You'Re My Brother (BTS)

You'Re My Brother (BTS)
Eps 39


__ADS_3

...


"Saerin, kau kenapa? kenapa raut wajahmu sedih seperti itu?" tanya Hueningkai yang duduk di sofa sebelah Saerin.


"Tadi aku menelepon Jungkook oppa, tapi ia tak mengangkatnya" kata Saerin dengan wajah cemberut.


"Mungkin saja ia sedang sibuk disana, jadi dia tak mengangkatnya" kata Hueningkai dengan mengelus punggung Saerin.


"Tapi kan jika aku menelepon ia akan segera mengangkatnya, memangnya ia tak merindukanku?"


"Hey, sudahlah jangan sedih. Oppamu kan sedang bekerja disana, ia juga kan bekerja untukmu. Untuk mencukupi kebutuhanmu, jadi kau jangan sedih lagi, kan ada aku" kata Hueningkai sambil tersenyum. Saerin menatap Hueningkai yang tengah tersenyum manis padanya.


"Baiklah"


"Tersenyumlah" kata Hueningkai yang membuat senyum dengan jari telunjuknya, yang berhasil membuat Saerin tersenyum.


"Nah begitu, kan cantik" kata Kai sambil mencubit pipi Saerin.


"Kyaa ini sakit Kai" kata Saerin dengan menepis lembut tangan Kai. Hueningkai hanya tersenyum karna melihat Saerin bahagia.


"Inilah yang aku inginkan darimu Saerin. Kau harus selalu tersenyum, itu membuatku merasa lega setiap kali kau tersenyum manis padaku seperti ini " batin Kai.


"Yasudah, apa kau ingin makan?" tanya Kai.


"Nee"


"Mari kita makan di luar" kata Kai.


"Yeay kajja!" kata Saerin yang lari duluan ke luar. Kai hanya bisa menggeleng pelan melihat Saerin.


Skip, di restoran..


"Kau ingin makan apa?" tanya Kai saat mereka sudah mendapatkan tempat duduk.


"Apa saja terserah kau" kata Saerin.


Skip, selesai makan, di mobil..


"Saerin, aku ingin mengajakmu jalan-jalan. Kau mau kan?" tanya Kai sambil menyetir.


"Tentu saja, siapa yang tak suka jalan-jalan. Apalagi kan aku sudah lama tak keluar dan selalu berada di rumah sakit, aku sangat bosan disana" kata Saerin.


"Baiklah, kita akan bersenang-senang hari ini" kata Kai. Saerin hanya bersorak ria.


Skip


Mereka berdua menghabiskan waktu jalan-jalan bersama hingga malam pun tiba. Hueningkai membawa Saerin ke pasar malam karna malam itu adalah malam minggu jadi Kai memutuskan mengajak Saerin kesana. Mereka memainkan semua permainan yang ada disana sampai mereka puas bermain.


Di perjalanan pulang..


"Apa kau bersenang-senang hari ini Saerin?" tanya Kai sambil menyetir dan sesekali melirik ke arah Saerin yang sedang memeluk sebuah boneka yang ia dapatkan dari pasar malam. Dan ada banyak lagi boneka-boneka yang menumpuk di kursi belakang, karna mereka berdua selalu memenangkan setiap permainan yang mereka mainkan di pasar malam tadi.


"Aku sangat senang sekali, ini adalah hari yang baik" kata Saerin dengan tersenyum gembira.


"Aku juga".


Sampai dirumah, mereka berdua segera turun dari mobil.


"Kai, bawa semua boneka itu ke dalam kamarku ya. Aku duluan" kata Saerin sebelum ia berlari masuk ke dalam. Hueningkai hanya pasrah dibuat Saerin, ia tak dapat menolak perintahnya itu. Dengan kesusahan, Kai mencoba membawa semuanya ke dalam.


Sementara Saerin hanya duduk santai di sofa dengan memainkan bonekanya tanpa melihat Kai yang tengah kesusahan. Beberapa detik kemudian, Kai pun datang kembali dan duduk disamping Saerin.


"Kau lelah?" tanya Saerin yang melihat Kai yang terengah-engah.


"Nee"


"Kau tidur saja" kata Saerin.


