You'Re My Brother (BTS)

You'Re My Brother (BTS)
Eps 38


__ADS_3

👆


Cek eps sebelumnya di part akhir bagi yg sudah membaca, jika baru membacanya lanjut saja.


...


Masih waktu yang sama.


Jungkook masih menunggu seseorang yang mengiriminya surat. Ia melirik arlojinya, pukul 22.00 kst.


"Dimana dia?" gumamnya lagi, yang sudah tak sabar menunggu seseorang itu.


"Haish" helaan napas dari Jungkook.


"Annyeong chagi, apa kau menunggu ku?" suara seorang yeoja yang berdiri dari kegelapan.


Setelah mendengar suara itu, Jungkook langsung menoleh heran.


Perlahan, bayangan seseorang itu mulai mendekatinya sedikit demi sedikit terlihat jelas. Hanya ada penerang lampu jalanan yang menerangi jalan yang di jejakinya sekarang.


"Aku, kembali" ucap Yeoja itu dengan senyum miring yang sudah terlihat jelas wajahnya oleh Jungkook.


Jungkook sangat terkejut hingga ia diam memaku di tempatnya, melihat siapa seorang yeoja tersebut.


"Kau?"


"Apa kau tidak merindukanku?" tanya Yeoja itu.


"Ternyata kau!! kenapa kau mengirimiku surat seperti itu, apa yang kau inginkan?!?!" kesal Jungkook.


"Aku hanya ingin hubungan kita kembali lagi seperti dulu chagi, kau telah meninggalkanku setahun yang lalu dan aku hancur tanpamu"


"Setelah kau selingkuh di belakangku? memangnya dimana kekasih baru mu itu hah?! pergi? atau jalan dengan perempuan lain? dan kau dibuang? lalu kau memintaku kesini hanya untuk mengembalikan hubungan kita seperti dulu lagi? heh itu takkan pernah terjadi, aku sudah tau kebusukanmu" kata Jungkook.


"Aku tidak tau apa yang kau katakan itu. Tapi kumohon kembalilah bersama ku"


"Cih, aku tidak sudi mempunyai hubungan dengan wanita kotor seperti dirimu!" umpat Jungkook.


"Apa yang kau katakan?! aku masihlah suci chagia"


"Apa kau bilang? suci? heheh, wanita murahan seperti dirimu ini masih dikatakan suci? jangan kira aku tidak tau apa yang sudah kau lakukan selama ini. Aku tidaklah bodoh, aku sudah tau semua hal tentang dirimu dari satu tahun yang lalu. Tampangnya saja terlihat polos, tapi sebenarnya kau adalah wanita kotor. Cih, tak sudi aku mendekatimu, dasar gadis murahan"


"Yakk jaga ucapanmu itu!!"


"Sudahlah, aku hanya membuang-buang waktu saja berada disini denganmu" ucap Jungkook sebelum ia memasuki mobil. Tapi belum sempat ia membuka pintu mobilnya, seorang lelaki bertubuh besar mencekal lengannya dan menarik kerah baju Jungkook. Ia melayangkan sebuah bogem mentahnya yang mendarat di pipi kiri Jungkook. Membuat tepi bibirnya sobek dan mengeluarkan darah.


Jungkook yang masih syok hanya bisa terdiam karna serangan bertubi-tubi dari dua orang suruhan yeoja itu yang memukulinya hingga ia pingsan.


"Cepat bawa dia!!"


"Baik nona". Para suruhan yeoja tersebut mengangkat Jungkook dan membawanya pergi.


"Cih, kau pikir dirimu pintar eoh? aku jauh lebih pintar darimu, kali ini kau akan jadi milikku, mau tak mau kau harus kembali padaku. Akan ku lakukan semuanya agar kau mencintaiku lagi chagi" gumam seorang yeoja tersebut.


Skip pagi


Dirumah Bangtan..


Jin terbangun di pagi hari, dan segera menyiapkan sarapan untuk adik-adiknya.


"Sudah, tinggal membangunkan mereka saja" kata Jin yang selesai menata makanan di meja lalu melepas celemeknya dan pergi menaiki tangga.


"Yoongi!! bangun!!" teriak Jin sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Yoongi. Tapi tak ada jawaban dari dalam.


"Yoongi!!" teriaknya sekali lagi, tapi tetap tidak ada yang menjawab. Karna tak sabar lagi, akhirnya Jin membuka pintu itu dan melihat Yoongi tidak ada di dalam.


"Hah?! dimana dia?" gumamnya.


"Yoong-" ucapan Jin terpotong karna melihat Yoongi yang berada di belakangnya.


"Kenapa kau berteriak?" tanya Yoongi dengan santai.


"Haish, aku mencarimu Yoongi. Aku tak melihatmu di dalam. Darimana saja kau?"


