
skip siang
Author POV
Sekarang Saerin dan ke tujuh oppa nya sedang berada di meja makan.
Setelah selesai makan, Saerin menawarkan dirinya untuk membantu oppa nya membersihkan meja makan. Sementara yang lainnya sedang duduk di sofa. Selesai berberes-beres, Saerin duduk bergabung dengan oppa nya.
"Oppa Saerin bosen. Ayo kita jalan-jalan"
kata Saerin kepada Hoseok yang berada di sampingnya.
"Benar juga. Lagipula kita di sini kan sedang cuti. Bagaimana kalau kita ke taman. Kau mau Saerin?" kata Hoseok kepada yang lainnya juga.
"Nee aku setuju. Kajja kita pergi" kata Taehyung yang mendengar ucapan Hoseok.
"Kajja!" seru Hoseok.
"Eh kalian mau kemana?" tanya Jin yang baru datang dari dapur dan ikut bergabung.
"Kami bosan oppa. Jadi kami ingin pergi ke taman" kata Saerin.
"Aku juga ikut. Bagaimana dengan yang lain?" kata Jin yang menatap adik-adiknya.
"Kita semua ikut hyung" kata Jimin.
Lalu Jin menoleh menatap Yoongi yang dari tadi asik berkutat dengan remote televisi.
"Kau juga ikut kan Yoongi?"
"Ani, aku tidak mau ikut. Kalian sajalah yang pergi" kata Yoongi tak menatap Jin.
"Ayolah oppa, ikutlah bersama kami" kata Saerin.
Saat Yoongi menoleh ke arah yang lain, ternyata mereka semua sedang menatapnya menunggu jawaban. Yoongi menghela nafasnya, pasrah dengan keinginan mereka.
"Baiklah aku akan ikut" katanya dengan
datar.
"Yeeyy" semuanya berseru.
"Yasudah cepat kita bersiap" kata Namjoon yang beranjak dari sofa.
skip
Semuanya sudah bersiap, lalu pergi menuju garasi dan menaiki mobilnya.
Setelah sampai di taman.
Mereka semua turun dari mobil dan langsung masuk ke taman.
Taman kota yang luas, banyak orang yang berjalan-jalan juga di sekitaran taman.
"Oppa kita duduk di sana saja!" kata Saerin sambil menunjuk salah satu kursi panjang di depan.
"Nee" seru yang lain.
Saerin menarik tangan Jungkook yang berjalan di sampingnya untuk menghampiri kursi tersebut.
Semuanya pun duduk dan menikmati waktunya bersama.
skip
Waktu sudah menunjuk pukul 3 sore. Dan mereka memutuskan untuk berjalan lagi mengelilingi kota Seoul. Berhentilah mereka di toko es krim, karna dari tadi Saerin merengek meminta es krim.
"Kau ingin yang rasa apa Saerin?" kata Hoseok yang mengantar Saerin ke dalam toko, dan yang lain menunggu di dalam mobil.
"Aku ingin yang rasa coklat"
"Ok".
Setelah selesai mereka berdua menuju mobil sambil membawa kantong plastik yang berisi es krim itu, karna yang lain juga mau jadi mereka menitipkan pesanannya kepada mereka berdua.
skip
Sampai di rumah, mereka kembali duduk di sofanya. Suasana di ruang keluarga menjadi ricuh.
"Hei Tae kau mengambil es krim ku. Punya ku yang rasa vanilla!" kata Jimin.
"Namjoon kau mematahkan sendok es krim ku!" kata Jin.
"Yoongi hyung kau memakan es krim punya ku!" kata Hoseok yang es krimnya sudah dimakan oleh Yoongi.
"Ambil saja yang lain" kata Yoongi datar.
"Saerin sini itu punya ku" kata Jungkook yang berebut es krim dengan Saerin.
"Ani! ini punya ku. Punya mu yang rasa vanilla!" kata Saerin dengan menarik-narik es krim dari tangan Jungkook.
