
Masih di hari yang sama...
Taehyung dan Jimin terus saja mencari Jungkook, mereka berdua merasa resah dengannya.
Seketika pandangan Jimin beralih oleh kedua orang yang tengah berada di kantin.
"Taehyung, tunggu sebentar" ucap Jimin yang menghentikan langkah Taehyung.
"Ada apa hyung?"
"Lihatlah, bukankah itu Jungkook?" kata Jimin sambil menunjuk salah satu sisi.
"Kita hampiri saja kesana, hyung" kata Taehyung.
"Nee". Mereka berdua pun berjalan menghampiri dua orang yang Jimin maksud itu.
Saat sampai, mereka berdua benar-benar terkejut karna melihat Jungkook sedang makan siang bersama seorang yeoja.
"Jungkook, kenapa kau ada disini? kami berdua sedang mencarimu!" kata Taehyung dengan sedikit kesal.
"Kau tidak tau betapa resahnya kami? kau membuat kami khawatir Jungkook!" kata Jimin yang sama kesalnya.
Jungkook dan Lisa merasa terkejut melihat Jimin dan Taehyung yang memergoki mereka yang tengah makan siang berdua.
"Lisa, kenapa kau ada disini? kita semua mencarimu!" kata Rose yang tiba-tiba datang dari belakang Lisa.
"Kami cemas melihatmu tak berada di meja kerja, dan kau malah ada disini bersama seorang namja?" ucap Jennie yang tengah kesal.
Sontak semuanya juga terkejut akan kedatangan mereka. Saat pandangan mereka bertemu,
"Kau!!" ucap Jimin dan Rose yang bersamaan sambil saling menunjuk.
"Kamu?!" ucap Taehyung dan Jennie bersamaan dengan saling menunjuk satu sama lain.
Jungkook dan Lisa hanya memandang keempat orang itu dengan heran.
"Ada apa kalian disini?!" tanya Jimin.
"Seharusnya aku yang berkata itu, kenapa kalian juga ada disini?!" tanya Jennie.
"Jungkook!!"
"Lisa!!"
Ucap mereka secara bergantian yang menoleh pada Jungkook dan Lisa yang masih memaku di tempat.
"Kenapa kalian berdua ada disini?!" tanya Taehyung.
"Apakah kalian berdua berkencan?!" tanya Rose dengan antusias tapi terdengar menekan, ia menurunkan kedua alisnya.
"A.. k-kami.."
"Eh eh, jangan salah paham dulu. Ini tidak seperti yang kalian pikirkan, aku tidak akan pernah mau berkencan dengannya" jawab Jungkook.
"Yak apa yang kau katakan hah?! aku mengajak mu makan siang karna wajahmu terlihat pucat" kata Lisa.
"Jungkook-ah, kami berdua tengah mencarimu. Sejak kau keluar dari tadi pagi, kau belum juga kembali ke ruangan. Aku cemas melihatmu tidak kembali" kata Taehyung.
"Apa kau sakit Jungkook-ah?" tanya Jimin.
"A.. aniya hyung, aku tidak sakit" jawab Jungkook dengan menggeleng pelan.
"Apa yang kau maksud tidak sakit eoh?! aku menjumpainya di kursi dekat taman belakang di kantor, wajahnya sedikit pucat jadi aku mengajaknya untuk makan siang di kantin ini" kata Lisa.
"Lalu kau juga kenapa berada disini Lisa? kami juga cemas mencarimu. Kau bilang dari tadi pagi kau ingin ke toilet sebentar, tapi nyatanya kau malah tidak kembali setelah itu." kata Jennie.
"Apa yang kalian pikirkan sampai-sampai tujuan kalian sama seperti ini eoh?!" tanya Rose dengan nada menyelidik.
"Ada apa ribut-ribut begini?!" tanya Jin yang datang ditengah perdebatan mereka.
"Jin hyung?" kata Jimin, Taehyung dan Jungkook.
"Tuan direktur?" kata Rose, Jennie dan Lisa.
Mereka semua menoleh kaget pada Jin. Memasang raut wajah yang heran pada masing-masing pihak.
"Tunggu, kalian memanggil Tuan direktur dengan sebutan, hyung?" tanya Jennie, menyidik ketiga namja yang berada di hadapannya.
"Nee, mereka adalah adik saya. Memangnya kenapa kalian semua ribut di siang bolong seperti ini?!" tanya Jin lagi, kali ini dialah yang menyidik ketiga yeoja dan namja di depannya.
