(Revisi) Terlambat Menyesalinya

(Revisi) Terlambat Menyesalinya
Wanita tersayang


__ADS_3

Selama dinda sakit mexca selalu memperhatikannya, bahkan semua hal yang dibutuhkn oleh dinda dilakukan mexca tanpa mengeluh sedikitpun.


Mexca memperlakukan dinda seperti anak kecil yang harus dijaga dengan baik dan diperhatikan penuh. Mexca menjadi suami yang siaga bagi dinda dan juga sangat terlihat dengan jelas betapa mexca menyayangi dinda.


Mexca duduk di sebelah dinda yang duduk di sofa ruang keluarga dengan kaki diluruskan karna setelah dari rumah sakit kaki dinda jadi dipasang ikat yang terbuat dari kain untuk menahan pergeseran tulang. "Sayang apa masih sakit kakinya?" mexca yang merasa khawatir pada dinda selalu menanyakan keadaannya setiap saat dan setiap waktu.


"Sudah agak mendingan, setelah diikat seperti ini jadi merasa gak begitu sakit." jelas dinda yang merasa bahagia karna mendapat perhatian dari mexca setiap hari.


"Kamu gak masalah gak masuk kerja, karna masih sakit." jelas. mexca pada dinda yang kemaren meminta untuk masuk kerja karna sudah 3 hari libur.


"Dinda gak enak sama yang laen mas, masak dalam waktu setahun kerja Dinda sudah ada berkali - kali libur dan ijin." jelas dinda pada mexca yang telah memijid kakinya dengan sangat lembut.


"Ya gak papa kan emang kamu beneran sakit sekarang." ucap mexca dengan tersenyum pada dinda.


Dinda yang merasa bersalah serta gak enak pada teman kerjanya akhirnya memberi ide dan memintak mexca menyetujuinya, untuk dirinya bekerja dari rumah. Karna dengan begitu dinda masih bisa mengecek dan mengerjakan pekerjaannya, dan juga bisa mengusir rasa bosan karna di rumah terus.


Dengan pertimbangan yang cukup lama akhirnya mexca menyetujuinya, namun dengan syarat adinda tak boleh memaksakan dirinya untuk terlalu capek dan lelah.


"Mas gak mau kalo sampek kamu kelelahan dan capek, karna mas sangat menyayangimu." jelas mexca pada dinda yang bersihkeras ingin tetap bisa kerja walo dari rumah.


Mendengar ucapan itu dinda tersenyum, karna dia merasa geli dengan perhatian mexca yang berlebihan pada dirinya. Walo sudah sering dinda mendapatkan perhatian dari mexca yang seperti itu, dinda masih belum terbiasa menerimanya.


*


*


*


Keesokan paginya mexca memerintahkan orang dari department adinda mengirimkan pekerjaan yang harus dinda kerjakan lewat email, karna akan dimerjakan oleh dinda dari rumah. Tapi mexca memintak agar pekerjaan itu tidak semua dikirim melainkan bertahap, karna mexca gak mau dinda kelelahan bekerja.


"Ya apun bos benar - benar ya, cinta banget sama desainer AL." ucap teman sedepartment adinda pada temannya yang lain.


"Ya, karna desainer AL adalah wanita tersayangnya." timpali teman lainnya, dan membuat yang lain manggut - manggut mendengar ucapak yang barusan diucapkan oleh temannya tadi, tanda mereka semua setuju dengan pendapat temannya.

__ADS_1


"Wah lihat ini, pekerjaan disainer AL sangat luar biasa, baru juga dikirimkan lewat email sekarang dia sudah kirim balik hasil evalwasinya." ucap teman dinda yang begitu melihat sudah ada email balasan dari dinda atas koreksi yang harus dikerjakan oleh dinda.


"Benarkah? Kerjaan kita jadi cepat selesai dong kalo gitu." sahut temannya yang baru datang dari istirahat makan siang.


*


*


*


"Sayang, mas nanti pulang agak telat. Jadi kamu gak perlu nunggu mas, ini masih ada kerjaan yang harus mas tangani dengan segerah." jelas mexca dalam telponnya pada dinda.


"Iya gak papa mas, mas Abi hati - hati. Jangan lupa makan dan juga shalatnya." balas dinda untuk mexca yang sedang menghubunginnya lewat panggilan telpon.


"Haaah... Kenapa pekerjaan ini begitu banyak, padahal aku ingin cepat - cepat pulang dan ketemu sama dinda istriku." helah nafas mexca setelah dia mematikan sambungan telponnya.


Selama 3 jam penuh mexca berkutat dengan berkas - berkas yang tertumpuk dan tersusun rapi di atas meja kerjanya, mexca yang melakukan pekerjaannya dengan lembur malam ini membuat dia jadi gusar karna hatinya sudah tak sabar ingin segerah pulang ke rumahnya dan bertemu dengan dinda istri dan juga wanita tersayangnya.


