You'Re My Brother (BTS)

You'Re My Brother (BTS)
Eps 24


__ADS_3

Skip


Keesokan harinya.


"Haah.. hari Minggu yang indah" kata Saerin yang meregangkan otot-otot tubuhnya di depan jendela kamar. Ia baru selesai membersihkan diri, terlihat handuk yang bersender di lehernya itu. Menghirup udara pagi tanpa polusi yang segar dan sambil merasakan cahaya matahari pagi yang menghangatkan tubuhnya.


"Hai my princess!" seru seseorang dari belakang. Saerin segera menoleh, dan ternyata itu Hoseok yang berada di ambang pintu dengan menggenggam kenopnya.


"Hoseok oppa?"


"Morning!" kata Hoseok sambil memperlihatkan senyum cerianya.


"Morning oppa. Waeyo?" kata Saerin yang masih berdiri di tempat.


"Sarapan sudah siap, turunlah kebawah. Jin hyung sudah menunggumu"


"Nee oppa. Aku akan segera kesana" kata Saerin dengan tersenyum.


Hoseok kembali menutup pintunya. Saerin pun melemparkan handuk yang berada di lehernya itu ke atas kasur dan pergi keluar. Ia melihat Hoseok yang memasuki kamar Taehyung.


"Hmm.. apa yang lain belum bangun?" gumamnya. Saerin berjalan ke arah kamar Jungkook yang bersebelahan dengan kamarnya. Ia pikir oppanya itu belum bangun, jadi ia berinisiatif untuk membantu Hoseok membangunkan yang lain juga.


Saerin mengetuk pelan pintu kamar Jungkook, dan pintunya pun segera terbuka.


"Saerin? wae?" tanyanya


"Eoh oppa, aku kira kau belum bangun" kata Saerin.


"Apa kau kemari untuk membangunkan ku?" tanya Jungkook. Saerin hanya mengangguk kan kepalanya.


"Ahh.. gwenchana, aku sudah bangun dari tadi" kata Jungkook sambil mengelus kepala Saerin dan tersenyum.


"Apa kau belum menggosok gigimu?" kata Saerin.


"Memangnya kenapa?" tanya Jungkook yang mengerutkan keningnya.


"Gosok gigimu" kata Saerin dengan nada memerintah.


"Arrasseo.."


"Aku akan menunggumu dibawah" kata Saerin.


"Nee"


Jungkook kembali menutup pintunya. Saat Saerin membalikkan badannya, terlihat Hoseok yang keluar dari kamar Taehyung dan menoleh padanya.


"Saerin, kenapa kau belum turun?" tanya Hoseok yang masih berada di depan kamar Taehyung, setelah ia menutup pintu.


"Oppa, apa yang lain belum bangun? aku pikir begitu jadi aku ingin membantumu membangunkan mereka" kata Saerin.


"Yang lain sudah aku bangunkan, hanya Jimin saja yang belum" kata Hoseok.


"Baiklah aku akan membangunkannya". Saerin langsung berjalan ke kamar Jimin yang berhadapan dengan kamarnya. Saerin mengetuk pelan pintu kamar Jimin. Tapi tidak ada jawaban dari dalam. Saerin mencoba mengetuknya sekali lagi, kali ini sedikit lebih keras.


"Kenapa dia tidak membukanya?"


"Mwoya, Saerin?" kata Hoseok yang datang menghampirinya.


"Entahlah oppa, mungkin Jimin oppa masih tertidur" kata Saerin. Hoseok mengetuk pintu kamar Jimin, tapi tetap saja tidak ada hasilnya. Akhirnya Hoseok pun membuka pintunya. Tiba-tiba Jimin sudah berada didepannya saja, ia hanya memakai lilitan handuk di badannya, menyisakan bagian atas saja hingga memperlihatkan dada bidangnya yang basah berteteskan air. Hoseok sangat kaget melihatnya, terlebih lagi ia teringat kalau Saerin masih ada di belakangnya. Ia langsung berbalik dan menutup mata Saerin dengan telapak tangannya.