"Aku baru selesai jogging hyung"


"Oh baiklah, cepatlah mandi setelah itu turun kebawah. Aku sudah menyiapkan sarapan" kata Jin.


"Nee" ucap Yoongi dengan dingin sambil memasuki kamarnya.


"Aish anak itu"


Lalu Jin kembali membangunkan adiknya yang lain. Sampai di kamar Jungkook.


"Jungkook!! bangun!!" teriak Jin sambil mengetuk pintunya.


"Kenapa tidak ada jawaban? Jungkook!!"


"Ada apa hyung?" tanya Hoseok yang datang tiba-tiba.


"Kau tau dimana Jungkook?" tanya Jin.


"Memangnya Jungkook kemana hyung?"


"Maka dari itu aku menanyaimu, aku juga tidak tau"


"Coba kau buka dulu, mungkin ia ada di kamar mandi" kata Hoseok. Jin pun membuka pintu kamar Jungkook dan ia terkejut karna tak melihat Jungkook ada di kamarnya. Jin memasuki kamar Jungkook dan mengecek di dalam kamar mandi. Ia juga tak menjumpainya disana.


"Dimana Jungkook?" tanya Jin yang mulai cemas.


"Sepertinya ia sedang keluar sebentar hyung, sudahlah kita kan harus cepat-cepat pergi ke kantor" kata Hoseok.


"Nee". Hoseok dan Jin keluar dari kamar Jungkook menuruni tangga ke dapur.


10 menit kemudian..


Jin dan yang lainnya sudah selesai memakan sarapannya, tapi tidak dengan Jungkook yang tak datang untuk sarapan paginya.


"Kenapa Jungkook masih belum juga datang? sebenarnya kemana dia pergi?" tanya Jin dengan raut wajah cemas.

__ADS_1


"Nee, dari tadi aku tidak melihat Jungkook?" tanya Taehyung pada yang lain.


"Mungkin dia sudah pergi ke kantor duluan" kata Namjoon dengan datar.


"Sudahlah, mungkin memang benar yang di katakan Namjoon. Kita harus segera berangkat ke kantor kita sudah terlambat" kata Hoseok yang beranjak dari tempat duduknya.


Mereka semua pun kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap mengenakan pakaian kantornya. Dikamar Jimin, saat ia ingin mengambil kunci mobilnya di atas meja. Tapi ia terkejut karna tidak melihat satupun kunci di atas meja itu.


"Kemana kunci mobilku?" gumam Jimin sambil merogoh-rogoh sakunya dan mencari kunci itu di setiap sudut ruangan. Sampai ia mencarinya turun ke bawah.


"Apa yang kau cari?" tanya Yoongi yang melihat Jimin kebingungan mencari sesuatu.


"Mencari kunci mobilku hyung, kau tau tidak?" tanya Jimin yang menatap Yoongi.


"Mana ku tau, itu kan kunci mobilmu kenapa bisa kau tidak tau" kata Yoongi.


"Tapi aku benar-benar tidak menemukannya dimana-mana hyung"


"Cari saja lagi" setelah mengatakan itu, Yoongi segera pergi ke luar.


"Haish.. dimana kunci mobilku? kenapa hilang?" gumam Jimin sambil mengacak-acak rambutnya.


"Kau sedang mencari apa Jimin-ah?" tanya Hoseok.


"Aku sedang mencari kunci mobilku hyung"


"Memangnya kau sudah mencarinya di kamarmu?" tanya Hoseok.


"Sudah hyung, tapi aku tak dapat menemukannya, bagaimana ini kenapa kunci mobilku hilang? bagaimana bisa hilang?" kata Jimin yang mengacak kembali rambutnya dengan kesal.


"Kau sudah mencarinya di tempat lain?"


"Sudah hyung, tapi belum juga aku temukan kuncinya" kata Jimin.


"Kalau begitu, aku akan membantumu mencarikan kunci mobilmu, mungkin itu terselip di benda-benda lain" kata Hoseok. Dengan senang hati, Hoseok membantu Jimin mencari kunci mobilnya.


Setelah beberapa saat kemudian, Jimin maupun Hoseok tak dapat menemukan kunci mobil milik Jimin.


"Aarrgghh kunci itu memang benar-benar hilang!!" teriak Jimin yang sudah menyerah mencarinya.


"Ada apa ini? kenapa kau berteriak Jimin?" tanya Jin dan yang lain mendekatinya.


"Kunci mobilku hilang hyung" rengek Jimin.


"Apa kau sudah mencarinya di seluruh rumah hyung?" tanya Taehyung.


"Sudah, bahkan Hoseok hyung juga membantuku, tapi ia juga sama tidak menemukan kunci ku" kata Jimin.


"Coba kau lihat di mobilmu dulu Jimin-ah, mungkin saja kuncinya masih berada di dalam" kata Namjoon.


