
Author POV
Skip
Paginya, Jin terbangun dan pergi ke dapur, membuatkan sarapan untuk adik-adiknya.
Setelah selesai Jin membangunkan mereka semua. Setelah semuanya sudah berkumpul di meja makan, mereka memakan sarapannya.
skip
Sekarang Saerin sedang duduk bersantai di sofa bersama oppanya dan Yeontan yang tengah bermain dengan Saerin.
"Saerin kajja kita berangkat" kata Jungkook yang datang.
"Ini kan masih pagi oppa. Memangnya kita harus pagi-pagi perginya" kata Saerin.
"Memangnya kalian berdua ingin pergi kemana?" tanya Jin menatap Saerin.
"Entahlah oppa, Jungkook oppa mengajak ku berjalan hari ini. Tapi aku tidak tau dia ingin pergi kemana"
"Hyung, pinjam kunci mobilnya dong" kata Jungkook dengan mengulurkan tangannya kepada Jimin. "Aku akan berhati-hati memakainya hyung. Kumohon" sambungnya.
"Nee, tapi hati-hati di jalan. Jangan sampai lecet. Jika aku melihat goresan sedikit saja. Aku tidak akan mau meminjamkan mobil ku kepadamu lagi" kata Jimin dengan merogoh sakunya dan memberikan kunci mobil kepada Jungkook.
"Arrasseo. Gomawo hyung. Kajja Saerina" ajak Jungkook saat menoleh pada Saerin. Tapi Saerin masih sedang bermain dengan Yeontan dan tak mempedulikan kata Jungkook.
Dengan terpaksa Jungkook menghampiri Saerin dan menarik tangannya.
"Hei oppa!"
"Cepat!" kata Jungkook yang masih menarik-narik tangan Saerin.
"Nee. Sebentar" kata Saerin, lalu ia memberi Yeontan kepada Taehyung yang berada di sebelahnya. Jungkook kembali menarik tangan Saerin. Sampai di garasi, mereka memasuki mobilnya.
skip
"Oppa sebenarnya kita mau kemana?" kata Saerin saat mobil mulai melaju.
"It is the secret" kata Jungkook dengan fokus pada jalanan.
"Kau membuatku penasaran oppa"
"Nanti kau juga tau".
Saerin hanya terdiam sambil melihat jalanan di samping kaca mobilnya.
skip
Jungkook memberhentikan mobilnya di salah satu tempat.
"Sudah sampai" katanya pada Saerin. Lalu mereka berdua melepas sabuk pengamannya dan turun dari mobil.
Saerin merasa tidak asing dengan tempat ini. Dia menoleh menatap Jungkook untuk memberinya jawaban.
"Oppa?"
"Nee Saerin. Apa kau mengingat tempat ini?" kata Jungkook.
Saerin melihat-lihat lagi dengan seksama. Dilihatnya disana, taman rumput hijau yang luas dengan berbagai bunga warna-warni yang sedang mekar dengan indah. Saerin mengingat salah satu momen terindah dalam hidupnya. Entah sudah berapa lama itu terjadi. Dan sekarang itu hanyalah sebuah masa lalu yang hanya bisa ia ingat dalam pikirannya. Tak disangka mata Saerin berkaca-kaca melihat pemandangan indah di hadapannya ini.
"Oppa" kata Saerin dengan terharu, karna Jungkook mengajaknya ke tempat ini.
"Nee aku juga merasa seperti itu Saerin" kata Jungkook yang tadi menatap Saerin lalu berpaling menghadap ke depan. "Ini adalah tempat dimana kita semua bersama, dengan eomma dan appa juga" kata Jungkook merasakan hal yang sama dengan Saerin.
"Kajja kita kesana!" ajak Jungkook kemudian, untuk menghibur Saerin. Jungkook menarik lagi tangan Saerin dan berjalan menuju ke tengah hamparan bunga-bunga.
"Dari dulu sampai sekarang, tempat ini tidak jauh berubah oppa" kata Saerin saat mereka berhenti di tengah.
"Nee sepertinya begitu" kata Jungkook.
"Kita ambil foto disini" kata Saerin, ia mengeluarkan ponselnya dan memotret bunga-bunga indah di hadapannya.
"Saerin foto aku!" teriak Jungkook yang berada beberapa langkah cukup jauh dari Saerin.
"Nee".
Dan Saerin memotret Jungkook yang sedang merentangkan tangannya di tengah bebungaan dengan tersenyum ria. Setelah mengambil beberapa foto, Jungkook menghampiri Saerin untuk melihat gambarnya.
