian itu.
"Iiihhh, ada apa denganmu?! kenapa kau mengikutiku hah?!" kesal Lisa yang merasa tidak diberi jalan oleh Jungkook.
"Seharusnya aku yang mengatakan itu padamu, kau yang mengikutiku" kata Jungkook juga dengan sedikit kesal.
"Kau yang menahanku!" bentak Lisa.
"Aku hanya ingin lewat saja, kenapa kau mengikutiku?!" ucap Jungkook yang tak kalah membentaknya.
"Justru itu, aku juga ingin melewatimu kenapa kau yang malah mengikutiku!"
"Kenapa kau yang marah, kalau mau lewat ya silahkan saja. Kenapa juga kau harus mengikuti arahku pergi?!" kata Jungkook.
"Siapa juga yang mau berdebat denganmu, dasar gadis aneh. Kau hanya bisa memarahi orang saja" kata Jungkook dengan melipat tangannya di dada.
"Apa kau bilang?! a-aku gadis aneh?" kata Lisa sambil menunjuk dirinya.
"Benar, pertama kali aku bertemu denganmu, kau tak sengaja menabrakku kan? seharusnya akulah yang marah, kenapa jadi kau yang memarahiku. Padahal kan kau yang salah karna tak melihat ke depan, maka dari itulah kau menabrakku" kata Jungkook yang kesal pada Lisa.
"Hey, kau yang harusnya sadar. Kalau berjalan itu jangan bermain ponsel, karna itulah kau menabrakku. Dasar tak tau diri, pria aneh" kata Lisa yang tak kalah kesalnya juga.
"Kau menyebutku aneh? kau sendiri juga aneh. Kau hanya bisa menyalahkan orang lain" kata Jungkook.
"Justru kaulah yang aneh. Heh, kau membuat moodku jadi kacau. Kemarin kau, sekarang juga kau. Apa kau terus mengikutiku? kenapa kita selalu bertemu, aku tak suka denganmu" ketus Lisa.
"Hey, yang ada juga kau yang mengikutiku. Aku juga tak mau bertemu denganmu, tapi kaulah yang selalu ingin menemuiku"
"Mwo? kau bilang aku yang selalu ingin menemuimu? jangan terlalu percaya diri, siapa juga yang ingin menemuimu, dasar pria aneh" kata Lisa.
"Gadis aneh!"
"Pria aneh!"
"GADIS ANEH!"
"PRIA ANEH!"
"Assh sudahlah, waktuku terbuang sia-sia karnamu" ketus Jungkook yang pergi berlalu melewati Lisa.
"Hey yang ada kaulah yang membuang waktuku hanya karna berdebat denganmu!!" teriak Lisa pada Jungkook yang berjalan menjauh.
"Iisshh dasar pria aneh!" Lisa pun kembali berjalan menuju tempat kerjanya dengan wajah yang sedikit kesal.
Sampai disana, dengan kesal Lisa menggebrak meja kerjanya dan duduk di kursi. Membuat ketiga sahabatnya itu terkejut.
"Lalisa, ada apa dengan dirimu? kau membuat kami kaget saja!" kata Jisoo dengan sedikit kesal menatap Lisa.
"Iihh, lagi-lagi aku bertemu dengan pria aneh sialan itu!" kata Lisa yang masih kesal.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" tanya Jennie.
"Aku baru saja keluar dari ruangan toilet, tapi aku tak sengaja berpapasan dengannya, saat aku ingin mengambil arah kiri dia malah mengikutiku, begitu juga sebaliknya. Dia memang pria aneh" kata Lisa yang menyilangkan tangannya di dada dengan kesal.
"Aku kan hanya ingin melewatinya saja, kenapa dia mengikutiku juga?!" sambungnya.
"Itu berarti kau berjodoh dengannya" kata Rose.
"Apa kau bilang?! JODOH?!! aku tidak akan mau berjodoh dengannya"
"Dari ceritamu itu, kau dan dia memang serasi buktinya dari pemikiran kalian. Kalian berdua memang satu hati dan satu pemikiran" kata Rose.
"Itu tidak mungkin, dialah yang mengikutiku terus. Dia mengikuti apa yang ku lakukan"
"Tapi-"
"Lupakan sajalah!" kata Lisa yang memotong ucapan Rose. Ia kembali mengerjakan tugasnya walau rasa kesalnya masih belum mereda.
Skip Siang..
Jin dan adik-adiknya melakukan rapat dengan klien mereka. Setelah menghabiskan waktu dua jam, mereka pun akhirnya menyelesaikan rapat mereka.
"Senang bisa bekerja sama dengan Anda tuan" kata si kliennya itu yang menjabat tangan Jin.
"Nee, senang juga bisa bekerja sama dengan Anda" kata Jin yang membalas jabatannya.
"Baiklah, kalau begitu kita pamit pergi, selamat siang"
"Nee, selamat siang" kata Jin sambil membungkuk pelan.
"Baiklah semuanya, kita kembali ke ruangan masing-masing" kata Jin pada yang lain.
"Nee".
Siang itu, Rose sedang berjalan di koridor kantor sambil memegangi sebuah berkas di tangannya.
Jimin yang kala itu, baru keluar dari ruang rapatnya karna yang lain sudah pergi ke tempat mereka masing-masing dan hanya dialah yang tersisa.
Saat keluar dari ruangan dan menutup pintunya, ia membalikkan badannya dan secara tak sengaja dirinya tertabrak oleh seseorang yang membuat orang itu hampir jatuh. Tapi dengan cekatan, Jimin berhasil menangkap orang itu. Rose tak sengaja menabrak Jimin karna dia terus saja menunduk saat berjalan jadi ia tak mengetahui jika Jimin berada di depannya. Mereka masih saling terdiam dengan posisi yang masih sama. Mata mereka berdua saling berpandangan, membuat pipi Rose sedikit memerah.
Jimin tersadar dari lamunannya, iapun segera melepaskan pegangannya pada tubuh Rose. Sontak, Rose terkejut dan ia terjatuh ke lantai karna pergerakan Jimin yang tiba-tiba.
Jimin juga kaget melihat Rose yang terjatuh.
"Eoh mianhae, aku tidak sengaja. Apa kau baik-baik saja?"
"Ahh aku tidak apa-apa"
Jimin mengulurkan tangannya pada Rose, dan dibalas juga oleh Rose. Ia dibantu berdiri oleh Jimin.
"Mianhae"
"Gwenchana, lagipula aku yang seharusnya minta maaf. Aku yang tak sengaja menabrakmu, mianhae" kata Rose.
"Baiklah gwenchana, aku memaafkanmu" kata Jimin dengan tersenyum. "Apa kau benar tidak apa-apa?" tanyanya lagi.
"Nee, aku baik-baik saja" kata Rose.
"Oh baiklah, aku akan pergi" kata Jimin yang sedikit canggung.
"Nee"
Jimin berlalu pergi melewati Rose, dan Rose hanya menatap punggung Jimin yang pergi menjauh.
"Ouwh tampan sekali, siapa pria itu?" batin Rose dengan tersenyum menatapi punggung Jimin.
Nantikan kelanjutan ceritanya..
Jangan lupa like, komen dan vote juga ya, author seneng banget kalo para readers banyak yang baca cerita ini, tapi author lebih seneng lagi kalau kalian ngelike cerita novel ini. Agar author bisa semangat buat next episodenya lagi. Oke 👌
Borahae 💜
__ADS_1