
Skip, keesokan harinya...
Jungkook pergi mengantar yeoja itu (Irene) pulang ke rumahnya sesuai alamat yang sudah diberitahukan.
Skip
Sampai di sebuah rumah kos. Jungkook segera menghentikan mobilnya di depan rumah itu. Lalu ia dan Irene bersama-sama turun dari mobil. Jungkook mendekati Irene di depan gerbang rumah tersebut.
"Gomawo, sudah mengantarku" ucap Irene dengan suara yang berbeda.
"Cheonmaneyo" Jungkook tersenyum pada Irene. "Ini, nomor teleponku. Jika orang itu datang lagi padamu, hubungi saja aku untuk meminta bantuan. Maka aku akan siap membantumu" ucap Jungkook yang memberikan sebuah kertas kecil yang bertuliskan nomor telponnya itu kepada Irene.
"Gomawo, aku akan menyimpannya di kontak ponselku" ucap Irene dengan mengambil kertas itu.
"Yasudah, aku harus pulang sekarang. Semoga kita bisa bertemu kembali di kantor" ucap Jungkook yang masih tersenyum pada Irene.
"Nee" Irene juga membalas senyuman Jungkook, tentunya dengan senyum palsu.
Jungkook membungkuk sekilas lalu masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan tempat itu.
"Aku tidak menyangka dia akan memberikan nomor ponselnya padaku. Setelah setahun yang lalu aku kehilangan nomor ponselnya, akhirnya sekarang aku mendapatkannya kembali" ucap Irene yang menyungging senyum.
"Hemm... mungkin ini bisa sedikit bermanfaat untukku. Walaupun aku sudah tidak membutuhkannya lagi. Tapi tidak apa-apa lah, mungkin aku bisa saja memanfaatkan nomor ini. Heheheh"
Setelah itu, Irene pun masuk ke dalam rumahnya.
Skip
Dikantor/disisi lain...
Tampak seorang pria sedang menunggu seseorang lainnya di halaman belakang kantor. Ia berdiri sambil menyenderkan badannya di sudut tembok.
Lalu beberapa saat kemudian, seorang yeoja datang dengan memakai maskernya dan mendekati pria itu.
"Kau yakin disini tidak ada orang yang tau keberadaan kita?" tanya yeoja itu dengan suara aslinya.
"Nee, aku sangat yakin. Lalu, mana janjimu? Aku sudah menunggu dari tadi" ucap pria itu dengan mengulurkan tangan kanannya dengan tak sabar meminta sesuatu dari yeoja itu.
"Ish, sabar sebentar" ucap si yeoja dengan kesal. Ia terlihat mengambil sebuah amplop dari dalam tas yang ia bawa.
"Ini dia, upahmu" ucap yeoja itu memberikan amplop kepada pria tersebut.
Pria itu mulai membuka amplopnya dan menarik beberapa lembar uang dari situ. Setelah puas melihat jumlah uang yang ada di dalam amplop itu, ia pun tersenyum puas dan segera menaruh amplop itu di dalam saku jaketnya.
"Sudah, sekarang pergilah sebelum ada orang yang melihat kita" ucap yeoja itu.
"Nee"
Lalu pria itu pun pergi meninggalkan si yeoja yang masih berdiri disana.
"Akhirnya, rencanaku kali ini berhasil" ucap yeoja itu lagi sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
Flashback on
__ADS_1
Sebelum rencananya itu dimulai, Irene sudah bersepakat pada salah satu karyawan pria disana untuk membuat adegan dimana ia akan dilecehkan oleh pria itu. Tapi, pria itu meminta bayaran untuk kesepakatannya pada Irene. Dan itu pun secara cepat disepakati oleh Irene karna waktunya yang sudah sangat singkat untuk melakukannya. Lalu disaat Jungkook baru keluar dari toilet dan berjalan di koridor menuju pintu keluar. Mereka kemudian mulai melakukan aksinya hingga mereka selesai dan pria itu lari pergi.
Flashback of
Irene tersenyum lalu mulai melangkah pergi meninggalkan halaman belakang kantor.
Skip
Jam makan siang pukul 13.00 kst.
Semuanya sedang menikmati makan siang mereka di kantin, termasuk dengan Irene yang seperti biasa duduk sendirian disana. Saat itu, Jungkook yang baru saja ke kantin dan sedang menunggu pesanannya dibuat. Tanpa sengaja melihat sosok yang ia kenali di salah satu meja dalam beberapa meja lain di kantin itu. Setelah ia mendapatkan pesanannya, Jungkook segera pergi dan mendekati meja yang sedari tadi ia lirik. Ia pun duduk berhadapan dengan seorang yeoja di meja itu, tanpa sepengetahuan dari sang yeoja tentang keberadaan dirinya karna sedang sibuk bermain dengan ponsel yang sedari tadi dia genggam.
"Annyeonghaseyo" sapa Jungkook dengan tiba-tiba, membuat Irene kaget hingga hampir menjatuhkan ponsel itu dari tangannya.
"Haisshh... untung saja" Irene menghela napas lega karna ponsel itu tak jatuh kebawah.
"Eoh? Apa aku mengejutkanmu? Kalau begitu aku minta maaf" ucap Jungkook sambil menatap Irene.
"Ah gwenchana, aku hanya kaget sedikit saja" ucap Irene dengan tersenyum kecil. "Ohya, bagaimana kau ada disini?" tanya Irene.
"Ooh, aku hanya tak sengaja melihatmu ada disini. Jadi aku mendekatimu saja dan ikut duduk disini" jawab Jungkook.
"Oohh"
"Ngomong-ngomong, kita belum saling berkenalan bukan? Baiklah, aku akan perkenalkan namaku padamu. Namaku Jeon Jungkook, kau bisa memanggilku Jungkook. Dan kau?"
