
"Oppa..." kata Saerin pelan.
Tak disangka, ternyata Jin mendengar ucapan Saerin tadi. Ia membuka matanya perlahan dan melihat Saerin, adik perempuan yang sangat ia sayangi itu.
"Jin oppa!" kata Saerin dengan membulatkan matanya, karna tak percaya Jin akan bangun setelah ia memanggilnya.
"Hyung!" seru yang lain secara bersamaan, yang sama terkejutnya. Kecuali Yoongi yang diam ditempat menyaksikannya saja.
"Saerin!" kata Jin yang lalu bangun dari pembaringan nya dan memeluk Saerin dengan erat, hingga Saerin tersentak kaget karna pergerakan Jin yang tiba-tiba. Setelah itu, Saerin membalas pelukan Jin.
"Saerin.. oppa sangat merindukanmu. Kau kemana saja Saerin. Oppa khawatir dengan keadaanmu.." kata Jin yang masih memeluk Saerin. Ia melepas pelukannya dan memegang wajah Saerin dan melihat sekeliling tubuh Saerin untuk memastikan ia baik-baik saja.
"Kau tidak apa-apa kan? apa kau terluka?" tanya Jin yang masih fokus membolak-balikkan tubuh Saerin.
"Nee aku baik-baik saja. Aku tidak terluka oppa.." kata Saerin yang mencoba menghentikan tangan Jin yang mengecek tubuhnya. Terlihat senyum yang mengembang dari wajah Jin, dan ia memeluk Saerin sekali lagi. Kali ini pelukannya sangat erat, hingga Saerin kesusahan bernafas.
"Hyung! lepaskanlah pelukanmu, Saerin akan mati jika kau memeluknya sekuat itu" kata Jungkook yang masih setia duduk disamping ranjang.
Mendengar ucapan Jungkook itu, Jin langsung melepaskan pelukannya. Saerin terlihat mengatur nafas dengan memegangi dadanya yang sesak.
"Aigo! Saerin-ah, mianhae. Oppa tidak sengaja" kata Jin yang melihat adiknya dengan cemas.
"Nee.. gwencha.. na.. oppa.." kata Saerin yang masih mengatur nafasnya. Setelah mengatakan itu, Jin mengecup kening Saerin pelan sambil memegangi wajah Saerin. Dan ia juga mengusap rambut panjang yang terurai itu.
"Oppa, seharusnya kau berbaring. Kau kan masih sakit" kata Saerin.
"Ahh ani. Oppa sudah mulai baikan. Kajja kita pulang Saerin-ah!" kata Jin yang tersenyum ceria. "Hey Jungkook-ah, panggilkan dokter sekarang, aku ingin pulang!" sambungnya pada Jungkook.
"Yak.. hyung, keadaanmu masih belum pulih benar. Kau masih harus dirawat hyung" kata Jungkook yang mengerutkan keningnya.
"Ani!! sekarang panggilkan dokter. Aku ingin pulang saja!" kata Jin keras kepala. Jungkook menghela nafas pasrah, ia tidak bisa melawan perintah hyungnya itu.
"Aisshh.. arrasseo" kata Jungkook. Ia beranjak dari kursinya dan menekan tombol yang ada di dekat ranjang rumah sakit.
"Dokter tolong kemarilah!" kata Jungkook singkat.
Beberapa menit kemudian. Dokter datang dengan salah satu susternya. Dia segera mengecek keadaan Jin.
"Mian tuan. Anda masih harus dirawat. Kondisi Anda masih belum pulih sepenuhnya" kata dokter itu.
"Dengarkan sendiri? kau masih harus dirawat hingga sepenuhnya sehat. Kali ini dengarkan aku hyung. Aku juga mengkhawatirkan dirimu" kata Jungkook.
"Nee, nee. Aku akan menurutimu" kata Jin dengan wajah cemberut. Ia meraih tangan Saerin dan menggenggamnya, seakan ia tidak mau jauh dari Saerin.
Saerin hanya bisa pasrah melihat kelakuan Jin, ternyata kakak tertuanya ini sedikit manja juga.
skip
dirumah bangtan*
"Hyung, mian. Aku tidak bisa berlama-lama lagi disini. Aku harus pergi" kata Kai yang menghampiri Hoseok di dapur.