"K.. kalian adalah adiknya Tuan Direktur?" tanya Rose yang tak percaya.
"Nee, memangnya ada apa?" sidik Jimin.
"T.. t-tidak ada apa-apa" kata Rose dengan gugup.
"Berarti, mereka bertiga juga adalah atasan kita" bisik Rose pada Jennie di sebelahnya.
"Yakk, kalian masih belum menjawab pertanyaan ku tadi, ada apa dengan keributan ini?" tanya Jin dengan sedikit kesal.
"Rose! Jennie! Lisa!!" teriak Jisoo yang berlari ke tempat mereka.
"Asshh, ternyata kalian bertiga ada disini? aku lelah mencari kalian" kata Jisoo dengan napas yang tersengal-sengal, berhenti di samping Jin.
"Kau?" tanya Jin yang menunjuk Jisoo.
"Mianhae Tuan Direktur, saya hanya sedang mencari sahabat saya saja. Dan ternyata mereka semua ada disini, kami janji setelah ini akan kembali ke ruangan kerja kami lagi" kata Jisoo yang menatap Jin.
"Tunggu, tunggu. Kenapa kalian semua berkumpul disini? ada apa ini? apa aku ketinggalan sesuatu?" kata Jisoo dengan bertanya-tanya.
__ADS_1
"Itulah yang tadi aku perdebatkan dengan mereka. Aku heran kenapa mereka berenam ada disini!? kalian semua! jawab pertanyaan ku!" ucap Jin dengan tegas.
"Hyung, sebenarnya.. tadi, aku dan Taehyung sedang mencari Jungkook. Karna tadi pagi, aku bertemu dengan Jungkook di lorong kantor, tapi keadaan Jungkook sedang tidak menyenangkan hari ini. Jadi siang itu aku datang ke ruangan Jungkook untuk mengecek keadaannya, tapi Taehyung bilang jika dari tadi pagi Jungkook keluar dan tidak kembali. Dan saat kami berdua mencari, kami menemukan Jungkook sedang duduk disini bersama seorang yeoja. Tapi tak disangka, temannya juga mencari yeoja ini. Dan kami berdebat hanya karna mempermasalahkan kedua orang yang tengah makan siang bersama ini" ujar Jimin.
"Eoh, jadi seperti itu" kata Jin yang mencoba memahami situasi.
"Dengar, kalian ini tidak seharusnya mendebatkan masalah ini hanya karna mereka berdua yang tengah makan siang bersama. Sudahlah, sudah. Karna ini adalah jam makan siang, jadi aku ingin mentraktir kalian makan siang. Kalian boleh memesan apa saja, aku yang akan membayarnya" kata Jin yang berusaha menenangkan mereka semua dari keributan ini.
"Benarkah Tuan?!" tanya Rose dengan antusias.
"Nee" Jin hanya mengangguk pelan.
"Baiklah, kami akan memesannya sekarang. Kajja Jennie!" kata Rose yang menarik tangan Jennie.
"Ashh anak itu, jika sudah menyangkut makan gratis pasti saja cepat. Mian atas kelakuannya Tuan" kata Jisoo yang menatap Jin dengan sayu.
"Hehe gwenchana, itu tidak jadi masalah denganku. Dan kalian, kenapa kalian tidak memesannya juga? kalian pasti belum makan siang juga kan? jadi pergilah memesan makanan" kata Jin pada kedua adiknya.
"Nee, hyung" kata Jimin, yang kemudian menarik tangan Taehyung.
"Kalian berdua, lanjutkan saja makan siangnya" ucap Jin pada Jungkook dan Lisa.
"Dan bagaimana denganmu hyung?" kata Jungkook yang berbalik bertanya pada Jin dan Jisoo yang masih berdiri di tempat.
"Eh.." Jin hanya menatap Jisoo dengan heran.
"Gwenchana Tuan, aku bisa memesannya sendiri. Aku akan makan dengan Rose dan Jennie saja" kata Jisoo sebelum ia beranjak pergi. Tapi lengan Jisoo segera dicekal oleh Jin.
"Kajja, kita akan makan siang bersama!" kata Jin yang menarik Jisoo ke tempat duduk lain di kantin.
Setelah semuanya sudah bubar, Jungkook dan Lisa kembali beradu tatapan.
"K.. kau adalah, adik dari Tuan direktur?" tanya Lisa dengan gugup.
"Nee, memangnya kenapa? aku juga adalah atasanmu" kata Jungkook.
Lisa menunduk malu karna ia telah melakukan kekhilafan yang membuatnya sedikit mengakui kesalahannya.
