You'Re My Brother (BTS)

You'Re My Brother (BTS)
Eps 42


__ADS_3

Dua hari kemudian


Hari sudah gelap, bulan telah menampakkan dirinya dengan bentuk bulat sempurna. Menandai bahwa itu adalah malam bulan purnama. Cahayanya bersinar menyinari kegelapan malam yang gelap gulita.


disisi lain..


Seorang pria masih terduduk di kursi dengan tali yang mengikat di tubuhnya. Kondisinya semakin melemah karna tak makan selama beberapa hari belakangan ini.


Ia berada diruang kosong yang luas dan gelap. Seseorang telah bertindak kejam padanya yang benar-benar ingin membunuh seorang pria yang masih lemas terduduk di kursi. Wajahnya makin pucat pasi, bibirnya sudah sangat kering, matanya tak bisa terbuka lagi.


Grep.. grep.. grep..


Suara langkahan kaki yang mendekatinya. Seketika suara itu berhenti bersamaan dengan lampu ruangan yang menyala.


"Sekarang adalah saatnya chagi... Malam ini adalah malam dimana takdirmu berakhir disini... Ini adalah ajalmu, dia sudah datang... Datang di hadapanmu hahaha" ucap Yeoja itu dengan tawa sinisnya.


Jungkook tak bisa berkata-kata, mengeluarkan suara sedikit saja ia tak kuat.


"Kenapa? Kau menyerah, sudah tak kuat lagi? hehehe, jangan salahkan aku jika nyawamu sudah tak berada lagi di dalam ragamu. Kau yang memilih nya sendiri, kau yang sudah memutuskan nya. Dan sekarang, kau akan mati di tanganku" ucap Yeoja itu yang menodongkan pistolnya ke arah Jungkook.


"Selamat tinggal, chagia" katanya sembari tersenyum miring.


Perlahan jarinya mulai menarik tuas pistol itu, jangan lupa dengan tawa sinisnya yang terus menggema ke seluruh ruangan.


"Sebenarnya, bolehkah aku jujur. Aku tak bisa membunuhmu, tapi ini adalah permintaanmu sendiri dan aku mana mungkin berkata tidak" ucap Yeoja itu yang menghentikan aktivitas nya sembari menurunkan pistol tersebut.


"Ini kesempatan yang bagus juga. Tapi, karna kau sudah menolakku untuk kembali berhubungan menjadi sepasang kekasih, dan asal kau tau. Aku hancur tanpamu, semenjak kau meninggalkanku. Semua orang bertindak tak sepantasnya padaku. Termasuk kau. Kau juga melakukannya padaku, kau menghancurkan hatiku. Kau membuat semuanya jadi hancur. Jadi, kau juga harus merasakan apa yang aku rasakan" kata yeoja itu yang menodongkan pistolnya lagi ke arah Jungkook.


"Rasakan apa yang sekarang aku rasakan, chagi..", ia kembali menarik tuas pistolnya yang siap menembak.


"Selamat tingg-"


dorr..


"Akh.." pekik yeoja itu yang seketika terjatuh dengan pelurunya yang meleset hampir mengenai Jungkook.


Terlihat seorang polisi yang menembakkan pistol ke arah kaki si yeoja itu. Dengan beberapa polisi lain yang ikut berada dibelakangnya. Dan beserta Jin, Yoongi, Hoseok, Namjoon, Jimin dan juga Taehyung. Mereka juga berada dibelakang para polisi. Setelah berhasil melumpuhkan yeoja tersebut mereka berenam segera berlari ke arah Jungkook dan membebaskannya dari tali yang mengikat dirinya. Saat tali itu sudah lepas, Jungkook tak kuasa lagi menopang badannya. Ia pun jatuh kepelukan Jin, sang kakak tertua. Yang memeluknya erat dengan berderai air mata melihat tubuh lemah adiknya.


Beberapa polisi langsung menangkap yeoja itu dengan memborgol tangannya.


"B.. b.. b-agaimana bisa.. mereka t-tau.. a-aku ada d-disini" ucap Yeoja itu dengan terpatah-patah. Ia masih bisa melihat Jin dan adik-adiknya yang menyelamatkan Jungkook.


Flashback on


Lima hari yang lalu..