"Memangnya kau ingin kemana? aku sudah memasakkan makanan untukmu" kata Hoseok yang menata piring di meja makan.
"Ah ani, hyung. Gomawo, aku harus pergi sekarang. Dimana Saerin?" tanya Kai, yang dari tadi tidak melihat Saerin.
"Oohh.. dia pergi kerumah sakit menjenguk oppanya" kata Hoseok yang masih fokus menata makanan, tanpa melihat Kai.
"Mwo?! memangnya kalian berapa bersaudara hyung?" tanya Kai yang kaget mendengar ucapan Hoseok.
"Delapan bersaudara!" kata Hoseok yang menoleh pada Kai dan memperlihatkan senyumnya.
"Owh begitu. Yasudah hyung, aku pamit dulu. Katakan pada Saerin aku sudah pulang, nee" kata Kai.
"Nee, sering-seringlah mampir Kai. Kami akan sangat senang jika kau bermain kesini" kata Hoseok yang masih tersenyum cerah pada Kai.
"Nee hyung. Anyeong!" kata Kai yang membungkukkan badan, yang dibalas oleh Hoseok. Setelah itu Kai berjalan keluar.
__ADS_1
Kai menaiki mobilnya dan segera melaju menuju rumah baru yang sudah ia beli. Ia juga harus segera membereskan barang-barangnya.
Skip
Besoknya
Dirumah sakit*
Pagi itu, Jin sedang diperiksa oleh dokter. Dan dokter pun akhirnya mengizinkan Jin pulang. Setelah selesai pemeriksaan, suster melepas selang infus yang tertancap di punggung tangan Jin.
Suster langsung memberesi perlengkapannya, dan setelah itu ia dan dokter pergi keluar ruangan.
Jin segera mengambil baju ganti yang sudah dibawakan oleh Jimin. Ia segera mengganti baju dan setelah itu memberesi barang-barangnya.
Disitu hanya tersisa Yoongi, Jungkook dan Saerin, sedangkan Taehyung dan Jimin sudah pulang dari semalam. Jadi mereka pulang menaiki mobil Yoongi.
skip
Sampai dirumah mereka, Saerin segera menuntun Jin masuk sampai ke kamarnya. Saerin membaringkan Jin ditempat tidur. Walaupun Jin sudah tidak dirawat dirumah sakit, tapi kondisinya masih lemah.
"Oppa, kau istirahatlah dulu. Aku akan membuatkan mu minuman hangat, nee?" kata Saerin.
"Nee".
Saerin turun kebawah dan langsung ke dapur. Di dapur ada Hoseok yang sedari tadi ada disitu.
"Saerin, kau mau apa?" kata Hoseok yang melihat Saerin sedang menyiapkan gelas minum.
"Aku ingin membuat teh hangat untuk Jin oppa" kata Saerin yang membelakangi Hoseok. Mereka berdua sibuk dengan urusannya masing-masing.
Saerin membawa teh hangat yang ia buat itu ke kamar Jin. Dan menaruhnya di meja dekat tempat tidur. Ia melihat Jin yang sedang duduk bersender di kepala kasur. Dan ia duduk di pinggir kasur berhadapan dengan Jin.
"Oppa, aku sudah membuatkan mu teh hangat. Jangan lupa diminum, aku akan kebawah lagi" kata Saerin.
"Nee" kata Jin sambil mengangguk pelan.
Saat berada di bawah tangga, Saerin mengingat sesuatu dan ia segera menemui Hoseok di dapur.
"Oppa, dimana Kai?" kata Saerin.
"Oh! Oppa lupa memberitahumu, dia sudah pulang" kata Hoseok yang menoleh.
"Sejak kapan dia pulang oppa?" tanya Saerin.
"Kemarin siang" jawab Hoseok singkat.
"Kenapa dia tidak menginap sebentar disini?!" kata Saerin sedikit kesal.
"Karna kau semalaman dirumah sakit kan? dan saat kau pergi, kau tidak mengatakan itu kepada Hueningkai dulu bukan?" kata Hoseok.
