
17.00 kst.
Semua karyawan kantor sudah pulang ke rumah mereka masing-masing, ketujuh namja itu pun sedang memberesi barang-barangnya dan akan segera pulang.
Tapi disaat mereka bertujuh ingin masuk ke dalam mobil, Jungkook kembali lagi ke dalam karna ia ingin ke toilet sebentar. Jadi mobil pertama yang berisi Seokjin, Yoongi, Hoseok dan Namjoon itu pulang lebih dulu ke rumah. Sedangkan mobil kedua yang dikendarai oleh Jimin dan Taehyung yang duduk didepan pun harus menunggu di parkiran, lebih tepatnya menunggu Jungkook masuk ke dalam mobil kembali.
Disisi Jungkook...
Setelah keluar dari toilet, Jungkook segera berlari lagi keluar karna dia tau dirinya sedang ditunggu di mobil. Tetapi saat dia sedang fokus berjalan di koridor kantor. Jungkook tak sengaja melihat seorang namja yang akan melecehkan seorang yeoja di koridor sebelah. Jungkook pun menghentikan langkahnya saat melihat mereka.
"Yak, apa yang kau lakukan?!" teriak Jungkook pada namja itu.
Segera Jungkook berlari ke arah mereka dan menarik tangan yeoja itu.
"Apa yang kau lakukan pada gadis ini hah?! Apa kau tidak punya sopan santun?! Ini di kantor, berani sekali kau melakukan itu pada seorang gadis!!" kesal Jungkook yang meninggikan nada suaranya.
"Aku tidak punya urusan denganmu!" ucap namja itu dengan penuh penekanan dalam nada bicaranya.
"Yak, ini kantorku dan aku adalah bos-nya. Beraninya kau melakukan hal kotor itu di dalam kantorku!! Pergi dari sini atau kau akan aku pecat sekarang juga!!" ucap Jungkook.
"Cih, aku tak mau pergi dari sini sebelum mendapatkannya" ucap namja itu sambil tersenyum miring.
"Jangan membuat kegaduhan disini, atau akan aku panggil polisi" ucap Jungkook lagi.
"Jika kau berani, mari kita selesaikan ini secara jantan" ucap namja itu yang ingin menantang Jungkook.
"Cih, membuang-buang waktu saja" gumam Jungkook. "Baiklah"
Dan namja itu pun menyerang lebih dulu lalu disusul oleh Jungkook. Mereka berdua sama-sama saling berbalas pukulan. Sementara yeoja yang dibelakang Jungkook itu hanya diam melihat pertarungan didepannya dengan tersenyum kecil.
Sebuah bogem mentah milik Jungkook mulai mendarat di pipi kiri namja itu. Ia terhuyung kebelakang sambil memegangi pipinya. Saat dilihat kembali ternyata sudut bibirnya mengeluarkan darah. Namja itu pun segera berlari menjauh dari hadapan Jungkook karna ia merasa sudah kalah.
Karna namja itu sudah pergi, Jungkook membalikkan badannya dan menatap seorang yeoja yang berada di hadapannya sekarang.
"Kau baik-baik saja?" tanya Jungkook dengan lembut.
"Nee" yeoja itu menjawab dengan menundukkan kepalanya seakan ia bertingkah seperti seorang yang sedang ketakutan.
Karna merasa khawatir, akhirnya Jungkook mendekati yeoja itu dan memegang pelan bahunya.
"Hey, kau kenapa? apa dia sudah menyakitimu? katakan padaku" tanya Jungkook dengan cemas.
"Heh, ini kesempatanku " batinnya.
Yeoja itu pun menangis sambil membenamkan wajahnya pada kedua telapak tangan dihadapan Jungkook.
"Hiks... hiks... hiks..."
"Kenapa kau menangis? A-apa kau sudah disakiti oleh namja itu?" tanya Jungkook lagi yang masih memegang bahu si yeoja.
"T-tidak, dia baru saja ingin melakukan itu padaku, hiks... hiks... Tapi, untung saja kau datang di waktu yang tepat. Dan... hiks... Gomawo karna sudah menyelamatkanku dari pria itu" ucap si yeoja.
"Gwenchana, kau benar-benar tidak apa-apa kan?"
__ADS_1
"Hiks... nee... Tapi aku masih takut, bagaimana jika dia datang ke rumahku dan melakukan itu lagi padaku nanti...? Aku takut..."
"Kalau begitu ikut aku ke rumahku saja. Karna.. ini sudah hampir malam, kau mau kan?" ucap Jungkook menawari yeoja itu untuk bersama pulang ke rumahnya.
"Apa itu tidak merepotkanmu?"
"Ani, menginaplah di rumahku dulu untuk malam ini. Jika besok dia datang kembali dan melakukan itu padamu lagi, aku tak akan segan-segan untuk melaporkannya pada pihak kepolisian. Agar kau tidak dikejar-kejar oleh orang itu lagi" ujar Jungkook.
"Emm... baiklah, aku akan ikut denganmu" ucap yeoja itu.
"Yasudah, mari kita keluar. Hyung pasti sudah lama menungguku" ucap Jungkook.