Saat Yoongi masih kebingungan mencari Jungkook di kantor. Ia lupa bahwa ponsel Jungkook terdapat sebuah GPS yang ia taruh sendiri dan menghubungkannya dengan ponsel miliknya. Karna sedang panik, Yoongi melupakan hal itu. Disaat keadaannya sedang genting, ponsel Yoongi berbunyi tanda seseorang tengah menelponnya. Ia mengangkat telpon dari Jin yang menanyakan hal tentang Jungkook. Setelah selesai berbicara pada Jin, saat ia mengecek ponselnya, Yoongi langsung teringat dan baru sadar jika dia bisa melacak keberadaan Jungkook lewat GPS yang ada di ponselnya itu.


Ia segera kembali ke ruangannya. Mengatur laptop dan segala peralatan yang ia siapkan. Dan mulai mencari keberadaan Jungkook. Setelah ditelusuri, dan sudah yakin pasti bahwa Jungkook berada di suatu tempat. Ia langsung bergegas pulang.


Sesampainya dirumah, ia tak melihat saudaranya yang lain ada dirumah. Setelah beberapa menit menunggu dan mereka juga belum datang. Akhirnya Yoongi menelepon sang kakak, memberitahukan keberadaannya sekarang.


Karna Jin dan yang lain baru selesai dari kantor polisi lalu setelah itu langsung ke kantor disaat Yoongi tidak ikut mereka. Hal itu membuat Yoongi berdecak kesal, karna saudaranya yang lain sedang berada dikantor. Ia pun kembali lagi kesana dengan tak lupa membawa alat lain dari kamarnya untuk meyakinkan lagi dimana keberadaan Jungkook.


Sampai di kantornya, Yoongi langsung bergegas menemui Jin di ruangannya. Ia juga menyuruh yang lain untuk berkumpul diruangan Jin, karna hal penting yang Yoongi ingin sampaikan.


Saat semuanya sudah berkumpul, Yoongi segera menunjukkan apa yang ada di laptopnya. Dan semua orang yang berada didalam ruangan tersebut pun terkejut heran ketika mengetahui Jungkook berada di tempat dimana itu adalah tempat yang tak bisa orang lain jumpai. Tempat asing yang pernah mereka lihat juga.

__ADS_1


Karna sudah tau Jungkook berada dimana, mereka memutuskan untuk membuat rencana bersama dengan ketua polisi yang mereka suruh untuk mencari Jungkook.


Di keesokan harinya, mereka menghubungi sang ketua polisi untuk menemui mereka di rumahnya. Tentunya untuk membicarakan tentang rencana mereka membebaskan Jungkook dari seseorang yang menyekapnya.


"Pak, kami punya rencana untuk hal ini" kata Namjoon pada seorang polisi yang berada di hadapannya itu.


"Tapi.. apa kalian yakin jika adik kalian benar berada di tempat ini. Kurasa.. aku tak pernah melihat mansion mewah yang berada ditempat terpencil seperti ini. Dan ini terlihat cukup jauh dari tempat kita" ujar polisi tersebut.


"Tapi, lacakanku takkan pernah salah Pak. Dia memang benar berada disini. Apa kau tak mengerti?" sela Yoongi.


"Nee, jelas-jelas titiknya berada tepat disini. Mana mungkin ini salah" ucap Jimin.


"Bukan begitu, hanya saja saya ragu mengungkapnya jika itu memang benar atau tidak"


"Lalu... bagaimana dengan rencananya?" tanya Taehyung.


"Aku rasa... tempat ini cukup jauh, dan akan sangat membutuhkan waktu tempuh yang cukup lama juga untuk bisa sampai kesana. Tapi kita harus bersiap dulu. Dilihat dari tempatnya, orang itu pasti mempunyai banyak anak buah atau beberapa orang suruhan lainnya. Karna dari itu, saya akan membawa anak buah terkuat dan terpilih yang akan dapat mengalahkan para suruhannya itu. Saya akan pastikan, keselamatan adik anda berada ditangan saya. Itu adalah tanggungjawab saya sebagai seorang polisi" kata polisi itu.


"Nee, saya percaya pada Anda, Pak. Dan kita juga akan membantu Anda dan pasukan lain untuk menjalankan misinya" ucap Namjoon.


"Memangnya kalian-"


"Kita bisa kok Pak, dengan sedikit pengalaman dan ilmu bela diri yang kami pelajari. Bisa sedikit membantu Anda dalam melancarkan rencana yang kita buat ini" potong Jimin.


