(Revisi) Terlambat Menyesalinya

(Revisi) Terlambat Menyesalinya
Liburan bersama


__ADS_3

Hari - hari mexca dan dinda beserta kedua anaknya seolah tak lepas dari canda tawa setiap harinya, mereka berempat bagai hidup didunia mereka sendiri. Mexca yang tegas dan juga penyayang sangat memperhatikan pendidikan anak - anaknya.


Setiap hari mexca selalu menyempatkan waktu untuk shalat berjama'ah bersama entah itu waktu malam atau sore, jika ada mexca di rumah maka dia mengharuskan semuanya untuk shalat bersama. Bahkan kegiatan shalat malam pun selalu mexca lakukan bersama dengan dinda.


Kini usia alan putranya sudah menginjak 2 tahun dan dia sudah lepas asi juga mulai bisa diajak untuk bergaya sama mexca. Tak luput setiap keluar mereka jadi bahan sorotan karna papa yang keren itu selalu aktif lari pagi bersama dengan pangeran dan tuan putrinya yang menggemaskan dan cantik.


Entah karna dirawat oleh mexca dan adinda atau karna emang alea cantik, kini kemiripan mexca dan alea semakin terlihat dari parasnya, yang beda dari mereka berdua hanya kesukaannya, karna alea tak suka dengan kacang apa pun jenis kacangnya, sementara mexca sangat menyukainya.


Sementara kalo alan jangan ditanya lagi, mulai dari paras dan kesukaan serta kejahilannya sama persis dengan mexca, mereka bagai pinang dibelah dua. Semakin besar semakin terlihat sifat usil dan jailnya. Karna dia sering membuat oni yang datang untuk maen dengan alea pasti akan berakhir dengan kekesalan karna alan mengganggunya. Alan sangat posesif sama kakaknya, dia akan mengusir semua orang yang mau mendekati alea.


"Hahaha.. Dia benar - benar penjaga yang baik sayang, aku tak perlu khawatir lagi jika ada dia." ucap mexca sambil tertawa melihat alan yang mencegah teman alea untuk menyentuh tangan alea, dan memborgol tangan kakaknya itu dengan tangannya sendiri.


"Kau ini mas, selalu mengajarkan hal yang aneh - aneh sama anak." jawab dinda sambil memukul bahu mexca.


"Aneh gimana sih sayang? Itu emang yang harus dilakukan oleh saudara laki - laki pada saudara perempuannya." jawab mexca dengan bangga.


"Sayang yo kita liburan untuk merayakan hari jadi pernikahan kita nanti, karna alan sudah besar dia sudah bisa diajak jalan - jalan." ajak mexca pada dinda untuk merayakan hari jadi mereka yang ke 4 tahun.


"Baiklah, mas punya rencana mau liburan kemana?" dinda menjawab sambil bertanya balik karna dia tak punya pandangan tempat untuk liburan.


"Bagimana jika kita bawah anak - anak ke Barcelona." mexca menentukan idenya dengan senyuman nakal.


"Dinda terserah mas Abi aja." jawab dinda dengan mencubit hidung mancung mexca.


*

__ADS_1


*


*


Hari keberangkatan


Mexca memboyong keluarganya untuk menghabiskan waktu liburan sekolah alea dan juga perayaan hari jadi pernikahan yang ke 4 dengan adinda ke Barcelona.


Dalam perjalanan kesana mexca menyewa jet pribadi karna dia gak mau membuat keluarganya susah dan juga kelelahan karna berdesakan dengan banyak orang.


"Papa awan." tunjuk alea pada mexca yang begitu antusias dengan perjalanannya, dan itu membuat mexca senang karna putrinya menyukai acara liburan kali ini.


Setelah menempuh perjalanan yang kurang lebih mamakan waktu 10 jam lamanya, akhirnya mexca dan keluarga sampai di Barcelona tepat malam hari. Mexca langsung dijemput oleh pihak hotel dan mereka istirahat di hotel, rencana akan keluar jalan - jalan keesokan paginya.