"Bagus oppa" kata Saerin dengan tersenyum kecil melihat foto Jungkook. Saat Saerin masih sedang melihat-lihat fotonya, Jungkook pergi memetik salah satu bunga yang indah dan menghampiri Saerin. Sampai dihadapan Saerin yang masih berkutat dengan ponselnya, tiba-tiba Jungkook menurunkan tubuhnya dengan melipat kakinya ketanah dengan memberikan bunga yang ia petik dari tangannya kepada Saerin.
"Princess Saerin, terimalah bunga ini sebagai rasa sayangku untukmu!" serunya kemudian. Saerin yang mendengar itu segera menatap Jungkook yang terduduk dengan kaki yang dilipat ketanah, badan yang tegap sambil memberikan setangkai bunga untuknya.
Saerin hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah laku Jungkook yang seperti pria menembak cinta pada wanitanya.
"Hehe.. kau ini, apa yang kau lakukan hh.." kata Saerin menahan tawa kecilnya.
"Please my princess accept this flower"
(tolong tuan putriku terimalah bunga ini)
kata Jungkook dengan wajahnya yang serius memohon.
Saerin masih menahan tawanya, lalu mulai mengikuti drama yang dibuat Jungkook.
"Alright my prince, sure" kata Saerin dengan anggun dan menerima bunganya dari tangan Jungkook. Setelah itu Jungkook langsung berdiri dan menatap Saerin dengan bahagia, karna sudah membuatnya tersenyum. Dan Saerin juga ikut menatap Jungkook dengan senyum manisnya yang indah, sambil sesekali menghirup aroma harum dari bunga yang Jungkook berikan.
"Do you like it?" tanya Jungkook.
"Yes".
"Kajja kita ke tempat lain" ajak Jungkook menarik tangan Saerin lagi, tapi Saerin menghentikannya sekilas.
"Kita mau kemana lagi oppa?" kata Saerin dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Just follow me" (ikuti saja aku). Jungkook menarik tangan Saerin lagi, kembali ke tempat ia memarkirkan mobil dan melajukannya.
"Kita akan kemana lagi oppa?" ulang Saerin lagi saat berada di dalam mobil.
"Sudahlah tidak usah banyak bertanya, hari ini aku akan mengajak mu keliling kota" kata Jungkook tak melepaskan pandangannya dari jalanan. Lalu ia menoleh menatap Saerin dengan tersenyum. "Aku akan menghabiskan waktu seharian ini bersama dengan mu. Saerin" sambungnya.
"Terserah kau sajalah oppa" kata Saerin.
skip
Jungkook memarkirkan mobil nya lagi di mall. Mereka pun turun.
"Kajja" seru Jungkook. Saerin mengikutinya dari belakang.
Mereka berdua berjalan memasuki mall tersebut.
__ADS_1
"Kenapa kau mengajakku kesini oppa?" kata Saerin.
"Hei sudah aku bilang, tidak perlu banyak tanya. Kau nan.. "
"Karna kau membuat ku selalu penasaran oppa. Aku tidak tau apa yang kau pikirkan sekarang. Kau membuatku pusing" potong Saerin.
"Sudahlah. Ikuti aku" kata Jungkook.
Saerin hanya bisa pasrah mengikuti oppanya.
Jungkook menghentikan langkahnya dan memasuki ruang busana. Jungkook memilih-milih baju untuk Saerin.
Saerin hanya mengikuti Jungkook dalam diam. Sebenarnya dia sedang malas untuk keluar. Tapi apalah daya, dia tidak bisa berbuat apa-apa jika Jungkook yang mengendalikannya. Saerin sudah sangat dekat dengan Jungkook karna itulah ia selalu menuruti kata-kata nya.
"Saerin kemarilah!" seru Jungkook saat ia sudah mendapatkan baju yang ia pilih.
"Ada apa oppa?" kata Saerin dengan malas.
"Coba kau pakai ini"
"Mwo"
"Cobalah!" kata Jungkook sambil memberikan sebuah baju kepada Saerin.
"Nee". Saerin masuk ke ruang ganti dan memakai baju itu. Setelah selesai dan keluar, Saerin menghampiri Jungkook yang sedang duduk di kursi.
"Bagaimana menurutmu oppa?" kata Saerin sambil membolak-balik kan tubuhnya.
Jungkook yang mendengar suara Saerin langsung menoleh dan menatapnya dari bawah hingga ke atas, dia kagum dengan penampilan adik perempuannya yang cantik dengan memakai dress pink pendek dan rambut diurai, terlihat seperti gadis kecil yang manis.
