
Usia kehamilan dinda telah memasuki usi 34 minggu, dan hari ini mengambil cuti sekaligus pamit pada teman - temannya di kantor.
Pegawe 1 : Waaa, Dinda kita bakalan lama tak jumpa.
Adinda : Gak lama cuma 3 bulan aku akan kembali lagi pada kalian.
Pegawe 3 : Aku do'ain semoga lancar sampai hari persalinan.
Adinda : Terima kasih βΊοΈ
Pegawe 1 : Ya... kita jadi tak bisa lihat si bagdas dengan motornya lagi.
Adinda : π
Pegawe 2 : Benar, pasti nanti kangen banget.
Pegawe 1 : Bapak kangen sama orangnya apa sama motornya?! Setiap hari selalu pakek motor Adinda buat pamer sama cewek - cewek.
Pegawe 2 : Ya kangen dua - duanya π
Pegawe 1 : π
Pegawe 3 : π
Pegawe 4 : π
Adinda : π
Pegawe 2 : Kalian kenapa begitu? Dinda aja gak papa, iya kan Din?
Adinda : Iya pak gak papa.
Pegawe 2 : Tuh.!?
Pegawe 4 : Ya bok ya sadar diri pak, bukan punyaknya kok dipamerin.
Pegawe 1 : Benar tuh mas, bukan punyaknya kok dipamerin sih Pak.
Pegawe 2 : Ya buat gaya - gaya an aja π
Setelah selesai berpamita dinda pun langsung menuju ke ruangan mexca untuk menunggu mexca selesai kerja agar bisa pulang bareng, karna hari ini mexca datang ke kantor dengan boncengin dinda naik motor, sebab sejak 2 minggu lalu kunci motor diumpetin sama mexca agar dinda gak pergi dengan motornya.
Kejadian sebelum kunci motor diumpetin.
__ADS_1
"Bi, saya mau tanya dong Bi. Sebenarnya sejak kapan adinda itu bisa naik motor?" tanya mexca saat dia berdua dengan bi sumi lagi duduk santai di teras rumah belakang (rumah bi sumi yang dibangunin mexca)
"Ooo.. Kalo soal itu sudah sejak sekolah kelas 3 smp nak Abi. Karna tuan besar selalu membawahnya kemana - mana dengan naik motor." jelas bi sumi yang tak merasa heran melihat dinda tiba - tiba ingin naik motor.
"Terus kenapa selama ini saya tak pernah tau? Dan baru saat hamil ini saja saya tanya kalo dia bisa bawah motor." tanya mexca lagi karna merasa aneh.
"Hem.. Kalo soal itu mungkin rasa traumanya dari pernikahan pertanya sudah hilang sepenuhnya nak Abi. Karna sebenarnya nak Dinda itu orangnya ceria, baik, usil dan juga murah senyum." jelas bi sumi dan mexca diam mendengar.
"Saya justru senang dengan nak Dinda yang sekarang. Saya seolah telah mendapatkan momongan saya kembali lagi. Cerewet, tidak bisa dicegah, keras kepala dan penyayang. Nak Dinda yang sekarang adalah nak Dinda yang dulu sebelum kehilangan orang tuanya, dan semua berkat nak Abi. Bibi ucapkan terima kasih." ucap bi sumi berkaca - kaca.
"Saya tak begitu tau soal masalah dinda dengan mantan suaminya yang dulu, saya hanya mendengar sebagian dari ceritanya." ucap mexca pada bi sumi.
Dan bi sumi pun menceritakan semuanya, mulai dari hari dinda kehilangan orang tuanya yang secara mendadak sampai hari perjodohannya. Bi sumi menceritakan di saat dinda baru kembali dari belajar di luar Negri. Disaat perjodohannya ditolak dan karakternya dipertanyakan, hingga dinda berusaha berubah dan berhijab agar perjodohannya bisa dilanjutkan demi menghormati alm. orang tuanya. Sampai dia diperlakukan tak adil oleh suaminya sendiri selama 3 tahun pernikahannya.
"Jadi, dinda berhijab karna semua itu?" ucap mexca yang ingat waktu pertama kali bertemu dengan dinda di LA dia emang tak menggunakan hijab.
"Nak Dinda itu dulu suka ikut balapan liar waktu masih jaman dia sekolah" jelas bi sumi lagi dengan senyum yang terlihat menakutkan bagi mexca.
Dan setelah mexca tau dari mana dinda bisa naik motor serta perubahannya saat ini, dia jadi merasa ngeri pada sifat istrinya yang belum dia ketahui sepenuhnya itu.