Begitu sampai dihotel alea dan alan sudah terlelap dan tak befkutik lagi, mereka seolah sedang terjebak dialam mimpi mereka. Walo mexca mengganggu alan atau alea meraka tak terusik sedikit pun.


"Mas ada anak - anak jangan ah." tolak dinda, namun mexca tak mau mengerti.


Dengan memeluk dan terus mengecup belakang leher dinda mexca terus saja merengek. "Ayo dong sayang? Alan kan sudah tak asi dan sudah lama aku tak melahapnya aku kangen sayangku. 💋" rengek mexca yang akhirnya membuat dinda kalah dan menurutinya.


Mexca menyentuh dan memainkan semua yang ada pada diri adinda dengan penuh hati - hati, dan dinda juga berusaha mengontrol suaranya karna dia gak mau mengganggu tidur anak - anaknya.


Mexca memutar sofa yang semula menghadap tempat tidur jadi membelakangi tempat tidur, mereka bermain di sofa, dan mexca mulai melahap apa yang biasanya di lahap oleh alan dengan sangat liar, mulutnya bermain dengan buah yang satu, dan tangannya memainkan yang satunya, dan itu membuat adinda terus memukul mexca agar sadar kalo mereka melakukannya diantara anak - anak mereka yang sedang tidur.


*

__ADS_1


*


*


Dua hari berikutnya mexca membawah keluarganya ke park guell, disana mereka asyik menikmati suara merdu penyanyi jalanan dan juga menikmati keindahan sunset saat menjelang malam hari.


Mexca mengabadikan moment liburan mereka dengan berbagai foto dengan gaya dan juga pemandangan yang berbeda - beda.


Setelah dari Park Guell, mexca dan keluarga pergi ke Montjuic dan Palau Nacional. Di sana mereka menikmati berbagai pertunjukan, salah satunya adalah pertunjukan air mancur yang sangat indah.


"Papa airnya menari - nari sangat indah.!" alea sangat menyukai pertunjukan air mancur itu.


Alea dan juga alan mereka berlarian kesana kemari dengan sangat menyenangkan. Dua bocah itu terlihat sangat gembira dan foto keduanya sudah begitu banyak diambil oleh mexca. Acara liburan bersama berhasil dan sukses besar.


"Sayang apa kamu senang?" tanya mexca pada dinda saat mereka istirahat disebuah taman dan mexca duduk dibangku bersama dinda, sedangkan anak - anak mereka bermain di depan pengawasan mereka berdua.


"Tentun saja apa pun yang mas Abi lakukan untukku, itu sangat menyenangkan dan aku sangat bahagia bisa bersama dengan mas Abi." jawab dinda dengan senyumnya yang sangat manis bagi mexca. Dan itu berhsil membuat mexca mengecup bibir dinda.


Hampir semua tempat telah didatangi oleh mexca dan keluarganya, oleh - oleh juga sudah dibeli. Kini tinggal memanjakan diri, dinda dan alea pergi ke spa untuk perawatan diri mereka, sedangkan mexca dan alan pergi belanjan untuk diri mereka sendiri.


Setelah selesai dengan perawatan dirinya adinda membeli baju yang samaan dengan alea. Adinda dan alea bergaya di deoan mexca dan alan yang duduk di sofa sebuah butik.


Adinda berputar dan alea juga mengikuti gerakan adinda. "Hahaha... OK, kalian adalah dua wanita tercantik dalam hidupku." ucap mexca terbahak melihat kedua wanita yang berarti dalam hidupnya itu bergaya ala model di depannya saat mereka mencobak baju yang mau mereka beli.


Setelah puas jalan - jalan dan belanja mexca kembali lagi ke hotel untuk istirahat. Mereka terlelap dalam tidur mereka karna kelelahan setelah berkeliling dan belanja.

__ADS_1


Dengan datangnya hari minggu lagi berarti tanda telah selesainya acara liburan bersama mereka, dan sudah harus kembali lagi pulang kerumah.


Semua tempat wisata dan semua pemandangan telah mereka lihat dan nikmati semua. Kini saatnya mereka kembali lagi harus menjalani rutinitas dan kesibukan lagi.


__ADS_2