
Congrats on the engagement A & M
"Apa ini?! Jadi Adinda telah memilih orang lain dan mereka telah bertunangan hari ini." kata Monica yang membaca tulisan di depan pintu rumah Adinda.
Melihat itu Monica balik pulang dengan tangan kosong dan hampa, dia tak tau lagi harus berkata dan berbuat apa untuk Bram dan juga Adinda. Karna Adinda akan segera menjadi milik orang lain.
Saat dalam perjalanan pulang Monica terus memikirkan Adinda dan juga seorang gadis kecil yang berdiri di depan Adinda dengan baju yang warnanya senada dengan milik Adinda. Tiba - tiba saja Monica jadi merindukan putrinya yang dia tinggalkan saat dia dalam keadaan kalud.
"Bagaimana dengan putriku ya, apa dia baik - baik saja? Apa dia bahagia? Siapakah yang menjaga dan merawat dia sekarang? Tolong maafkan mama sayang, bukan mama tak menyayangimu, mama hanya tak ingin kamu menderita karna tak diterima oleh suami mama." gumam Monica sambil menangis dalam taksi.
Dan disisi lain kebahagian Adinda melimpah ruah, semua orang yang datang sangat berbahagia lebih - lebih bi Sumi yang selalu berdo'a agar Adinda selalu bahagia dan tak ada lagi orang yang menyakitinya.
"Teruslah tersenyum seperti itu sayang, karna kau terlihat sangat cantik saat tersenyum begitu." gumam Mexca yang melihat Adinda tersenyum bahagia bersama dengan orang - orang dan para tetangga yang ikut datang merayakan hari pertunangan mereka.
"Apa yang akan terjadi jika dia tau siapa orang yang telah menjebaknya. Tapi aku tak akan mengungkapnya selama dia tak mengusiknya." kata Mexca dalam hati.
*************************************
*************************************
"Selamat ya sayang, kau terlihat sangat cantik. Aku tak sabar ingin segerah menjadikanmu permaisuriku." kata Mexca saat dia hanya berdua dengan Adinda di teras lantai dua.
"Terima kasih, semua berkat anda. Yang seharusnya berterima kasih adalah saya." ucap Dinda pada Mexca.
"Sayang, bolehkan aku mendengar kamu mengganti nama panggilan untukku? Apa sampai nanti kamu akan memanggilku dengan sebutan anda.?" pinta mexca pada adinda yang sudah menjadi tunangannya.
"Terus aku harus panggil apa?" Tanya dinda sambil tersenyum menatap mexca yang memanyunkan bibirnya manja.
"Sayang atau hanny." kata mexca sambil tersenyum nakal.
"Baiklah. Bos, pak atau anda. Hanya itu pilihannya." jelas adinda.
"Tak ada yang lain?" Tanya mexca dan adinda menggeleng.
"Haaaah, baiklah" mexca menghela nafas pasrah.
"Hem, bolehkah aku memelukmu sekarang?" Tanya Mexca pada Adinda yang sibuk membetulkan bajunya.
"Bukankah anda sudah sering memelukku?" kata Dinda bingung, karna Mexca meminta ijin untuk memeluknya kali ini.
"Sayang, itu bedah dengan sekarang. Karna sekarang pasti ada gejolak dalam hati yang bisa membuat orang lupa diri, aku pria normal sayangku." jelas Mexca mendekatkan wajahnya pada wajah Adinda.
Weeek
"Aduh." keluh mexca menahan sakit dan mengusap pipinya.
Adinda yang sudah mencubit pipi Mexca dia langsung lari turun dan bergabung dengan yang lain lagi, karna dia ke atas tadi hanya menaruh Alea yang sudah terlelap di dalam kamarnya.
Yang mendapat cubitan tersenyum bahagia melihat tingkah Adinda yang mulai terlihat lebih berani dalam mengekspresikan perasaannya.
"Rupanya kau suka bermain ya sayang, akan ku balas nanti." kata Mexca tersenyum sambil memegangi pipi yang tadi dicubit oleh Adinda.
Setelah semua acara selesai dan semua orang kembali, kini hanya tinggal Adinda dan Ayuni yang bermalam di rumah Adinda.
