(Revisi) Terlambat Menyesalinya

(Revisi) Terlambat Menyesalinya
Pernikahan yg megah


__ADS_3

Pagi itu di rumah mexca sangat riuh karan merisca yang terus berlari mengejar alea sambil teriak memanggil nama alea yang tak mau diam, dan faris yang datang pagi - pagi karna perintah mexca waktu mengantarnya pulang juga jadi ikutan mengejar alea karna disuruh merisca.


"Ante om akal, wahahahaha." adu alea pada merisca dan tawanya yang menghiasi rumah mexca, karna faris menggelitiknya.


"Sayang, sarapan dulu ayooo siapa yang cepat dia yang dapat es cream nanti." teriak adinda memanggil alea yang asyik bermain.


Melihat itu mexca yang keluar dari kamarnya dan meniruni tangga tersenyum sangat bahagia, tersirat diwajahnya kalo dia begitu sangat bahagia.


*************************************


*************************************


Selama persiapan pernikahan mexca tak diijinkan menemui adinda, dan adinda juga melarangnya untuk menghubungi dirinya. 2 minggu berlalu dan semua persiapan pernikahannya sudah hampir selesai. Rasa rindu mexca pada adinda seolah tak bisa dibendung, dia menyampaikan pesan rindunya pada alea.


"Unda." alea merangkak naik ke pangkuan adinda begitu dia terbangun dari tidurnya dan mendapati adinda disisinya.


"Kenapa sayang, putri bunda sudah bangun ya." ucap dinda mengecup pipi alea.


"Papa indu unda." kata alea menyampaikan pesan mexca, dan adinda mengecup putrinya lagi.


"Rupanya mexca menyampaikan rasa rimdunya lewat alea." gumam dinda dalam hatinya.


Malam itu adinda mengisi lagu di cafenya, dan diiringi oleh yuyus yang selalu suka jika adinda mengisi lagu, dia akan merekamnya dan mengirimnya disosmednya.


Kuterima suratmu, telah kubaca dan aku mengerti


Betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku


Di dalam hari-harimu, bersama lagi


Kau tanyakan padaku, "Kapan aku akan kembali lagi?"


Katamu kau tak kuasa melawan gejolak di dalam dada


Yang membara menahan rasa pertemuan kita nanti


Saat bersama dirimu


Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya


Menahan rasa ingin jumpa


Percayalah padaku aku pun rindu kamu, ku akan pulang


Melepas semua kerinduan yang terpendam


Kau tuliskan padaku kata cinta yang manis dalam suratmu


Kau katakan padaku saat ini kuingin hangat pelukmu


Dan belai lembut kasihmu


Takkan kulupa selamanya saat kau ada di sisiku


Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya


Menahan rasa ingin jumpa


Percayalah padaku aku pun rindu kamu, ku akan pulang


Melepas semua kerinduan yang terpendam


Jangan katakan cinta menambah beban rasa


Sudah simpan saja sedihmu itu


Ku akan datang oh...


Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya


Menahan rasa ingin jumpa


Percayalah padaku aku pun rindu kamu, ku akan pulang


Melepas semua kerinduan yang terpendam


Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya


Menahan rasa ingin jumpa


Percayalah padaku aku pun rindu kamu, ku akan pulang


Melepas semua kerinduan yang terpendam


Penulis lagu: Dhani Ahmad

__ADS_1


*************************************


*************************************


Hari H pernikahan


Mexca sengaja meminta acara pernikahannya dilakukan di rumah adinda, karna dia ingin menghapus kenangan atas pernikahan adinda yang dulu dengan kebahagiaan pernikahannya dengan adinda yang sekarang. Dan malam resepsinya di lakukan di hotel milik keluarga mexca.


Para tamu dan juga keluarga sudah pada datang berkumpul, tapi adinda tak melihat mexca. Dia hanya melihat keluarga mexca yang sudah mulai berdatangan termasuk seorang pastur. Adinda tersenyum kecut melihat itu, tapi dia dan mexca sudah sepakat bahwa dinda akan tetap pada keyakinannya dan mexca tak akan mengungkit itu semua.


Tes


Suara microphone dites untuk acara, dan itu menandakan kalo acara pernikahan akan dilaksanakan. Adinda duduk di kursi depan meja riasnya dengan gaun putih yang indah, dia melihat pantulan wajahnya dalam cermin dan meremas jemarinya, adinda menutup matanya rapat - rapat dan dia ingin semua ini akan segera berlalu, karna dia tak ingin rasa bimbang pada hatinya akan mempengaruhinya lagi.


