(Revisi) Terlambat Menyesalinya

(Revisi) Terlambat Menyesalinya
Mencintai dalam do'a


__ADS_3

Setelah aktifitasnya kembali sibuk seperti biasa, Mexca seolah tak lagi memikirkan tentang Adinda, apa lagi pekerjaan yang telah ditinggalkannya begitu sangat banyak tertunda. Namun didalam hati Mexca selalu melantunkan do'a - do'anya untuk kebaikan dan kesuksesan, serta kebahagiaan Adinda.


Dalam diam Mexca terus dan selalu melafalkan setiap amalan dan do'anya untuk semua keluarganya dan juga orang yang dia cintai dalam do'anya (Adinda).


"Hey, apa kau dengar. Katanya bos muda kita telah kembali, dan dia telah berubah, pesonanya semakin waoh." ucap salah satu karyawan wanita Mex.


"Benarkah? Paling dia akan tetep ganas seperti biasanya." timpali karyawan cewek lainnya.


"Ya, tetep itu mah. Tapi kan tetep aja dia adalah penyegar untuk kita, hahaha" ucap karyawan yang tadi memulai obrolan


"Iya, juga sih itu, hihi"


"Ya kau ini, tadi meledek sekarang mengiyakan. Tapi aku barusan denger dari departemnany sekretaris dia emang terlihat lebih fres dan berkharisma, tidak hanya tampan tapi juga keren luar biasa." ucap karyawan yang baru datang bergabung dengan yang lain.


"Masak sih? Jadi pingin lihat aku mah." jawab karyawan yang mengeluh tadi.


"Kalian merundingkan apa sih, kelihatan asyik banget dari jauh." Ayuni yang merasa tertarik ikut bergabung dengan rekannya.


"Kita lagi ngomongin bos mudah kita yang katanya sudah kembali lagi kesini." jawab salah satu dari mereka yang tadi ngibahin Mexca.


"Bos, bos mau makan apa? Apa mau saya pesankan dan dibawah ke ruangan bos?" tanya Merlin yang mengikuti Faris dan Mexca yang mendatangi kantin perusahaan.


"Tidak usah, kita makan di sini saja." jawab Mexca santai sambil melangkahkan kaki menuju meja.


"Pak Faris.?" menatap Faris yang juga mengikuti Mexca dengan tenang dibelakangnya.


Melirik kearah Merlin sambil senyum "Apa kau mau dipecat sekarang Merlin?" kata Faris dengan nada yang sangat menakutkan.


Merlin yang merasa takut menjawab dengan mengibas - ngibaskan kedua tangannya "Ti - tidak pak Faris."


"Faris... Jangan suka jail menggodanya nanti kalian berjodoh." kata Mexca duduk, setelah menemukan meja kosong.


"Lah, saya sudah punya kekasih bos." jawab Merlin langsung. Dan lagi - lagi Merlin ternganga melihat senyum tipis dari Mexca.


"Kau masih mau di sini sampai kapan? Tidak mau pesan makanan?" kata Faris menatap merlin yang ternganga.

__ADS_1


"Ah, iya saya pesankan." Melesat ke depan untuk pesan, dan kembali lagi ke meja karna lupa menanyakan pada Mexca mau pesan apa.


Sambil duduk menunggun pesanan makanan yang dipesankan oleh Merli datang Mexca membuka iPadnya untuk melihat pakerjaan yang belum dia kerjakan.


"Wah gila, ini mah namanya rezki nomplok. Bos benar - benar keren dan luar biasa, coba lihat gayanya dan auranya sungguh sangat berbeda. Dulu dia sudah cakep, tapi sekarang dia lebih cakep lagi. Beruntung sekali si Merlin." kata dari karyawan yang tadi ngibahin Mexca.


Dari meja mereka, mereka bisa melihat Mexca dengan sangat jelas, dan mereka ber 3 ternganga, menatap Mexca tanpa berpaling. Hanya Ayuni yang masih berada dalam kesadarannya karna dia telah menikah dengan Didi.