*************************************
*************************************
__ADS_1
"Ehem, yg lagi bahagia karna sudah mendapatkan wanita pilihannya." goda Merisca pada Mexca yang dari tadi terlihat senyum - senyum sendiri saat menyetir.
"Jangan menggoda, kalo gak aku gak akan mengijinkanmu sama Faris." ancam Mexca pada Merisca adiknya.
"Ih, kok gitu sih. Tapi kakak tau dari mana kalo aku menyukai dia?" Tanya Merisca pada Mexca yang mengetahui perasaannya pada Faris.
"Kenapa kau menyukai orang yang tak bisa mengungkapkan perasaanya dan cuek seperti dia." kata Mexca heran pada adiknya.
Dalam perjalanan pulang itu Merisca yang satu mobil dengan Mexca mengeluh soal Faris yang tak perhatian dan tak bisa menerima cintanya. Dan Mexca hanya menanggapi ocehan adiknya dengan senyuman.
*************************************
*************************************
Sementara Bram yang mendapat kabar dan tau dari tetangganya dinda kalo dia sedang melangsungkan acara pertunangan malam itu, merasa tak terima dan kesal dengan keputusan serta pilihan yang diambil oleh Adinda.
"Bagaimana bisa.! Bagaimana bisa dia mengambil keputusan seperti itu." teriak bram kesal pada keputusan yang diambil oleh adinda.
"Itu tidak mungkin jika tidak ada siasat dari orang itu. Pasti dia telah merencanakan semuanya dan membuat adinda bingung serta menerimanya." kata bram kesal didalam kamarnya.
"Tunggu, aku punya bukti itu. Aku akan menunjukkan semua gambar dan juga video orang itu pada Adinda selama dia di LA. Biar Adinda tau orang seperti apa dia sebenarnya." tekad bram yang ingin membongkar siapa mexca sebenarnya.
"Dengar tuan Mexca, jika aku tak bisa mendapatkan Adinda maka kamu juga tak boleh mendapatkannya." sumpah bram pada dirinya.
*************************************
*************************************
Siang itu bram sengaja menunggu adinda pulang kerja, dan saat dia melihat mobil adinda keluar dari parkiran kantornya bram mengikuti dan dia memotong jalan saat dijalanan yang sepi.
"Masya Allah, siapa itu bikin kaget saja." pekik adinda yang merasa terkejud dan mengerem secara sepontan.
"Ya Allah mas, ada apa? Bahaya mas, dan kenapa mas Bram melakukan itu tadi?" Tanya adinda dengan nada sedikit kesal yang membuka kaca mobilnya.
"Mas ingin bicara denganmu Din, tapi tidak ditempatmu, ikuti mas." ucap bram dan langsung menuju mobilnya lagi.
Adinda yang merasa heran dan bertanya - tanya mengenai sikap bram, dia mengirim pesan pada yulia kalo dia akan menemui bram, karna rencananya setelah pulang kerja mereka akan ketemu untuk membahas soal butik bersama.
Adinda melajukan mobilnya mengikuti mobil bram sampai pada suatu rumah makan. Dan disana bram mengutarakan tentang kekecewaannya pada adinda dan juga menunjukkan semua gambar serta video soal mexca dengan seorang gadis selama mexca berada di LA, karna bram juga ditugaskan kesana oleh perusahaannya.
"Sekarang kamu tau kan orang seperti apa dia sebenarnya? Urusan pertemuan itu hanya 3 hari, lalu kenapa dia memerlukan waktu hingga 1 minggu di sana? Itu sudah tanda tanya Din." jelas bram pada adinda soal pertemuan yang diadakan di LA waktu itu.
"Dinda gak tau mas soal itu, mungkin saja memang urusannya belum selesai." tanggapan adinda pada pernyataan bram soal mexca.
"Din, kamu jangan mau ditipu." desak bram pada adinda.
"Kenapa kamu jadi seperti ini Din? Apa kamu mau menjual keyakinanmu demi orang seperti dia?" geram bram pada adinda yang tak bergeming dengan video dan juga gambar mexca bersama wanita lain.