"Yak! Jimin-ah kenapa kau hanya memakai handuk saja?! kenapa kau belum juga memakai bajumu?!" kata Hoseok, sedikit berteriak.


"Karna aku baru selesai mandi hyung. Dan di luar berisik sekali, jadi aku langsung kemari. Tapi belum juga aku buka, kau sudah membuka pintunya. Aku juga kaget melihatmu hyung" kata Jimin yang heran dengan mengerutkan keningnya.


"Ah.. yasudah cepat pakai bajumu sana!!". Jimin langsung menutup pintu kamarnya, Hoseok menghela napasnya lega dan melepaskan telapak tangannya dari wajah Saerin.


"Haah.. hampir saja, aishh.. oppa kan sudah menyuruhmu turun Saerin-ah" kata Hoseok sedikit meninggikan nada suaranya. Saerin hanya menatap Hoseok dengan tatapan polosnya.


"Waeyo hyung?" tanya Jungkook yang keluar dari kamarnya.


"Ah gwenchana. Jungkook turunlah bersama Saerin!" suruhnya.


"Nee hyung. Kajja Saerin!" kata Jungkook sambil meraih tangan Saerin dan pergi turun ke bawah. Disana sudah ada Yoongi, Namjoon dan Jin yang sedang menyantap sarapannya. Jungkook dan Saerin ikut bergabung di meja makan. Dan tak lama kemudian Jimin, Taehyung dan Hoseok pun turun dan bergabung juga.


"Hm.. pagi yang cerah bukan?" kata Taehyung dengan menatap yang lain, dan sedikit tersenyum miring.


"Nee, memangnya kenapa Taehyung-ah?" kata Namjoon. Taehyung pun memperlihatkan senyum manisnya.


"Mari kita keluar jalan-jalan. Sekalian menikmati hari Minggu yang indah ini.." kata Taehyung seperti memberikan kode.


"Eoh, nee.. benar juga kata Taehyung" kata Namjoon dengan lagak yang sama. Dia menatap Hoseok.


"Ah nee. Aku setuju" kata Hoseok yang mengerti maksud mereka berdua. Ia melemparkan tatapannya pada Jimin dan Jungkook.


"Aku juga!" kata Jimin dan Jungkook, yang mengerti juga. Dari tadi, Saerin hanya memperhatikan oppanya itu, ia mengingat sesuatu dan segera mengerti apa yang dimaksudkan oleh oppanya.


"Kalau begitu.. aku juga ikut!" kata Saerin dengan menaik-turunkan kedua alisnya. Saerin melemparkan senyumannya pada Yoongi yang hanya diam menyimak pembicaraan adik-adiknya. Saat Yoongi menoleh, semua mata adiknya memandang dia dengan penuh harap. Yoongi langsung kebingungan, ia mengerutkan keningnya tanda ia tak mengerti maksud mereka.


"Hyuungg.." kata Hoseok dengan nada pelan sambil menyikut lengan Yoongi.


Yoongi langsung teringat sesuatu, ia juga langsung mengerti apa yang mereka maksudkan.


"Ah nee, nee. Aku juga ikut!" katanya sambil menunjukkan senyum manisnya.


Sebenarnya, setiap hari Minggu mereka akan melakukan bersih-bersih di rumah. Mereka mengatakan itu, untuk membuat Jin lupa akan kegiatan pada setiap hari Minggu. Dan agar mereka tidak jadi melakukannya.


Diam-diam, Jin mendengar ucapan adik-adiknya itu, dan ia mengerti apa yang mereka maksud. Sudah biasa baginya jika mereka mengucapkan itu pada setiap pagi di hari Minggu, seperti sekarang ini. Karna ia tau, mereka pasti tidak ingin membantunya membereskan rumah. Dirinya tidak akan tertipu oleh kode yang keluar dari mulut adik-adiknya itu.


