
play..
Sampai dirumah, Jungkook segera menurunkan semua barang-barang dari bagasi mobil. Satu kardus besar berisi pot bunga, satu kardus kecil berisi benih bunga. Dan dua buah karung pupuk. Saerin juga ikut membantu Jungkook.
"Oppa, semuanya di simpan di dalam gudang saja dulu!" perintah Saerin yang sama-sama membawa barang itu masuk. Mereka masuk dari samping rumah. Setelah sampai di gudang, Jungkook langsung memasukkan semua yang ia bawa itu ke dalam dan menaruhnya dengan rapi diantara barang-barang yang lain.
"Sudah! gomawo oppa, karna kau sudah menepati janjimu. Mian kalau aku membelinya terlalu banyak, pasti uang mu terkuras karna aku" kata Saerin.
"Gwenchana Saerin-ah. Kau adalah adikku, dan itu sudah menjadi kewajiban ku untuk menuruti keinginanmu. Kau tidak perlu khawatir, lagipula uang ku kan masih banyak. Jadi tenang saja" kata Jungkook yang tersenyum pada Saerin.
"Nee, khamsambnida oppa"
"Nee, kajja kita masuk!" ajak Jungkook. Ia keluar diikuti Saerin, yang masuk dari pintu belakang. Mereka bertemu yang lain di ruang tengah.
"Jungkook, Saerin. Kenapa kalian masuk dari pintu belakang?" tanya Hoseok yang menoleh melihat mereka.
"Kau lupa apa yang aku katakan semalam hyung? aku kan berjanji membelikan Saerin bunga, mengganti bunga kesayangannya. Dan aku sudah membelinya, kita masuk lewat dari samping rumah ke gudang belakang" jelas Jungkook yang berjalan ke sofa dan merebahkan dirinya. Sementara Saerin naik ke kamarnya, untuk mengganti baju. Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Saerin turun dan ikut bergabung.
"Saerin, apa kau sudah makan?" tanya Jin.
"Nee oppa, Jungkook oppa mengajakku makan setelah kami membeli bunga di toko" kata Saerin. Jin hanya mengangguk pelan. Saerin bermain bersama Yeontan, ia mengelus lembut bulunya yang lebat. Dan Yeontan hanya menggonggong kecil menikmati setiap usapan lembut dari Saerin. Melihat Saerin dan Yeontan sangat akrab, Taehyung yang duduk disamping mereka pun mengabadikan moment antara majikan dan anjing peliharaannya itu dengan memotret mereka dengan ponsel genggamnya.
"Haha, indah sekali. Ini akan menjadi wallpaper ponselku" kata Taehyung dengan tertawa kecil melihat betapa lucunya foto itu.
"Benarkah? aku ingin melihatnya oppa" kata Saerin yang penasaran. Taehyung menunjukkan fotonya kepada Saerin.
"Waah.. benar, itu sangat lucu. Benarkan Yeontan?" kata Saerin sambil mengelus Yeontan kembali. Dan sekali lagi, Yeontan hanya menggonggong kecil menyetujuinya. Yang lain juga penasaran, dan Taehyung memberikan ponselnya untuk mereka lihat foto itu. Dan yang lain pun ikut tertawa melihat kelucuan fotonya.
Skip
Malam..
Setelah makan malam, mereka semua kembali duduk di sofa. Saat Jin duduk, ia tidak melihat Saerin di ruang tengah.
"Hoseok, dimana Saerin, Taehyung, Jungkook dan juga Jimin? tidak biasanya mereka tidak disini?" tanya Jin kebingungan sambil menoleh kesana kemari.
"Oh, mereka ada di kamar Taehyung, mungkin sedang bermain lagi" kata Hoseok tanpa menatap Jin.
"Owh, aishh.. mereka berempat itu.." kata Jin sambil menggeleng pelan.
Di kamar Taehyung..
"Aahh.. ani!! aku kalah lagi.." kata Jimin dengan merebahkan dirinya dilantai, karna kalah bermain dengan ketiga adiknya.
"Yaay.. aku menang! aku peringkat pertama dari kalian bertiga, hahaha" kata Taehyung dengan tertawa lepas.
"Ah.. kau curang hyung!" teriak Jungkook.
"Itu karna kau tidak ahli, lihatlah kau dikalahkan oleh Saerin yang mendapat peringkat kedua dalam game. Nee Saerin?" kata Taehyung yang menjulurkan tangannya ke atas. Saerin langsung menyatukan telapak tangannya pada Taehyung, seperti melakukan tos.
"Gwenchana Jungkook, kau bersamaku" kata Jimin yang bangun dan merangkul Jungkook.
"Aku bukan seperti mu yang kalah dalam setiap permainan hyung" kata Jungkook dengan wajah yang cemberut.
