(Revisi) Terlambat Menyesalinya

(Revisi) Terlambat Menyesalinya
Tunangan


__ADS_3

Setelah bertemu dengan mas bram dan mbak Monica aku langsung melajukan mobilku ke cafe. Aku gak mau terganggu dengan apa pun lagi, karna aku hanya ingin fokus pada apa yang sudah ada untukku saat ini. Dan yang ada saat ini adalah Mexca.


Sesampainya aku di cafe ku lihat Lea yang sedang bermain dengan Yuyus terlihat sangat menggemaskan, karna pipinya yang seperti bakpao itu membuat dia semakin lucu, apa lagi kalo dia tertawa dengan menutup matanya dia jadi terlihat semakin lucu dan menggemaskan.


Setelah aku bermain dan bercanda dengan Alea, aku pun membawah Alea pulang ke rumah. Dan kami bermain serta bercanda sampai puas, sampai akhirnya waktu sudah menunjukkan waktunya Alea tidur.


Monica


Apa ini?


Seperginya Adinda Bram marah dan dia meninggalkan Monica begitu saja. Melihat situasinya Monica merasa bersalah karna dia telah mengakibatkan perpisahan antara Adinda dan suaminya Bram.


Monica mulai tau dan menyadari bahwa Bram suaminya sebenarnya mencintai Adinda lebih dari rasa cinta Bram pada dirinya. Karna sejak kepergian dan perpisahannya dengan Adinda Bram selalu saja melamun dan menetap di kamar Adinda yang saat ini telah menjadi kamar untuk Bram suaminya.


Monica ingin menyatukan Bram lagi dengan Adinda dan dia juga ingin menghapus semua kesalahannya pada Adinda dan juga keluarga Bram, yang sudah dia lakukan selama dia menjadi istri Bram bersama dengan Adinda.


"Memaafkan itu tidak mudah. Jika kamu bisa membawah menantuku kembali lagi baru aku akan memaafkan semua kesalahanmu." Monica selalu mengingat kata - kata yang diucapkan oleh mama Bram padanya.


Monica sudah tak aktif lagi di model yang seagensi dengan Dido, karna dia memilih keluar dan ingin mencari agensi lain. Dan dia juga sudah gak bersama dengan asistennya yang dulu, karna terlibat masalah jadi Monica mencari asisten baru yang diberikan oleh agensi barunya yang akan dia ikuti mulai minggu depan. Serta Monica berniat untuk menyatukan lagi antara Bram dan Adinda, agar mama Bram bisa memaafkan semua kesalahannya dan menerima dia sebagai menantunya.


Selama seminggu Monica berusaha untuk menemui Adinda untuk membicarakan tentang niatnya yang ingin menyatukannya dengan Bram dan memintak agar Adinda menerima permintaan rujuk dari Bram untuk menjadi keluarga dan istri Bram lagi seperti dulu.


Sementara Monica yang berusaha untuk menyatukan Bram dan Adinda. Disisi lain Mexca juga telah menyiapkan segala kejutan untuk Adinda dan dia ingin agar hari itu akan menjadi hari yang berkesan untuk Adinda ingat selamaya.


Malam itu Monica mendatangi rumah Adinda yang kata pegawe resto Adinda sedang ada di rumah saat ini, karna ada acara kejutan untuk Adinda dari keluarganya.


Saat Monica sampek di depan rumah Adinda, Monica merasa terkejud karna dia melihat dan menyaksikan Adinda yang dibalut gaun indah dan bagus sedang berdiri di sebelah seorang pria yang terlihat gagah dan menawan, serta seorang gadis kecil yang lucu.


congrats on the engagement A & M


"Apa ini?! Jadi Adinda telah memilih orang lain dan mereka telah bertunangan hari ini." kata Monica yang membaca tulisan di depan pintu masuk rumah Adinda.


Melihat itu Monica balik pulang dengan tangan kosong dan hampa, dia tak tau lagi harus berkata dan berbuat apa untuk Bram dan juga Adinda. Karna Adinda akan segera menjadi milik orang lain.

__ADS_1


*************************************


*************************************


Sebelum acara kejutan yang diberikan oleh Mexca pada Adinda.


Mexca dan Adinda, mereka sudah tak lagi sembunyi - sembunyi dengan hubungan yang mereka jalin. Baik di luar kantor atau pun di kantor, mereka menunjukkannya dengan biasa.


Seperti saat makan siang, mereka tak lagi melakukan aktifitas makan siang dengan sembunyi - sembunyi seperti biasanya, melainkan mereka melakukannya dengan terang - terangan. Kadang Mexca membawah Adinda makan di kantin perusahaan, kadang juga di cafe Adinda, karna Adinda tak mau hal yang berlebihan.


Hubungan Adinda dan Mexca telah tersebar di perusahaannya dan semua pegawe sudah tau kalo Adinda adalah calon istri bosnya dan pemilik perusahaan tempat mereka bekerja. Namun karna Adinda orangnya baik dan selalu mampu membawah dirinya, serta mau berbaur dengan pegawe yang lain mereka pun bersikap biasa dan sopan pada Adinda. Dan semua pegawe menyukainya, karna bagi mereka Adinda adalah bos yang baik. Bahkan banyak orang yang ingin bekerja dibawah pimpinan Adinda.