"Ani aku mau yang rasa coklat!"
"Kenapa kau tidak bilang saat aku membelinya tadi. Kalau tau begitu aku akan membelikanmu yang rasa coklat juga. Tapi ini punyaku oppa!" kata Saerin masih berebut es krim itu.
"Tunggu Saerin!" seru Jungkook. "Lihat itu ada apa di belakangmu?" sambungnya. Saerin seketika kaget dan melepaskan tangannya yang menggenggam es krim itu, lalu menoleh kebelakang untuk melihatnya. Disaat Saerin tengah lengah, akhirnya Jungkook membawa lari es krim yang ia pegang. Saerin yang menyadarinya segera mengejar Jungkook.
"Oppa!! kembalikan!!" teriak Saerin sambil mencoba menggapai tubuh Jungkook. Tapi tidak bisa, sampai mereka berlari ke belakang rumah dan berputar-putar di sekitar kolam renang. Saat Saerin sedang berusaha menangkap Jungkook, ia tak sengaja menginjak genangan air di pinggir kolam, alhasil dia terpeleset dan tercebur kedalam kolam. Karna kakinya keseleo jadi ia tidak bisa berenang dengan menggerakkan kakinya. Jungkook yang mendengar suara itu, segera berhenti dan menoleh ke belakang. Dan kaget melihat Saerin hampir tenggelam. Ia menaruh es krim itu dibawah, lalu menceburkan dirinya ke kolam untuk menolong Saerin. Saerin yang hampir tenggelam tidak bisa apa-apa karna kakinya terasa keram.
Sementara yang lainnya sibuk dengan urusannya. Tiba-tiba mendengar sesuatu dan berhenti berbicara untuk mendengar lebih jelas.
"Sstt.. diamlah kalian!" kata Yoongi melerai perdebatannya.
"Kenapa Yoongi?" kata Jin yang bingung menatap Yoongi.
"Aku mendengar suara sesuatu yang tercebur ke dalam air"
"Apa!" kata Hoseok yang menoleh ke arah Yoongi. Dan mereka semua saling berpandangan dan mengingat sesuatu lalu menoleh menghadap ke belakang sofa dan berseru.
"SAERIN". Segera mereka bergegas pergi ke belakang dengan tergesa-gesa. Dan sampailah mereka di kolam renang, yang disana ada Jungkook yang sedang menekan-nekan dada Saerin dengan keadaan mereka yang basah kuyup. Mereka langsung menghampirinya, dan kaget melihat Saerin yang pingsan.
"Saerin kamu kenapa?" kata Jin yang khawatir dengan menepuk lembut pipi Saerin untuk menyadarkannya.
Tak lama kemudian, Saerin pun sadar dengan memuntahkan air dari mulutnya.
"Uhuk.. uhuk.. uhuk.."
"Saerin" sahut mereka semua.
"Uhuk.. oppa.. uhuk.." kata Saerin.
__ADS_1
"Haah.. untunglah kamu tidak apa-apa" kata Jungkook yang menghela nafas lega.
"Kenapa kau bisa tercebur hah!" kata Jin.
"Uhuk.. aku terpeleset dan kakiku keram oppa"
"Aku akan menggendongmu ke kamar Saerina" kata Jungkook yang mencoba mengangkat tubuh Saerin.
"Ini juga karna mu oppa. Aku terjatuh karna mengejarmu" kata Saerin menepis lembut tangan Jungkook.
"Nee Mianhae". Lalu Jungkook menggendong Saerin masuk diikuti yang lain.
Sampai di depan pintu kamar. Saerin membukakan pintunya, lalu Jungkook membawanya masuk.
"Oppa langsung bawa aku ke kamar mandi saja. Aku ingin mandi" pintanya. Jungkook menurutinya, ia membawa Saerin ke kamar mandi dan meletakkannya di bhat up.
"Tolong ambilkan aku handuk yang ada di kursi" katanya. Jungkook menurutinya dan mengambil handuk yang Saerin tunjukkan.