"Kau sangat cantik Saerin" puji Jungkook dengan tersenyum.
"Tapi aku tidak terbiasa memakai rok yang pendek seperti ini oppa. Apa ini?" kata Saerin masih dengan membolak-balikkan tubuhnya dan melihat bajunya lagi.
Jungkook bangun dari duduknya dan menarik tangan Saerin lagi.
"Kajja!" serunya.
"Hei oppa, kau tidak usah menarikku. Aku bisa mengikutimu dari belakang. Dan kau tidak perlu menarikku terus" kata Saerin sambil berjalan ditarik Jungkook.
Tapi Jungkook tidak mempedulikan ucapan Saerin, dia masih terus menarik tangan Saerin dengan tersenyum.
Jungkook membawa Saerin hingga ke parkiran mobil dan menyuruhnya masuk, lalu disusul dengan dia. Jungkook melajukan mobilnya lagi.
"Oppa, apakah aku harus memakai pakaian ini? aku terlihat seperti anak kecil" keluh Saerin.
"Nee, tapi menurutku kau sangat cantik Saerin" katanya tanpa menatap Saerin.
"Tapi ini.. "
"Saerin ikuti saja apa yang aku katakan" kata Jungkook memotong ucapan Saerin.
"Nee" kata Saerin dengan pasrah. Tapi Jungkook hanya tersenyum bahagia. Lalu Jungkook melirik jam tangannya, ternyata sudah pukul 11.30 siang. Mereka memulai perjalanan dari empat jam yang lalu.
skip
Jungkook memberhentikan mobilnya di restoran dan mengajak Saerin makan siang. Mereka berdua turun dan memasuki restoran itu. Dan duduk di bangku dekat jendela resto, sampai mereka bisa melihat bunga-bunga di luar jendela.
"Kau ingin pesan apa Saerin?" tanya Jungkook menatap Saerin.
"Terserah kau saja oppa" kata Saerin dengan malas.
"Ani oppa. Berjalan bersamamu sudah membuatku senang" kata Saerin dengan tersenyum tipis.
"Waeyo?"
"Gwenchana oppa"
"Kalau begitu tersenyumlah. Aku lebih suka dirimu yang tersenyum dengan tulus, tidak terpaksa seperti itu. Aku membuat semua ini hanya untukmu, karna aku ingin melihat kau bahagia. Kau tau, kau itu terlihat lebih cantik jika kau tersenyum. Aku ingin menghabiskan waktu ini hanya denganmu Saerin, aku merindukanmu. Kau tau kan betapa aku sangat menyayangi mu dan aku juga sangat merindukanmu. Jadi mari kita jadikan satu hari ini penuh dengan kebahagiaan. Nee" kata Jungkook.
"Arrasseo, aku akan tersenyum. Aku tau kau sangat menyayangi ku, karna itu kau ingin membuatku selalu bahagia di sisimu. Baiklah aku akan membuat hari ini menjadi hari yang spesial. Aku senang mempunyai dirimu"
"Ok". Jungkook memanggil pelayan restoran, dan seorang wanita mendekat dan menuliskan pesanan Jungkook.
"Nee mohon ditunggu sebentar" kata wanita itu.
Beberapa menit kemudian pesanan mereka akhirnya datang.
skip
Mereka sedang berada di mobil menuju tempat yang selanjutnya. Jungkook menghentikan mobilnya lagi, mereka berdua turun dari mobil.
Jungkook mengajak Saerin di perkebunan stroberi yang agak jauh dari pusat kota.
"Saerin kajja kita masuk"
"Nee" kata Saerin dengan tersenyum melihat tempatnya. "Waah oppa, apa ini kebun stroberi?" tanya Saerin dengan riang.
"Nee, kita bisa memetik sendiri dan memakannya langsung disini"
"Jinjja"
"Nee. Kajja" ajak Jungkook.
Mereka berdua bersenang-senang di kebun itu. Saerin mengambil keranjang kecil untuk menaruh stroberi yang ia petik.
"Waah oppa, aku mendapatkan satu yang besar" kata Saerin saat ia berhasil memetik satu stroberi yang sedikit besar. "Aku dapat banyak oppa!" seru Saerin setelah mendapat setengah dari keranjang buahnya. Tapi Saerin tidak melihat Jungkook berada di sisinya. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, ternyata dia ada didepannya yang memang cukup jauh darinya, yang sepertinya sedang mengobrol dengan pengunjung lain. Saerin menghampiri Jungkook dan menepuk punggungnya pelan. Saerin terkejut saat melihat keranjang buah Jungkook sudah sangat penuh dengan buah stroberi.
