You'Re My Brother (BTS)

You'Re My Brother (BTS)
Eps 48


__ADS_3

3 hari kemudian...


Saerin sedang meringkuk di dalam kamar, belakangan ini semakin banyak teror yang menghampirinya. Saerin tak kuat lagi, ia mulai ketakutan dengan datangnya teror-teror menakutkan itu.


Tapi ada suara ketukan dari pintu yang berhasil membuatnya kaget. Dan Heningkai pun masuk ke dalam kamarnya dengan raut wajah cemas. Lalu Hueningkai duduk di samping Saerin dan mulai menenangkannya.


"Bagaimana ini? aku semakin takut. Aku tak bisa terus seperti ini Kai" ucap Saerin yang menatap Heningkai.


"Tenanglah Saerin, aku ada disini untuk menemanimu. Jangan takut lagi, aku akan selalu berada disisimu untuk menjagamu dari orang-orang jahat. Kumohon, kuatkan dirimu dulu Saerin. Aku khawatir melihatmu seperti ini terus" kata Hueningkai.


"Tapi bagaimana caranya jika aku sedang tidak bisa menenangkan diriku sendiri?" kata Saerin yang kembali meringkuk.


"Hey, ada aku disini. Kemarilah" ucap Hueningkai yang merentangkan tangannya, lalu dibalas Saerin dengan sebuah pelukan. Hueningkai mulai mengelus lembut surai rambut Saerin untuk menenangkannya.


"Aku berjanji akan terus tetap menjagamu, aku takkan membiarkanmu kesulitan seperti ini lagi Saerin. Karna aku sangat menyayangimu seperti adikku " batin Hueningkai.


Beberapa menit kemudian, Saerin sudah berhenti menangis dan tanpa disangka ia pun tertidur dalam keadaan masih memeluk Hueningkai. Dengan perlahan Hueningkai membaringkannya di kasur dan menyelimuti tubuh Saerin. Kemudian Hueningkai pun keluar dari kamar Saerin dan kembali ke kamarnya.


Keesokan harinya...


di sisi lain...


Irene sedang mengemasi barang-barangnya begitu juga dengan Seo-joon, karna mereka akan kembali lagi ke Busan. Tentunya dengan penampilan yang berbeda alias menyamar agar orang lain tak mengenalnya dan tentu saja agar mereka tak ketahuan oleh polisi juga, karna mereka masihlah seorang tahanan.


Setelah selesai mengemasinya, mereka pun pergi dengan mobil masing-masing. Karna mereka harus berpura-pura tak saling mengenal agar orang lain tidak mencurigainya.


Skip


Irene sampai di sebuah rumah di Busan. Ia langsung memasukinya dan setelah itu pun ia bersiap-siap. Sedangkan Seo-joon, ia juga sudah menempati sebuah rumah. Ia sedikit santai, hanya menyuruh seseorang yang ia bayar untuk menyelinap masuk dan berpura-pura bekerja di perusahaan pesaingnya itu.


disisi lain...


15.00


Sampai di rumahnya, Saerin langsung mengganti bajunya lalu turun kembali ke bawah. Ia duduk di sebelah Hueningkai yang sedang memainkan ponselnya di sofa ruang tengah.


"Eoh, kau sudah turun" ucap Hueningkai yang melirik pada Saerin sebentar lalu bermain lagi.


"Nee", sebenarnya Saerin masih merasa agak takut jika teror itu akan datang lagi.


Beberapa menit itu, Saerin selalu saja murung dan tak melakukan apa-apa, ia hanya melamun sendirian disana saja. Sampai Hueningkai pun menyadarinya dan segera menyadarkan Saerin dari lamunannya.


"Em... Saerin, kau mau jalan-jalan tidak?" ajak Hueningkai untuk menghibur Saerin.


"Nee, aku mau" ucap Saerin pelan sambil mengangguk.

__ADS_1


"Baiklah kajja!" kata Hueningkai yang menarik tangan Saerin dengan lembut.


.


.


Merekapun sampai di taman. Tapi Saerin masih tetap murung dan belum bisa melupakan apa yang sedang terjadi padanya itu walau Hueningkai tengah berusaha menghiburnya agar membuat Saerin tersenyum.


"Aku akan membelikanmu es krim, kau pasti suka. Baiklah, aku akan membelinya jadi tetaplah disini sebentar" kata Hueningkai sebelum ia pergi.