Jungkook datang lagi dengan membawa handuk untuk Saerin.
"Khamsambnida oppa"
"Nee gwenchana. Aku akan meninggalkanmu. Aku juga harus mengganti bajuku"
"Nee". Setelah Jungkook keluar dan menutup pintu kamar mandi. Saerin segera membuka keran airnya dan mandi.
20 menit kemudian. Saerin selesai mandi. Ia pun memakai handuknya dan mencoba berdiri.
"Aduhh.. sakit sekali kaki ku. Tapi aku harus kuat!". Walau kakinya sakit, Saerin mencoba memaksa untuk kuat berjalan meskipun harus berpegangan dengan dinding. Dia berhasil keluar dari kamar mandi dan menuju lemari pakaian. Ia mengambil baju dan memakainya. Setelah selesai, ia duduk di pinggir tempat tidurnya, dan menghela nafas lega.
"Aahh.. rasanya sakit sekali" katanya sambil memijit pelan kakinya yang keseleo. Lalu Saerin mendengar ada suara yang mengetuk pintu kamarnya.
"Masuk!" sahut Saerin kemudian.
Pintu terbuka dan masuklah Jin ke dalam kamar Saerin sambil membawakan minyak pijat.
"Saerin apa kakimu sakit?" tanya Jin.
"Nee oppa" kata Saerin masih dengan memijat kakinya. Jin datang dan duduk di samping Saerin.
"Sini biar oppa pijatkan kakimu. Berbaringlah". Saerin menurut, ia duduk di tengah tempat tidur dan meluruskan kakinya. Jin mulai mengolesi minyaknya ke kaki Saerin yang sakit, dan memijat pelan kakinya. Saerin hanya mengerang menahan sakit. Tak lama datang ke enam oppanya ke kamar Saerin.
"Oppa kenapa kalian kesini?" tanya Saerin melihat semua oppanya datang. Mereka datang menghampiri Saerin.
"Kami hanya ingin melihat keadaanmu Saerin" kata Hoseok yang duduk tersenyum menatapnya.
"Gwenchana oppa. Saerin baik-baik saja, hanya keseleo sedikit. Tidak masalah" kata Saerin menenangkan oppanya yang terlihat panik melihat dirinya.
"Kalian ke bawah saja. Sebentar lagi aku akan turun dan memasak untuk makan malam nanti" kata Jin.
"Nee hyung" kata Namjoon. Ia mendahului keluar kamar, dan diikuti oleh yang lain kecuali Jungkook yang masih berdiri di samping tempat tidur Saerin.
"Oppa kenapa kau tidak turun?" tanya Saerin yang bingung Jungkook masih ada disampingnya.
"Aku akan menjagamu" kata Jungkook.
"Tidak usah oppa. Kau turun saja"
"Ani"
"Terserah kau sajalah" kata Saerin tak peduli, dia tidak ingin berdebat lagi.
. . .
"Apa kau bisa memijat?" tanya Jin yang ragu-ragu mendengar ucapan Jungkook.
"Tentu saja" kata Jungkook dengan percaya diri.
"Yasudah. Aku akan meninggalkan kalian berdua" kata Jin. Ia beranjak dari tempat tidur, keluar meninggalkan Saerin dan Jungkook berdua.
"Apa benar kau bisa memijat?" tanya Saerin yang sama ragunya dengan Jin. Jungkook mendekati Saerin dan duduk di hadapannya di pinggir tempat tidur.
"Percayakan saja padaku" kata Jungkook yakin.
"Tapi aku merasa tidak nyaman dengan apa yang kau katakan itu" kata Saerin sambil mengerutkan keningnya.
Dan Jungkook mulai mengoleskan kembali minyak pijatnya ke kaki Saerin, lalu menghela nafas kecil dan mulai memijat kaki Saerin.
. . .
Tiba-tiba..
