
Malam dirumah Kai*
Kai sedang duduk di sofa ruang televisinya, ia sedang mengutak-atik laptop yang ada di pangkuannya.
"Hmm.. sepertinya universitas ini bagus juga, aku akan mendaftar untuk semester ini" kata Kai yang menekan-nekan tombol laptopnya.
"Yak! sudah! tinggal tunggu besok untuk penerimaannya" kata Kai yang merebahkan dirinya di sofa dengan tangan yang telentang.
"Sedang apa Saerin sekarang? apa dia juga sudah bersekolah?" gumam Kai.
Skip
Paginya, Saerin terbangun oleh seseorang yang membuka hordeng kamarnya. Yang kemudian cahaya itu menembus dan melewati tubuhnya. Saerin membuka matanya karna silau yang berasal dari cahaya itu. Saat Saerin benar-benar bangun, dia melihat seseorang sedang berdiri di depan jendela kamarnya, menoleh dan sekarang senyum indah yang menghiasi wajahnya turut mengikutinya.
"Hoseok oppa!?" tanya Saerin.
"Cepat bangun Saerin. Kau harus bangun lebih pagi, agar tidak terlambat. Oppa sudah menyiapkan mu seragam sekolahnya. Jin hyung sedang memasak sarapan sekarang. Jadi jangan lama-lama, nee?" kata Hoseok yang masih tersenyum.
"Nee oppa" kata Saerin dengan tersenyum pula.
Saerin segera pergi ke kamar mandi, sedangkan Hoseok turun duluan ke bawah.
15 menit kemudian, Saerin keluar dari kamar mandi. Ia segera memakai seragam yang diberikan Hoseok tadi. Hari pertamanya masuk, tidak banyak buku yang ia bawa. Saerin hanya membawa beberapa buku tulis beserta alat-alat tulisnya. Setelah selesai menyisir rambutnya yang terurai, ia segera turun ke bawah dengan tas yang digendong di punggungnya.
Saat keluar dari kamar, Saerin melihat Jungkook keluar dari kamarnya juga. Dia menoleh pada Saerin yang sudah rapi.
"Saerin, kau sudah siap?" tanya Jungkook.
"Nee, tentu saja" kata Saerin sambil tersenyum.
"Yasudah, kajja turun. Yang lain pasti sudah menunggu" kata Jungkook yang berjalan mendahului Saerin. Dan Saerin mengikutinya dari belakang. Mereka berdua turun dari tangga dan bergabung bersama yang lain, yang sudah ada disana. Saerin terlihat ceria pagi ini, ia juga tampak semangat untuk ke sekolahnya.
"Hai Saerin, kau semangat sekali hari ini?" kata Jimin yang berada disamping Saerin.
"Nee, aku sangat tidak sabar untuk hari pertamaku" kata Saerin menunjukkan semangatnya.
"Itu bagus sekali, kau memang adik kecil ku yang hebat" kata Hoseok sembari tersenyum.
"Yak.. dia adik kecil ku juga hyung" kata Namjoon yang disebelah Hoseok.
"Adik kecil kami semua!" seru Jin.
"Yakk.. jangan panggil aku kecil, aku sudah besar. Kalian tidak lihat!? umurku sudah 14 tahun!" kata Saerin yang memanyunkan bibirnya.
"Aigoo.. lucu sekali adik oppa ini" kata Jimin yang mencubit pipi Saerin.
"Yak.. oppa itu sakit!" kata Saerin, kesal sambil menepis halus tangan Jimin. Oppanya itu hanya bisa tertawa melihat wajah kesal Saerin yang menggemaskan.
Merekapun melanjuti sarapannya.
skip
"Oppa, aku sudah selesai. Kajja Namjoon oppa, nanti aku bisa terlambat!" kata Saerin yang beranjak dari kursinya.
"Habiskan susunya dulu Saerin!" kata Jin.
Saerin segera meraih gelas susu itu dan meneguknya sampai habis.
"Gomawo untuk sarapannya oppa" kata Saerin, lalu ia mengecup pipi Jin sekilas dan pergi. Jin kaget karna Saerin barusan mencium pipinya. Dia mengelap pipinya yang basah akibat bibir Saerin yang lembab sehabis meminum susu.
"Aigo, anak ini!" kata Jin yang wajahnya agak kesal. Yang lain hanya tersenyum bahagia melihat kelakuannya.