Setelah Hueningkai pergi, Saerin hanya menatap rerumputan di depannya itu dengan datar dan melamun.


5 menit kemudian, Hueningkai datang dengan dua cup es krim yang ada di tangannya lalu duduk di sebelah Saerin.


"Saerin, ini aku sudah membelikanmu es krim. Makanlah" ucap Hueningkai yang menyodorkan satu cup es krim pada Saerin.


Tapi Saerin masih melamun dan tak mengambilnya dari tangan Hueningkai. Itu membuat pria muda yang ada disampingnya jadi menghela napas kecewa karna melihat gadis kecil yang ia anggap adiknya sendiri itu yang biasanya ceria dan selalu bahagia sekarang jadi selalu melamun dan bersedih bahkan dihadapannya pula.


"Ini pasti karna teror itu. Siapa orang yang tega melakukan ini pada Saerin ku? dia sangat kejam sekali, membiarkan gadis kecil ini jadi sedih dan ketakutan. Bagaimana caranya agar dia bisa ceria kembali dan melupakan semua itu? " batin Hueningkai yang menatap Saerin dengan sendu.


Hueningkai mulai mendekatkan dirinya pada Saerin lalu ia merangkulnya dan masih menatap Saerin.


"Saerin, aku tau kau pasti masih trauma dengan kejadian itu. Tapi aku mohon, jangan bersedih seperti ini Saerin. Aku tau kau adalah gadis yang kuat, kau pasti bisa melupakan itu dan menenangkan dirimu. Aku ada disini Saerin, kau tidak sendirian. Aku akan selalu ada disaat kau membutuhkanku. Jadi.. tersenyumlah malaikat kecilku" ujar Hueningkai yang masih merangkul Saerin dengan tersenyum agar Saerin juga ikut tersenyum.


Hueningkai yang melihatnya pun langsung melepas rangkulannya dan ia juga menaruh dua cup es krim itu di kursi lalu memegang bahu Saerin dan menyuruhnya untuk menghadap ke arah Hueningkai sendiri.


"Hey, Saerin.. dengarkan aku. Kau bisa menghadapi ini, aku yakin kau pasti bisa. Aku tau kau adalah gadis yang kuat, kau pasti bisa Saerin. Ku mohon jangan menyerah, ada aku.. kita bisa melakukannya bersama, jangan pikir jika kau hanya melangkah sendirian.. ada aku disampingmu yang bisa kau ajak pergi. Aku akan selalu menemanimu, disetiap langkahmu. Sulitmu... sedihmu... takutmu... aku akan menghapusnya dari benakmu, aku dapat melakukan itu jika kau ingin masalah ini tak lagi melandamu. Aku sangat menyayangimu Saerin, aku juga sudah berjanji pada diriku dan pada oppamu bahwa aku akan selalu ada untukmu, aku akan selalu mendampingimu, aku takkan pernah membiarkanmu terluka apalagi bersedih dan itulah janjiku padamu" ucap Hueningkai yang menatap Saerin dengan serius.


"Tapi aku masih khawatir jika itu akan datang tanpa henti, entah kau ada dirumah atau tidak ada. Bagaimana jika saat aku sendirian dan orang itu akan datang ke rumah? aku sangat takut..." ujar Saerin sambil masih terisak. Ia melepas tangan yang menelungkup wajahnya dan menatap Hueningkai.


"Tidak! Kau tidak akan pernah sendirian, aku akan selalu ada dirumah untuk menjagamu. Jangan takut Saerin, kau bisa melawan ini. Nee, aku yakin kau bisa melawan rasa takutmu dan melawan orang itu jika ia datang ke rumah" ucap Hueningkai.


"Kau pikir begitu?" tanya Saerin yang mulai sedikit tenang dan menyeka air matanya.


"Nee, kau kan kuat pasti kau bisa melawan orang itu. Dan membuatnya tak berani untuk menakutimu lagi" kata Hueningkai dengan tersenyum.


Saerin mulai percaya dengan ucapan Hueningkai, ia bertekad untuk melawan rasa takutnya. Seperti yang dikatakan Hueningkai juga, ia harus berani untuk melawan orang yang menakutinya.


"B-baiklah... aku akan berusaha seperti yang kau katakan" ucap Saerin dengan senyumnya yang mulai mengembang.


"Bagus! itulah Saerin yang aku kenal, sekarang jangan takut lagi. Nee?"