Selesai makan Mexca langsung pergi menghadiri rapat dengan cabang yang ada di sekitar wilayah itu juga dengan ditemani oleh Merlin, sedangkan Faris mendatangi mol, untuk bertemu dengan manager mol, dan membahas perihal kontrak dengan para pemilik toko.


Sepulangnya dari rapat Mexca minta Merlin membelikan dia minuman dan cemilan di sebuah cafe, karna dia merasa rindu dengan makanan cafe itu.


'Permisi apa ada yang bisa saya bantu mbak? Anda mau pesan apa?" Tanya pegawe cafe pada Merlin yang terlihat bingung karna dia lupa menanyakan apa yang ingin dipesan sama bosnya.


"Aduh maaf ini, saya tadi lupa Tanya pesan apa ya?" kata Merlin dengan malu karna sudah berada di depan kasir cafe.


"Kenapa mbak? Kalo tidak cukup uangnya tidak masalah, pesan saja apa yang mau." suara seorang gadis dari samping Merlin dengan sangat ramah.


"Eh? Tidak, bukan begitu maksud saya. Sa... Dinda?" tetiak Merlin begitu menoleh dan melihat siapa orang yang bicara tadi.


Dengan senyum yang renyah Dinda melihat Merlin "Kenapa kebingungan? Ku pikir kehabisan ruang."


"Tuan Yosef.?" Tanya Dinda pada Merlin.


"Bukan, tapi anaknya. tiba - tiba minta berhenti dan nyuruh aku beli minuman serta camilan. Dan aku keluar begitu saja, tanpa tanya apa yang mau dia pesan." jawab Merlin bingung dan merasa bersalah.


"Ooo.. Kalo begitu ku rekomendasikan aja bliau pasti suka." jawab Dinda dengan senyumnya. Yang dianggukin sama Merlin.


Setelah pesanannya selesai Merlin langsung kembali lagi ke mobil Mexca yang terparkir di sebrang jalan.


"Bos maaf, tadi saya lupa tanya bos mau pesan apa. Tapi ini direkomendasikan oleh seseorang yang tadi ku temui dan katanya enak, karna ini kesukaan dia juga." jelas Merlin pada Mexca.


Mexca tak perduli siapa yang memberi rekondasi, karna pesanannya sesuai dengan keinginannya chocolate tiramisu. Dan saat mobil mau melesat, tanpa sengaja Mexca melihat Adinda keluar dari cafe dengan menggendong seorang anak kecil.


"Deg.!!" mata Mexca melotot dan tanpa ia sadari cairan bening mengalir tanpa permisi dari kedua pelupuk matanya. Dan langsung dia seka begitu sadar. Mexca meminum minumamnya, namun minuman itu tak bisa dia telan, seolah tersangkut ditenggorokan.

__ADS_1


"Haaaah," Mexca menghela nafas dalam. Dia meletakkan minumannya di ceruk pintu mobil, lalu menutup iPadnya dan menyandarkan kepalanya di sandara kursi belakang mobil sambil menutup matanya.


"Lin, langsung kerumah saja. Urusan di kantor serahkan pada Faris, aku lelah." suruh Mexca sambil tetap menutup matanya.


"Baik bos, pak kita langsung pulang ya." ulang Merlin atas perintah bosnya pada supir yang menyupiri mereka.


Sesampainya di rumah Mexca langsung mandi dan merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya. Dia mengulang lagi ingatannya atas pandangan yang dilihatnya saat dia melihat Adinda keluar dari cafe dengan menggendong seorang anak cewek yang memakai busana senada dengan miliknya. Mereka bercanda dan tertawa bersama serta terlihat sangat bahagia.


"Syukurlah dia terlihat begitu bahagian, dan dia juga sudah memiliki seorang putri yang sangat cantik dan lucu." mengulas senyum dengan menutup matanya.


