You'Re My Brother (BTS)

You'Re My Brother (BTS)
Eps 32


__ADS_3

Bangtan POV


Hari ini adalah hari yang sibuk bagi mereka bertujuh. Mereka menghabiskan semua waktunya hanya untuk menyelesaikan berkas-berkas yang menumpuk di depan meja mereka masing-masing.


brakk..


"Haahh, kenapa ini sangat banyak sekali?!!" kesal Jin.


"Hyung, tenanglah. Ini aku membawamu cokelat hangat, minumlah agar kau bisa tenang" kata Jungkook yang memberikan segelas minuman untuk Jin.


"Gomawo Jungkook-ah" Jin mengambil gelas itu dan meneguknya sedikit.


"Aku sangat pusing dengan pekerjaan ini" Jin memijit keningnya.


"Sebenarnya aku juga begitu hyung. Semuanya sama seperti dirimu. Tapi kita harus berbuat apalagi jika tidak segera menyelesaikannya" kata Jungkook.


"Nee"


"Bagaimana dengan keadaan Saerin sekarang ya?" gumam Jungkook yang duduk di sofa sembari mengelus sebuah foto di layar ponselnya.


"Hey, kita kan sudah mendengar kabarnya tadi pagi"


"Nee, tapi aku sangat merindukannya, aku ingin melihat wajahnya dan mendengar suaranya lagi hyung"


"Bagaimana kalau kau telfon saja. Aku juga ingin melihat wajahnya"


"Tapi Hueningkai bilang jika Saerin sedang tidur"


"Kalau begitu coba kau telfon Kai saja dulu. Untuk memastikan"


"Nee hyung" Jungkook mulai menghubungi Hueningkai.


tuutt.. tuutt..


"Yeoboseyo"


"Hueningkai, apa Saerin masih tidur?"


"Oh mian hyung, aku tidak tau itu karna aku sedang dijalan membeli makanan untuknya"


"Apa tadi terakhir kali saat kau ingin pergi dia baik-baik saja?"


"Nee hyung, dia masih baik-baik saja. Apa kau ingin menghubunginya?"


"Nee"


"Kalau begitu aku akan mengatakan padanya nanti jika aku sudah sampai. Aku akan bergegas hyung, kau tunggu saja"


"Baiklah" Jungkook menutup sambungannya.


"Bagaimana?" tanya Jin.


"Kai sedang di luar membeli makanan, ia akan segera bergegas ke rumah sakit. Jadi kita tunggu saja kabar darinya nanti"


Jin mengangguk pelan mendengar ucapan Jungkook. Tak lama ada suara ketukan di pintu.


tok.. tok.. tok..


"Masuk!" seru Jin.


Datanglah seorang Yeoja bersama empat orang lainnya yang berada di belakang.


"Mian tuan, ada beberapa orang yang ingin melamar pekerjaan di sini sebagai karyawan" katanya dengan sopan.


"Suruh mereka masuk" ucap Jin tegas.


Yeoja itu mempersilahkan mereka berempat masuk.


"Annyeong, Kim Jisoo imbnida" katanya sambil membungkuk.


"Annyeong, Kim Jennie imbnida" katanya dengan tersenyum lalu membungkukkan badannya.


"Annyeong, Park Chaeyong imbnida" katanya sambil membungkuk.


"Annyeong, Lalisa Manoban imbnida" katanya tersenyum dan membungkuk.


"Kalian berempat ingin melamar menjadi karyawan?" tanya Jin.


"Nee" kata mereka berempat dengan kompak.


"Berikan berkas-berkas kalian"


Mereka berempat pun menaruh berkasnya di atas meja kerja Jin.


Jin mulai mengeceknya satu persatu. Saat Jin membuka berkasnya, hanya ada suara kertas yang di sibak-sibakkan. Semuanya hening di ruangan Jin, entah itu keempat yeoja yang sedang melamar kerja ataupun Jungkook yang masih berada di ruangannya Jin.