*


*


*


Semuan orang bercerita dan bercada bersama, suasana rumah dinda jadi terlihat begitu ramai hanya dengan dua bocah kecil yang terus bikin ulah dan gak mau diem lari kesana - kemari, sebab setelah direnovasi rumah dinda jadi semakin besar dan juga luas.


"Asalamau'alaikum." ucap salam mexca yang baru pulang kerja dan mendapati suasana rumah jadi begitu ramai.


"Wa'alaikumsalam." jawab semua orang serempk.


"Papa...!" teriak alea yang langsung lari begitu melihat mexca.


"Lea sayang no.! Biarkan papa mandi dulu, sini Lea sama bunda." teriak dinda mencegah alea lari memeluk mexca. Dan dengan patuh gadis kecil itu pun berhenti dan berjalan mendekati dinda.

__ADS_1


"Bunda papa?" ucap alea yang mulai pandai berbicara dengan benar karna usianya juga sudah mendekati usia dua tahun.


"Iya, biar papa mandi dulu, masih ada banyak kuman di papa ok." jelas dinda dengan nada lembut dan mengusap kepala alea.


"Lea main sama mas Oni lagi yuk, sambil nungguin om Mex selesai mandi." ajak oni pada alea untuk bermain lagi, dan mereka pun mulai bermain lagi dengan sangat riang yang ditemani sama om bambang dan juga dido.


"Maaf apa kalian semua sudah lama datang kemari?" tanya mexca yang sudah selesai mandi dan ikut bergabung dengan semua orang.


Tak lama bel rumah dipencet seseorang, dan setelah dibuka oleh bi sumi ternya itu adalah deliveri yang dipesan oleh mexca saat dia ke atas dan mau mandi. Semua orang pun makan malam bersama di jam 9 malam, dan si kecil alea tak mau lepas dari mexca, dia mintak dipangku oleh mexca dan juga disuapi olehnya.


Malam semaki larut dan semua orang juga sudah pulang ke rumah mereka masing - masih, serta si kecil keduanya sudah terlelap dalam buaian mimpi mereka masing - masing.


"Semua orang sudah pulang, ayo kita juga istirahat sayang." ajak mexca pada dinda dan dia langsung mengangkat tubuh dinda dengan gaya ala bridal style untuk naik keatas kedalam kamar tidur mereka.


"Kenapa mas begitu baik padaku.?" tangan dinda dalam gendongan mexca dan mentap mexca dengan sayang.


"Tentu saja baik sayang, karna kamu adalah istrinya mas." ucap mexca dengan melirik dinda yang ada dalam gendongannya.


"Tapi sebelum jadi istri mas Abi, mas Abi juga sudah baik sama aku." kejar dinda dalam pertanyaan yang dia rasa jawabannya dari mexca masih kurang mengena.


Mexca meletakkan dinda di tempat tidur dengan pelan, dan mengecup sekilas kening dinda. Setelah itu dia membantu dinda berganti baju dengan baju tidur. Dan dinda terus menatap mexca yang tak juga memberi jawaban pada pertanyaannya.


"Kenapa mas Abi juaga begitu menyayangiku, dan memperlakukan aku dengan baik. Seperti saat ini, hanya karna terkilir mas Abi sampai begitu memperhatikan semua kebutuhanku." tanya dinda lagi yang dia sangat penasaran apa sebabnya, karna bagi dinda perhatian mexca sangat berlebihan.


"Apa yang ingin kau tau sih sayang? Kok terus bertanya seperti itu, hem?" tanya mexca balik dengan menatap dinda dengan dalam.


"Eng - enggak apa, cuma pingin tau saja." jawab dinda tertunduk karna dia malu ditatap mexca dengan dalam.


"Kemarilah kita tidur." Mexca merebahkan tubuh dinda dan dia juga ikut tidur sambil memeluk tubuh dinda.


"Mas melakukannya karna mas sangat mencintai dan juga menyanyangiku, tau kenapa?" tanya mexca dan dinda yang ada dalam pelukan mexca menggeleng.


"Itu karna kamu adalah wanita yang mas inginkan dan mas mau sejak lama sekali, dan saat mas bisa menggapai serta memilimu sekarang otomatis kamu telah menjadi wnita tersayang bagi mas, untuk sekarang dan selamanya."

__ADS_1


"Kamu mengerti sekarang wanita tersayangku?" tanya mexca dan menatap dinda yang juga ikut menatapnya.


💋 mexca pada bibir dinda dengan dalam dan sangat dalam lagi, mexca menyentuh dan memainkan bibir dinda dengan gigitan serta hisapan lembut seolah dia menjelaskan pada dinda betapa dia sangat mencintai dan menyayanginya.


__ADS_2