"Aduuhh.. aku tidak tau jika dia adalah adik dari Tuan Direktur. Aku sudah salah menyebutnya pria aneh, pasti ia sangat-sangat marah padaku dan dia pasti akan memecatku" batin Lisa dengan masih tertunduk malu.
"Hey, kau kenapa?" tanya Jungkook yang melihati Lisa tertunduk.
"A.. aniya, aku tidak apa-apa, emm.. Tuan, mian karna sudah menyebutmu dengan sebutan pria aneh, dan karna telah memarahimu saat kita pertama bertemu. Sebenarnya itu memang salahku karna tidak melihat ke depan saat aku berjalan. Aku sangat sibuk dengan berkas ku sampai aku tidak fokus jika ada seseorang di depanku" kata Lisa.
"Eeohh,, kau sudah mengakui kesalahanmu juga rupanya" kata Jungkook dengan menaikkan alisnya.
"Nee, mianhae. Tapi kumohon jangan pecat aku karna telah menyebutmu dengan panggilan aneh, aku masih ingin bekerja di sini sebagai karyawan mu Tuan" kata Lisa yang masih tertunduk.
"Mwo? apa yang kau bilang? aku akan memecatmu? heheh siapa juga yang akan memecatmu karna hal itu? tenang saja, aku tidak akan melakukan itu padamu. Dan yah,, berarti aku sudah memaafkanmu karna kau telah mengakui kesalahanmu. Dan maaf juga karna aku telah menyalahkanmu saat kita pertama kali bertemu ketika kau menabrakku. Sebenarnya aku juga mengakui kesalahanku karna aku bermain ponsel saat berjalan, jadi aku juga tidak melihatmu di depan dan tak sengaja menabrakmu" kata Jungkook yang tersenyum menatap Lisa di hadapannya.
"Benarkah Tuan?" ucap Lisa yang mendongakkan kepalanya saat mendengar ucapan Jungkook barusan.
"Nee" kata Jungkook, lagi-lagi dengan tersenyum kepada yeoja di depannya.
"Hmm.. yasudah, mari lanjutkan makannya".
Skip
Malam pukul 19.00 kst, para pekerja kantor sudah pulang ke rumahnya masing-masing, begitu juga dengan Jin dan keenam adiknya. Mereka semua sudah berada di rumah dan sedang menyantap makan malam mereka.
"Ada kabar baik untuk kalian, perusahaan kita sekarang sedikit demi sedikit telah kembali membaik. Saham perusahaan juga sudah sedikit meningkat karna bertambahnya jumlah penghasilan dari usaha yang kita kembangkan, dan beberapa klien yang berhasil bekerja sama dengan perusahaan kita. Dan itu semua juga berkat kalian yang berusaha memperbaiki kinerja perusahaan. Aku bangga dengan kalian yang bekerja dengan cepat. Gomawo atas kerja samanya, aku harap kalian bisa sedikit lebih santai dalam mengerjakan tugas kalian ini. Jangan terlalu membebaninya dalam pikiran kalian sendiri, karna kalian juga sudah bekerja dengan sangat keras dan hasilnya sudah sangat memuaskan. Tapi yang terpenting adalah kita masih harus menyelesaikan tugas lainnya yang tertinggal, aku harap kalian dapat mengerti situasi yang seperti ini." ucap Jin ditengah-tengah hangatnya suasana makan malam mereka.
"Nee hyung. Gomawo juga karna telah memberi kabar baiknya untuk kami. Aku juga senang karna kita semua sudah berhasil mencapai tujuan kita untuk mengembalikan kondisi perekonomian dalam keluarga kita. Dan tentunya untuk perusahaan juga" kata Namjoon dengan tersenyum pada hyungnya itu.
"Gomawo Namjoon-ah, karna kau telah bekerja dengan keras untuk hal ini. Aku tidak akan bisa menangani ini sendirian tanpamu"
"Gwenchana hyung, aku melakukan ini semua karna aku menyayangi kalian. Aku tidak mau kebutuhan ekonomi keluarga kita menurun, jadi aku melakukannya dengan sangat keras agar hasilnya dapat memuaskan" kata Namjoon.
Semua juga meresponnya dengan tersenyum karna berhasil mencapai apa yang mereka rencanakan.
Tapi tidak dengan Jungkook, ia masih saja terdiam dengan raut wajah cemberut dan kebingungannya menyangkut urusan dengan seseorang yang mengiriminya surat pagi itu.