"Bagus, kalian berempat saya terima kerja disini" kata Jin yang menutup kembali berkas tersebut.


"Apa kami akan bekerja hari ini juga Tuan" kata Jisoo dengan sopan.

__ADS_1


"Nee, kalian boleh bekerja sekarang. Saya akan memanggilkan sekretaris saya untuk menunjukkan ruangan kerja kalian" Jin mulai meraih gagang telpon yang ada di atas mejanya.


"Kemarilah, tolong antarkan keempat gadis ini ke ruangan kerjanya" setelah mengatakan itu, Jin langsung menutup kembali telponnya.


Tak lama kemudian seorang sekretaris Jin datang dan mengantarkan mereka ke ruangannya.


Saat mereka berempat ingin pergi, Jungkook tak sengaja menatap salah satu diantara mereka yang dibalas lirikan oleh yang ditatap. Dan mata mereka berdua saling berpandangan satu sama lain.


"Kenapa pria itu menatapku" batin Lisa yang tengah ditatap oleh Jungkook. Akhirnya Lisa mengalihkan pandangannya dan pergi keluar.


Mata Jungkook terus mengikuti arah mereka pergi sampai akhirnya keluar dari ruangan.


"Kenapa lirikannya sangat melekat padaku?" batin Jungkook.


drrtt.. drrtt..


Ponsel Jungkook berdering tanda ada panggilan masuk.


"Vidio call?" Jungkook segera mengangkatnya.


"Annyeong oppa!" sapa Saerin sambil melambaikan tangannya.


"Saerin?!" Jungkook terkejut melihatnya.


"Saerin? dimana?" tanya Jin yang tak sengaja mendengar ucapan Jungkook.


Jungkook segera menghampiri Jin yang duduk di kursinya.


"Saerin-ah" ucap Jin dengan gembira.


"Annyeong oppa" kata Saerin dalam video call tersebut.


"Saerin, apa kau baik-baik saja disana?" tanya Jin lagi.


"Nee, aku baik-baik saja oppa, jangan khawatir. Aku kan bersama Hueningkai" kata Saerin yang menggeser sedikit ponselnya sampai Kai juga ikut terlihat.


"Apa kau sudah makan Saerin?" Jin tak henti-hentinya melemparkan pertanyaan untuk Saerin.


"Aku baru saja ingin makan oppa" Saerin tersenyum.


"Apa kalian juga baik-baik saja disana?" tanya Saerin balik.


"Nee, kita semua baik-baik saja" kata Jungkook yang tersenyum.


"Oppa, dimana yang lainnya. Aku sangat merindukan mereka. Kenapa hanya kalian berdua saja?"


"Yang lain sedang sibuk Saerin, nanti jika ada waktu lagi, mereka akan menghubungimu juga" kata Jungkook.


"Kai, aku ingin berbicara padamu" ucap Jin.


Saerin segera menggeser ponselnya lagi, hingga Kai juga ikut terlihat kembali.


"Aku menitip Saerin padamu, jaga dia dengan baik jangan sampai terluka sedikitpun. Jangan lalai menjaganya, aku percayakan Saerin padamu"


"Nee hyung, aku akan menjaganya dan aku janji tidak akan lalai" ucap Kai.


"Saerin-ah, jaga dirimu baik-baik nee? Oppa sangat menyayangimu" kata Jin.


"Nee oppa, sebentar. Ada satu hal lagi"


"Apa itu?"


"Kalian juga jangan lupa jaga diri kalian dengan baik disana, makanlah yang teratur. Jangan sampai tidur terlalu larut ataupun sampai begadang. Aku tidak mau melihat kalian jatuh sakit, karna itu kalian harus jaga diri kalian baik-baik selama aku tidak berada bersama kalian"


"Nee my princess"


"Bagus, aku akan tutup telponnya dulu. Aku lelah, aku juga ingin makan"


"Baiklah, makanlah yang banyak agar kau cepat sehat nee?" kata Jin.