"Apa kau tidak ingin tidur?"


"Nanti saja, aku belum mengantuk"


"Yasudah sana kau mandi dulu, kau pasti sangat lelah" kata Kai.


"Nee, ini pegang ini" kata Saerin yang menaruh boneka itu kepada Kai, lalu berlari ke kamarnya. Kai hanya menatap kepergian Saerin dari jauh, kemudian ia mengalihkan pandangannya dan menatap boneka yang ia genggam itu.


"Haisshh, ternyata mengurus seorang anak gadis itu susah ya. Harus selalu aku yang kena. Tadi di pasar malam, ia selalu memintaku untuk memainkan permainannya dan harus menang agar mendapatkan sebuah hadiah yaitu boneka. Dan yang paling menjengkelkan adalah saat aku harus mendapatkanmu. Aku harus rela melawan sebuah ketakutan ku yaitu permainan menangkap seekor belut. Itu adalah hal yang paling menjijikkan yang pernah aku lakukan. Tapi aku rela melakukan apapun untuk membahagiakannya. Lagipula permainan macam apa itu? tidak masuk akal sekali, tapi kau terlihat istimewa juga. Untung saja aku memenangkan permainan itu eh, mungkin aku sebut itu adalah pertandingan. Dan aku beruntung mendapatkan sejumlah uang dari hasil pertandingan itu tadi. Lumayan untuk menambah uang saku ku" kata Kai yang berkata tanpa henti pada boneka tersebut yang berada di pelukannya.


Di sisi lain..


Jungkook masih tengah berusaha untuk melepaskan dirinya. Ia memberontak sampai berteriak-teriak, tapi usahanya itu tidaklah membuahkan hasil. Jungkook tetap saja masih berada di tempatnya. Ia merasa frustasi dan hampir menyerah. Tapi tiba-tiba terdengar suara langkahan kaki dari luar lalu pintu terbuka. Seorang yeoja masuk ke dalam dan menutup pintunya dari dalam. Ia mengenakan pakaian yang terbuka, membuat Jungkook membelalakkan matanya melihat tubuh seorang yeoja yang bersamanya sekarang.

__ADS_1


"Annyeong chagia, karna urusanku sudah selesai jadi aku ingin bermain-main dengan mu" kata yeoja itu menghampiri Jungkook. Karna mulut Jungkook masih tersumpal ia tak bisa berbicara dengan baik. Ia hanya berteriak-teriak dan berusaha memberontak.


Yeoja itu pun mendekatinya, berjalan memutari kursi yang diduduki Jungkook. Sesekali tangannya bergerak mengusap dada bidang Jungkook.


"Aku merindukanmu chagi, dan malam ini adalah milik kita berdua" kata yeoja itu dengan tersenyum miring dan tertawa lepas.


"Kenapa kau tak berbicara? oowh nee, aku lupa jika mulutmu disumpal. Kasihan sekali, sini aku akan membukanya". Bukannya membuka kain yang menyumpal mulut Jungkook, ia malah membuka satu kancing baju Jungkook. Karna Jungkook menyadari hal itu, ia pun memberontak dan tak sengaja kepalanya berbenturan dengan kepala yeoja tersebut. Membuat yeoja itu mundur beberapa langkah sambil memegangi kepalanya yang sedikit pusing akibat benturan kepala Jungkook yang cukup keras.


"Aiss SIALAN!!" teriaknya. Membuat dua orang anak buahnya yang berjaga di depan kamar terkejut dan masuk ke dalam.


"Ada apa nona?" tanya salah satu penjaga dengan cemas.


"Akkh kenapa kalian masuk hah?!" kesal yeoja itu.


"Kami pikir kau dalam masalah nona"


"Tidak ada!! cepat keluar!!"


"Baik nona". Mereka berdua pun keluar dari kamar dan menutup pintunya lagi.


"Iisshh kau ini sangat-sangat menyebalkan"


"Mmmmmm"


"Ih, aku akan membuka kainnya agar kau bisa berbicara" lalu yeoja itu pun membuka kain yang menyumpal mulut Jungkook dengan kasar karna ia sangat kesal.


"DASAR WANITA MESUM!!" umpat Jungkook dengan berteriak.


