(Revisi) Terlambat Menyesalinya

(Revisi) Terlambat Menyesalinya
Mexca Memeluk Islam


__ADS_3

Dalam kesendiri mexca meratapi nasibnya yang telah kedahuluan oleh orang lain. Dia merasakan rasa sakit namun tak berdarah. Saat merenung tanpa sengaja mexca teringat akan ucapan temannya kalo Adinda hanya menerima cinta orang yang sekeyakinan dengan dirinya.


Setelah mengalami pergulatan yang sangat sulit dalam hati dan pikirannya, akhikrnya Mexca berfikir jika tak bisa memeluk orangnya. Setidaknya dia bisa memeluk keyakinan yang sama dengannya, maka dia juga bisa merasakan apa yang akan dirasakan oleh Adinda saat dia menjalani ibadahnya, dan dia juga bisa melakukan kegiatan yang sama dengan yang dilakukannya dalam keyakinannya itu. Akhirnya Mexca mengambil keputusannya dan berharap agar keputusannya itu tak Salah.


Dalam hati kecil mexca, dia maratap setiap kali dirinya mengingat sosok Adinda yang sebenarnya sangat dia rindukan disetiap waktu dan juga moment. Mengingat Adinda, membuat mexca memiliki keinginan yang kuat untuk memeluk agama yang sama dengan Adinda, dalam benak mexca walo dia tak bisa memeluk dan memiliki Dinda setidaknya dia bisa memeluk keyakinan yang sama dengan Dinda dan merasakan apa yang dirasakan oleh Dinda setiap saat dia menjalankan ibadah.


"Tidak bisa memeluk orangnya, aku bisa memeluk keyakinannyakan, semoga dengan begitu bisa meringankan sedikit dari rasa rinduku pada dirinya" ucap mantap yang keluar dari bibir mexca.


Dalam waktu satu bulan urusan perusahaan yang bisa diselesaikan sama mexca maka langsung diselesaikan dan selebihnya diserahkan lagi pada kakeknya karna dia akan kembali lagi ke indonesia.


Dalam perjalanan pulang mexca mengutarakan isi hatinya dan keinginannya untuk memeluk keyakinan yang sama dengan Faris, dan dia minta dicarikan guru yang bisa membimbing dan mengarahkan dirinya ke jalan yang lebih baik. Faris pun mengatakan soal kiyai yang ada di daerah asalnya dan memiliki pondok pesantren yang sangat besar dan ternama.


Sesampainya Mexca di rumah malam itu, mexca langsung mengumpulkan keluarganya. Mama, Papa dan adiknya, untuk mengutarakan niatnya pada keluarganya.


"Ma, Pa mexca ingin bicara pada kalian" kata mexca saat semua orang sudah duduk di ruang tengah.


"Katakan ada apa, kenapa sepertinya kamu sangat serius padahal baru nyampek rumah." jawab papa mexca.


"Sebelumnya mexca minta maaf pada kalian....Mexca ingin memeluk keyakinan yang akan berbeda dengan kalian semua. Mexca ingin memeluk keyakinan yang sama dengan yang dianut oleh Faris" mexca tertunduk setelah bicara, karna takut orang tuanya tidak setuju.


Suasana ruang tengah itu jadi hening dan sunyi, tak ada satupun dari mereka yang bicara setelah mendengar keinginan mexca untuk memeluk keyakinan yang beda dengan mereka. Sampai-sampai dari suara napas masing-masing orang bisa terdengar. Dan tanpa sadar dari jau ternyata ada seseorang yang mendengar juga kalimat yang diucapkan oleh mexca.


"Jika memang itu adalah keinginanmu makan aku tak keberatan karna semua ada ditangan mu mex" sahut George kakek mexca yang sudah di Indonesia sebelum Mexca datang, dan suaranya telah memecah keheningan.


"Benar, apa pun keputusan dan pilihan mu mama terserah kamu saja. Cuma satu pinta mama, jika itu memang sudah jadi keputusan mu, maka kamu harus bisa bertanggung jawab atas semuanya, semua yang sudah kau pilih" jawab ibu mexca menambahi.


"Terima kasih ma, kek" jawab mexca sambil tersenyum lega.


"Ya, papa juga menyerahkan semuanya pada mu, dan benar kata mama kamu harus bisa bertanggung jawab atas semua pilihan mu, jangan sampai salah langkah" sambung papa mexca.

__ADS_1


"Terima kasih Pa, terima kasih semuanya. Terima kasih" jawab mexca sangat lega.


Setelah pembicaraan itu mexca mulai mengemasi barang dan baju-bajunya yang akan dibawah ke pesantren. karna dia akan langsung berangkat ke pesantren besok pagi bersama Faris.


"Kak mexca boleh aku masuk?" Tanya Merisca pada mexca.


"Masuklah ada apa hem?" jawab mexca sambil duduk di sebalah adiknya dan mengusap kepala adiknya itu.


"Kak mex sedang patah hati ya? Merisca tau, dan sangat tau kak mex gak akan mengambil keputusan yang extrim jika tak ada apa-apa" kata Merisca yang emang sangat mengenal sifat kakaknya itu.


"Kau sangat pintar ya" mexca senyum menatap adiknya.


"Katakan siapa orangnya yang membuat kakaku patah hati, sampai membuat kakak ku begini" cercah Merisca kesal.


Mendengar kata - kata dari ke dua anaknya yang mengobrol di dalam kamar Mexca ny. Ambar ibu Mexca pun masuk dan ikut bertanya pada anaknya itu. Setelah mendapat pertanyaan dari adiknya dan juga mamanya, akhirnya Mexca menceritakan kalo dia sedang jatuh hati pada seseorang, namun dia telah keduluan karna gadis yang disukai oleh Mexca sudah bersuami dan Mexca gak mau menghancurkan atau merusak rumah tangga mereka. Pilihan Mexca untuk memeluk Islam karna dia ingin bisa merasakan apa yang dirasakan oleh gadis itu saat dia menjalankan dan menunaikan ibadahnya.