"Banyak sekali kau mendapatkannya oppa" kata Saerin dengan membulatkan matanya.
"Tentu saja. Hehehe.." kata Jungkook tertawa bangga. "Apa kau sudah selesai Saerin?" tanya Jungkook.
"Nee"
"Kajja kita ke kasir untuk membayarnya" kata Jungkook lalu berjalan mendahului Saerin.
Mereka sudah membayarnya, dan sekarang mereka sedang menikmati buah yang segar langsung dipetik dari tumbuhannya.
Setelah selesai menikmati buah tersebut, sisanya mereka bawa pulang, karna hasil petikannya sangat banyak. Dan mereka memakannya hanya sedikit dari banyaknya yang mereka petik.
•
Mereka berjalan lagi. Sampai hari menjelang malam.
Dan sekarang mereka sedang duduk di dekat sungai Han. Mereka menatap air sungai yang begitu jernih dan mengalir.
Saerin menyenderkan kepalanya pada bahu Jungkook, menikmati indahnya malam.
"Apa kau senang Saerin?" tanya Jungkook.
__ADS_1
"Aku sangat-sangat senang. Tapi oppa kenapa disini agak sepi?" kata Saerin.
"Entahlah aku juga tidak tau. Yasudah ini sudah malam, kajja kita pulang, yang lain pasti menunggu kita"
"Nee". Saerin pun beranjak berdiri. Tapi tiba-tiba ada beberapa pria yang berbadan besar dengan memakai baju serba hitam yang menghadang mereka berdua. Tentu saja Saerin dan Jungkook sontak terkejut karna kehadiran mereka.
"Siapa kalian!!" teriak Jungkook.
Kedua pria besar itu menangkap Saerin. Saerin yang kaget tidak bisa melawan dan hanya memberontak karna cekalan pria dewasa itu sangat kuat dibanding kekuatan Saerin.
"Saerin!! LEPASKAN DIA" teriak Jungkook.
Salah satu dari mereka mendekati Jungkook dan melayangkan pukulan ke arah perutnya. Jungkook yang tidak tau serangan itu secara tiba-tiba, tidak bisa menghindar, ia terkena pukulan itu. Belum cukup, datang lagi dua orang yang mengeroyok dan memukul Jungkook dengan serangan bertubi-tubi. Jungkook yang masih lemah karna satu pukulan itu, akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa. Dia menerima setiap pukulan dari pria itu sampai wajahnya membiru dan mengeluarkan darah.
Saerin yang melihat Jungkook dipukuli, segera berteriak minta tolong. Tapi belum sempat ia membuka suara. Mulutnya sudah dibekap dengan kain putih. Dia sempat memberontak tapi sulit. Sementara Jungkook yang sudah tidak berdaya lagi karna dipukuli oleh tiga pria sekaligus, akhirnya jatuh ke tanah dengan wajah yang babak belur.
Saerin yang mulutnya dibekap pun juga tidak sadarkan diri, akibat bau alkohol yang ia hirup dalam kain itu.
Setelah Saerin pingsan, kedua pria itu membawa Saerin ke dalam mobilnya. Dan Jungkook dibiarkan tergeletak di tanah. Jungkook yang melihat Saerin dibawa oleh pria itu, hanya bisa memanggil-manggil nama Saerin dengan lemas. Lalu mata nya mulai menutup dan tak sadarkan diri.
Seseorang sedang melewati jalan dan tak sengaja melihat Jungkook yang terbaring tak berdaya di tanah. Orang itu langsung berlari menghampiri Jungkook dan mengecek tubuhnya. Ia lalu menelepon ambulans dan membawanya ke rumah sakit.
•
•
Di rumah Bangtan.
Jin sedang mondar-mandir di depan televisi, ia mengkhawatirkan keadaan Saerin dan Jungkook. Sudah berkali-kali ia menghubunginya, tapi keduanya tidak menjawab panggilannya. Yang lain hanya bisa diam memperhatikan Jin yang berjalan sana-sini dengan raut muka cemas.
"Kenapa mereka berdua belum kembali juga. Apa yang terjadi kepada mereka?" cemas Jin.
"Jin hyung, sudahlah jangan mencemaskan mereka seperti itu. Sebentar lagi mereka berdua akan pulang" kata Namjoon yang mendekat berusaha menenangkan Jin.
"Nee hyung, mungkin mereka sedang berada di jalan" kata Hoseok.
"Tapi firasat ku mengatakan ada hal buruk yang terjadi kepada mereka" kata Jin.