"Nee, kami sedikit mempelajari ilmu bela diri. Kami akan berusaha semampu dan semaksimal mungkin untuk melakukannya" kata Hoseok.


"Dan semua itu kami sudah yakin seratus persen" sambung Taehyung.


"Hem, baiklah. Saya juga percaya pada kalian berenam untuk bekerja sama menyelamatkan adik kalian" ucap polisi itu dengan mengangguk pelan, tanda ia yakin dengan keputusan mereka.


"Baik, kita lanjutkan...." ucap Yoongi yang mengatur strategi.


Dua hari kemudian..


Mereka bersiap, membawa semua yang mereka butuhkan dan pergi bersama dengan sekumpulan polisi yang menyamar.


Butuh waktu tempuh selama seharian penuh untuk sampai ke daerah tersebut. Sesampainya di tempat tujuannya. Mereka semua menyewa salah satu villa yang ada disana, sekedar untuk melepas penatnya setelah seharian berkendara.


Saat semuanya sudah membersihkan diri, mereka diminta berkumpul oleh sang ketua, membicarakan rencana mereka kembali.


"Jadi sekarang, kita berada dimana?" tanya Taehyung pada Yoongi yang sedang mengutak-atik laptopnya.


"Kita berada tak jauh dari tempat titik merah ini berada. Aku rasa kita sudah hampir dekat dengan mansion itu" jawab Yoongi.


"Kita tidak boleh mengulur-ulur waktu lagi, kita harus secepatnya membebaskan Jungkook. Aku semakin cemas padanya, aku harap ia baik-baik saja" kata Jin.


"Nee hyung. Tapi kita juga harus beristirahat untuk memulihkan kondisi tubuh dan pikiran kita agar tetap fokus pada rencana ini. Kita tidak boleh asal sembarangan menyerang, harus ada strategi yang matang dan bisa mengecoh para lawan. Kita kan sudah lama tidak berlatih. Kita harus berkonsentrasi dalam hal ini. Bisa saja ia menggunakan perangkap licik yang terpasang di sekitar tempatnya. Kita harus tetap berhati-hati dan selalu waspada. Kita harus bisa mengelabui musuh" ujar Yoongi.


"Aku setuju pendapatmu itu hyung. Kita harus berjaga-jaga jika nanti ia punya cadangan senjata maupun anak buahnya. Dan.. lagipula kita tak pernah berlatih bela diri lagi semenjak adanya pekerjaan kantor perusahaan kita ini" kata Namjoon yang menyentikkan jarinya.


"Nee, kita jadi lebih sering menggunakan otak kita daripada tubuh kita. Rasanya kepalaku selalu berat jika mengurus itu lagi" kata Jimin.


Mereka saling berbincang-bincang untuk mengatur segala rencananya dengan sangat matang.


Lalu keesokan harinya, mereka semua berlatih fisik sebelum akan memulai sebuah pertarungan. Mereka melakukannya dengan sempurna hingga semua menjadi lebih baik dan siap siaga.


Dan di malam harinya, mereka semua berkemas dan bersiap pergi lagi untuk melanjutkan perjalanannya. Mereka sempat menyewa salah satu villa lagi untuk mereka tidur malam itu. Dan di keesokan harinya, mereka meluncurkan aksinya karna mereka sudah dekat dengan tempatnya. Disaat itu, sang yeoja sedang keluar kota dan baru akan kembali hari itu juga tapi di jam malam. Jadi mereka memanfaatkan waktu itu dengan sebaik-baiknya untuk bisa mengalahkan para anak buah dari yeoja itu yang menjaga mansion mewahnya yang terjaga sangat ketat.

__ADS_1


Perlahan mereka mulai rencananya, dengan strategi matang mereka yang sudah siap bertempur. Mereka membagi tugas secara berkelompok, memencar dari satu arah ke arah lain. Mereka menyerang satu persatu musuh dengan senjata maupun dengan tangan kosong. Tapi masih mempunyai alat pelindung keamanan mereka sendiri yang memang sudah disiapkan sebelum mereka turun ke pertempuran.


Dimulai dengan kelompok yang dipimpin oleh sang ketua polisi dengan tiga anggota polisi lain dan Seokjin juga Yoongi yang ikut untuk membasmi anak buah dibagian depan mansion. Setelah selesai, dengan rencana mereka yang sudah disepakati. Mereka membawa mayat-mayat itu dan menyembunyikannya di suatu tempat dimana si yeoja itu takkan bisa menyadarinya.