"Kalau benar memangnya kenapa?! aku hanya ingin kau jadi milikku saja! aku sangat mencintaimu Jungkook. Dan kau juga mencintaiku kan?"


"Itu dulu, sekarang aku tak mencintaimu lagi. Aku bahkan muak denganmu, melihat wajahmu saja aku ingin muntah!!"


plak..


Satu tamparan mendarat di pipi Jungkook.


"Beraninya kau mengatakan itu!!"


"Cih menjijikkan!" tekan Jungkook.


plaakk..


Satu tamparan yang sangat keras itu kembali mendarat di pipi kiri Jungkook.


"Jangan kau coba mengulang kata-kata itu lagi!! atau akan kulakukan yang lebih besar lagi dari ini"


"Lakukan saja kalau kau mau. Aku tau, kau pasti tidak akan rela jika melihatku tersiksa" kata Jungkook dengan tersenyum miring.


"Jika aku mengatakan yang sebaliknya bagaimana?"


"Terserah dengan apa yang kau ingin lakukan. Aku tidak peduli"


"Baiklah, jika kau memang menginginkan itu dariku. Nantikan ajalmu chagi. Dia akan datang dan menyiksamu" kata yeoja itu dengan mendekatkan wajahnya pada Jungkook. Tapi dengan cepat Jungkook mengalihkan pandangannya agar matanya tak bertatapan dengan yeoja tersebut.


Kemudian, yeoja itu pun pergi ke luar kamar dan membanting pintunya dari luar.


Jungkook hanya menghela napas dengan kasar, karna ia gagal melepaskan diri.


Skip


Keesokan harinya, dirumah Bangtan..


Karna hari ini adalah hari Minggu. Seperti biasa, mereka melakukan kerja bakti membersihkan rumah. Tapi Jin sedang tidak fokus dengan pekerjaannya karna ia terus memikirkan keadaan Jungkook.


"Kookie, kau ada dimana? Hyung cemas memikirkanmu, semoga kau cepat di temukan Jungkook " batin Jin dengan melamun.


"Hyung, hyuungg" kata Jimin yang melambaikan tangannya di depan wajah Jin. Membuat seorang Jin tersadar dari lamunannya.


"Kau masih memikirkan Jungkook?"


"Nee Jimin-ah, aku sangat cemas sekali dengannya. Filing ku tidak enak mengenai Jungkook" kata Jin.


"Sudahlah hyung, jangan berpikiran negatif seperti itu. Kita selesaikan saja pekerjaan ini" kata Jimin.


"Nee".


Di sisi Saerin..


"SAERIIN, BANGUN!" teriak Kai dari dapur. Tapi tak ada jawaban dari Saerin di atas. Merasa tak dijawab oleh Saerin, Kai pun menaiki tangga menuju kamar Saerin. Ia membuka pintu kamar dan melihat Saerin masih tertidur lelap di kasurnya.


"Saerin, bangun. Kita sarapan, aku sudah membuatkanmu sarapan" kata Kai dengan nada lembut dan mengusap kepala Saerin.

__ADS_1


"Emmhh.. sepuluh menit lagi" kata Saerin yang masih menutup matanya.


"Hei, ini sudah pagi. Tidak baik anak gadis bangun kesiangan seperti ini" kata Kai yang masih mengelus kepala Saerin dengan tersenyum. Karna merasa risih dengan tangan Kai yang masih mengelus kepalanya, akhirnya Saerin membuka matanya lalu menatap Hueningkai.


"Baiklah ibu peri, aku akan bangun", lalu Saerin membangunkan tubuhnya dan terduduk di kasur.


"Morning" seru Saerin dengan senyum yang merekah.


"Morning" balas Kai.


"Cepatlah mandi, lalu turun dan sarapan. Aku sudah membuatkanmu sarapan"


"Baiklah" kata Saerin. *cup* Saerin mengecup pipi kanan Hueningkai sebelum ia pergi ke kamar mandi. Kai masih tercengang dan memaku di tempatnya. Ia masih belum sadar jika Saerin mengecup pipinya dengan tak disangka-sangka.


"Saerin, kau ini" gumam Kai sambil memegangi pipinya. Ia pergi keluar kamar dan turun ke meja makan menunggu Saerin.