"Hyung jangan berpikiran buruk seperti itu. Tidak akan terjadi apa-apa kepada mereka. Kau tenang saja. Mari kita duduk, kau harus menenangkan dirimu dulu" kata Namjoon yang mengajak Jin untuk duduk.
Tetapi tiba-tiba ponsel Jin berbunyi. Ia segera mengangkatnya.
"Yeoboseyo"
"..."
"MWO!" teriak Jin seketika, membuat yang lainnya terkejut menoleh menatapnya.
"..."
"Nee aku akan kesana. Khamsambnida" kata Jin lalu ia menutup teleponnya.
"Waeyo hyung?" tanya Jimin.
"Jungkook ada di rumah sakit" jawab Jin.
"Mwo!!" seru mereka bersamaan.
"Kajja hyung, kita kesana" kata Namjoon.
"Nee kajja".
Mereka semua berangkat pergi menuju rumah sakit dimana Jungkook dirawat. Mobil pertama dikendarai oleh Namjoon, yang berisi Jin dan Jimin. Sementara mobil kedua dikendarai Hoseok dan sisanya.
Setelah sampai ke alamat rumah sakit yang dituju. Mereka langsung masuk dan menanyakan ruangan Jungkook kepada susternya. Saat sudah tau ruangannya, mereka langsung pergi ke kamar yang diberitahu suster itu tadi.
Mereka sampai di depan pintu ruangan, mereka bertemu seorang pria yang menunggu di depan pintu juga.
"Anyeonghaseyo. Apa kau yang mengantar adik kami ke sini?" tanya Namjoon pada pria itu.
"Nee, apa kalian keluarganya?" kata pria itu.
"Nee".
"Saya menemukannya sedang tergeletak di tanah. Dan saya periksa wajahnya babak belur dan pingsan. Jadi saya menelepon ambulans. Saat itu ponselnya terus saja berdering, saya belum bisa mengangkatnya. Dan baru sekarang saya memberitahu kalian" jelasnya. "Sekarang dia sedang diperiksa dokter. Dan ini ponselnya, saya mengambilnya untuk menghubungi keluarganya" sambungnya sambil menyerahkan ponsel Jungkook kepada Namjoon.
"Nee, gomawo karna sudah menolongnya" kata Namjoon sedikit membungkuk.
"Gwenchana. Kalau begitu saya permisi" kata pria itu, lalu ia berjalan pergi meninggalkan mereka.
"Jungkook kenapa kau jadi seperti ini" kata Jin.
"Tenanglah hyung" kata Namjoon sambil mengusap punggung Jin.
"Tapi dimana Saerin?" tanya Taehyung yang dari tadi menoleh ke kanan-kiri, tapi tidak melihat Saerin.
"Nee dia kemana. Seharusnya dia disini" kata Jimin.
"Oh tidak, apa jangan-jangan.. " kata Namjoon menggantungkan ucapannya.
"Wae Namjoona" kata Hoseok yang tegang.
"Sebelumnya pria itu tadi bilang bukan, jika kondisi Jungkook babak belur. Mungkin saja mereka bertemu orang jahat yang memukuli Jungkook dan.. "
"Membawa Saerin pergi" lanjut Yoongi dengan wajah yang agak cemas.
"Wae!! wae!!" tangis Jin pecah mendengar kata adiknya. Jin terduduk lemas di lantai dengan air matanya yang mengalir. Hatinya sangat hancur melihat kedua adik bungsunya mengalami hal buruk yang ia tidak inginkan.
"Hyung tenangkanlah dirimu" kata Namjoon menenangkan Jin. Ia mengajak Jin untuk duduk di kursi.
5 menit kemudian, dokter keluar dari ruangan.
"Bisakah saya berbicara pada keluarganya?" tanya dokter itu.
Mendengar dokter itu berbicara, Jin segera mendekat.
"Saya kakaknya. Bagaimana keadaannya dokter" ucap Jin.
"Sekarang dia sudah tidak apa-apa. Kami sudah menyembuhkan luka-luka. Hanya menunggu dia sadar saja" kata dokter itu.
"Nee, khamsambnida" kata Jin.
"Nee. Saya permisi dulu" kata dokter itu lalu pergi.
Setelah dokter itu pergi, Jin langsung masuk ke dalam ruangan Jungkook dan berdiri disampingnya. Dilihatnya wajah Jungkook yang memar dan membiru, membuat Jin semakin terpukul menatap wajah tampannya di penuhi dengan luka.
Sementara yang lain hanya bisa memandangnya sedih.
Nantikan kelanjutan kisahnya...
__ADS_1