"Ani!! kalian semua harus membantuku hari ini. Jika tidak.. aku akan memotong uang saku kalian selama dua bulan", akhirnya Jin angkat bicara dan mengancam mereka, karna ia tak tahan melihat sikap adik-adiknya yang ingin kabur dari pekerjaan mereka.


"MWO!!! DUA BULAN!!??" teriak mereka semua dengan mengangkat badan mereka pada tumpuan tangan di atas meja.


"Mwo? uang saku kita akan dipotong selama dua bulan? itu kejam sekali hyung.." kata Namjoon.


"Nee. Apa kau tidak bisa melihat adikmu bahagia sebentar hyung?" kata Hoseok.

__ADS_1


"Uang saku dipotong selama dua bulan? bukankah itu sangat kejam?" kata Taehyung.


"Jangan begitu lah, hyung.." kata Jimin.


"Nee.. jika uang saku kami dipotong, bagaimana nasib kami hyung? apa kau tega membiarkan adikmu ini sengsara?" kata Jungkook.


"Apa kau tidak kasihan melihat nasib kami, jika kau memotong uang saku kami, hyung..?" kata Yoongi.


"Kenapa kau tega sekali oppa...?" kata Saerin dengan wajah memelas.


"Ani!! pokoknya setelah sarapan ini, kalian harus bersiap-siap. Karna rumah ini sudah sangat kotor. Kita harus gotong royong membersihkannya. Lagipula ini kan untuk kebaikan kalian sendiri. Aku tidak mau tau, yang penting selesai sarapan, kita harus bekerja. Arrasseo..??"


Mereka semua menghela napas dengan pasrah dan duduk kembali.


"Arrasseo.." seru mereka bersamaan sambil menunduk.


Dalam keadaan itu, Jin tersenyum menahan tawa melihat adik-adiknya yang kini pasrah dengan perintahnya.


skip..


Setelah selesai sarapan, merekapun mulai bekerja membereskan rumah. Mereka memulainya dari kamar masing-masing, setelah itu Jin memberi bagian-bagian tugas mereka dan itu segera dilakukan dengan baik. Saerin mencuci piring-piring kotor dan membersihkan dapur. Hoseok dan Yoongi membereskan di dalam rumah. Jin dan Namjoon membersihkan di halaman depan rumah. Sedangkan Jimin, Taehyung dan Jungkook membersihkan di halaman belakang. Mereka semua bekerja dengan giat walau dengan sedikit rasa terpaksa. Tapi mereka mengerti maksud dari Jin, kakak tertuanya itu bermaksud baik, ia ingin mengajari adik-adiknya tentang menjaga kebersihan lingkungan rumah agar tampak bersih, baik, indah dan terawat. Dan mengajari mereka untuk saling bergotong royong dalam keluarga dan belajar mandiri.


***~***_________________________***~***




Beberapa jam kemudian...


*


Di halaman depan rumah, semuanya sudah bersih. Jin dan Namjoon saling menyatukan telapak tangan mereka setelah melihat hasil kerja kerasnya.


Di dalam rumah, seperti ruang tamu dan ruang tengah juga sudah rapi dan bersih. Yoongi dan Hoseok juga saling menyatukan telapak tangannya di udara, karna melihat hasil dari kerja keras mereka yang nampak memuaskan.


Di dapur, Saerin juga telah selesai membersihkannya. Peralatan masak dan peralatan makan pun sudah bersih mengkilap. Meja makan sudah rapi, semuanya tertata rapi dan bersih. Saerin mengayunkan kedua lengan di samping pinggangnya dengan berseru "Yeesshh" sambil tersenyum puas melihat hasil kerjanya.


Di depan rumah..


"Namjoon, kajja kita masuk. Semuanya sudah beres di depan sini" kata Jin.


"Nee hyung" kata Namjoon yang membereskan peralatan bersih-bersihnya. Setelah itu, mereka segera masuk kedalam. Dan mereka bertemu Yoongi dan Hoseok yang sedang membereskan peralatannya juga.


