You'Re My Brother (BTS)

You'Re My Brother (BTS)
Eps 74


__ADS_3

Skip malam~


Hueningkai sedang makan malam bersama Taehyun di meja makan. Sesekali Taehyun mengobrol hal-hal lucu yang membuat Hueningkai ikut tertawa. Setidaknya dalam sejenak ia dapat terlepas dari pikirannya yang selalu dikelilingi sosok Saerin.


Ternyata kehadiran temannya itu bisa membuat Hueningkai sedikit bahagia. Ia tidak sendirian lagi saat Saerin sedang tiada sekarang. Ia pikir ia akan menjalani semua ini sendirian. Namun takdir mempertemukannya kembali kepada Taehyun, dan Tuhan tidak ingin membiarkannya termenung dalam sedih yang berkepanjangan. Tuhan pasti memiliki rencana dari semua takdir manusia.


"Taehyun, besok kita coba cari Saerin lagi ya. Setelah kita selesai ngampus" ucap Hueningkai sambil menatap Taehyun.


"Nee, aku akan menemanimu untuk mencarinya" Taehyun hanya tersenyum menanggapi temannya.


"Gomawo" Hueningkai juga tersenyum lebar.


Keesokan harinya~


Di tempat lain, sekitar pukul 09.00 kst.


Jin sedang berbelanja di supermarket sambil memakai topi hitamnya. Setelah dirasanya cukup mengambil beberapa barang, ia pun melangkah menuju kasir.


Namun seorang pria dewasa yang sedang kesulitan mengambil barang diatas rak yang lebih tinggi dari jangkauannya itu menarik perhatian Jin. Ia segera mendekati pria itu lalu menolongnya mengambilkan barang yang ia mau.


"Ini tuan" Jin memberikan barang itu pada si pria yang lebih tua darinya.


"Oh gomawo nak" ucap pria itu ramah.


Jin tersenyum, saat ia hendak pergi. Pria itu memanggil namanya yang sontak membuat Jin berhenti. Ia pun menoleh kembali.


"Ada apa tuan?"


"Seokjin, ini aku"


Jin mengerutkan keningnya, ia sama sekali tidak mengenali pria itu.


"Mian, tapi aku tak mengenalmu"


"Haish.. kau itu pikun atau pelupa sih? Masa dengan paman mu sendiri saja tidak kenal?" ucap pria itu berusaha mengingatkannya.


Jin berpikir sejenak, ia larut dalam lamunannya. Ia juga meneliti pria itu dari bawah hingga atas. Tapi percuma saja, ia tetap tak ingat.


"Aku benar-benar tidak mengenalmu tuan, mianhae"

__ADS_1


Pria dewasa itupun menghela nafasnya serak dan menatap Jin. Lalu ia mengambil ponselnya dan menunjukkan sebuah foto lama.


"Ini, lihatlah baik-baik. Apa kau sungguh tak ingat padaku Jinnie?" tanya pria itu memanggil Jin dengan panggilan berbeda, seakan itu adalah panggilan spesialnya pada Jin.


Sementara pria muda dihadapannya itu masih mengerutkan keningnya meskipun ia sedang melihat sebuah foto yang menunjukkan saat masa remajanya bersama sang samchon.


"Bagaimana?" tanya pria itu lagi tapi dijawab gelengan oleh Jin.


"Ada apa dengannya?" batin pria dewasa itu sambil menghela nafas kecil.


"Sepertinya kau sudah pengangguran sekarang ya" sedikit sindiran terucap dari pria itu, membuat Jin semakin bingung.


Apakah pria itu mengenalinya? Bagaimana bisa ia tau keadaannya sekarang?


"Begini, aku akan memberikan sebuah alamat padamu. Siang ini tolong pergilah ke sana" ucap pria itu kembali sambil memberikan sebuah kartu alamat kepada Jin.


Jin memperhatikan kartu itu dengan seksama sambil membacanya dalam hati. Lalu ia kembali menatap pria itu dengan tatapan bingung.


Skip~


Setelah selesai kuliah, Hueningkai dan Taehyun bersama-sama mencari keberadaan Saerin lagi. Entah bagaimana Hueningkai berpikir jika Saerin masih berada disekitarnya. Taehyun yang terus menatap raut wajah tak mengenakkan temannya itu merasa ikut khawatir. Apa sebegitu sayangnya kah Hueningkai dengan Saerin yang ia kenal sebagai sepupu temannya itu?


