
Acara tahun baru tahun ini mexca dan keluarganya tak melakukan perjalanan liburan, melainkan mengadakan acara makan - makan di rumah bersama dengan semua keluarga dan juga teman - temannya yang kebetulan datang ke indonesia.
Mexca sengaja mengundang teman sekaligus sahabatnya untuk ikut merayakan tahun baru di rumahnya, sekalian mau memamerkan kalo pernikahannya dengan adinda telah membentuk keluarga yang sempurna dan bahagia.
Kille adito yang seorang komposer dia datang ke Indonesia karna ada konser di malam pergantian tahun di Indonesia, dan dia datang tak sendirian, dia datang beserta dengan Gaeyan betrand untuk membantunya dalam konser karna betrand merupakan pianis handal.
Sedangkan samuel sanfrans dia datang ke Indonesia karna ada kerja sama dengan mexca. Samuel sering bolak balik Indonesia sama dengan betrand yang merupakan pebisnis sekaligus seorang pianis.
Betrand memiliki kesamaan dengan adinda yang merupakan seorang pemilik usaha dan juga pemusik handal dalam bimbingan seorang komposer ternama Kille adito.
*
*
*
Malam itu semua orang berkumpul di rumah mexca, mulai dari keluarga mexca, keluarga om bambang, keluarga yulia dan juga para sahabat mexca yang merupakan teman adinda.
Kille, betrand dan juga samuel datang dengan membawah kado untuk alea, karna waktu acara pernikahan alea mereka tak bisa datang.
"Oh waoh, yo'r more beautiful my love.😉" kille memuji adinda saat adinda menyambut kedatangan mereka bertiga.
"Aw aw aw.! Sakit." keluh kille saat mexca menjewer telinganya.
"Should you be that possessive? before knowing you she was my woman, and also my favorite student." kille mengingatkan mexca dengan kesal.
"Cih, he pretends to be the owner now." ledek bertand menimpali kata - kata kille.
"Because he is mine now." jawab mexca dengan menekankan nada bicaranya.
"I liked it first." ucap samuel memberi tau dengan kesal, karna dia merasa kalah dari mexca.
"But, I have it now, and you lose." ledek mexca dengan bangga.
"Sudah - sudah apa kalian mau terus bertengkar di sini, gak mau masuk?" potong adinda yang melihat empat orang itu bercekcok di halaman rumah.
Acara makan malam pun dimulai dengan sangat senyenangkan, karna semua orang berkumpul dalam satu meja yang sama. Semua orang bercengkrama dengan sangat hangat dan dekat satu sama lain.
Dalam suasana yang sangat akrab dan penuh dengan kekeluargaan itu mexca terkejud mendapati orang yang duduk berhadapan dengan putrinya memiliki gaya yang sama dan kelakuan juga sama.
Mexca menatap dua orang itu bergantian dan mexca pun tersenyum karna dia ingat siap orang yang dulu pernah dia lihat menyingkirkan kacang dalam makanannya. Dan sekarang mereka terlihat sangat serasi, sama - sama menyingkirkan kacang dengan diam kepiring yang lainnya, dan alan yang duduk disebelah kakaknya melahap kacang - kacang itu.
Melihat pemandangan itu mexca sempat berfikir apakah alea putra dari orang itu. Namun mexca menepisnya dan merasa kejadian itu wajar, jika sama - sama tak suka sesuatu bukan berarti mereka ada hubungan.
__ADS_1
Dan acara makan malam itu pun berjalan dengan sangat sukses. Semua orang menikmati acara malam itu, dan semuanya kembali berbincang santai dengan duduk lesehan.
"Adinda ada yang ingin aku tanyakan padamu." ucap didi saat dia berdua dengan adinda di dapur.
"Eh, iya ada apa mas? Tanya saja, soal apa emangnya?" dinda menjawab dengan sambil membuat jus.
"Waktu itu aku lihat monica ada diacara nikahannya alea, dan dido bilang juga katanya monica adalah guru tk alea. Terus kamu dan mexca juga mengijinkan kalo alea diantar jemput oleh monica waktu masih tk dulu, kenapa kamu dan mexca begitu murah hati dengan monica din? Dia orang yang sudah menyakitimu dulu." tanya didi pada dinda dengan begitu banyak tanda tanya.
"Soal itu, sebenarnya alea adalah mona putri mbak monica." jawab dinda atas semua pertanyaan didi.
"Apa?! Maksudmu, dia adalah ibu kandung alea? Terus kenapa dia membuangnya? Dan bagaimana dengan Bram? Dan..." kalimat didi disetop oleh adinda dengan mengarahkan jari telunjuknya pada didi agar didi diam.
"Sabar dulu dan dengarkan dinda sampai selesai." ucap dinda, dan akhirnya dinda menceritakan semuanya sesuai dengan yang diceritakan oleh monica pada dirinya dulu, dan dinda juga menceritakan tentang kehidupan monica sekarang.
