
20.15 kst
Rumah Bangtan
Sekarang... Apa kalian tau bagaimana keadaan ketujuh namja itu? Pasti kalian penasaran bukan? Biar aku jelaskan sedikit.
Tepat pada malam ini, sebuah rumah besar bercat putih yang megah nan aestetik itu terlihat sangat-sangat sepi. Lampu di halaman rumah tidak dinyalakan. Begitu pula yang ada didalam. Hanya ruang tengah saja yang lampunya masih menyala.
Seperti biasa ketujuh namja itu akan berpesta minum sampai mereka mabuk. Bahkan mereka tak memikirkan apapun disaat kesenangan mereka pribadi. Mereka tak akan tau apa yang akan terjadi kedepannya jika mereka terus menghamburkan sisa uang yang mereka punya.
Malam ini ruang tengah sangat berisik, bisa dibilang seperti kapal pecah. Sangat berantakan. Botol minuman dimana-mana. Bau alkohol pun sampai tercium hingga kedepan rumah jika kamu berada didepan pintu masuk.
Yah.. tidak ada yang berbeda setelah mereka pulang kembali. Seperti inilah mereka sekarang.
Namun disaat mereka sedang bersenang-senang, tiba-tiba bunyi bel rumah terdengar sampai ke ruang tengah. Mereka yang sedang asyik minum sedikit terganggu oleh bel rumah yang dibunyikan dengan brutal.
"Ck, siapa yang membunyikan bel rumah eoh? Dia sangat mengganggu!" kesal Namjoon yang sudah sedikit mabuk.
"Sudahlah biarkan saja dia" ucap Seokjin dengan santai disofanya.
Ting-tong! Ting-tong! Ting-tong!
"Aish ia sangat mengganggu!" decak Taehyung kesal. "Jungkook, coba kau cek" suruhnya pada Jungkook yang sedang duduk.
"Ais.. kenapa aku?" kening Jungkook berkerut.
"Sudah cepat pergilah" Jimin pun menarik tangan Jungkook untuk berdiri.
"Aish.. nee, nee.. arrasseo..." ucap Jungkook dengan malas, ia bangkit dan pergi ke depan.
Ceklek
Jungkook pun membuka pintunya dan menatap siapa seseorang yang berada disana dengan malas dan sedikit mabuk.
"Nuguya?~" (Siapa?~)
Didepannya itu terlihat seorang yeoja yang tengah hamil muda. Ia menatap kesal pada tuan rumah yang berada dihadapannya sekarang.
"Emmhh... Siapa kau?" tanya Jungkook sambil mengucek matanya.
"Kau masih tidak mengenalku setelah apa yang sudah terjadi?!" ucap yeoja itu dengan marah.
"Apa maksudmu?" Jungkook menguap dan menutupi mulutnya dengan tangan. Berusaha mencerna ucapan yeoja itu namun tidak bisa karna ia sedang mabuk.
__ADS_1
"Apa maksudmu? Hh! Kau masih bertanya apa maksudnya? Apa kau lupa? Atau kau sengaja mengelak?"
"Apa yang kau bicarakan ini? Aku tidak mengerti... Sebaiknya kau pergi saja sana, jika kau tidak punya kepentingan apapun. Aku tidak punya waktu untuk berbicara omong kosong padamu" ucap Jungkook malas menanggapi yeoja didepannya itu.
Yeoja itu mulai jengkel dan mengumpati Jungkook dengan kesal.
"Aish!!! Begini saja. Apa kau masih ingat Kim Jong-eun?"
"Kim Jong-eun?" ucap Jungkook memiringkan kepalanya.
"Nee, Kim Jong-eun. Yeoja yang kau sukai. Kau ingat?" tanya yeoja itu lagi.
"Emm... Kurasa aku lupa" ucap Jungkook menggaruk tengkuknya.
"Aish! Yeoja yang terakhir kali mengajakmu ke bar" ucap yeoja itu berusaha meyakinkan.
Jungkook berpikir sejenak, kemudian mendapatkan ingatannya kembali.
"Oh, yeoja itu.."
"Nee, kau mengingatnya kan sekarang? Jadi bagaimana tuan Jeon? Lihatlah, aku hamil karna ulahmu, dan sekarang apa? Kau mau tanggung jawab kan?"
"Tanggung jawab? Untuk apa aku tanggung jawab? Aku tidak melakukan apapun padamu. Jadi jangan sembarangan mengarang cerita" ucap Jungkook.
"Hahahaha.. coba kau ingat-ingat kembali nona. Siapa namja yang bermain denganmu malam itu" ucap Jungkook sambil terkekeh.
"Apa yang kau maksud ini? Tentu saja itu kau! Siapa lagi jika bukan kau yang bersamaku malam itu!"
"Hhh.. kau kira aku sepolos itu?"
Kini yeoja itu yang mulai mengerutkan keningnya.
"Kau salah. Meskipun aku sedang mabuk disaat itu, aku masih bisa kabur darimu. Kau ingat? Setelah kau menyuruh salah satu namja untuk membawaku ke kamar yang kau pilih itu, dan kau langsung masuk ke kamar mandi. Disaat itulah aku kabur dan aku mengatakan kepada namja itu agar dialah yang menggantikanku disana. Aku pun keluar dari kamar itu dan meninggalkanmu bersama namja itu" ucap Jungkook dengan senyum smirknya yang puas dengan ekspresi terkejut yeoja itu saat mengetahui kenyataan yang sebenarnya.
Flashback
"Malam ini akan menjadi malam kita berdua baby" ucap Irene sambil mengelus-elus dada Jungkook yang sedang terlelap disofa.