"Ah nee, aku belum mengecek mobilku" kata Jimin sebelum ia berlari menuju garasi. Yang lain hanya mengikutinya dari belakang.


"AAARRRGGGHHH!! DIMANA MOBILKU??!!" teriak Jimin yang tak menemukan mobil miliknya yang sebelumnya terparkir rapi di dalam garasi. Yang lain hanya berhenti di depan garasi sambil menatap punggung Jimin yang berlutut di tanah.


"Hei, mana Yoongi?" tanya Jin yang melihat satu tempat parkir lagi yang kosong.


"Dia sudah ke kantor lebih dulu hyung" jawab Hoseok.


"ARGH, mobilku pasti di pinjam oleh Jungkook. KOOKIEEE KENAPA KAU TAK BILANG AKAN MEMINJAMNYAA" teriak Jimin lagi dengan kesal.


"Tunggu!" ucap Namjoon. Semua menatap ke arah Namjoon dengan tatapan heran.


"Tadi pagi Jungkook tak ada, lalu kunci beserta mobil Jimin sekarang hilang. Mungkin hilangnya mobil Jimin ada hubungannya dengan Jungkook, tunggu. YAK JIMIN, APA JUNGKOOK SUDAH MENGATAKAN SEBELUMNYA PADAMU JIKA IA MEMINJAM MOBILMU?" kata Namjoon yang berteriak ke arah Jimin dengan jarak mereka yang berjauhan.


"TIDAK HYUUNG" balas Jimin dengan berteriak pula.


"Kenapa bisa? biasanya Jungkook akan meminta izin dulu sebelum ia meminjam mobil milik yang lain. Tapi kenapa Jungkook tak meminta izin terlebih dahulu?" kata Namjoon.


"Sebentar, aku telpon Yoongi dulu. Dia kan sudah berada dikantor, dan pastinya ia juga sudah bertemu dengan Jungkook" kata Jin.


Jin mengambil ponselnya dan segera menelepon Yoongi.


"Yeoboseyo?"


"Ada apa hyung? " tanya Yoongi di dalam telpon.


"Kau sudah dikantor kan? apa kau melihat Jungkook disana?"


"Itulah yang akan aku katakan, aku tak dapat menemukan Jungkook. Aku berangkat lebih awal dari kalian itu karna aku ingin melihat keadaan Jungkook. Aku pikir dia ada di ruangannya, tapi saat aku membuka pintu dia tidak ada di sana dan tasnya pun tak ada. Ruangannya juga masih sepi, tidak ada pergerakan barang dari seseorang dan aku juga sudah menanyakan ini pada karyawan lain. Tapi mereka juga tak melihat Jungkook dari tadi pagi " jelas Yoongi.


"Mwo? jika Jungkook tak ada dikantor, lalu dimana dia?"


"Aku tak tau hyung, yasudah aku akan menutup telponnya dulu. Aku ingin mencari Jungkook lagi "


"Baiklah Yoongi"


tut.. tutt..


"Apa Jungkook ada dikantor hyung?" tanya Taehyung.


"Tidak ada, Yoongi sudah mencarinya di kantor dan bertanya pada seluruh karyawan tapi Yoongi tak menemukan Jungkook" kata Jin.


"Lalu dimana dia sekarang?" tanya Namjoon. Semua tak merespon ataupun membalas pertanyaan Namjoon, mereka masih bingung dengan pikiran masing-masing.


"Hyung, kita laporkan saja ini pada pihak kepolisian" usul Taehyung, yang kemudian segera disetujui oleh yang lain.


Skip, dikantor polisi..


"Pak, saya ingin melaporkan tentang adik saya yang hilang" kata Namjoon.


"Bisa kami lihat foto dirinya?"


"Nee, ini dia" kata Namjoon sambil menyodorkan sebuah foto.


"Baiklah, kami akan mencarinya. Kalian jangan khawatir, boleh saya meminta salah satu nomor telepon kalian? agar saya lebih mudah untuk menghubungi kalian" kata polisi itu.


"Ini dia"


Skip, selesai dari kantor polisi..

__ADS_1


"Aku harap, Jungkook bisa segera ditemukan" kata Jin yang berada di dalam mobil.


"Nee, tidak perlu cemas hyung sekarang polisi sedang mencarinya aku yakin dia akan ditemukan" kata Namjoon berusaha menenangkan hati Jin yang tengah gundah.


Mereka semua melaju menuju kantor.


Disisi lain..


"Enghh.."


"H-hey, apa ini?! dimana aku?!" ucap Jungkook yang telah sadar dari pingsannya. Ia melihat tubuhnya yang diikat pada kursi yang ia duduki saat ini.


ceklek..