"Kakak, gadis yang jadi wallpaper hp kakak ini yang kakak cintai?" kata Merisca saat melihat wallpaper hp Mexca yang kepencet dan kebuka.


"Dia gadis yang cantik sayang" jawab mama Mexca.


"Iya, dia cantik dan sepertinya dia gadis modern. lihatlah ma, gaya berbusananya, walo dia membalut tubuhnya dengan tertutup begini tapi dia pakek gaya yang unik. Dia sangat anggun ya kak? Tapi aku gak nyangka kalo dia adalah gadis yang membuat kakaku jadi begini." keluh Merisca.


"Dia gadis yang cantik bukan" jawab mexca bangga.


"Aku salut pada gadis ini, karna dia bisa membuat seorang Mexca sang penakhluk wanita ini bertekuk lutut" puji Merisca pada Adinda yang sudah dia kenal.


"Dia gadis yang berbeda dengan yang lain Merisca sayang" jawab Mexca sambil senyum lebar.


"Kenapa kau menatap kakak seperti itu, ada yang ingin kau sampaikan?" tanyaku pada adikmu yang menatapku dengan tatapan yang sulit untuk ku tebak.

__ADS_1


"Tidak, semoga kakak baik - baik saja, dan maafkan aku kak. Mungkin aku adalah adik yang jahat karna aku berharap kakak bisa melupakan gadis itu." jawab Merisca padaku yang sepertinya bukan itu yang ingin dia sampaikan.


Pagi itu Faris sudah ada di depan rumah keluarga Mexca dan siap mengantar Mexca ke pesantren. Semua keluarga Mexca ikut mengantarkan dan menyaksikan detik-detik Mexca masuk Islam. Setelah menempuh 6 jam perjalanan akhirnya Mexca dan keluarganya sampai juga di pondok pesantren 'Darul Ulum Assalam'. Dan rombongan keluarga mexca disambut hangat sama semua santri yang ada disana, karna mereka sudah diberi tau sebelumnya bahwa akan ada murid baru yang datang dan belajar bersama mereka.


Sore itu kiyai Abdul manaf, mexca, keluarga mexca dan sebagian santri mengumpul di masjid untuk menjadi saksi mexca yang akan memeluk Islam. Mexca mulai melantunkan syahadat, sholawat nabi dan melafalkan beberapa ayat suci al-qur'an sambil dibimbing oleh ki yai Abdul Manaf sebagai bukti dia telah menyakini keyakinan islam sebagai pondasi dari hidupnya.


"Baiklah nak, mulai sekarang kamu sudah menjadi seorang muslim" kata ki yai Abdul manaf pada mexca.


"Amin - amin Ya Rabbal'alamin" seru para santri yang hadir menyaksikan mexca memeluk Islam.


"Terima kasih pak yai" jawab mexca dengan canggung.


"Iya, alhamdulillah. Semoga kamu bisa dan senantiasa melakukan semua perbuatan dan perkataan sesuai dengan ajaran Islam" jawab pak yai lagi.


"Iya, dan mohon bimbingannya pak yai" jawab mexca.


"Hem. Oh iya, bapak tidak mau merubah nama kamu nak. Karna dalam sebuah nama itu ada do'a dari orang tua. Namun karna di antara nama kamu sudah mengandung nama yang baik, maka bapak akan memanggilmu dengan nama itu saja" kata pak yai yang membuat semua orang melihat.


"Mungkin ini sudah takdir atau jalannya, Abigail. Bapak akan pakek nama Abi yang artinya dalam Islam adalah Ayah, jadi mulai sekarang bapak akan memanggil mu nak Abi, bagaimana, apa kamu setuju?" Tanya pak yai pada mexca.


"Saya terserah pak yai saja" kata mexca yang merasa tak tau apa-apa soal nama Islam.


"Baiklah, mungkin kamu emang diarahkan kesini, itu sebabnya disela nama kamu ada nama muslimnya" jawab pak yai sambil senyum.


Mexca akan tinggal di pesantren itu selama setahun untuk mempelajari dan mendalami Islam lebih dalam lagi, dan juga untuk belajar mengaji agar dia bisa mengerjakan sholat dengan lafalan al-qur'an yang benar.


Semua keluarga Mexca telah kembali dan hanya tinggal Mexca. Setiap hari Mexca belajar mengaji dan sholat dengan rajin. Kadang disela-sela waktu istirahatnya dia mengerjakan pekerjaannya yang ditinggalkan, karna sang ayah melimpahkan lagi urusan perusahaan kepadanya.


Namun karna Mexca tak bisa langsung memegang dan mengurus semuanya, maka Mexca mengerjakan semuanya melalui Faris. Terkadang juga Faris terpaksa datang ke pesantren untuk menyetorkan berkas yang membutuhkan tanda tangan Mexca langsung. Dan dalam sebulan Faris bisa datang sampai 3 kali bahkan 4 kali.

__ADS_1


Tak terasa Mexca telah mengabdikan dirinya di pondok pesantren itu sudah sekitar 10 bulan lamanya. Dan dia juga sudah mulai pandai dalam segala hal, termasuk bacaan ayat suci al-qur'annya juga sudah mulai fasye'. Karna dia orangnya emang cerdar dan cepat belajar. Pemahaman Mexca dalam ajaran Islam mulai bagus dan baik, dia juga sudah mulai rajin menjalankan ibadah sholat malam dangan khusyu' dan rutin dalam setiap malamnya.


__ADS_2