"Ah nee.. aku lupa.." kata Saerin menggaruk belakang kepalanya merasa malu karna kelakuannya sendiri.
"Aish.. kau ini" kata Hoseok yang menggelengkan kepalanya.
skip
Malam*
Disofa ruang televisi. Saerin sedang duduk bersama oppanya sambil mengemil cemilan, tak lama kemudian Jin datang dari tangga dan bergabung bersama yang lain.
"Oppa, apa kau sudah baikan?" kata Saerin yang menoleh.
"Nee, apa kau mengkhawatirkan ku?" tanya Jin yang duduk disampingnya.
"Tentu saja!" seru Saerin.
"Hey Saerin, apa kau tidak ingin sekolah?" kata Namjoon yang ada disebelahnya. Saerin langsung menoleh.
__ADS_1
"Mmm.. nee. Tapi kau akan mencarikan ku sekolah yang mana?" kata Saerin.
"Yang pasti, aku akan menyekolahkan mu di sekolah paling bagus di Seoul" kata Namjoon.
"Benarkah?" kata Saerin.
"Nee" kata Namjoon sedikit mengangguk.
"Baiklah aku mau" kata Saerin menyetujuinya.
"Nee, aku akan mencarikan mu sekolah yang bagus. Besok kau harus sudah siap" kata Namjoon.
"Mwo?? besok?" kata Saerin terkejut dengan ucapan Namjoon.
"Nee, lebih cepat lebih baik" kata Namjoon.
"Nee, benar kata Namjoon" kata Jin.
"Tapi bagaimana dengan seragamnya? aku kan belum mempunyai nya" kata Saerin.
"Tenang saja, biarkan itu.. oppa yang mengurusnya" kata Hoseok.
"Owh arrasseo" kata Saerin.
"Besok aku yang akan mengantarmu" kata Taehyung.
"Ani! aku yang akan mengantarnya" kata Jimin.
"Apa yang kalian katakan? aku yang akan mengantarnya" kata Jungkook.
Taehyung menatap Jungkook dengan matanya yang membulat.
"Ani! aku yang mengantarnya besok" kata Taehyung.
"Ani! aku yang akan mengantarnya!" kata Jungkook sedikit emosi.
"Aku yang mengantarnya!!" kata Jimin dengan kesal.
Taehyung dan Jungkook menoleh bersamaan ke arah Jimin.
"Ani! Ani! Ani! aku yang mengantarnya!!" kata Taehyung dan Jungkook bersamaan. Jimin yang mendengar itu pun jadi tersentak.
"Ani!! itu aku!!" kata Taehyung.
"Ani!! itu aku!!" kata Jimin.
"Ani!! itu aku!!" kata Jungkook. Mereka bergiliran mengatakan itu, ucapan mereka saling bertabrakan sampai membuat ruangan bergema.
"Aku!!" kata Jungkook, Taehyung dan Jimin. Bersamaan.
"SSTTOOPPPP!!!~~" teriak Saerin panjang. Membuat mereka semua sontak menutup telinga mereka masing-masing.
"Aaiisshh.. kalian itu bagaimana sih?!! hal kecil seperti itu saja sampai diperdebatkan. Kalian kan bisa bergantian mengantar jemput ku. Kalau masih seperti ini, aku akan memakai bus saja untuk ke sekolah besok!" kata Saerin.
"Ani! pertama kali kau masuk sekolah, kau harus ditemani. Aku yang akan menemanimu besok" kata Namjoon, tegas.
"Hey hyung!!~" kata Taehyung, Jimin dan Jungkook bersamaan, menatap Namjoon dengan tajam.
"Jangan menyela hyung" kata Jungkook.
"Nee" kata Taehyung dan Jimin.
"Sudahlah, kalian diam saja. Biarkan ini aku yang mengurusnya dulu. Aigo, kalian ini" kata Namjoon menggelengkan kepalanya.
Ketiganya pun jadi pasrah dan menghempaskan tubuh mereka ke sofa bersamaan sambil menghela nafas.
Yang lain beserta Saerin hanya menggeleng pelan melihat kelakuan mereka bertiga.
__ADS_1
Nantikan kelanjutan kisahnya.. 💜