Suara pintu yang terbuka dan menampilkan sesosok yeoja yang sedang menghampirinya.


grep.. grep.. grep..


Suara langkahan kaki dari yeoja tersebut.


"Annyeong chagia" katanya dengan tersenyum miring.


"Yak, apa yang kau lakukan padaku hah?! kenapa kau bawa aku kesini dan mengikatku seperti ini?!?!"


"Sssttt... Sudahlah chagi, jangan bertanya seperti itu lagi. Aku kan sudah katakan, bahwa aku menginginkanmu kembali"


"JANGAN HARAP!!"


"Hehehe, tidak apa-apa. Yang penting aku sudah mendapatkan mu, dan kau akan menjadi milikku seutuhnya"


"DASAR WANITA ******" umpat Jungkook.


"Terserah kau mau bilang apa, aku sudah mendapatkan mu sekarang" kata yeoja itu yang tertawa lepas.


"Argh, lepaskan aku!!" kata Jungkook sambil memberontak.


"Aku akan melepaskanmu, tapi nanti.. tunggu waktu yang tepat. Sebenarnya aku ingin sekali bermain denganmu malam ini, tapi aku masih banyak urusan jadi.. bersenang-senang lah disini" kata yeoja itu, lalu ia pergi keluar dan mengunci Jungkook yang berada di dalam kamar.


"YAAKK LEPASKAN AKUU, ARGHH".


diluar..


"Jaga dia, jangan sampai kabur. Aku masih mempunyai urusan" katanya pada dua orang suruhannya sebelum ia melangkah pergi.


Di rumah sakit, ruangan Saerin..


"Sekarang, kau sudah di perbolehkan pulang oleh dokter Saerin" kata Hueningkai yang tersenyum bahagia pada Saerin.


"Nee, akhirnya aku pulang juga. Sudah lama aku berada disini, aku sangat-sangat bosan" kata Saerin.


"Nee, yasudah mari kita pulang" kata Kai yang merangkul Saerin.


"Kajja"


Skip, di mobil..


"Kai, bisakah aku melihat rumah barumu sebelum pulang? Kau juga harus memberesi pakaianmu bukan? Kau harus menginap di rumahku, karna oppa ku kan tidak ada. Nee?" kata Saerin.


"Baiklah" kata Kai dengan tersenyum.


Skip


Setelah pergi ke rumah Hueningkai untuk memberesi pakaiannya, mobil Kai pun melaju lagi menuju rumah Saerin. Sampai dirumahnya, Saerin langsung membanting tubuhnya ke atas sofa.


"Aahh akhirnya aku kembali ke rumah, rasanya rindu sekali" kata Saerin.


"Apa kau tidak ingin mandi dulu Saerin?" tanya Hueningkai yang masuk dengan menyeret kopernya.


"Nanti dulu, aku ingin istirahat sebentar. Oh ya, kau pilih sendiri saja kamarmu di atas. Masih ada dua kamar lagi yang kosong, jika yang sudah ada namanya itu berarti sudah diisi. Selamat memilih" kata Saerin.


"Nee, gomawo Saerin" kata Kai yang berjalan menaiki anak tangga.


"Nee" teriak Saerin.


"Lalu, aku mau apalagi?" tanyanya dengan menggaruk dagu.


"Oppa bilang, mereka akan mendatangkan pembantu, tapi mana? kenapa mereka tidak ada? apa aku telpon saja mereka ya? yasudah telpon saja". Saerin mengambil ponselnya lalu menekan nama yang bertuliskan Kookie oppa.


tut.. tutt.. tutt..


"Kenapa ia tak segera mengangkatnya?"


tutt.. tutt..


"Kenapa Jungkook oppa belum juga mengangkatnya?" gumam Saerin.


Di sisi Jungkook..


drrtt.. drrtt..


"Itu pasti suara ponselku, pasti Saerin sedang meneleponku. Aku harus bagaimana? aku tak bisa mengambilnya, tanganku terikat dan mulutku disumpal. Bagaimana ini? " batin Jungkook.


drrtt.. drrtt..


"Saerin.. tolong oppa sayang.. tolong oppaa.." teriaknya dalam batin.


*~*


tutt.. tutt..


Berkali-kali sudah Saerin terus menelepon Jungkook tapi tak ada satupun jawaban darinya.


"Aish, dia tak mengangkatnya juga. Apa Jungkook oppa sedang sibuk? yasudahlah, aku tidak mau mengganggunya" kata Saerin yang kemudian menutup kembali sambungannya.


*~~*


"Ani, ani,, tolong jangan dimatikan Saerin.. teruslah menelepon, tolong aku Saerin. Tolong oppamu " batin Jungkook.


...

__ADS_1


Makasih yang udah baca cerita ini, jangan lupa tinggalkan like, komen dan vote 💜


__ADS_2