20 menit kemudian, Saerin menuruni tangga dan bergabung memakan sarapannya di meja makan bersama Kai. Hari ini Saerin merasa kecewa karna ketujuh oppa kesayangannya tak berada disini untuk menemaninya sarapan pagi. Biasanya ia akan disambut oleh setiap satu persatu senyuman ceria dari ketujuh oppanya. Apalagi senyum hangat dari sang mentari kedua setelah sinar matahari yang menghangatkan tubuhnya, yaitu Hoseok. Yang selalu mempunyai senyum khasnya yang Saerin sukai.


Menyadari suasana hati Saerin sekarang, Kai mencoba untuk menghiburnya.


"Saerin, hari ini kan hari Minggu. Jadi.. aku ingin mengajakmu jalan-jalan lagi" kata Kai dengan tersenyum.


"Aku tidak mau, aku lelah. Kau kan sudah membawaku jalan-jalan kemarin. Aku ingin dirumah dulu untuk hari ini" kata Saerin dengan suara lesu.


"Baiklah".


Setelah menghabiskan sarapannya. Saerin langsung pergi keluar tanpa melihat Kai terlebih dahulu. Membuat Kai tambah cemas melihat keadaan Saerin saat ini.


"Mungkin aku harus membiarkan Saerin sendiri dulu sekarang. Ia pasti sedang ingin sendirian" kata Kai.


Di taman belakang, Saerin sedang terduduk di kursi panjang besi sambil memandangi tumbuhan dari kejauhan.


"Apa aku harus telpon yang lain saja? yah aku akan telpon salah satu dari mereka" Saerin mengutak-atik ponselnya dan menekan salah satu nama yaitu 'Hobi oppa 💗'


tut.. tutt..


"Yeoboseyo "


"Annyeong oppa, kau sedang apa? apa kau ada dirumah? Kau sudah sarapan? dimana yang lain? aku sangat merindukanmu, apa kau juga merindukanku?" tanya Saerin yang tiada hentinya.


"Nee, annyeong. Aku sedang berada di kamarku, aku sudah sarapan, dan yang lain sedang berada di bawah, mereka sedang bersantai. Aku juga merindukanmu. Sudah? apa ada yang lain lagi yang ingin kau tanyakan? "


"Nee, aku ingin bertanya satu hal lagi"


"Apa itu? "


"Dimana Jungkook oppa? aku sudah meneleponnya berkali-kali kemarin tapi ia tak mengangkat telpon ku juga. Sebenarnya dimana dia, tadi aku ingin menelponnya lagi tapi ponselnya tidak aktif. Apa yang sedang ia lakukan sekarang?"


"(Aku harus mengatakan apa pada Saerin? Jika ia tau kalau Jungkook hilang, ia pasti akan cemas dan memikirkannya terus. Aku tak mau bidadari kecilku itu menjadi khawatir)"


"Oppa? Oppaa.. ck OPPA!"


"A-a.. n-nee, mwoya? "


"Yak apa kau tak mendengarkan ku tadi oppa?"


"Oh oh, nee aku mendengarkan mu. T-tadi apa yang kau katakan? "


"Ck, kau tak mendengarkan apa yang aku katakan tadi"


"Nee, mianhaee.. sekarang tanyakan ulang saja lagi tadi "


"Aku tanya, dimana Jungkook oppa? kenapa ponselnya tidak aktif?"


"Ooh itu, Jungkook sedang.. sedang.. pergi keluar! nde pergi keluar, dan p-ponselnya.. ia pasti lupa membawanya "


"Ooh seperti itu.. baiklah"


"Huuuhh "


"Ok, jika Jungkook oppa sudah kembali katakan padanya agar cepat-cepat menghubungiku"


"Nee "


"Aku tutup dulu oppa, annyeong!"


"Annyeong "


Saerin pun menutup sambungannya. Ia menghela napas kecewa menatap ke bawah.


...

__ADS_1


Hello para readers tercinta, maaf ya kalo tadi ada kata-kata yang kasarnya. Author cuma kebawa suasana aja, emang author mah orangnya baper an 😁 maap ya.


Jangan lupa tinggalkan like, komen dan vote nya. Borahae 💜


__ADS_2