"AaaaaaaaaaaaaaAaaaa..." teriak Saerin kencang. Sampai membuat oppanya yang dibawah kaget mendengar teriakan Saerin. Mereka segera menaiki tangga ke kamar Saerin, dan masuk dengan wajah yang panik.
"Waeyo?!!" kata Namjoon dengan khawatir. Saerin dan Jungkook yang mendengar suara Namjoon ikut kaget dan menoleh ke arah mereka.
"Ada apa oppa?" tanya Saerin mengangkat kedua alisnya.
"Ada apa, ada apa. Orang nanya kok malah balik nanya" kata Jimin.
"Wae? apa yang terjadi di sini?" kata Jin yang datang tiba-tiba dengan membawa sendok sayur ditangannya.
"Hei hyung, kenapa kau membawa sendok sayurmu itu?" kata Taehyung yang menaikkan kedua alisnya menatap Jin dan sendok sayurnya. Jin yang tidak menyadari ia membawa benda itu di tangannya juga ikut bingung.
"Loh kenapa aku membawa benda ini?" kata Jin sambil melihat sendok sayur yang ada ditangannya dengan heran.
"Maklum sudah tua. Semakin umurnya bertambah ia semakin pikun" kata Yoongi.
"Tapi kenapa tadi kau berteriak Saerin?" tanya Jin lagi kepada Saerin.
"Jungkook oppa memijat kaki ku terlalu keras. Karna itu aku teriak" jawab Saerin sambil menunjuk Jungkook dengan jari telunjuknya dan menatap oppa nya yang lain.
"Hei Jungkook kau bisa memijat tidak hah!" kata Jin yang marah dengan menodongkan sendok sayur nya kepada Jungkook.
Jungkook hanya cengengesan dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"A-aku..." katanya dengan gugup.
"Kau tidak bisa memijat kan. Kenapa kau memijat kaki ku kalau tidak bisa oppa!!" kata Saerin dengan nada suara tinggi.
"Mian" kata Jungkook pelan.
"Eeee... kau ini menyebalkan!!" kata Saerin sambil memukul-mukul lengan Jungkook dengan emosi.
"Aadududuhh.. aduh.. aduh.. aadduuhh.. mian Saerin mianhae" kata Jungkook mencoba menepis pukulan tangan dari Saerin. Tapi Saerin masih memukul Jungkook dengan kencang. Jimin dan Tae berjalan menghampiri Saerin dan melerai mereka berdua. Dan mereka berdua berhasil membuat Saerin tenang.
"Tenanglah Saerin" kata Jimin berusaha menahan tangan Saerin.
"Eheee... kaki ku bertambah sakit. Bukannya kau menyembuhkan kaki ku tapi malah menambah sakit saja hiks.. hiks.." tangis Saerin masih dengan nada kesal kepada Jungkook.
__ADS_1
Jungkook hanya terdiam mengakui kesalahannya.
"Sudahlah, sudah. Kita kembali ke bawah saja. Biarkan Jimin yang menjaga Saerin" kata Namjoon. "Jungkook ikut kami ke bawah. Biarkan Jimin saja yang menemaninya. Kajja!" sambungnya mengajak Jungkook pergi.
Mereka semua keluar dari kamar kecuali Jimin yang menemani Saerin. Setelah mereka semua keluar. Jimin menaiki tempat tidur Saerin dan duduk disebelahnya. Saerin yang masih menangis kesakitan hanya bisa memegangi kakinya dan mengeluh kepada Jimin.
"Sstt.. tenanglah Saerin. Apa itu masih sakit?" kata Jimin yang merangkul Saerin.
"Tentu saja. Sudah jelas aku kesakitan, kau masih bertanya juga hiks.." kata Saerin di sela isak tangisnya.
"Nee. Sudahlah jangan menangis lagi. Apa harus aku pijat juga Saerin?" kata Jimin menawarkan diri.
"Hiks.. apa kali ini kau bisa memijat? jangan-jangan kau tidak bisa juga"
"Aku akan berusaha untuk tidak terlalu keras. Aku akan memijatnya dengan perlahan. Apa kau mau?"
