You'Re My Brother (BTS)

You'Re My Brother (BTS)
Eps 3


__ADS_3

Skip


Setelah sampai di rumah aku segera membuka pintu mobil dan turun lalu masuk.


"Sari pulang" sahut ku saat membuka pintu rumah.


"Non sudah pulang bibi sudah menyiapkan makanan untuk non Sari di meja makan nanti dimakan ya non" kata bibi Jiah saat aku masuk.


"Iya bi terima kasih ya nanti Sari makan kalo udah ganti baju" kataku.


"Baik non" sahut bibi Jiah.


Selama lima tahun aku tinggal di sini aku sudah akrab dengan semua penghuni rumah dari mulai pembantu dirumah, tukang kebun, pak sopir, semuanya sudah akrab dengan ku.


Aku langsung menaiki tangga menuju kamar ku dilantai atas. Sampai di depan kamar aku langsung membuka pintunya dan melempar tas ku di atas kasur. Aku pergi ke kamar mandi. 15 menit aku mandi lalu keluar dan memakai baju.


Skip


Selesai berganti baju aku turun dari kamar menuju meja makan. Sampai di meja makan aku sudah melihat ada makanan disana. Aku duduk dan mulai memakannya.


skip


Selesai makan aku langsung pergi ke taman dan tak lupa membawa ponsel ku.


Aku duduk di kursi kayu yang panjang dibawah pohon rindang, dari bawah aku bisa melihat balkon kamar ku karna balkon itu menuju langsung ke arah taman.


Aku mengambil ponsel ku dan sesekali mengutak-atiknya.


Entah keberapa kalinya aku selalu merindukan sosok oppa-oppa ku. Aku tidak tau mereka sedang apa dan mereka juga tidak pernah mengabari ku. Sudah ku coba berulang kali menanyakan nomor ponsel mereka Tante Luna dan Om Roy selalu menjawab "Sari kita tidak mempunyai nomor oppa mu". Dan sampai sekarang aku belum tahu nomor ponsel oppa ku. Aku sangat-sangat merindukan mereka sudah lima tahun aku di sini tanpa mereka, aku merasa sungguh kesepian tanpa mereka.


Sekilas aku melihat bayangan wajah-wajah tampan oppa ku di langit tak terasa air mata ku jatuh begitu saja setelah menengadah ke langit. Entah dimana, sedang apa mereka aku tidak tahu mereka seakan tidak pernah mencari ku apakah mereka melupakanku?


Itulah kata-kata yang selalu merasuki batin ku. Entah apakah mereka sedang mencari ku atau mereka mengkawatirkan ku atau mungkin mereka memang melupakan ku.


Aku menangis sendirian dibawah pohon ini sesekali aku mengusap air mataku tetapi tetap saja masih mengalir.


Tiba-tiba ada sebuah tangan yang menepuk pundak ku.


Itu adalah Rey sepupuku.


"Kak Sari kenapa kau menangis apa kau merindukan mereka lagi" kata nya sambil menatap ku.


Aku hanya menganggukkan kepala, air mata masih terus saja mengalir. Bukan hanya sekali atau dua kali aku selalu menangis di sini karna merindukan oppa ku dan Rey juga sering melihat ku menangis dan hanya dialah yang akan menenangkan ku bila aku menangis.


"Tidak apa-apa kak kau boleh menangis semau mu aku akan dengan senang hati meminjamkan bahu ku untuk mu" kata nya sambil menepuk bahunya.


Aku langsung bersandar di bahunya meneteskan air mata sebanyak-banyaknya hingga aku puas dan berhenti menangis.


"Sudahlah kak jangan terus-terusan menangis seperti itu Rey juga ikutan sedih liat kak Sari sedih" katanya dengan mengelus kepala untuk menenangkan ku.


Aku hanya bisa menangis diatas bahunya seakan tidak ingin berhenti.


"Terima kasih Rey hanya kamu yang selalu bisa ngebahagiain kak Sari dan selalu ada di sisi kakak. Walaupun sikap mu agak dingin tapi kamu selalu memerhatikan kak Sari. Kak Sari beruntung banget punya adik kayak kamu Rey" kataku di sela-sela isak tangis.


"Iya sama-sama kak. Kan sudah semestinya Rey jagain kak Sari"katanya dengan tersenyum. "Yasudah dong kak jangan nangis terus. Nanti cantik nya ilang loh"


"Maksud kamu kak Sari jelek gitu" kataku dengan melepaskan sandaran dan menatap agak kesal ke arah Rey.

__ADS_1


"Iya"


"Iih kamu tuh ya' " kata ku dengan kesal dan memukul lembut lengan Rey.


"Auw jangan gitu dong kak. Kak Sari kalo marah kayak nenek lampir tau nggak jelek"


"Iiiiih Rey.." kata ku sambil mencubit lengan Rey.


"Aaaaauww ah sakit kak" katanya dengan mengelus lengan nya.


"Siapa suruh godain kak Sari" kataku masih kesal.


"Iya-iya Rey minta maaf ya. Rey kan nggak mau liat kak Sari nangis lagi gitu aja kok marah sih"


"Iya kak Sari maafin" masih kesal.


"Yaudah dong jangan kesel lagi" kata Rey sambil menggoyangkan lengan ku.


"Iya" kataku ketus.