"Yak.. kau meremehkan ku!" kata Jimin yang sama marahnya.
"Sudahlah hyung, kalau kau tidak bisa bermain, jangan bermain" kata Jungkook.
"Kau menantang ku Jungkook?!" kata Jimin yang meletakkan kedua tangannya di pinggang.
"Nee"
"Baiklah, mari kita bermain lagi. Kali ini satu lawan satu" kata Jimin dengan wajah yang berhadap-hadapan dengan Jungkook dalam ekspresi yang sama.
"Ok, aku terima tantanganmu!" kata Jungkook menyanggupinya.
__ADS_1
"Sebaiknya kita mundur saja Saerin" kata Taehyung yang sedikit gemetar melihat perdebatan Jimin dan Jungkook.
"Nee oppa" kata Saerin dengan mengangguk pelan. Mereka mundur beberapa langkah ke belakang. Dan melihat pertarungan keduanya dari kejauhan.
Diruang tengah..
"Sepertinya aku mendengar suara Jimin tadi" kata Jin.
"Dia pasti kalah bermain game lagi" kata Namjoon menoleh ke arah Jin yang berada di sampingnya.
Tiba-tiba ponsel Jin berdering. Jin langsung mengangkatnya.
"Yeoboseyo"
"...."
"Nee. Baiklah"
"...."
"Hmm.. okay, kita akan kesana" kata Jin di dalam telepon. Lalu dia menutup panggilannya.
"Waeyo hyung?" tanya Namjoon.
"Perusahaan di Busan sedang mengalami kesusahan, saham perusahaan menurun. Dan kita harus kesana lagi, untuk membantu yang lain meningkatkan saham perusahaan kembali. Dan pastinya pekerjaan kita sudah sangat menumpuk disana. Kita harus segera kesana Namjoon-ah, jika tidak perusahaan appa bisa bangkrut" kata Jin yang berubah menjadi cemas.
"Nee, tapi bagaimana dengan Saerin. Kita tidak bisa meninggalkan dia untuk yang kedua kalinya lagi kan?" kata Namjoon.
"Nee, tapi jika kita membawanya.. ah.. kau taulah Namjoon-ah" kata Jin dengan menghela napas kecewa.
"Tapi bagaimana dengan Saerin. Kasihan dia jika kita meninggalkannya lagi" kata Namjoon.
"Hey, kan ada Hueningkai!" kata Hoseok yang terkejut sendiri, mengingat Kai yang dekat dengan Saerin.
"Yaa.. aku baru ingat, kan ada Hueningkai yang bisa menjaga Saerin" kata Namjoon pada Jin.
"Bukankah Kai pernah mengatakannya pada kita semua hyung? saat dia menemukan Saerin dan merawat Saerin saat sakit? bukankah itu perwujudan dari seberapa baiknya dia menjaga Saerin. Aku rasa kita bisa mempercayainya" kata Hoseok.
"Nee, tapi bagaimana dengan perut Saerin? aku tidak suka jika ia makan makanan yang tidak sehat dan tidak teratur. Aku kan yang selalu menjaga pola makannya. Bagaimana jika ia tidak bisa mengontrol apa yang ia makan. Aku khawatir dengan itu" kata Jin.
"Tenanglah hyung, dia pasti akan baik-baik saja. Aku yakin itu, ia pasti bisa. Kan ada Hueningkai yang menjaganya" kata Namjoon yang mengusap lembut punggung Jin.
"Bagaimana jika kita mendatangkan beberapa pembantu saja di sini, dan menyuruhnya untuk memasak makanan yang sehat untuk Saerin dan juga merawat rumah ini selama kita pergi" kata Hoseok.
"Nee, aku setuju dengan pendapatmu hyung" kata Namjoon antusias.
"Tapi..." Jin sangat cemas, walaupun sudah mendengar pendapat Hoseok yang bisa diandalkan.
"Hyung" kata Hoseok sambil menyentuh bahu Jin untuk menenangkannya agar tidak begitu khawatir. Tapi Jin hanya diam menatap Hoseok.
"Aaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrgggggggghhhhhhhhh"
teriakan dari lantai dua, yang membuat mereka berempat kaget dan bergegas naik ke atas.
Setelah berada disana, Jin, Namjoon, Hoseok dan Yoongi segera ke kamar Taehyung. Namjoon membuka pintu kamarnya dengan tiba-tiba, seketika Saerin, Taehyung, Jimin dan Jungkook sama terkejutnya dengan pintu yang terbuka. Mereka saling menatap dengan kesunyian.
"Ada apa dengan kalian?" tanya Namjoon dengan cemas.
"Oh itu. Gwenchana hyung, hanya saja Jimin hyung kalah bermain lagi" kata Taehyung yang melirik ke arah Jimin dengan sinis.