"Heheh.. aku akan menyusulnya" kata Namjoon yang menahan tawanya, dan pergi menyusul Saerin. Namjoon mengambil kunci mobilnya di meja ruang tengah, dan ia bergegas ke garasi.
Disana Saerin sudah menunggunya, ia membuka pintu mobil dan berbarengan masuk dengan Saerin. Namjoon langsung melajukan mobilnya.
Kini mobil Namjoon diparkirkan di dalam sekolah baru Saerin. Mereka berdua turun dari mobil, dan berjalan menuju ruang kepala sekolah. Sampai di depan pintunya. Namjoon mengetuk pelan pintu itu, dan kemudian ada sahutan dari dalam. Namjoon segera masuk dan disusul dengan Saerin.
"Permisi pak" ucap Namjoon dengan sopan.
"Nee, duduklah!" seru kepala sekolah itu. Namjoon dan Saerin duduk di kursi depan meja kepala sekolahnya. Kepala sekolah itu melihat Saerin.
"Apa dia murid barunya?" tanyanya.
"Nee, saya kesini untuk mengantarnya saja" kata Namjoon.
"Nee tuan" kata kepala sekolah itu.
"Saerin, oppa pergi dulu nee, jadilah gadis yang baik. Pulang nanti kau akan dijemput oleh yang lain" kata Namjoon pada Saerin.
"Nee oppa" kata Saerin.
"Pak, saya menitip dia" kata Namjoon.
"Nee, arrasseo" kata kepala sekolah itu sambil mengangguk pelan. Lalu Namjoon mengusap kepala Saerin dan pergi.
"Kim Joong Hyun kemarilah!" serunya pada salah satu guru.
"Nee pak!" seru salah satu pria yang mendekat.
"Ada anak murid baru dikelasmu. Masuklah bersamanya, bel masuk sebentar lagi berbunyi" kata kepala sekolah itu.
"Ahh.. nee pak. Mari ikut saya" kata guru itu pada Saerin. Guru itupun keluar bersama Saerin, pergi ke kelasnya. Sesampainya di depan pintu.
"Saya akan masuk duluan, nanti kau akan saya panggil masuk" ujarnya.
"Nee".
Dan kemudian, pria itu masuk terlebih dahulu. Saerin hanya menunggunya di samping pintu.
"Anak-anak, hari ini kita mempunyai murid baru, silahkan masuk!" ucapnya yang menoleh pada Saerin.
Saerin segera masuk.
"Perkenalkan dirimu" kata guru Joong Hyun.
"Annyeonghaseyo Kim Saerin ibnida" kata Saerin singkat, sambil membungkuk pelan.
"Baiklah, gomawo. Kau bisa duduk disamping Kim Jiyeon, Jiyeon angkat tanganmu" kata Jung Hyun.
Mendengar namanya dipanggil, Jiyeon pun mengangkat tangannya, dan Saerin langsung menghampiri meja tersebut dan duduk disamping Jiyeon.
"Hai Kim Jiyeon ibnida" kata Jiyeon yang mengulurkan tangannya.
"Kim Saerin ibnida" kata Saerin membalas jabatannya.
skip
Istirahat*
__ADS_1
Saerin sedang memasukkan satu persatu bukunya.
"Jiyeon, kamu tau dimana perpustakaan kan? temenin aku kesana nee, aku mau ngambil buku pelajaran" kata Saerin.
"Nee, dengan senang hati" kata Jiyeon menoleh tersenyum.
Mereka berdua pergi ke perpustakaan yang dipimpin oleh Jiyeon. Sesampainya disana, Saerin terkejut, karna ruang perpustakaan itu sangat luas, dan banyak berjejer rak-rak buku dengan rapi. Debu didalam ruangan itu juga tidak tampak sedikitpun, itu adalah bukti jika perpustakaannya terawat dengan baik.
"Aku akan membantumu untuk mencari buku-buku nya" kata Jiyeon.
"Oh jinjja? gomawo Jiyeon, aku senang jika kau ikut membantu. Secara kan, aku masih baru disini. Tentunya aku tidak bisa apa-apa tanpamu" kata Saerin.
"Gwenchana, aku senang bisa membantumu. Kajja! kita cari bukunya" kata Jiyeon.