Lalu mereka berdua pun pergi berdampingan keluar kantor dan menuju ke parkiran. Sampai disana, Jungkook langsung membukakan pintu belakang mobil untuk yeoja itu masuk terlebih dahulu. Setelah itu disusul dengannya masuk di pintu sebelah.
Sementara itu, Jimin dan juga Taehyung sangat terkejut ketika mengetahui ada orang lain yang masuk ke dalam mobil mereka. Terlebih lagi mereka berdua nampak sangat kaget ketika tau jika yang memasuki mobil mereka adalah seorang yeoja. Jimin dan Taehyung pun menoleh kebelakang secara bersamaan dengan ekspresi wajah yang kebingungan ditambah dengan kecemasan mereka akan hal itu.
"Yak Jungkook-ah! kenapa mau membawa seorang yeoja masuk ke dalam mobil ini? Dan siapa yeoja itu? Apa yang ia lakukan disini?!" tanya Jimin dengan nada bicara yang sedikit kesal.
"Apa yang telah kau lakukan hingga membawa seorang yeoja masuk ke dalam mobil?!" tanya Taehyung dengan nada bicara yang sama seperti Jimin.
"Hyung, tunggu dulu. Biarkan aku menjelaskan semua ini..." ucap Jungkook berusaha menenangkan kedua hyungnya tersebut.
"Jadi begini, ketika aku sudah keluar dari toilet dan ingin kembali lagi kesini. Aku tak sengaja melihat dia sedang diganggu oleh seorang namja di koridor. Lalu aku menolongnya dan sempat bertarung dengan namja itu. Karna dia takut jika namja itu akan mengganggunya lagi, jadi aku tawarkan ia untuk ikut pulang ke rumah saja" jelas Jungkook pada kedua hyungnya.
"Tapi kau tidak bisa sembarangan membawa seorang gadis ke dalam rumah. Bagaimana jika keluarganya khawatir dan mencarinya? Lalu dia ketahuan berada di rumah kita. Maka kita semua akan di tuduh berbuat hal yang tidak senonoh pada gadis ini" ucap Taehyung yang sedikit kesal mendengar penjelasan adiknya.
"Ia bilang jika ia tinggal sendiri di sebuah rumah kos, dan katanya lokasi rumah itu agak jauh. Rumah kita kan tidak begitu jauh dengan kantor, jadi aku mohon perbolehkan dia menginap malam ini saja dulu. Besok pagi aku janji akan mengantarnya sampai ke rumah tempat ia tinggal. Kumohon hyung" ucap Jungkook dengan nada memohon kepada kedua hyungnya yang duduk di kursi depan.
"Emm... bagaimana ini hyung?" tanya Taehyung pada Jimin disebelahnya. Meminta pendapat dari saudaranya yang lebih tua.
"Yasudah jika begitu, kita harus segera pulang hyung. Pasti yang lain tengah menunggu kita" ucap Taehyung.
"Nee"
Setelah itu, Jimin pun segera melajukan mobilnya pulang ke rumah. Sebenarnya Jimin tidak yakin jika yeoja itu akan diperbolehkan menginap semalam di rumahnya oleh saudaranya yang lain. Ia berpikir bagaimana jika mereka tau dia pulang membawa seorang yeoja yang ia sendiri tidak kenal. Para hyungnya itu pasti akan mengira yang bukan-bukan kepada mereka bertiga karna sudah membawa seorang yeoja masuk ke dalam rumah mereka dan menginap semalam disana.
Skip
Mobil pun berhenti di sebuah rumah. Mereka yang ada di dalam mobil itu pun satu persatu mulai keluar dan masuk kedalam rumah tersebut.
"Kami pulang!" seru Jimin yang mendahului masuk.
Di ruang tengah, ada Yoongi dan Namjoon yang sedang duduk santai di sofa. Sementara Jin dan Hoseok sedang berada di dapur membuat makan malam untuk saudaranya.
Ketika Jimin, Taehyung dan Jungkook sudah sampai di ruang tengah, Yoongi dan Namjoon langsung menoleh kepada mereka bertiga dengan memasang wajah penasaran. Dan betapa terkejutnya mereka melihat seorang yeoja yang juga masuk ke dalam rumah mereka. Saat itu juga Yoongi dan Namjoon langsung berdiri dengan kaget, mereka mulai memikirkan hal yang negatif pada ketiga adiknya itu.
"Jimin, Taehyung, Jungkook. Kenapa kalian membawa seorang yeoja masuk ke dalam rumah kita? Siapa dia? Kenapa kalian membawanya kesini eoh?!" tanya Yoongi yang sedikit kesal karna ia sedang berpikiran negatif.
"Hyung, kami bisa jelaskan ini..." ucap Jimin yang mulai tertunduk karna ia gugup melihat wajah kesal hyungnya tersebut. Lalu sekian detik kemudian, ia pun mengangkat kepalanya menatap Yoongi dan Namjoon.