"Nee oppa, jaga diri kalian. Saranghae oppa. Annyeong" kata Saerin sambil melambai pelan.


"Annyeong" Jin dan Jungkook juga melambaikan tangannya. Dan mereka mengakhiri video call nya.


"Aku lega melihat Saerin sudah baik-baik saja. Aku sangat khawatir sekali jika kita tidak berada bersamanya" kata Jin.


"Tak apa hyung, Hueningkai pasti akan menjaga Saerin dengan baik disana" kata Jungkook yang tersenyum pada Jin.


Jin mengangguk pelan.


"Yasudah hyung, aku akan pergi ke ruangan ku sekarang" kata Jungkook.


"Nee"


Jungkook pun melangkah pergi. Jungkook memainkan ponselnya sambil berjalan melewati lorong ruangan, saat ia ingin berbelok ke arah kanan, ia tak sengaja bertabrakan dengan seseorang sampai membuat beberapa berkas ditangan orang itu terjatuh. Jungkook tersadar dan ia segera menunduk dan mengumpulkan beberapa berkas yang berserakan dilantai. Saat semuanya sudah terkumpul ditangannya, iapun kembali berdiri dan memberikannya pada seseorang yang menabraknya tadi. Belum sempat Jungkook berbicara, dia sudah memotongnya terlebih dahulu.


"Hey, kau punya mata tidak?!" bentaknya saat ia sudah berdiri.


"Kau!" ucap mereka bersamaan sambil menunjuk satu sama lain.

__ADS_1


"Yak, apa kau tidak memiliki mata?!" kata Lisa dengan sedikit meninggikan nada suaranya.


"Seharusnya aku yang menanyakan hal itu kepadamu! apa matamu berada di lutut sampai-sampai kau tidak melihat ke depan saat kau berjalan?!" kata Jungkook yang tak kalah kesalnya pada Lisa.


"Aku bisa saja mengatakan hal seperti itu padamu!"


"Seharusnya kau yang sadar bahwa kaulah yang menabrakku!" kesal Jungkook.


"Justru sebaliknya, kaulah yang harus sadar jika kau yang duluan menabrakku. Kembalikan itu!!" kata Lisa yang dengan cepat meraih berkas di tangan Jungkook.


"Yak, apa kau tidak punya sopan santun hah?!" kata Jungkook yang kesal.


"Sudahlah, aku tidak punya waktu lagi hanya untuk meladenimu" kata Lisa yang kemudian pergi meninggalkan Jungkook.


"Dasar gadis aneh, jelas-jelas dia yang menabrakku tadi. Ash lupakan saja, tidak ada gunanya aku meladeni dia" gumam Jungkook yang berlalu pergi.


"Ada apa dengan pria aneh itu, pertama dia menatapku dengan aneh, sekarang dia menyalahkanku, sudah jelas dia yang menabrakku duluan tadi" gumam Lisa sambil berjalan dengan raut wajah kesal.


Diruangan tempat kerja Lisa..


Lisa datang dengan wajah kesal yang melempar berkasnya di meja. Membuat ketiga temannya kaget melihat sikap Lisa.


"Ada apa denganmu Lisa?" tanya Jisoo.


"Aku barusan bertemu dengan pria aneh yang menabrakku di jalan tadi. Jelas-jelas dia yang menabrakku duluan, dia malah menyalahkanku" ucap Lisa kesal.


"Benarkah, siapa pria itu yang telah berani-beraninya menyalahkanmu?" tanya Jennie yang sama kesalnya.


"Dia adalah pria yang tadi ada di ruangan Tuan direktur saat kita masuk melamar pekerjaan" ujar Lisa.


"Benarkah? kalau begitu aku akan menemuinya sekarang" Jennie hampir saja ingin beranjak berdiri tapi dihalangi oleh tangan Lisa.