Mereka mencari disetiap rak, buku-buku pelajaran yang harus Saerin pinjam untuk belajar. Tidak cukup banyak buku yang diambil Saerin, hanya beberapa buku untuk pelajaran hari ini saja. Setelah selesai, Saerin dan Jiyeon kembali masuk ke kelas mereka.
"Hah.. ini berat juga ternyata" kata Saerin yang meletakkan buku-buku itu di mejanya.
"Itu baru buku untuk pelajaran hari ini saja" kata Jiyeon yang sudah duduk di bangkunya, sedangkan Saerin masih berdiri di samping meja.
"Mwo?! apa masih ada lagi?" tanya Saerin membulatkan matanya.
"Nee, tapi tenang saja, pulang sekolah atau besok, aku akan membantumu mengambilnya lagi untukmu" kata Jiyeon.
"Owh, arrasseo" kata Saerin.
"Annyeong!!" seru seseorang disamping Saerin. Sontak, Saerin kaget karna orang itu sangat dekat dengannya.
"Siapa kau?!" tanya Saerin sedikit berteriak.
"Perkenalkan, Lee Taejin ibnida" katanya sambil mengulurkan tangan. Tapi tangan Taejin ditepis oleh seseorang dari belakangnya.
"Choi Ji-won ibnida" katanya sambil mengulurkan tangan.
"Yak! Ji-won, jangan menyela!" kata Taejin.
"Aku hanya ingin berkenalan saja dengannya, apa urusanmu?" kata Ji-won yang menoleh ke arah Taejin.
"Yak! aku yang pertama duluan!" kata Taejin dengan nada agak tinggi.
"Ani! aku yang duluan!" kata Ji-won.
"Ani! aku yang pertama, kau jangan menyela" kata Taejin.
"Aku tidak menyela, kau saja yang lambat" kata Ji-won.
"Yak! kalian ini kenapa hah! jangan membuatnya ketakutan!" kata seseorang lagi dari belakang Saerin, yang berada disamping. "Annyeong, Lee Won-Joon ibnida. Ketua kelas disini" katanya sembari mengulurkan tangan.
"Yaakk!!" kata Ji-won dan Taejin bersamaan.
"Jangan menyela Woon-Joon!" kata Ji-won, menatap Won-Joon kesal.
brrakk..
"Yakk! apa-apaan kalian semua ini hah!! kalian berisik sekali! Saerin kajja kita pergi saja. Jangan pedulikan mereka!" kata Jiyeon, yang tadi memukul meja hingga yang lain menjadi kaget. Jiyeon menarik tangan Saerin sampai keluar kelas meninggalkan mereka bertiga.
"Yak! kenapa Jiyeon membawanya pergi" kata Taejin.
"Awas saja nanti. Saerin akan jadi milikku" gumam Ji-won.
•
"Jiyeon, lepaskan ada apa?" kata Saerin yang berhenti melangkah. Jiyeon juga berhenti, lalu menoleh kebelakang.
"Saerin, mereka itu anak-anak nakal. Jangan mendekati mereka. Lebih baik, kita makan saja, sekarang kita sudah ada di kantin. Kajja!!" kata Jiyeon yang melepaskan genggamannya dan pergi duluan ke meja kantin. Saerin mengikutinya dari belakang.
Mereka berdua sudah duduk di bangku yang kosong.
"Waktu istirahat masih lima menit lagi, kau mau memesan apa?" kata Jiyeon yang melirik jam tangannya.
"Aku mau minum es jeruk saja" kata Saerin.
"Baiklah, aku akan pergi memesannya dulu. Tunggu sebentar" kata Jiyeon beranjak pergi.
"Nee!" seru Saerin.
skip
trriingg...
Bel masuk berbunyi, sesudah menghabiskan minumannya, Saerin dan Jiyeon segera masuk ke kelasnya.
Dikelas, pelajaran berjalan dengan baik. Tapi Saerin merasa gugup karna dari tadi, ada sepasang mata yang selalu mengawasinya. Saerin sempat melirik ke asal tatapan itu. Ternyata Ji-won yang dari tadi menatapnya, tapi Saerin memalingkan wajahnya dan fokus kepada pelajaran yang guru terangkan didepan.
skip
Bel pulang sekolah sudah berbunyi, semua murid membereskan peralatan tulis mereka. Begitu juga dengan Saerin. Sebagian buku paket pelajarannya ia simpan di tas, dan sebagiannya lagi ia bawa ditangannya.