"Haah.. kalian ini, membuat orang lain khawatir saja" kata Namjoon dengan menghela napas lega. Mereka hanya cengengesan satu sama lain.
"Yasudah, Saerin pergilah ke kamarmu. Ini sudah malam, kau harus tidur. Besok kau kan harus sekolah" kata Namjoon yang melirik jam tangannya.
"Yaak.. oppa ini masih belum terlalu larut, aku masih ingin bermain" kata Saerin dengan memasang wajah cemberut.
__ADS_1
"Kau harus tidur sayang" kata Hoseok yang tersenyum pada Saerin.
"Nee, tapi bolehkah aku mengajak Yeontan ke kamarku? aku mohon, setelah aku puas bermain dengan Yeontan aku akan segera tidur, aku janji" kata Saerin berharap.
"Nee" kata Hoseok dengan mengangguk pelan dan masih tersenyum.
"Yeeaayy, come on Yeontan" kata Saerin yang mengajak Yeontan untuk mengikutinya. Ia berlari keluar menuju kamarnya, dan Yeontan mengikuti Saerin di belakang dengan larian kecilnya yang menggemaskan. Dan mereka berdua bermain bersama di kamar Saerin.
"Kalian bertiga, ikut kami ke bawah, ada yang akan kami bicarakan" kata Namjoon.
"Ada apa hyung?" tanya Taehyung menaikkan sebelah alisnya.
"Turun saja kebawah" kata Namjoon.
"Nee hyung" kata Jungkook.
Mereka semua turun dari tangga dan berkumpul di sofa ruang tengah.
"Apa yang akan kalian bicarakan?" tanya Jimin.
"Jin hyung dapat telepon dari karyawan perusahaan tadi. Mereka membutuhkan kita, saham perusahaan menurun. Sepertinya kita harus pergi lagi ke sana untuk mengurus perusahaan. Dan tugas kita pasti sudah sangat menumpuk disana" jelas Namjoon.
"Kalau begitu.. bagaimana dengan Saerin?" tanya Jungkook.
"Apa kita akan meninggalkannya dirumah sendirian?" tanya Jimin.
"Nee, tapi tenang saja. Aku akan menyuruh Hueningkai untuk menjaga Saerin. Dan beberapa pembantu juga" kata Namjoon.
"Nee, aku ingat dengannya. Dia yang pernah ke sini kan?" tanya Taehyung.
"Nee. Dia yang mengantar Saerin pulang. Kita kan pernah mengobrol dengannya" kata Namjoon.
"Tapi apa kita bisa mempercayainya?" tanya Jungkook yang sedikit tidak percaya. Mereka saling menatap satu sama lain.
"Percayakan saja padanya. Aku yakin dia pasti bisa dipercayakan untuk menjaga Saerin" kata Hoseok yang tak henti-hentinya melemparkan senyuman untuk mempercayainya.
"Nee"
"Baiklah kita harus tidur sekarang, kita akan bicarakan ini pada Saerin nanti" kata Jin yang mengakhiri pembicaraan. Jin berjalan terlebih dahulu menaiki tangga menuju kamarnya, dan diikuti oleh yang lain. Sebelum Jin ke kamarnya, ia pergi ke kamar Saerin untuk mengeceknya dahulu. Saat ia membuka pintu kamar Saerin. Jin melihat jika Saerin sudah tidur bersama dengan Yeontan. Tapi posisi tidurnya tak beraturan. Jadi Jin memasuki kamar Saerin dan membenarkan posisi tidurnya dengan baik.
"Hyung!" panggil Taehyung di depan pintu kamar Saerin, yang melihat Jin di dalam.
"Sssttt.." kata Jin yang menaruh jari telunjuk di depan mulutnya yang dimajukan. Kemudian Taehyung masuk ke dalam, untuk melihat lebih jelas lagi.
"Apa mereka sudah tidur hyung?" tanyanya.
"Nee, kecilkan suaramu Taehyung-ah" kata Jin.
"Mian hyung" kata Taehyung dengan nada pelan sedikit berbisik.
"Eoh, Yeontan juga tertidur. Aku akan membawanya ke kamarku" kata Taehyung.
"Nee"
Taehyung menggendong Yeontan dan pergi ke kamarnya. Setelah selesai membenarkan Saerin, Jin menarik selimut dan menyelimuti tubuh Saerin.
"Saerin, mianhae.. oppa akan meninggalkanmu lagi untuk yang ke dua kalinya" kata Jin dengan wajah kecewa. Setelah itu Jin keluar dari kamar Saerin dan pergi ke kamarnya.
•
•
•
__ADS_1
Nantikan kelanjutan kisahnya...💜