"Sudahlah Jennie, kau tidak perlu melakukan itu. Aku tidak mau berurusan dengannya"


"Baiklah" Jennie pun pasrah atas ucapan Lisa. Ia kembali duduk dengan tenang dan mengerjakan tugasnya.


Diruangan kerja Jungkook..


Dia membanting tubuhnya di kursi dengan menghela napas berat.


"Ada apa Jungkook-ah?" tanya Taehyung yang berada satu ruangan kerja bersama Jungkook.


"Aku barusan bertemu dengan gadis aneh si karyawan baru itu. Saat aku ingin pergi kesini, entah darimana datangnya dia menabrakku secara tiba-tiba. Anehnya, dialah yang pertama memarahiku, sudah jelas dia yang menabrakku kenapa dia yang marah?" kata Jungkook dengan kesal membayangkan kejadian yang baru saja terjadi padanya.


"Karyawan baru? apa dia melamar pekerjaan disini?" tanya Taehyung.


"Nee, baru saja dia diterima bekerja. Tapi sudah membuat masalah denganku saja, ish" desisnya kesal.


"Sudahlah, tidak perlu dipikirkan lagi, dia hanya tidak sengaja saja. Kenapa kau mempermasalahkannya?"


"Tapi aku tidak suka dengan cara bicaranya yang tidak sopan padaku. Memangnya dia tidak tau kalau aku adalah bos nya juga" kata Jungkook dengan melipat kedua lengannya di dada.


"Sudahlah, sudah. Tidak perlu dipikirkan lagi, seharusnya kau kembali mengerjakan tugasmu saja. Lihatlah, meja kerjamu sudah sangat penuh dengan berkas" kata Taehyung yang mengalihkan pandangannya. Berbicara tanpa menatap Jungkook, ia sibuk dengan berkasnya sendiri.


"Hahh, kenapa pekerjaan ini sangat menumpuk? sepertinya moodku sedang buruk sekarang" kata Jungkook yang menyelendehkan kepalanya di kursi.


Taehyung tak menghiraukan ucapan Jungkook, ia masih berkutat pada pekerjaannya. Jungkook mengambil ponselnya di dalam saku celana dan membuka layar. Ia sedang menatap foto Saerin dan mengusapnya perlahan.


Tanpa sengaja Taehyung menoleh pada Jungkook yang tengah terdiam mengusap layar ponselnya.


"Hey Jungkook-ah, ada apa denganmu?"


"Aniya hyung, hanya saja aku masih merindukan Saerin" kata Jungkook tanpa menatap Taehyung.


"Apa sekarang dia baik-baik saja?"


"Nee, tadi saat aku berada diruangan Jin hyung, kita melakukan video call"


"Kenapa kau tidak mengatakannya padaku jika Saerin akan menghubungi kita?" kata Taehyung yang sedikit kesal.


"Oh mianhae hyung, aku tidak sempat memberikannya pada kalian, hanya ada aku dan Jin hyung saja disana"


"Kau ini Jungkook-ah, aku kan ingin melihat wajah Saerin juga"


"Mianhae, waktunya sedikit jadi aku tak sempat" kata Jungkook.


"Yasudahlah" Taehyung kembali mengalikan pandangannya.


"Yak hyung, jangan kesal seperti itu. Kau kan bisa menghubunginya nanti" kata Jungkook.


"Memang, tapi kau tidak bisa melihat pekerjaanku ini? aku tidak akan sempat juga untuk menghubunginya jika seperti ini"


Jungkook hanya terdiam tak merespon ucapan Taehyung. Kemudian ia juga kembali mengerjakan tugasnya.


"Ahh, tapi kenapa aku masih mengingat kejadian tadi ya?" gumam Jungkook



Bangtan end POV

__ADS_1


Nantikan kelanjutan kisahnya..


Jangan lupa like, komen dan vote 💜


__ADS_2