"Eoh? ee..." Irene berpikir sebentar dan mengingat kembali nama samarannya. "A-aku Kim Jong-eun, panggil saja aku ee... Jong-eun" ucap Irene dengan gugup sembari salah tingkah.
"Ya ampun, ada apa dengannya? Aku rasa dia tidak pernah akrab secepat itu jika baru kenal dengan seorang yeoja. Tapi kenapa sekarang berbeda? Apa dia terpesona oleh penampilanku ini? Sampai sikapnya berbeda seperti itu? Aisshh membingungkan sekali orang ini " ucap Irene dalam batinnya. "Tapi aku harus berhati-hati, mungkin saja dia sudah tau aku ini siapa " lanjutnya lagi masih berbicara dalam batin.
"Hey, Jong-eun? Kenapa kau melamun?" tanya Jungkook tiba-tiba. Membuat Irene kaget dan tersadar dari lamunannya.
"Oh, e... a-aku tidak apa-apa"
"Gwenchana, santai saja. Tidak usah gugup seperti itu"
"Nee"
Merekapun kembali mengobrol bersama. Entah kenapa Jungkook bisa lebih cepat akrab dengan Jong-eun alias Irene ini. Irene juga nampak sangat bingung dengan perbedaan sikap Jungkook. Tapi di dalam batinnya, Irene sangat senang karna ia tak harus bersusah payah melakukan hal-hal aneh untuk membuat Jungkook kembali dekat padanya. Tanpa ia harus melakukan lebih, Jungkook sudah dengan sendirinya mendekati Irene.
Disisi lain...
Lisa dan ketiga sahabatnya itu juga sedang menikmati makan siang mereka di kantin. Ketika Lisa mengalihkan pandangannya pada sekeliling ruangan kantin, ia pun tak sengaja memberhentikan arah pandangnya pada sesuatu yang membuat ia penasaran dengan apa yang ia lihat itu.
"Sepertinya pria itu mirip dengan Tuan muda Jungkook. Apa itu memang benar dia? Lalu, siapa yeoja dihadapannya itu? Apakah itu kekasihnya? Haish... ada apa denganku? Ani, ani, ada apa denganmu ini Lisa? Jika memang dia sudah punya kekasih. Untuk apa kau pikirkan? Lagipula itukan bukan urusanmu, dan kau juga tidak punya hak untuk mengetahui urusan orang lain " batin Lisa.
Ia kembali menikmati makan siangnya lagi, walau sebenarnya Lisa masih penasaran dengan kejadian itu.
~*~
.
__ADS_1
.
.
.
.
Hari-hari berlalu begitu cepat. Usaha Irene untuk mendekati Jungkook kembali lama-kelamaan berhasil dengan cepat. Jungkook mulai terpana dengan penampilan yeoja itu yang membuatnya nyaman, tanpa ia sangka jika itu hanyalah tipuan dari seorang mantan kekasihnya yang sangat ia benci.
#
3 bulan kemudian...
Tiga bulan berlalu dengan tak terasa begitu saja. Perusahaan ketujuh namja itu sedikit demi sedikit kembali normal dan berkembang pesat dengan sangat baik. Semua karna hasil kerja keras mereka siang dan malam untuk mengerjakannya. Tetapi secara tak disengaja, Seokjin lupa jika sebuah berkas yang sangat penting bagi perusahaannya itu kini telah hilang dan digantikan dengan yang palsu oleh seseorang. (Author ralat sedikit ya, atau maksudnya ditambahin gitu. Kalo yang mau tau silahkan baca kembali eps sebelumnya bagi yg sudah membaca itu, jika baru baca lanjut aja). Dan Seokjin sama sekali tidak mengetahuinya karna ia tak pernah mengecek ulang lagi berkas itu. Ia sudah sangat yakin jika berkas itu masih tersimpan aman di dalam ruang kerjanya di rumah. Mereka sungguh sangat lengah dengan kejadian tiga bulan yang lalu saat seorang yeoja tak sengaja harus menginap semalam dirumahnya dan mengambil sesuatu yang paling penting bagi Seokjin untuk pekerjaannya sekarang, tanpa dicurigai maupun diketahui oleh sang pemilik rumah tersebut.
(Haduh, kenapa mereka bodoh sekali...? Eits ini hanyalah watak tokoh cerita saja ya guys, bukan berarti ini adalah sifat asli mereka yang namanya author ambil untuk pembuatan novel ini)
Lalu, bagaimana dengan rencana selanjutnya dari Irene dan Seo-joon yang sedari tadi hanya dibuat iming-iming belaka saja dari author? Dan kenapa bisa di episode sebelumnya cerita ini dipercepat begitu saja lalu tiba-tiba sang tokoh pendukung yang dekat dengan tokoh utama itu jadi membencinya yang tidak lain adalah adik kandung mereka sendiri? Lalu, ada masalah terbesar apa yang terjadi dari peristiwa tersebut hingga author merahasiakannya sampai episode ini?
Yuk simak cerita selengkapnya di................
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Episode selanjutnya...
Mau tau kelanjutan kisah ini? Tetap tunggu terus ya, jangan lupa di kasih love nya (difavoritkan) supaya kalian tidak ketinggalan cerita ini. Dan kasih dukungan kalian juga untuk novel ini ya. Dengan cara Like, Comment and Vote. Ini author udah berusaha keras buat ceritanya loh, masa gak ada yg mau dukung author sih??? Kalo gitu author tunggu like dan komen dari kalian ya 🤗😊
BORAHAE 💜💜💜
Author minta maaf kalo cerita ini gak nyambung atau gak jelas 🙏🙏🙏
Ok, sampai disitu saja dulu
Stay tuned terus ya guys 🤗😊👌
__ADS_1