"Aku harus membawanya ke kamar. Tapi tidak mungkin aku yang mengangkatnya sendiri.. ah, aku harus menyuruh orang lain disekitar sini"
Irene pun menyuruh salah satu namja untuk membantunya membawa Jungkook ke kamar.
Setelah sampai di kamar yang ia pilih. Irene langsung ke kamar mandi dan meninggalkan Jungkook yang masih dituntun masuk oleh seorang namja kedalam kamar.
__ADS_1
Tanpa sepengetahuan dari Irene, Jungkook yang setengah sadar malah menyuruh namja itu yang akan menggantikannya. Jungkook memang tidak tau apa-apa, dia hanya ingin keluar dari tempat aneh itu saja. Dia menyuruh namja itu untuk mematikan lampunya setelah ia pergi agar Irene tidak mencurigai kalau Jungkook sudah kabur dari kamar itu dan digantikan oleh seorang namja yang tadi mengantarnya.
Jungkook keluar kamar dan langsung berjalan pergi dari tempat bar itu.
Sementara Irene yang saat itu baru keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai lilitan handuk saja pun sedikit kaget ketika melihat bahwa lampu dikamar itu sudah gelap, dan ada seseorang yang ia kira Jungkook itu sedang menunggunya diatas ranjang. Tanpa berpikir panjang lagi Irene langsung saja naik keatas ranjang dan.... (yah begitulah😀)
Sedangkan Jungkook, ia hanya terus berjalan melewati trotoar-trotoar jalan yang masih ramai dengan pengendara. Ia berusaha memutar arah untuk kembali ke taman sambil mengingat-ingat jalan yang tadi ia lalui bersama Irene saat menuju ke bar.
Setelah hampir satu jam berjalan, akhirnya Jungkook pun sampai di taman dimana mobilnya diparkirkan. Mobil itu masih utuh ditempat semula hanya saja tidak ada pemiliknya jadi terlihat sepi. Jungkook membuka pintu mobil lalu masuk dan bersender lemas di kursi pengemudi. Begitu melelahkan ketika ia terus saja berjalan dimalam yang dingin itu hanya untuk kembali ketempat dimana ia memarkirkan mobilnya saja. Sampai iapun tertidur lelap dimobilnya sampai pagi. Dan karna posisi tidurnya yang duduk itulah yang membuat badan Jungkook terasa pegal-pegal saat bangun.
So.. dah tau kan apa penyebabnya?😃 Hayoo siapa yg pikirannya semrawut di eps (64 FLASHBACK) itu???
Flashback end
"Sudah ingat?" tanya Jungkook menampilkan smirk sambil memiringkan kepalanya bersamaan.
Irene yang pada saat itu pun menjadi kesal. Ia mengacak-acak rambutnya hingga berantakan dan berteriak kesal pada Jungkook yang selama ini sudah membohonginya.
"Aarrggghhh!!! Kau jahat sekali Jungkook!!!" teriak Irene.
"Sudahlah, kau tidak punya urusan lagi denganku bukan? Jadi sekarang pergilah dari sini. Kau menggangguku" ucap Jungkook acuh.
"Aku tidak akan pergi dari sini sebelum kau bertanggung jawab dan menikahiku!"
"Bertanggung jawab apalagi? Semua sudah jelas bukan? Aku tidak pernah menyentuhmu. Dan bayi yang kau kandung itu bukanlah dari darah dagingku. Kau puas?"
Irene tidak bisa lagi berkata-kata. Ia hanya menjambak rambutnya sendiri dengan kesal. Ia juga tak terima kalau ia sedang dipermainkan.
Jungkook yang tak tahan pun segera menyeret Irene keluar sampai ke depan gerbang. Ia mendorong Irene keluar lalu menutup pintu gerbang, menguncinya dan pergi meninggalkan Irene yang sudah berantakan akibat ulahnya sendiri.
Irene menangis dan berteriak, lalu ia pun pergi dari rumah besar itu. Berlari ke jalan raya yang masih ramai. Ia berniat untuk bunuh diri dijalan itu karna ia benar-benar tak kuat lagi untuk bertahan. Ia sudah tak tahan lagi untuk hidup karna sebagian dari rencana hidupnya ialah memiliki Jungkook kembali. Dan kini namja itu telah mencampakkannya dan ia juga tak dianggap lagi oleh Jungkook. Dia terlalu mencintai namja itu. Bahkan saat ia putus dengan Jungkook setahun yang lalu pun ia masih memiliki rasa dengan namja itu. Ia hanya berpacaran dengan namja lain hanya karena sebuah harta saja dan meninggalkan Jungkook hanya untuk harta, bukan cinta. Jungkook sudah terdahulu sakit hati. Mungkin karena itu pula ia mendapatkan balasan yang setimpal dengan Jungkook.
"Walaupun kau sudah membenciku! Percayalah.. aku masih mencintaimu. JEON JUNGKOOK!!!"
Irene berlari ketengah jalan tiba-tiba, saat itu pula sebuah mobil melaju dengan kencang kearahnya. Sang pengemudi mobil terkejut dan menginjak remnya mendadak. Tapi sungguh terlambat, jaraknya sudah dekat dan tak bisa dihindari lagi.
Srreettt...
Bruk!!!
Irene terpental jauh dan menghantam jalan dengan posisi tengkurap. Perutnya yang terlebih dahulu jatuh kemudian kepalanya. Irene pun tak bergerak lagi sesudah itu. Jalanan sudah bergenang darah. Semuanya sudah tamat dalam kehidupan Irene.
Jangan lupa like👍, komen💬, vote✨ dan love❤️ ya guys 😘
__ADS_1
Dan terimakasih buat yang sudah menunggu lama.. Love you all.