"Senyum dong kan kalo kak Sari senyum kayak kucing gitu manis" katanya dengan tersenyum kearah ku.


"Kamu nyamain kak Sari sama kucing" kataku kesal lagi.


"Yak bukan gitu. Kok Rey jadi serba salah sih sama kak Sari" kata Rey sambil menghela napas.


"Ya emang Rey salah"


"Iya deh iya deh Rey salah Rey minta maaf ya jangan marah lagi ya' " kata Rey tersenyum.


Aku pun menghela napas dan berusaha tersenyum ke arah Rey.


"Tante sama Boy kemana Rey kok dari tadi nggak keliatan" kataku bertanya pada Rey yang sedang memainkan ponselnya.


"Katanya sih tadi mau pergi ke mall, Rey nggak tau kapan pulangnya" katanya masih berkutat dengan ponselnya.


"Oh gitu" sahut ku. "Rey bosen main yuk" kataku mengajak Rey.


"Nggak ah males sana aja main sendiri Rey lagi sibuk" katanya masih dengan ponselnya.


"Mulai deh cuek nya. Lagian sibuk apaan sih paling juga dapet chatan dari cewek. Hayo Rey udah punya cewek ya bilangin Tante nih" kataku mencoba menggoda Rey.


"Apaan sih nggak lah males banget Rey mau chatan sama cewek" katanya menatap ku sekilas lalu beralih lagi ke ponselnya.


"Beneran" godaku sambil tersenyum.


"Iya yaudah ah sana-sana orang lagi sibuk juga KEPO" katanya dengan menekan kata kepo.


"Ih ngusir yaudah ah males di sini sama kamu juga nggak ada akhlak emang" kataku sambil berdiri dan pergi.


"Yaudah sana Rey juga males sama kak Sari" teriaknya dari arah belakang.


Aku berjalan kesal ke dalam rumah. Dan sesampainya berada di pintu depan saat aku ingin membuka pintu tiba-tiba ada suara klakson mobil yang mengagetkanku.


Tinn... tiinn...


Sontak aku segera menoleh, dan itu adalah mobil Tante Luna pasti dia pulang dari mall seperti yang dikatakan Rey.

__ADS_1


"Itu pasti Tante Luna" gumam ku.


Pintu mobil pun terbuka dan memperlihatkan seorang wanita dan di sebelahnya ada anak kecil.


Mereka berjalan menghampiri ku.


"Sari kenapa kamu ada di depan pintu nungguin Tante ya"katanya kepadaku.


"Mm.. nggak juga kok. Tante abis dari mall ya ada hadiah nggak buat Sari" kataku sambil mengulurkan tangan.


"Hadiah mau dong" suara yang datang tiba-tiba berasal dari Rey yang tidak tau lagi sudah ada dibelakang Tante Luna yang seketika membuatku dan Tante Luna kaget dan menoleh ke asal suara.


"Heh bikin kaget mama aja kamu Rey" kata Tante Luna sedikit kesal.


Rey hanya bisa cengengesan "hehe maaf ma" sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Iya ada kok ayo masuk dulu" kata Tante Luna dengan mendahului kami masuk.


Kami semua duduk di sofa depan televisi. Dan Tante Luna membuka satu persatu bungkusan yang di taruh di meja lalu mengeluarkannya.


Ada satu bungkusan lagi yang Tante Luna keluarkan yang isi nya adalah es krim cup.


"Waah ada es krim" sahut ku dengan gembira.


"Ini yang rasa cokelat untuk Sari"sambil memberi es krim nya kepadaku pas sekali karna aku sangat suka cokelat. "dan vanila untuk Rey" memberi es krim itu kepada Rey.


"Makasih Tante"


"Makasih ma" sahut ku dan Rey berbarengan.


Kemudian aku membuka tutup es krim itu dan mulai memakannya.


skip malam


Semua sedang berkumpul di meja makan begitu juga dengan Om Roy yang sudah pulang dan bergabung di meja makan. Suasana makan malam yang hangat, sambil menyendok sedikit demi sedikit dan mengobrol seru.


skip


Diruang televisi kami berkumpul bersama menonton acara reality show. Sambil sesekali mengobrol.


Waktu menunjukkan pukul 09.00 malam. Waktu nya untuk tidur.


"Yaudah Tante udah malam. Sari masuk kamar dulu. Selamat malam semuanya" kata ku beranjak dari sofa menuju kamar.


"Iya Rey juga mau masuk dulu. Selamat malam mah pah"kata Rey yang juga beranjak dari sofa.


"Ikutan aja" kata ku menatap Rey.


"Suka-suka" lalu pergi.


Aku pergi menaiki tangga dan berjalan di belakang Rey yang sudah terlebih dahulu menaiki tangga. Kamar ku dan Rey bersebelahan jadi kita menaiki tangga yang sama menuju kamar masing-masing. Saat sampai di depan pintu kamar aku melihat Rey yang berhenti di depan pintu kamarnya lalu menoleh ke arah ku.


"Selamat malam kak Sari" katanya sambil tersenyum.


"Iya selamat malam juga Rey"


Kemudian kita berdua memasuki kamar dan tidur.

__ADS_1



Dukung terus author ya agar bisa semangat membuat cerita ini tungguin next episode nya ya. Jangan lupa like, komen, vote... 💜


__ADS_2