Selepas makan malam Mexca masuk ke ruang kerjanya dan berunding dengan papanya mengenai pekerjaan baru yang papanya ajukan dalam berkas pada Mexca yang sekarang selaku pimpinan perusahaan. Saat membaca berkas Mexca seperti tak fokus karna dia langsung menanda tangani berkas itu tanpa menelitinya lagi. Kontrak kerjasama pihak A. PT Antariksa Sauntetik Howl dengan pihak B. Desainer Adinda Larasati resmi telah menjalankan kerjasama di bawah atap Perusahaan yang sama PT Antariksa Sauntetik Howl.


Malam itu Mexca tak bisa tidur dia terus terbayang akan Adinda dan putrinya. Mexca mengambil air wudu dan mencobak menenangkan hatinya.


Do'a yang selalu diucapakn mexca disetiap sholatnya.


"Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu, berkah wibawa keagungan-Mu dan amukan keluhuran-Mu, agar Engkau jadikan kecintaan di dalam hati ini. Dan resapkanlah kecintaan dan kasih sayang terhadapnya selalu di dalam hati ini. Dan berikanlah ia anugerah-Mu, kebaikan-Mu, Wahai Dzat yg Maha Mulia."


Do'a yang selalu diucapkan dalam hatinya saat dia teringat akan Adinda.


"Ya Allah, Ya Rabb salahkan jika aku masih menyimpan rasa ini, dosakah aku jika masih merindunya, sesungguhnya hamba-Mu ini tak punya daya dan upaya, tak memiliki hak merengkuhnya. Dengan segala ke agungan-Mu ku titipkan dan ku pasrahkan segala cinta dan sayangku untuknya kepada-Mu Rabbi."


Do'a Mexca setiap kali selesai sholat malam.


Allohumma inni as-aluka hubbaka, wa hubba man yu-hibbuka, wa hubba kulli ‘amalin yushi-luni ila qurbika, wa an taj ’alaka ahab-ba ilayya mima siwaka, wa an taj’ala hubbi iyyaka qaidan ila ridhwânika, wa syawqi ilayka dzaidzan ‘an ‘ishyânika, wamnun binna-zhari ilayka ‘alayya, wanzhur bi’aynil, wuddi wal ‘athfi ilayya, walaa tashrif ‘annii wajhaka, waj’al-nii min ahlil is’aadi wal khuzhwati ‘indaka yaa Mujiibu yaa Arhamar raa-himiin.


Artinya :


Ya Allah, hamba memohon cinta-Mu, cinta seorang yang mencintai-Mu, dan cinta amal yang membawaku ke samping-Mu. Jadikan Engkau lebih aku cintai dari pada selain-Engkau. Jadikan cintaku pada-Mu dapat membimbingku pada ridho-Mu. Jadikanlah kerinduanku pada-Mu sehingga mencegahku dari maksiat. Anugrahkanlah padaku pandangan-Mu.Tataplah diriku dengan pandangan kasih sayang. Jangan palingkan wajah-Mu dariku. Jadikanlah aku di antara para penerima anugerah dan karunia-Mu. Wahai Dzat yang Maha Pemberi Ijabah. Ya Arhamar rahimin.


Mexca tak pernah lupa mengucapkan do'a atas segala kebaikan, kesuksesan dan kebahagiaan atas dirinya maupun Adinda. Seolah semua itu adalah rutinitasnya setiap harinya.


Satu kutipan yang bermanfaat, dan semoga kita semua bisa tergolong diantara golongan orang - orang mukmin.


Dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda:

__ADS_1


"Tiga (perkara) yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman: Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. Dan siapa yang bila mencintai seseorang, dia tidak mencintai orang itu kecuali karena Allah azza wajalla. Dan siapa yang benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka".


(HR. Bukhari) [No. 21 Fathul Bari] Shahih.


__ADS_2