"Jungkook-ah, kenapa kau masih saja sedih? dari tadi kau hanya menyimak pembicaraan kami dengan melamun saja. Sebenarnya apa yang tengah kau pikirkan sejak tadi?" tanya Hoseok yang menyadari keadaan Jungkook.
"Nee, dari pagi raut wajahmu selalu saja seperti itu. Apa masalah yang tengah melanda dirimu Jungkook-ah? kami semua khawatir melihatmu seperti itu, jangan memendamnya sendirian. Kami adalah hyung mu, kami akan dengan senang hati mendengarkan keluh kesah mu Jungkook. Ceritakan saja apa yang menjadi masalah dalam hidupmu. Ingat, di dalam sebuah persaudaraan tidak ada yang namanya menyembunyikan sesuatu. Jika kau mempunyai masalah, berbagilah ceritamu pada yang lain. Kami akan jadi pendengar yang baik untukmu, dan kami juga akan berusaha mencari jalan keluar untuk masalahmu juga Jungkook-ah" kata Namjoon yang tengah menatap Jungkook, memberinya tatapan berharap agar Jungkook bisa membuka suaranya pada yang lain.
"Aku tidak apa-apa hyung, jangan khawatirkan diriku. Aku baik-baik saja" kata Jungkook dengan lesu.
Setelah itu, ia pun beranjak dari kursinya dan menaiki tangga. Tanpa sedikitpun menyentuh makanannya.
"Ada apa dengan Jungkook? aku jadi bertambah cemas padanya" kata Jin.
"Aku juga tidak tau hyung" kata Namjoon.
"Sepertinya ada satu hal yang ia sembunyikan dari kita semua hyung" kata Jimin.
"Apa itu Jimin?" tanya Hoseok.
"Entahlah hyung, tapi aku yakin sekali jika Jungkook memang merahasiakan sesuatu dari kita" kata Jimin.
"Yasudah, kalian habiskan saja dulu makanannya. Masalah ini, kita urus nanti" kata Jin.
"Nee hyung".
Dikamar Jungkook...
"Huuhh,, bagaimana ini? apa aku benar-benar harus pergi kesana sendirian? tapi jika aku mengatakan masalah ini pada yang lain, mereka semua pasti akan semakin cemas dan aku tidak mau mereka tau. Aku juga tidak mau mereka terlibat dalam hal ini" kata Jungkook yang duduk di pinggir kasurnya.
drrtt.. drrtt..
__ADS_1
Tiba-tiba ponsel Jungkook berbunyi tanda seseorang sedang meneleponnya.
"Saerin?" gumam Jungkook.
"Yeoboseyo!"
"Annyeong oppa! "
"Annyeong Saerin, waeyo?" tanya Jungkook dengan suara yang senang.
"Aku hanya ingin mengobrol saja denganmu oppa, kau sedang apa? apa kau sudah makan? kau merindukanku tidak? "
"Nee, Saerin. Aku merindukanmu, aku sedang berada di kamarku, hanya duduk-duduk saja"
"Apa kau sudah makan? "
"Emm..."
"Kau belum makan?! ash sudah aku bilang kan, kau harus jaga kesehatan mu. Makanlah yang teratur, jangan sampai kau sakit karna tidak makan. Kau harus benar-benar menjaga kesehatanmu, itu lebih penting, oppa. Aku tidak mau mendengar jika kau sakit karna tidak makan. Kau tau kan aku sangat-sangat menyayangimu, dan aku tak mau kau sakit...
..." Saerin terus saja berceloteh di dalam telepon. Jungkook hanya bisa mendengar celotehan Saerin dari telepon dengan tersenyum ria, karna ia menyukai setiap celetukan dari Saerin yang membuatnya semakin gemas dan merindukan adik kesayangannya itu.
Sementara Saerin masih saja berbicara, terdengar suara ketukan di pintu. Jungkook segera membuka pintu kamarnya dengan handpone yang masih menempel di telinga.
"Jungkook-ah, kau belum menghabiskan makananmu, cepat habiskan sana. Yang lain sudah selesai, aku tidak mau kau jatuh sakit karena tidak makan. Cepat sana ke bawah, habiskan makan malammu" kata Hoseok di depan pintu.
"Nee hyung, aku akan kesana" bisik Jungkook.
"Siapa yang sedang kau telpon itu?" tanya Hoseok.
"Saerin" bisik Jungkook dengan tersenyum.
"Saerin? benarkah? kemarikan teleponnya, aku juga ingin berbicara dengannya" kata Hoseok sambil mengulurkan tangannya. Jungkook segera memberi ponselnya pada Hoseok.