Lalu dilanjutkan disisi kanan dan kiri mansion tersebut, dengan dua kelompok yang mereka bagi yaitu dari arah kanan yang terdiri dari dua orang polisi beserta Hoseok dan Namjoon. Dan dari arah kiri ada dua polisi lain bersama dengan Jimin dan Taehyung. Selesai melumpuhkan lawannya, mereka juga menyeret dan menyembunyikan beberapa mayat yang tergeletak di tanah itu ke suatu tempat yang yeoja itu takkan pernah tau jika mereka tengah menyerbu mansionnya.


Kemudian dilanjut lagi ke arah belakang dengan sama persis seperti yang mereka lakukan sebelumnya. Setelah itu, baru mereka masuk ke dalam. Waktu yang cukup lama, membuat mereka kelelahan dengan keringat yang bercucuran membasahi baju mereka masing-masing. Dan sedikit luka dari pertarungan mereka tersebut.


Malam pun tiba, hanya ada beberapa penjaga lagi yang masih berada di dalam. Karna mansion itu kedap suara, jadi mereka tak bisa mendengar apa yang terjadi di luar.


Saat mereka ingin menyerang lagi. Tanpa sengaja sebuah suara langkahan kaki terdengar oleh mereka semua menandakan seseorang tengah datang. Mereka bersembunyi dibalik dinding dengan tak bersuara satu sama lain agar tak diketahui oleh seseorang itu.


"Yoongi, apa kita masih jauh lagi dengan tempat Jungkook" bisik Jin pada Yoongi.


"Sebentar, aku cek dulu hyung" ucap Yoongi yang mengambil ponsel lalu mengutak-atiknya sekejap.


"Sepertinya kita sudah dekat hyung" bisik Yoongi pada Jin.


Jin hanya mengangguk pelan untuk meresponnya.


Mereka melihat seorang yeoja yang berjalan kearah sebuah pintu ruangan yang berada dihadapan mereka dan memasukinya.


"Sepertinya, Jungkook ada diruangan itu" bisik Namjoon pada Hoseok di sebelahnya.


"Kita harus segera kesana" ucap Hoseok yang hampir pergi, tapi dihalangi oleh tangan Namjoon.


"Hyung, tunggu sebentar. Disini kan masih banyak anak buah yang menjaganya. Kita harus mengalahkan mereka terlebih dahulu" bisik Namjoon yang menghalangi langkah Hoseok.


"Tapi aku yakin Jungkook ada didalam sana. Dan kita harus segera membebaskannya" kata Hoseok.


"Nee, aku juga yakin dia ada didalam. Tapi kita masih harus waspada dan mengalahkan beberapa anak buah yang ada dihadapan kita ini hyung" kata Namjoon.


Akhirnya Hoseok mengerti dan memilih untuk diam sebentar walau ia tak sabar untuk segera maju.


"Ikuti aba-aba ku" ucap Yoongi memberikan kode pada yang lain.


Mereka mengangguk tanda respon mengerti pada kodenya.


"Satu.." ucap Yoongi sambil menunjukkan jarinya keatas.


"Dua.."


"Sekarang".


Mereka semua langsung menyerbu lawan. Dan para anak buah itu semua ambruk di tanah dengan banyak luka dan darah. Sang ketua polisi bergegas ke depan pintu itu, memegang kenop pintu sebelum ia akan membukanya.


Semua dikumpulkan oleh sang ketua di belakangnya. Lalu ia membuka pintunya secara perlahan dan terkejut melihat seorang yeoja yang menodongkan sebuah pistol pada seseorang. Sang ketua polisi langsung menembak kaki si yeoja yang kemudian jatuh di lantai. Dan Jin juga beserta adiknya pergi menghampiri Jungkook dan melepas ikatan talinya.


Flashback of


"DASAR KAU. BERANINYA KAU MENYERANG MANSIONKU SECARA DIAM-DIAM" umpat yeoja itu.


"KALIAN PIKIR KALIAN PINTAR HAH. AKU LEBIH PINTAR DARI KALIAN, TUNGGU SAJA PEMBALASANKU!!" teriak yeoja itu sebelum ia diseret oleh polisi keluar.


Setelah yeoja itu keluar, mereka juga ikut keluar membawa Jungkook ke rumah sakit.


...

__ADS_1


Like, komen, vote 💜


__ADS_2