"Nee" ucap Saerin dengan antusias. "Baiklah, aku akan berusaha. Aku gadis kuat! aku takkan pernah takut dengannya lagi! apapun bentuknya, aku akan berani menghadapinya!" ucap Saerin dengan semangat yang menggebu-gebu sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Nee, aku yakin kau pasti bisa" kata Hueningkai dengan mengangguk pelan.

__ADS_1


Saerin pun mulai tersenyum manis pada Hueningkai dan itu juga dibalas hal yang sama pada pria muda di hadapannya.


"Bagus Saerin ! itulah yang aku ingin dengarkan dari mulutmu, aku sudah berhasil. Akhirnya kau dapat bangkit lagi dari ketakutanmu ini. Semoga kau selalu selamat dalam setiap langkah hidupmu. Lawanlah mereka yang tak menyukaimu, lawanlah orang-orang jahat itu yang hanya akan membuat hidupmu hancur Saerin. Aku akan selalu mendukungmu untuk terus maju melawan rasa sakit yang kau hadapi dalam hidupmu ini " batin Hueningkai sambil tersenyum.


"Sekarang kau sedang berjalan di atas jalanan berkerikil yang sangat sulit untuk di lewati. Rasanya memang sakit dan perih. Tetapi jika dirimu mempunyai keyakinan, teruslah melangkah ke depan abaikan rasa sakit dan batu kerikil itu.. ia hanya membuatmu kesulitan saja. Dan aku yakin kau pasti akan berhasil sampai ke jalanan yang beraspal yang nyaman, lalu rasa sakitmu itu akan hilang dan kau tidak akan pernah kesakitan lagi. Berjanjilah padaku jangan pernah berbalik ke belakang kembali karna jalanmu hanyalah ke depan bukan ke belakang Sayang. "



Merekapun memakan es krimnya lalu setelah itu pulang ke rumah karna hari sudah hampir petang.


Malam...


Saerin mulai kembali tersenyum, membuat Hye Ra juga tersenyum pada nona mudanya itu.


di sisi lain...


Irene sedang menyiapkan dirinya untuk besok, karna ia harus pergi menyamar ke perusahaan Bangtan untuk bertemu dengan Jungkook kembali. Dan tentu saja menjalankan rencananya.


Flashback on


"Apa yang kau katakan?! aku juga harus ke sana?! apa yang kau pikirkan eoh?!" ucap Irene dengan menaikkan nada suaranya karna ia kesal dengan pernyataan Seo-joon.


"Kau juga harus pergi ke perusahaannya, lalu berpura-pura menjadi seseorang yang ingin melamar pekerjaan disana" ujar Seo-joon.


"Untuk apa aku melakukan itu?! sedangkan kau hanya bisa duduk bersantai dan membiarkan orang suruhanmu saja yang melakukannya!!" kesal Irene.


"Bukankah kau ingin kekasihmu kembali padamu?".


Pertanyaan Seo-joon itu berhasil membuat Irene terdiam sesaat.


"Jika kau ingin mendapatkannya, kau juga harus kesana. Kau akan menyamar menjadi seseorang yang berbeda dan terlihat asing baginya. Lalu mulailah dekati dia lagi hingga kalian berdua dekat. Dan jika kalian sudah dekat, berikan dia minuman lalu tanyakanlah semua rahasianya padamu karna jika seseorang sudah mabuk ia pasti akan mengatakan yang sejujurnya bahkan itu pada orang lain sekalipun" ujar Seo-joon.


"Tapi bagaimana bisa aku melakukan itu? dia pasti akan mengetahuinya juga kalau itu adalah aku" ucap Irene yang tak yakin dengan rencana Seo-joon.


"Ubahlah sikapmu yang kecentilan itu. Cobalah bersikap sedikit lebih feminim maka ia akan menyukaimu" kata Seo-joon.


"Yak apa kau bilang?! aku ini kecentilan?!-"


"Sudahlah, ikuti saja rencanaku. Aku tau ini pasti akan berhasil" kata Seo-joon yang memotong ucapan Irene dengan senyum miringnya.


Irene hanya pasrah dan menuruti perkataannya saja.


Flashback of


"Heh, dia pikir aku budaknya apa? seenaknya saja dia menyuruhku melakukan ini! sementara dia hanya bersantai di rumah menunggu laporan dari pesuruhnya itu" dengus kesal Irene yang tengah merapikan rambutnya di depan cermin.

__ADS_1


__ADS_2