"Sayang, kau tak merindukan ku? Tidakkah kau ingin melihat wajahku?" Tanya Mexca melalui telpon, karna dia sedang berada di luar kota.


"Jangan bicara yang tidak - tidak. selesaikan pekerjaan dan cepatlah kembali." jawab Adinda untuk pertanyaan Mexca.


"Hahaha... Itu artinya kau merindukanku sayang, karna kau ingin aku cepat kembali," goda Mexca sambil tiduran di kamar hotel.


"Aku di kamar lagi menidurkan Alea." jawab Adinda dengan sebenarnya.


"Oh, apa dia sudah tidur? Kalo belum aku ingin bicara dengannya." pinta Mexca yang terlihat semangat mendengar nama Alea.


"Dia sudah tidur baru saja, baiklah aku matikan biar dia tak bangun karna berisik." kata Dinda pada Mexca yang sedang menghubunginya.


"Tidak bisa sayang, aku di sini malah sedang bangun karna merindukanmu." goda Mexca yang membuat Adinda terdiam.


"Hahaha... Rupanya kau begitu paham dengan kata - kataku sayangku, tak perlu ku katakan dengan detail kau sudah mengerti. Aku akan cepat pulang dan tunggu lah aku akan segera menjadikan kau permaisuri dalam hidupku." goda Mexca lagi dan Dinda hanya tersenyum.


"Baiklah tidurlah, dan jangan lupa besok pakailah baju yang ku kirim tadi pagi ke butik kamu. Karna begitu selesai di sini besok aku akan segera menemuimu." kata Mexca sebelum menutup telponnya.


"Aneh - aneh saja, apa dia ingin aku menyambut kedatangannya dengan gaun itu? Itu terlihat mewah seoalah aku sedang mau ke sebuah pesta." kata Adinda tersenyum sambil melihat gambar gaun yang difotokan oleh Yulia dan dikirim ke handphonnya.


Dan benar saja sore itu setelah Adinda pulang dari kantornya Mexca langsung menghubunginya dan mengajak Adinda berkeliling kota tanpa tujuan. Hingga waktu menunjukkan pukul 7 malam. Mexca mengantar Adinda ke butik, karna Mexca ingin menyuruh Adinda mengenakan gaun pemberiannya itu di butik dengan alasan dia ingin melihat butik Adinda dan juga ingin mengantar Adinda pulang ke rumahnya dengan menggunakan gaun itu.

__ADS_1


Setelah selesai menggunakan gaun itu Adinda keluar dan menunjukkannya pada Mexca yang menunggunya. Mexca terkesima melihat Adinda dengan gaun itu, Mexca tersenyum lebar karna merasa puas pilihannya cocok untuk Adinda. Dan dia langsung membawah Adinda pulang ke rumah Adinda tanpa memberi tau ada kejutan apa yang menunggu di rumahnya.


"Kenapa semakin hari kamu jadi semakin aneh. Hanya untuk mengantarku pulang dari jalan - jalan kamu menyuruhku menggunakan gaun sebagus ini? Tapi terima kasih gaunnya aku suka." kata Adinda menjelaskan dengan senyumnya yang terlihat sangat cantik bagi Mexca.


"Jangan tersenyum seperti itu bahaya karna aku sudah menahannya cukup lama" kata Mexca tanpa melihat Adinda


"Hahahaha.... Baiklah, aku tak tau kalo kamu begitu tergoda dengan janda" ledek Adinda pada Mexca yang tau pasti Mexca tak akan bisa membalasnya, karna jika sedang menyetir Mexca selalu fokus pada pandangan kedepan dan setirnya.


Begitu sampai di depan rumahnya Adinda meras terkejud karna halaman rumahnya begitu ramai dan banyak orang, bahkan keluarga Mexca juga ada di situ.


"Ada apa ini? Kenapa semua orang berkumpul di rumah?" kata Adinda yang merasa bingung dan bengong di dalam mobil.


"Keluarlah sayang, ini hari sepesial buatmu," kata Mexca yang membantu Adinda keluar dari mobil dengan menggenggam tangannya.


congrats on the engagement A & M


Kata dan tulisan itu terpajang tepat di depan pintu masuk rumah Adinda.


"I - ini? Semua ini?" kata Adinda bingung dengan semua persiapan yang tak dia ketahui.


"Aku mencintaimu sayang, dan sangat mencintaimu." kata Mexca sambil menuntun Adinda ke tengah - tengah acara. Lalu Mexca mengenakan jas yang diberikan oleh Faris pada Mexca saat dia sudah berada di tengah - tengah kerumunan orang.


"Terima kasih," ucap Adinda yang mulai terlihat berlaca - kaca dikedua matanya.


Setelah Mexca memasangkan cincin dan gelang darinya, mama Mexca juga memberikan gelang yang diberikan turun temurun pada menantu keluarga mereka, dan hari ini gelang itu telah jatuh di tangan Adinda.


"Selamat ya sayang, semoga kalian selalu bahagia. Mama ingin kalian segera cepat menikah." ucap mama Mexca yang disambut bahagia oleh Adinda dengan memeluk mama Mexca sangat erat.


"Terima kasih ma," ucap Dinda pada mama Mexca.


Kutipan kata :


Hidup itu seperti langit yang tak selalu mendung, pasti ada cerahnya.

__ADS_1


__ADS_2