"Yoongi hyung, Hoseok hyung. Apa kalian sudah selesai?" tanya Namjoon.


"Nee, apa kau tidak melihatnya Namjoon?" kata Hoseok.


"Nee.. kerja yang bagus. Sekarang mari kita lihat dapur" kata Jin. Ia berjalan memimpin di depan. Mereka semua menghampiri Saerin di dapur. Terlihat Saerin sedang tersenyum puas melihat hasil kerjanya.


"Anak pintar" kata Jin yang mengusap puncak kepala Saerin dengan tersenyum.


"Kajja kita cek di halaman belakang!" kata Namjoon yang berjalan duluan, dan yang lain mengikutinya dari belakang.


Saat mereka membuka pintu belakang, semua ternganga kaget melihatnya. Karna..


Saerin menoleh mencari keberadaan ketiga oppanya itu, disekitar kolam renang mereka bertiga tidak ada. Saerin mendekati oppanya yang lain.


"Oppa, dimana mereka bertiga?" tanyanya pada Jin, Namjoon dan Yoongi.


"Ssuutt.. kemarilah!" bisik Hoseok dengan melambai pelan telapak tangannya. Ia sedang mengintip sesuatu di balik pagar besi yang memisahkan halaman kolam renang dengan taman di belakang rumah. Saerin, Jin, Namjoon dan Yoongi segera mendekati Hoseok. Mereka pun melakukan hal yang sama dengan Hoseok.


Ternyata.. Jimin, Taehyung dan Jungkook sedang bermain selang air di taman belakang. Mereka terlihat saling menyemburkan air dari selang itu. Saerin, Jin, Yoongi, Hoseok dan Namjoon menoleh secara bersamaan, lalu tersenyum dan berjalan ke taman belakang dengan diam-diam. Setelah jarak mereka hampir dekat. Saerin dan juga keempat oppanya itu, langsung berlari ke arah Jimin, Taehyung dan Jungkook. Dan mereka saling berpelukan bersama. Ketiganya itu merasa terkejut akan kehadiran yang lain. Selang air yang dipegang Jungkook mengarah ke atas. Dan mereka semua sedikit basah terkena air mancur kecil itu. Mereka saling bermain air dan menyemprotkannya pada yang lain. Mereka bersenang-senang sampai hari menjelang siang.



Jin menyadari bahwa matahari mulai berada di atas kepalanya, menandakan hari sudah siang. Ia harus menyiapkan makan siang. Jin segera masuk tanpa mempedulikan adiknya yang masih bermain air, yang terpenting adalah ia harus segera memasak. Jin mengganti bajunya yang basah. Setelah itu, ia pergi ke dapur. Ia memakai celemek nya dan tangannya bergerak kesana kemari dengan lihainya yang sedang bertempur di dapur.


Selesai menata makanannya di meja, Jin cepat-cepat memanggil adik-adiknya untuk makan siang.


"Sudah cukup mainnya, sekarang semuanya masuk kedalam. Ganti baju kalian, nee..?" teriak Jin dari pintu belakang.


Mereka semua segera menghentikan itu, dan masuk ke dalam bersamaan.


Skip


Selesai makan siang, mereka berkumpul di ruang tamu.


"Aku lelah sekali.." kata Taehyung sambil menghela napasnya.


"Tapi kata ku, ini sangat seru!" kata Saerin.


"Apanya yang seru?" tanya Taehyung.


"Ketika kita bekerja keras membersihkan rumah, menyapu, mengepel, membereskan sampah-sampah yang berserakan dan lain sebagainya, itu memang sangat melelahkan. Tapi ketika kita melihat hasil dari kerja keras kita tadi, rasanya sangat senang dan bahagia sekali bukan? Lihatlah! rumah kita kan jadi bersih mengkilap karna usaha kita sendiri, dan tentunya sangat enak untuk dipandang bukan? Dan kita juga akan betah tetap tinggal disini" kata Saerin dengan melihat sekelilingnya sambil tersenyum.