Saerin dan Jiyeon bersama-sama pergi ke pintu gerbang dengan mengobrol sedikit saat berjalan. Ketika mereka berdua sudah tiba di luar depan gerbang. Jiyeon berpamitan dengan Saerin, karna eonnie nya sudah menjemputnya.
Tinggal Saerin saja yang masih menunggu oppanya menjemput dirinya. Tapi tiba-tiba lengan Saerin dicekal oleh seseorang yang membuat Saerin kaget dan langsung menoleh.
"Kalian?" kata Saerin.
"Kenapa kamu sendirian saja disini heemm.." kata Ji-won.
tiinn.. tiinn..
Suara klakson mobil yang mengejutkan mereka.
"Hyuuhh.. syukurlah, untung oppa datang" batin Saerin.
"Mian, tapi aku harus segera pulang" kata Saerin yang menepis tangan Ji-won, dan segera berlari menuju mobil. Saerin langsung masuk dengan nafas lega. Jungkook yang melihat wajah Saerin yang sedikit tegang itu, membuatnya merasa heran.
"Waeyo Saerin-ah?" kata Jungkook.
"Gwenchana oppa. Cepatlah kita pulang!" kata Saerin.
Jungkook pun melajukan mobilnya, meninggalkan sekolah Saerin. Dan ketika mobilnya mulai melaju, Saerin dapat melihat ketiga anak lelaki itu yang masih berada di tempatnya berdiri. Dan pandangan Saerin sempat berhadapan dengan mereka bertiga.
Jungkook merasa aneh dengan ekspresi Saerin yang masih tegang.
"Ada apa Saerin? kenapa kau seperti itu?" kata Jungkook.
"Mwo? ahh.. gwenchana oppa. Oh, kau yang menjemput ku?" kata Saerin.
"Nee, aku sempat berhadapan dengan Jimin hyung dan Taehyung hyung. Aku dan mereka melakukan gunting, kertas, batu untuk memilih siapa yang akan menjemputmu. Dan akhirnya aku yang menang" kata Jungkook dengan senyum miringnya.
"Ooh nee.." kata Saerin.
__ADS_1
skip
Mereka sudah sampai dirumah.
Saerin pun masuk diikuti dengan Jungkook di belakangnya.
"Saerin pulang!" serunya saat masuk. Saerin berjalan melewati sofa ruang tengah.
"Saerin, kau sudah pulang?" tanya Hoseok yang melihat Saerin.
"Nee oppa, aku akan mengganti bajuku dulu" kata Saerin. Ia berjalan menaiki tangga dan sampai ke kamarnya.
Saerin melepaskan tasnya dan menaruh buku yang tadi ia dekap di meja.
skip
Selesai mengganti bajunya, Saerin turun dan duduk di sofa bersama oppanya. Ia duduk di samping Hoseok yang sedang mengemil cemilan di tangannya sambil menonton televisi.
"Hai oppa!" sahut Saerin yang merebahkan dirinya di sofa.
"Bagaimana hari pertamamu Saerin?" tanya Hoseok, menoleh pada Saerin.
"Baik oppa, semuanya lancar" kata Saerin dengan tersenyum lebar.
"Baguslah" kata Hoseok membalas senyuman Saerin.
Suara gonggongan kecil mendekat ke arah Saerin.
"Hai Yeontan! apa kau merindukanku hmm.." kata Saerin sembari mengelus bulu Yeontan.
"Saerin, apa kau ingin makan?" kata Jin yang duduk bergabung bersama mereka.
"Ani oppa, nanti saja kalau makan malam. Lagipula ini sudah agak sore. Aku bisa mengemil sedikit" kata Saerin masih fokus bermain dengan Yeontan.
"Baiklah. Hei Saerin, dimana ponselmu?" kata Jin.
"Mwo?!" kata Saerin.
"Dimana ponselmu? apa kau kehilangan ponselmu?" tanya Jin.
"Owh.. apakah ponselku hilang saat aku diculik?" batin Saerin.
"Ahh.. mungkin oppa. Memangnya ada apa?" kata Saerin.
"Kalau begitu, besok ikut dengan oppa nee?" tanya Jin.
"Kemana?" kata Saerin mengangkat satu alisnya.
"Sudahlah, kita akan pergi besok setelah kau pulang sekolah. Oppa akan menjemputmu" kata Jin.
"Nee arrasseo" kata Saerin. Ia kembali bermain bersama Yeontan.
Ting.. tong..