"Nee" kata Saerin. Jimin mulai memegang kaki Saerin yang sakit dan memijatnya dengan hati-hati.
"Apa ini sakit?" tanya Jimin.
"Sedikit" jawab Saerin.
•
"Cukup oppa" pinta Saerin. Jimin menghentikannya dan mendekat ke arah Saerin.
"Kau sudah tidak apa-apa?"
"Nee oppa. Aku baik-baik saja"
tok.. tok.. tok..
"Masuk!" kata Jimin.
"Hyung. Makanannya sudah siap. Turunlah kebawah" kata Jungkook dengan berusaha tidak menatap Saerin. Karna ia tau Saerin pasti masih marah dengannya.
"Baiklah kami akan ke bawah" kata Jimin.
"Aku akan turun duluan. Kalian menyusul lah" kata Jungkook dengan berbalik badan dan turun terlebih dahulu.
"Kajja Saerin" kata Jimin mengajak Saerin. "Apa kau bisa berjalan?" sambungnya.
"Nee". Saerin melangkah menuruni kasur dengan dibantu oleh Jimin.
Jimin menuntunnya menuruni tangga dengan perlahan.
Dan mereka sampai di meja makan. Saerin duduk disamping Jimin.
"Apa kaki mu sudah lebih baik Saerin?" tanya Jin saat Saerin duduk.
"Nee oppa" jawab Saerin pelan.
Mereka memulai makan malamnya.
skip
*
Sementara itu, di tempat lain.
Seorang pria muda sedang duduk di sofanya dengan berbagai bodyguard di sekelilingnya. Ia sedang menikmati teh hangatnya dan duduk santai di sofa.
Tiba-tiba datang seorang bodyguardnya dengan membawa berkas dan berhenti dihadapan bos nya.
"Ini tuan hasilnya" kata bodyguard itu sambil menyodorkan berkas yang ia pegang kepada pemuda itu.
Ia mengambilnya dan mulai melihat-lihat isi dalam berkas itu.
"Hmm.. begitu ya. Yasudah kau boleh pergi" kata pemuda itu.
"Baik tuan" kata bodyguard itu, lalu ia pergi.
"Hh! sepertinya kita akan bertemu lagi" katanya dengan tersenyum miring, lalu mengambil secangkir teh di meja dan meminumnya.
*
skip
Sekarang Saerin sudah berada dikamarnya setelah makan malam. Ia sedang mengutak-atik ponselnya, lalu menaruh ponsel itu di meja dekat tempat tidurnya.
"Haahh.. sepertinya kaki ku masih sedikit sakit" katanya sambil mengelus kembali kakinya yang sakit.
Tak lama terdengar suara ketukan pintu.
"Masuk!" serunya.
"Kau sedang apa Saerin?" kata Jungkook yang masuk dengan hati-hati.
"Aku sedang berbaring di sini saja oppa. Masuklah" kata Saerin menyuruh Jungkook masuk.
Jungkook segera masuk dan duduk di pinggir tempat tidur Saerin.
"Apa kau masih marah denganku Saerin?" tanya Jungkook pelan sambil menatap Saerin.
Saerin tersenyum dan menjawab.
"Ani"
"Jinjja"
"Nee".
Jungkook yang senang langsung memeluk Saerin.
"Gomawoyo" sahut Jungkook dalam pelukan Saerin.
"Nee oppa" kata Saerin mengelus punggung Jungkook.
Jungkook melepaskan pelukannya dan menatap Saerin.
"Saerin, besok ikut aku nee"
"Kemana?"
"Kau juga akan tau nanti. Yasudah aku pergi dulu nee" kata Jungkook lalu keluar dari kamar Saerin.
"Dia ingin mengajakku kemana? ah sudahlah nanti juga tau" kata Saerin. Tak lama ia menguap, lalu tidur.
Author end POV
__ADS_1
Nantikan kelanjutan kisahnya.. 💜