"Jadi, dia bukan darah daging Bram? Dan monica melakukan itu, karna dia tak mau kalo putrinya tersakiti oleh Bram?" tanya didi dengan nada yang merasa ibah dengan nasib monica sekarang. Dan dinda mengangguk.
"Kalo begitu, apa alea tau soal itu? Maksudku soal monica yang adalah ibu kandungnya.?" tanya didi lagi, dan lagi - lagi dinda menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya.
*
*
*
"Kenapa mas Didi bengong saja dari tadi?" tanya ayuni pada suaminya, yang duduk bengong didalam mobil yang disupiri oleh dido.
Dan didi pun menceritakan soal kenyataan mengenani alea pada ayahnya, istrinya dan juga dido. Menceritakan kisah awal mula adanya alea.
Semua orang terkejud dengan apa yang diceritakan oleh didi, dan tak ada yang menyangka kalo semuanya berputar disekitar adinda bagai sebuah takdir yang emang sudah dirancang.
"Jika dia bukan anak Bram, kenapa monica harus melahirkan anak itu? Bukankah dia bisa menggugurkan saja agar rumah tangganya dengan Bram tak berantakan." ucap dido dengan dingin seolah ada hal yang menyakitkan.
"Entalah, dinda bilang monica menyayangi anak itu walo dia tak tau siapa ayahnya. Itulah kenapa monica berjuang hingga melahirkan anaknya dan sekarang jadi seperti itu...." kalimat didi tertahan soal kehidupan monica sekarang.
~***Flashback***~
"To - tolong, aku mohon tolong aku." monica mengibah dengan pandangan sayu dan tubuh bergetar panas.
"Apa yang kau lakukan monica?!" teriak pria itu pada monica yang berusaha untuk menciumnya.
"A - aku ingin, tubuhku sakit. Tolonglah, tolong bantu aku. Aku mohon padamu?" monica terus memohon dan mencobak mendekatkan tubuhnya pada pria itu, saat mereka sedang berdiri di koridor sebuah agensi.
"Cepat carik kemana perginya wanita itu.!" teriak seseorang yang terdengar seolah sedang mencarik seseorang.
__ADS_1
"Apa orang - orang itu mengobatimu?" tanya pria itu pada monica yang dijawab dengan anggukan.
Cklek
Monica diseret masuk kedalam sebuah kamar dan pria itu pun mengunci kamar itu.
"Monica, apa kau tau siapa aku?" tanya pria itu pada monica yang sudah tak bisa mengenali orang karna pengaruh obat.
"Aku tak peduli, asal bukan tua bangka itu. Aku tak mau dijual." jawab monica yang sudah melepas kancing atas baju pria itu.
"Kau yang memintak dan jangan menyesal nanti." jawab pria itu dan dia langsung membawah monica ketempat tidur.
"Eghm."
"Aah."
Suara monica meracau dalam menikmati setiap sentuhan lembut dari pria itu. Ya, pria itu melakukannya dengan kelembutan, karna monica adalah wanita pertama yang dia cintai di agensi yang sama. Namun monica memilih pria lain dan menikah dengan pria lain itu.
Kini saat monica datang kepadanya dalam keadaan yang tak dapat mengenali dirinya seolah menjadi angin sejuk bagi pria itu.
Permainan yang awalnya lembut itu berubah jadi sebuah tuntutan yang seolah mengatakan kenapa bukan dirinya yang dipilih melaikan pria lain. Permainannya mulai ganas dan juga kasar, sehingga membuat tubuh monica yang berada dibawah tubuhnya itu berguncang sangat hebat seiring dengan hentakan - hentakan yang dia berikan.
Monica yang awalnya mengeluarkan suara sexinya dengan lembut berganti dengan rintihan dan suara yang tertahan seolah menahan rasa sakit dari permainan pria itu.
"Sa - sakit, ber - berhentilah.!" permintaan monica pada pria yang menguasai seluruh tubuhnya.
"Se - sebentar, sebentar lagi. Sedikit lagi biarkan aku memilikimu. Aah.!" pria itu menikmati permainannya dan melakukannya dengan berbagi pose yang dia bayangkan dan inginkan, serta melakukannya hingga berkali - kali sampai monica pingsan karna kelelahan.
~***Flashback on***~
"Kenapa aku, meninggalkannya waktu itu?" gumam dido dalam kamarnya setelah dia mengulang kembali malam dimana monica dan dirinya menghabiskan malam bersama.
"Tapi, jika dia tau kalo pria malam itu adalah aku, apakah dia akan tetap melahirkan anak kami?"
"Apakah Alea adalah putriku?"
"Monica, aku harus tanya pada monica."
Setelah mengetahui ceritanya dido bertekad ingin tau kebenarannya secara gamblang, dan dia akan menemui monica untuk mencarik tau tentang kebenaran alea.
Didi + Dido
__ADS_1