"Nee, usaha kita tidak sia-sia. Hasilnya bisa membuat kita bahagia" kata Jungkook, sama tersenyumnya juga.


Skip


Malam...


Selesai makan malam, mereka semua kembali duduk di sofa.


Saerin juga sedang duduk dan bermain bersama Yeontan, dengan Taehyung yang berada di samping mereka. Saerin menoleh ke kanan-kiri nya, ia merasa ada yang kurang disini.


"Waeyo Saerin?" tanya Taehyung yang heran melihat Saerin kebingungan dengan melihat sesuatu kesana-kemari.


"Dimana Jungkook oppa?".


Setelah Saerin mengatakan itu, tiba-tiba Jungkook datang sambil melipat lututnya dilantai dan membawa setangkai bunga mawar di tangannya yang disodorkan pada Saerin.


"Mwo? apa yang kau lakukan?" tanya Saerin yang mengangkat sebelah alisnya.


"Untukmu" kata Jungkook singkat.

__ADS_1


Saerin mengambilnya dari tangan Jungkook. Jungkook kembali berdiri setelah bunganya diambil oleh Saerin, lalu duduk disebelahnya. Saerin menghirup aroma bunga tersebut, ia sangat menyukainya.


"Emm.. harum sekali, tapi sepertinya.. aku kenal aromanya. Dimana ya?" kata Saerin sambil terus menghirup wangi bunganya.


"Dimana kau mendapatkannya oppa?" tanya Saerin saat menoleh pada Jungkook.


"Aku mendapatkannya dari pot bunga" kata Jungkook dengan santai.


"Mwo? pot bunga dimana?" tanya Saerin yang sedikit terkejut.


"Dikamar mu" jawabnya singkat.


"Mwo??!!".


Saerin membulatkan matanya lebar.


"Jungkook-ah..?" kata Taehyung menoleh pelan pada Jungkook, dengan memasang wajah cemas padanya.


"Wae??" kata Jungkook yang heran, tanpa tidak merasa akan terjadi masalah dengannya.


"Oppaa.." tekan Saerin.


Saerin menatap Jungkook dengan tajam. Sampai Yeontan melompat dari pangkuan Saerin ke pangkuan Taehyung.


"Ooh ani.."


"JUNGKOOK OPPAAAA!!!!" teriak Saerin. Seisi ruangan bergema karna teriakannya yang begitu kencang. Hingga yang lain hanya bisa menutupi kupingnya saja.


"KENAPA KAU MEMOTONG BUNGA KU!! INI BUNGA MAWAR KESAYANGANKU!!!" kata Saerin masih berteriak.


"M-mianhae Saerin-ah, oppa tidak tau jika kau sangat menyayangkan bunga itu" kata Jungkook dengan sedikit bergemetar.


Saerin naik ke sofa, ia menghadap ke Jungkook dengan penuh amarah.


"Aa.. oppaa.. kenapa kau melakukannya!!!" teriak Saerin sambil menggenggam kerah baju Jungkook dan mengguncang-guncangkan tubuh oppanya.


"Kenapa kau memotongnya..!! itu kan bunga kesayangan Saerin..!! kenapa kau potongg..!! aaaa..." rengeknya dengan tak henti mengguncangkan terus tubuh Jungkook.


"Saerin! mian Saerin! mianhaee..! Oppa .. tidak .. sengaja .. Saerin .. mianhae!!" kata Jungkook dengan terputus-putus.


Lalu setelah itu, Saerin melepaskan genggamannya pada baju Jungkook, dan duduk lemas memandangi bunga mawar kesayangannya yang malang.


"Saerin, mianhae" kata Jungkook dengan mencoba merangkul tubuh Saerin. Tapi justru, Saerin dengan cepat memeluk Taehyung yang berada di sampingnya. Ia menolak pelukan dari Jungkook, karna Saerin merasa kesal dengan oppanya.