"T-tadi setelah Jungkook kembali dari toilet, ia juga tak sengaja menemui gadis ini. Dia sedang diganggu oleh seorang namja dan Jungkook datang untuk menolongnya. Lalu Jungkook menawarkan dia untuk menginap di rumah kita. Dan setelah itu Jungkook membawa gadis ini masuk ke mobil lalu meminta kita untuk memperbolehkan dia menginap semalam di rumah, karna ia takut jika namja itu akan datang dan mengganggunya lagi" tutur Jimin menjelaskan apa yang terjadi tadi sebelum ia dan yang lain pulang ke rumah.
"Apa kau tidak pikir? jika nanti gadis ini menginap disini malam ini, maka orang-orang akan menuduh kita melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan!! Dan kita juga pasti akan dituduh sudah melecehkan gadis ini!!" ucap Yoongi lagi, kali ini ia benar-benar kesal mendengar apa yang terjadi.
__ADS_1
Ketiganya hanya saling terdiam dengan rasa gugup dan takut mendengarkan ucapan Yoongi yang sedang kesal. Tak lama kemudian, Seokjin pun datang ke ruang tengah karna ia mendengar sebuah suara kegaduhan disana.
"Ada apa ini? kenapa berisik sekali?" tanya Jin pada adik-adiknya. Tanpa sengaja pandangannya kini teralihkan oleh seorang yeoja yang berdiri diantara ketiga adik bungsunya itu. Dan ia pun sama kagetnya dan berpikir hal yang negatif melihat kejadian itu.
"Loh, siapa gadis ini? kenapa dia ada disini?" tanya Jin dengan gelisah.
.
.
.
.
.
Skip
Setelah perbincangan yang cukup lama, akhirnya Seokjin memperbolehkan yeoja itu untuk menginap di rumahnya malam ini. Ia berusaha untuk mengerti dengan keadaan dan mengerti sikap dari adiknya yang ingin menolong seseorang. Jin juga meminta Jungkook untuk mengantar yeoja itu kerumahnya kembali besok pagi.
Setelah selesai makan malam, yeoja itu diantar oleh Jungkook ke kamar tamu. Selesai mengantarnya, Jungkook pun keluar dari kamar tamu dan pergi ke kamarnya. Si yeoja itu mulai tersenyum puas karna bisa masuk ke dalam rumah mereka dengan mudah sesuai rencananya. Ya, siapa lagi jika bukan Irene yang sedang melakukan sandiwaranya itu.
"Hehehe, ternyata ini mudah juga. Aku tak perlu banyak omong untuk meyakinkan mereka semua. Dan tentunya penyamaranku ini sangat sempurna hingga mereka semua tertipu oleh penampilanku. Hahaha" ucap Irene dengan tawa jahatnya.
"Tinggal menunggu mereka semua tertidur dengan lelap. Baru aku akan melaksanakan rencana selanjutnya" ucap Irene lagi.
"Haah sebaiknya aku membersihkan diri dulu dan istirahat sebentar. Aku sangat lelah melakukan adegan drama ini" ucap Irene sebelum akhirnya pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Skip
23.00 kst.
Irene membuka sedikit pintu kamar tamu dan menyembulkan kepalanya keluar untuk melihat keadaan disana.
"Disini sudah sepi, sebaiknya aku mulai melaksanakannya sekarang" gumam irene yang masih melihat-lihat sekitarnya.
Ia pun mulai keluar dari kamar, dengan langkahnya yang hati-hati Irene pergi mendekati sebuah ruangan yang sudah diberitahukan oleh Seo-joon dan yang sudah ia rencanakan bersama namja itu sebelumnya. Irene mulai membuka pintu itu dan masuk ke dalam ruangan lalu menutup pintunya kembali. Ia pun mencari-cari sesuatu diantara beberapa berkas dan dokumen diatas sebuah meja kerja.
"Nah ini dia, akhirnya aku menemukannya juga" ucap Irene sambil memegangi sebuah berkas disana.
"Aku harus cepat" ucap Irene lagi yang menukar berkas yang asli dengan yang palsu.
Beberapa menit kemudian...
"Sudah, sebaiknya aku harus cepat kembali, jika tidak mereka akan melihatku disini"
Irene pun mulai keluar dari ruangan itu sambil membawa sebuah berkas yang asli ditangannya. Ia kembali lagi ke kamar tamu, setelah sudah masuk ke dalam kamar. Irene menghela napasnya lega karna sudah berhasil menyelesaikan rencananya yang ini. Ia berjalan ketempat tidur dan duduk dipinggir kasur. Ia mengambil tas yang memang ia bawa tadi, dan memasukkan berkas itu ke dalam tasnya.
"Bagus, aku akan mengabari Seo-joon tentang ini. Ternyata ini hal yang sangat mudah, mereka memang payah. Mudah sekali tertipu, heheh" ucap Irene, ia mengambil ponselnya dan mengetik beberapa pesan untuk Seo-joon.
Setelah itu ia pun membaringkan tubuhnya di kasur.
"Lihat saja nanti Jungkook, sebentar lagi hidupmu akan hancur" ucap Irene dengan senyum miringnya yang jahat.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote 💜
Borahae 💜💜💜