"Adinda gak tau mas, akan adinda pikirkan lagi nanti. Dan kalo sudah tidak ada lagi yang kita bicarakan Adinda mau pamit karna sudah menjelang malam mas, maafkan Adinda karna tidak bisa memberi jawaban dan keputusan sekarang juga." jelas Adinda dan langsung pamit pada bram.
Dalam perjalanan pulang pikiran adinda kacau, gak mungkin jika dia gak cemburu melihat orang yang dia cintai bersama wanita lain dan mereka melakukan hal yang sangat mesrah serta begitu in-ntim ditempat umum.
Sesampainya di rumah adinda langsung membersihkan dirinya dan dia makan malam bersama dengan bi Sumi dan Mang Ujang. Sementara Alea sudah terlelap dari sejak jam 7 sambil memeluk boneka dari mexca.
"Tidurnya lelap sekali." ucap dinda sambil mengusap kepala putrinya.
"Ya, kecapean pasti non karna dari jalan jalan ke taman wisata sama tuan Didi dan non Ayuni baru pulang sore tadi." ucap bi Sumi yang masuk ke kamar adinda untuk mengantarkan air minum.
__ADS_1
"Iya, terima kasih ya bi. Bibi istirahat sekarang." kata adinda dan langsung tidur disebelah putrinya.
Sudah 2 jam rebahan namun adinda tak bisa juga tidur, karna dia kepikiran akan gambar serta video yang dia lihat tadi.
*************************************
*************************************
Brrtt... Brrrtt
"Hem, siapa yang mengirim pesan malam - malam begini?" gumam mexca yang masih sibuk dengan tumpukan berkas di meja kerjanya.
Adinda : Apa sudah tidur?
"Eh, tumben dia kirim pesan duluan?" gumam mexca yang merasa heran.
Seketika mexca langsung menghubungi adinda.
Adinda : Halo...
Mexca : Hem, kok belum tidur? Ini sudah malam
Adinda : Anda juga
Mexca : Ya, masih ada kerjaan
Adinda : Maaf mengganggu
Mexca : Tidak sama sekali, tapi kenapa? Suaramu seperti ada masalah?
Adinda : Bisakah besok kita bertemu?
Mexca : Maafkan aku, tapi aku tak bisa jika besok
Adinda : Tidak masalah jika anda sibuk, maaf
Mexca : Tidak, bukan begitu sayang
Adinda : Baiklah, lanjutkan pekerjaan anda selamat malam
Mexca : Tidak tunggu dulu Dinda, sayang?
"Ais mati." gumam mexca yang merasa aneh dengan nada bicara adinda, dan mexca merasa seolah ada sesutau yang disimpan oleh adinda.
*************************************
*************************************
Sesuai yang diperkirakan oleh mexca pekerjaan kali ini berlangsung lama dan dia tak bisa menemui adinda baik dijam makan siang dan juga jam pulang kerja. Bahkan nomor adinda tak bisa dihubungi.
"Halo tuan Mexca, akhirnya kita ketemu diluar jam kantor. Senang bertemu dengan anda." sapa bram pada mexca diacara rapat yang diadakan disebuah restoran.
"Iya, senang juga bertemu dengan anda." balas mexca pada sapaan bram.
"Kenapa? Anda terlihat resah, apa adinda tak menjawab panggilan anda?" kata bram dengan senyumnya yang mengartikan dia tau sesuatu.
"Adinda adalah orang yang sangat memegang teguh keyakinannya, aku yakin jika dia akan sadar bahwa pilihannya saat ini adalah kesalahan. Maka dia akan kembali pada jalan yang sebenarnya." jelas bram pada mexca dengan nada sedikit meremehkan mexca.
__ADS_1
"Aku bram, berani bersumpah bahwa Adinda tak akan pernah salah dalam memilih dan bertindak. Dan saat dia sadar akan pilihannya yang salah, maka anda tak akan pernah bisa membawahnya kembali pada sisi anda lagi." sumpah bram dengan penuh keyakinan lalu pergi meninggalkan mexca.
"Apa maksudnya? Apa dia tau sesutau tentang Adinda. Atau telah terjadi sesuatu?" gumam mexca setelah bram pergi.