"Bisa gawat dan bahaya kalo sampek dia jadi ikutan balap liar lagi. Tidak - tidak itu tidak boleh terjadi." ucap mexca yang merasa panik dan stres dengan sifat dinda, yang akhirnya dia menyembunyikan semua kunci motor.
Kembali kesaat ini
Pegawe 3 : Aku senang dinda menjadi nyonya bos kita.
Pegawe 1 : Benar, dulu aku sempat takut kalo dia akan berubah setelah jadi nyonya pimpinan. Ternyata dia tetaplah adinda.
Pegawe 4 : Benar aku juga suka, karna Adinda bisa merubah bos garang menjadi bos yang aku idolakan.
Pegawe 2 : Iya, iya apa kalian masih ingat waktu kita kembali dari kantin, yang tiba - tiba dia lari di lobby dan berhenti di depan lif khusus president? Dia mengejudkan semua orang yang ada di dalam lif termasuk bos dan ke 2 relasinya. π
Pegawe 1 : Benar, aku lihat ekspresi dia yang ikut terkejud karna didalam lift bukan hanya ada tapi juga relasinya. Lalu dinda meruba keterkejutannya dengan tanya sambil membungkukkan tubuh seolah memberi hormat pada ke 2 relasi suaminya. π itu lucu banget.
Pegawe 3 : Benar aku juga ingat kejadian itu, yang akhirnya jadi kisah romantis bos yang berlari menangkap Adinda serta mengangkatnya tinggi di depan semua orang. Mereka benar - benar pasangan yang romantis. π
*
*
*
Hari - hari dinda hanya di rumah saja karna kehamilannya sudah memasuki bulan ke 9. Dan dari hasil pemeriksaan USG perkiraan lahirnya 2 minggu lagi, itu pun bisa maju dan juga mundur. Semua kegiatan serta aktifitas dinda dibatasi.
__ADS_1
Sekarang di rumah dinda sudah ada Alea yang mulai sebulan lalu sudah tinggal bersama dengan adinda dan juga mexca, karna hak asuhnya sudah berganti dengan nama keluarga mexca.
Mama mexca juga ada di rumah dinda untuk membantu dan memantau keadaan dinda, karna kalo hanya bi sumi takut tak mampu karna juga mengasuh anak kecil yang mulai aktif seperti alea yang lagi gesit - gesitnya.
"Bunda, dedek kapan keluar?" tanya alea sambil memeluk perut buncit dinda.
"Hem.. π€ kapan ya?" dinda pura - pura berfikir dan itu membuat mata alea yang bulat semakin terlihat bulat karna menunggu jawaban.
"Kalo Lea ingin dedeknya keluar kapan?" tanya dinda balik.
"Besok.!" teriak alea riang.
"Wah, lagi ngomongi apa sama mama asyik banget." celutek mexca yang berjalan mendekati dinda dan alea yang tengah asyik bicara di ruang keluarga.
"Lagi omongin dede bayi." jawab alea dengan wajah polosnya.
"Emang kenapa dengan dedek banyinya sayang?" ucap mexca yang ikut duduk disamping dinda dan alea.
"Lea ingin agar dedek bayinya cepat keluar, biar bisa maen sama Lea." jelasnya dengan nada lucu khas anak - anak.
*
*
*
"Sayang kenapa? Kok keringat dingin begini?" tanya mexca yang terkejud mendapati istrinya diam tak bersuara setelah shalat isya' berjamah.
"Gak tau tiba - tiba perut Dinda meles dan sakit banget sampek punggung gak bisa digerakin." jelas dinda dengan memegangi perutnya.
"Ya Allah sayang, ayo kita ke rumah sakit sekarang." mexca langsung lari kebawah manggil mamanya dan juga bi sumi untuk menyiapkan baju - baju adinda, dan mang ujang untuk menjaga alea.
"Maaas!?" teriak dinda dari atas didalam kamarnya. Mexca langsung lari naik ke atas.
*
*
*
"Jangan takut dan panik pak, istri bapak akan segerah melahirkan." ucap seorang perawat yang keluar dari ruang pemeriksaan.
"Silakan bapak isi formulir ini dulu dan nanti setelah selesai tolong serahkan ke ruang resepsionis. Dan bapak tunggu diluar karna istri bapak akan ditagani di dalam." jelas perawat itu pada mexca.
__ADS_1
Setelah mexca melengkapi data - data untuk perawatan istrinya dia menunggu di luar ruang perawatan. Mexca tampak cemas dan juga gelisah, karna sudah 1 jam masih juga belum ada kabar dari dalam ruangan itu.