Mobil Hueningkai sudah lama berjalan memutari jalanan ibukota. Kesana dan kemari ia lakukan, menancap gas disetiap waktu untuk dapat menemukan gadis kesayangannya. Ia ingin Saerin cepat ditemukan, dirinya tak tahan, ia sangat merindukan Saerin.


Lalu sesaat kemudian, ia mendapatkan pesan dari pihak polisi yang menampilkan sebuah foto seorang gadis.


[(pict)]


[Apakah ini adalah gadis yang kau cari?]


Hueningkai membaca pesan sang polisi lalu memperhatikan fotonya dengan jelas.


^^^[Aniya, ini bukan dia pak]^^^


[(pict)]


[Kalau yang ini?]


^^^[Ini juga bukan dia pak]^^^

__ADS_1


"Hei Kai! Kau sedang melihat apa?" tiba-tiba Taehyun menepuk bahunya dan melihat sebuah chat dari ponsel Hueningkai.


"Ini, polisi sedang mengirim foto seorang gadis yang nampak mirip Saerin, dan menanyakannya padaku apakah ini Saerin atau bukan. Tapi dari beberapa foto yang ditunjukkan, itu bukanlah Saerin. Mereka hanya terlihat mirip Saerin saja, dan bukan sepenuhnya Saerin. Aku tau betul wajah Saerin. Hanya saja senyumannya lah yang membedakan Saerin dengan gadis lain, karna itulah aku sayang menyayanginya"


Taehyun hanya mengangguk-angguk, ia memang tidak tau detail wajah Saerin seperti apa. Namun saat mendengar kalimat temannya itu, ia yakin bahwa Hueningkai sangat mengenal Saerin.


"Hei Huening, ini sudah hampir senja ayo kita pulang saja" Taehyun menepuk bahu Hueningkai sekali lagi.


Mereka sempat bertatapan selama sedetik, dalam waktu itu Taehyun melihat mata Hueningkai yang berkaca-kaca. Taehyun yang menatapnya berubah menjadi sendu. Ikut merasakan apa yang temannya rasakan.


"Sudahlah, kita pulang saja dulu. Aku lapar tau" Taehyun berusaha merayu Hueningkai, ia bahkan mempoutkan bibirnya supaya Hueningkai menurut.


Menghela nafas lagi, sudah berapa kali Hueningkai melakukan itu. Benar-benar frustasi, akhirnya terpaksa mereka berdua pulang kembali.




"Jangan terus bersedih seperti itu, aku yakin kau dapat menemukan sepupumu" ucap Taehyun yang sedari tadi melihat Hueningkai diam.



Hueningkai memang belum menceritakan siapa Saerin. Dan Taehyun masih menganggap kalau Saerin adalah sepupu Hueningkai, padahal gadis itu bukanlah siapa-siapanya. Tapi Hueningkai tetap membiarkan, toh sekarang bahkan ia menganggap Saerin itu adik sendiri.



Dalam makan malamnya hari ini terlihat Taehyun yang selalu menghibur Hueningkai yang sedang sedih. Malam ini juga selera makannya menghilang kala sebenarnya ia tak dapat menemukan apapun mengenai Saerin. Ini membuat Hueningkai selalu bersedih dan merindukan Saerin. Ikatan mereka sudah begitu dekat jadi tidak mungkin Hueningkai mau melepaskan Saerin begitu saja, maka dari itulah ia melakukan semua ini untuk menemukan Saerin. Apalagi Hueningkai semakin khawatir jika sakitnya Saerin kambuh lagi, dan gadis itu terkena stress lagi.



Setelah menyelesaikan makan malamnya, Hueningkai dan Taehyun pergi ke kamar masing-masing. Hueningkai duduk bersandar di headbed sambil memangku laptopnya.



Sekali lagi terlihat wajah Saerin di layar laptop yang ia jadikan wallpaper.



"Saerin, aku sangat-sangat merindukanmu. Kau kemana sebenarnya? Kenapa kau pergi tanpa memberitahuku? Kenapa kau malah menghilang sayang? Aku sudah berjanji dan bertanggungjawab atas dirimu. Kau tidak seharusnya pergi dariku mendadak seperti ini. Aku sangat khawatir, aku harap kau baik-baik saja. Saerin..."

__ADS_1



"Bogo shipeo..."


__ADS_2