Suara bel rumah berbunyi.
"Oh, biar aku saja yang membukanya oppa" kata Saerin, ia bergegas pergi ke depan. Sampai di depan pintu, Saerin langsung membuka pintunya.
"Kai!?" kata Saerin. Kai hanya tersenyum.
"Masuk Kai" kata Saerin. Kai masuk dan bergabung diruang tengah.
"Annyeonghaseyo!" kata Kai sambil membungkukkan badan.
"Kai?! kau kesini?" kata Hoseok dengan tersenyum.
"Nee hyung" kata Kai membalas senyuman Hoseok.
"Kai, duduklah!" ajak Saerin. Kai duduk di sebelah Saerin.
"Siapa dia hyung?" tanya Jungkook.
"Oh, dia Hueningkai, dia yang mengantar Saerin pulang. Saat kau berada di rumah sakit" jelas Namjoon.
"Nee" kata Kai mengangguk pelan.
"Nee oppa. Kai juga yang sudah merawatku saat aku kabur dari tempat yang menculik diriku" kata Saerin.
"Tempat yang menculikmu? ahh.. nee, kau darimana saja hah! kami semua sangat khawatir saat kau dibawa oleh orang itu, apalagi polisi belum juga menemukanmu. Kau menghilang selama hampir dua minggu" kata Jungkook yang sedikit kesal.
"Oppa.. mian karna aku belum menceritakannya padamu. Sebenarnya saat aku diculik waktu itu. Beberapa harinya aku berhasil kabur saat tengah malam, tapi aku bertemu dengan Kai saat itu. Jadi Kai membawaku ke rumahnya. Ketika aku bertanya padanya, aku juga kaget kalau aku ada di Busan. Dan.. selama aku belum pulang itu.. aku masih berada dirumah Kai, mian karna aku tidak langsung pulang. Dan aku juga sempat demam selama lima hari, tapi Kai merawatku dengan baik sampai aku sembuh" jelas Saerin. Ia mengalihkan pandangannya pada Kai dan tersenyum.
"Owh jinjja? khamsambnida karna sudah merawatnya" kata Jungkook pada Kai.
"Ani, gwenchana hyung, aku sudah menganggap Saerin seperti adikku sendiri" kata Kai tersenyum pada Saerin. Dan Saerin membalasnya.
"Tunggu sebentar, kata Saerin. Kau membawa Saerin ke rumahmu yang ada di Busan. Apa kau berasal dari Busan?" tanya Jungkook.
"Nee hyung" jawab Kai singkat.
"Lalu kenapa kau bisa ada disini?" tanya Jungkook lagi.
"Aku pindah ke sini karna mengantar Saerin pulang. Jadi sekalian saja aku pindah ke Seoul" jawab Kai.
"Lalu bagaimana dengan orang tuamu disana?" tanya Jungkook.
"Eomma dan Appa ku tinggal di luar negeri hyung, mereka harus menyelesaikan pekerjaan mereka disana. Tapi karna aku masih bersekolah di Busan, dan sebentar lagi adalah pembelajaran terakhir. Jadi aku harus menyelesaikannya dulu sebelum nanti aku ikut dengan mereka disana" jelas Kai.
"Oh jadi begitu. Apa kau meneruskan pendidikan mu?" tanya Jungkook.
"Nee hyung" kata Kai.
skip
Malam*
Karna Kai masih ada disitu, jadi ia makan malam bersama dirumah Bangtan. Suasana hangat dimeja makan turut memenuhi ruangan. Suara sendok yang khas saat menyantap makanan, dan sedikit obrolan hangat dari persaudaraan yang menyelimuti seisi rumah. Membuat Kai jadi iri dengan Saerin karna mempunyai banyak saudara. Tapi Kai tidak berkecil hati, karna ia sekarang sedang berada di ruangan tersebut, ikut bergabung bersama mereka dengan hangatnya persaudaraan. Membuatnya merasa menjadi bagian dari keluarga mereka.
"Saerin beruntung mempunyai kakak yang menyayanginya, aku bersyukur karna bisa melihat keakraban ini. Dan aku beruntung bisa bertemu dengan Saerin. Aku benar-benar merasakan hangatnya keluarga ini" batin Kai.
•
•
•
Nantikan kelanjutan kisahnya.. 💜
Jangan lupa like, komen dan vote juga. Terima kasih.. Borahae 💜
__ADS_1