Saerin menangis dalam pelukan Taehyung, ia sangat-sangat kesal dengan Jungkook. Taehyung berusaha menenangkan Saerin yang menangis dengan tersedu-sedu, sambil masih menggenggam erat setangkai bunga mawar di tangannya.


"Ssssttt... sudahlah Saerin.. cup, cup, cup. Jangan nangis lagi adik oppa yang cantik" rayu Taehyung sambil menepuk pelan punggung Saerin.


"Jungkook!" seru semuanya dengan nada pelan. Para hyungnya kini menatap Jungkook dengan tajam.


Jungkook jadi kebingungan, apa yang harus ia lakukan? pikirnya. Belum ada yang bisa menenangkan tangisan Saerin sekarang, sedangkan Jungkook sedang mencari cara untuk membuat Saerin berhenti menangis. Jungkook jadi merasa bersalah, baru kali ini Jungkook membuat Saerin menangis.


"Saerin.. mian nee? Oppa salah, oppa tidak sengaja melakukan itu, tolong jangan marah dengan oppa nee? Oppa sangat menyayangimu karna itu oppa memberikan bunga untukmu" kata Jungkook.


"Kau keterlaluan! hiks.. hiks.. jangan bunga ku juga kau potong oppa. hiks.. hiks.. hiks.."


"Nee, mianhae..", Jungkook mengguncang pelan tubuh Saerin.


Saerin melepaskan pelukannya dari Taehyung, dan ia kembali duduk ditempatnya. Tanpa melihat Jungkook sedikitpun. Saerin menyeka air matanya, ia masih terdiam dengan setangkai bunga yang ia pandangi.


"Saerin.." panggil Jungkook.


"Kau harus mengganti bunga ku dengan yang baru!" kata Saerin kemudian.


"Nee, aku akan menggantiny-"


"Tapi pakai uangmu!" potong Saerin.


Jungkook terdiam sejenak, dengan ucapan adiknya itu.


"Mwo? p-pakai uangku?" tanya Jungkook, tak percaya dengan ucapan Saerin.


"Nee!"


Jungkook menoleh pada hyungnya yang lain. Dan mereka hanya mengangguk menyetujuinya. Jungkook dibuat pasrah dengan keinginan Saerin. Bagaimanapun ia harus menuruti kemauan adik tercintanya.


"Alright. Tapi, kau tidak marah lagi denganku kan Saerin?" tanya Jungkook berharap.


"Ani! aku masih kesal padamu!" jawab Saerin dengan cemberut.


"Arrasseo. Gwenchana, kalau kau masih marah. Aku pantas mendapatkannya" kata Jungkook yang menundukkan kepalanya merasa bersalah.


"Tapi kau janji, akan mengganti bunga ku besok" kata Saerin.


"Nee" Jungkook masih tertunduk.


"Baiklah, untuk kali ini. Kau, aku maafkan" kata Saerin dengan sedikit tersenyum, memaafkan kelakuan oppanya. Jungkook tersentak, ia mendongak kembali. Seakan tak percaya jika Saerin akan memaafkannya secepat itu.


"Really? apa kau tidak bercanda Saerin?" tanyanya bingung.


Saerin menganggukkan kepala dengan tersenyum lebar, mengiyakannya. Jungkook dibuat senang oleh nya. Karna dia tidak pernah mendapatkan maaf secepat ini. Ia langsung memeluk Saerin dengan erat.


"Gomawo Saerin-ah. Kau memang adikku yang baik. Aku janji ini takkan terulang lagi. Oppa sangat menyayangimu" kata Jungkook, yang dibalas pelukan hangat oleh Saerin.


Mereka berdua melepaskan pelukannya. Saerin menunjukkan jari kelingkingnya pada Jungkook. Meminta ia mengaitkan jari kelingkingnya pula, dengan tujuan berjanji. Jungkook segera mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Saerin.


Yang lain hanya tersenyum melihat keakraban mereka berdua.





__ADS_1


Nantikan kelanjutan kisahnya... 💜


__ADS_2