"Jungkook oppa.. yeoboseyo! Oppa! yakk kenapa kau diam saja?! apa kau tak mendengarkan ucapanku tadi eoh?! " kesal Saerin dalam telepon saat Hoseok sudah menempelkannya di telinga.
"Nee, aku mendengarkan ucapanmu sayang" ucap Hoseok dengan senyum cerianya, menjawab ucapan Saerin.
"Tunggu, kenapa suaranya berubah? aah.. sepertinya aku sangat-sangat mengenal suara ini. Ini adalah suara sang ibu peri yang selalu memanggilku dengan sebutan sayang. Dan tentunya ibu peri ini sangatlah merindukan diriku... HOSEOK OPPAA " Saerin berteriak hingga membuat Hoseok menjauhkan ponsel itu dari telinganya.
"Eeoohh,, oppaa aku sangggaattt merindukanmu.. apa kau baik-baik saja? kau sudah makan? apa kau sehat? kau tidak sakit kan? kau sedang apa sekarang? apa kau baik-baik saja? kau tidak apa-apa kan? kan, kan? kan? " ucap Saerin dengan memberikan pertanyaan bertubi-tubi pada Hoseok. Membuat sang pemilik nama hanya bisa tertawa kecil mendengar celotehannya.
"Heheh, nee nee. Aku baik-baik saja, aku sudah makan, aku sedang berada di depan kamar Jungkook, dan aku sehat, tidak sakit. Aku juga tidak apa-apa, sudah jelas? apakah aku sudah menjawab semua pertanyaan mu sayang?" kata Hoseok menjawab semua pertanyaan yang ia dengar dari Saerin.
"Emm.. satu hal lagi "
"Apa itu, sayang?"
"Apa,, kau.. merindukanku? "
"Aku sangat-sangat merindukanmu my princess, aku saaangggaattt merindukanmu. Bahkan rasanya aku ingin kembali dan memelukmu dengan hangat"
"Benarkah? kalau begitu, kembalilah dan kemari, peluk aku dengan hangat dalam senyumanmu yang cerah itu oppa. Karna aku sangat-sangat merindukan senyum tampanmu "
"Nee, tunggulah aku disana Saerin. Aku akan segera kembali dan memelukmu seperti yang kukatakan tadi"
"Kau janji? "
"Nee, aku berjanji. Tapi nanti, jika aku sudah selesai dengan urusanku"
"Kapan itu? "
"Aku tidak tau Saerin, tapi tunggulah saja diriku bersama yang lain. Kita pasti akan kembali"
"Arrasseo "
"Yasudah, oppa tutup teleponnya dulu nee, nanti aku akan menghubungimu lagi"
"Baiklah oppa, annyeong! "
"Annyeong"
tutt.. tutt..
"Sudah, ini Jungkook-ah. Sekarang cepatlah habiskan makananmu di bawah" kata Hoseok yang mengembalikan ponsel Jungkook.
"Nee hyung"
"Heheh aku sangat menyukai celotehannya itu, princess kecilku yang malang. Ia sangat merindukan diriku" gumam Hoseok sambil berjalan pergi.
Jungkook hanya menatap kepergian Hoseok dengan tawa kecilnya.
Skip
Pukul 21. 20 kst.
Jungkook tengah bersiap-siap yang akan pergi ke tempat orang itu mengiriminya surat.
Semua orang sudah tertidur hanya Jungkook saja yang masih terbangun. Ia menyembulkan kepalanya saat ia berhasil membuka pintu kamar. Mengecek keadaan sekitar dan berjalan dengan perlahan-lahan melangkah keluar. Jungkook dengan diam-diam menghampiri kamar Jimin, karna ia ingin meminjam mobil milik hyungnya untuk pergi ke sana.
Dia pun memasuki kamar Jimin, dan mengambil sebuah kunci mobil di atas meja di kamar Jimin. Setelah itu Jungkook berjalan keluar dan kembali menutup pintu. Jungkook segera menuruni tangga.
Ia pun sampai di garasi. Jungkook masuk ke dalam mobil Jimin dan menancap gas menuju alamat yang tertulis di kertas tersebut.
Skip
Sampai di tempatnya, Jungkook langsung memberhentikan mobil dan turun.
Suasana malam yang gelap dan sepi, membuat Jungkook ragu untuk menemui seseorang itu. Ia hanya dapat menunggu di depan mobilnya dengan sesekali memainkan kunci mobil yang ada di tangannya.
__ADS_1
"Dimana orang itu?" gumamnya.
...