Bacaan kutbah ijab kabul dilakukan oleh penghulu dan wali nikah adinda di wakilkan pada Om Bambang selalu keluarga dekatnya. Dan mexca melantunkan ucapan nikah dengan khikmad serta mantap dalam satu tarikan nafasnya. Namun karna ucapannya tak dimasukkan dalam microfon jadi adinda tak bisa dengar.


"Bagaimana saksi sah.?" ucap penghulu.


"Sah.!" teriak serempak semua orang yang hadir dalam acara akad nikah adinda dan mexca.


"Alhamdulillah." ucap penghulu


"Deg." adinda yang sendirian di dalam kamarnya terkejud saat mendengar kata sah yang diteriakkan semua orang, dia langsung membuka mata dan bangkit lari keluar dari kamarnya serta melihat semua orang yang menengadakan tangan mereka seolah mengucapkan do'a.


Kata sah terus menggemah di telinga adinda, dia mengedarkan pandangannya dan di bawah sana dia mendapati seorang pria berpakaian putih yang duduk didepan penghulu dan kepalanya ditutup dengan peci hitam bermotif emas dengan tulisan Arab mengelilingi. Nafas adinda seola terhenti melihat penampilan itu, rasa sesak mulai dirasakan dalam dadanya.


"Adinda." ucap merisca yang melihat adinda berdiri diatas. Sontak semua orang melihat kearah merisca melihat termasuk mexca.


Mendapati mata adinda yang memerah dan tubuhnya yang bergetar mexca tau kalo istrinya sedang menahan air matanya, dan mexca langsung berdiri menghadap adinda sambil merentangkan tangannya. Mexca menelan salifanya lalu tersenyum dan mengucapkan kalimat yang tak pernah diduga oleh semua orang akan diucapkan oleh mexca di depan semua orang.


Assalamu ‘alaikum ahlal bait wa rohmatullahi wa barokatuhu.


Keselamatan atasmu wahai keluargaku, juga rahmat Allah.


Mendengar ucapan salam dari mexca itu adinda seolah mendapatkan nafasnya kembali, dia membuka mulutnya dan bernafas tersengal sambil menangis. Adinda mengangkat gaunnya dan lari menuruni tangga dengan menjawab ucapan salam dari suaminya dengan terbata - taba. Dan menghambur kepelukan mexca.


Wa ‘alaikas salam wa rohamtullahi. Kaifa wajadta ahlaka? Barokallhu laka.


Keselamatan atasmu, juga rahmat Allah. Bagaimana engkau mendapati isterimu? Semoga Allah memberkahimu.


Teriakan selamat dan tepok tangan dari semua orang yang hadir menghiasi rumah adinda. Dan adinda yang berada dalam pelukan mexca menumpahkan semua tangisnya, seolah dia meluapkan rasa kesal dalam hatinya. Rasa sesak didada adinda semakin berat dia rasakan dan pandangan matanya mulai menggelap hingga dia tak sadarkan diri.


"Sayang?!" teriak mexca yang mendapati istrinya pingsang dalam pelukannya.


"Sayang." panggil mexca yang melihat adinda sadar.


"Ah.!" pekik mexca yang mendapatkan pelukan lagi dari adinda.


"Kenapa tak bilang, kenapa?" keluh dinda disela tangisnya sambil memeluk erat mexca.


"Maafkan aku." jawab mexca singkat.


Semua orang yang ada disitu ikut menangis melihat adegan adinda dan mexca, terutama mang ujang dan bi sumi yang tau perjalanan hidup Adinda dari dia kecil. Mereka selalu berucap syukur atas kebahagiaan Adinda. Dan dengan isyarat dari mexca semua orang keluar dari kamar adinda dan menutup pintu kamar adinda.


"Sayang nafasku sesak." ucap mexca dan adinda langsung melepas pelukannyan.


"Apa semua ini dilakukan karna ingin menikah denganku?" tanya dinda sambil menatap wajah mexca.


"Tidak, aku sudah melakukannya sejak lama sebelum kamu menerimaku." jawab mexca.


"Lalu kenapa tak mengatakannya dari awal? Kenapa selalu membuat aku ragu dan bimbang" tanya dinda lagi.


"Maaf, karna aku tak ingin kamu mencintaiku dikarnakan keyakinanku. Aku hanya ingin dicintai karna diriku." ucap mexca menjelaskan.


"Aku mencintaimu." ucap dinda yang memegang wajah mexca.


"Aku tau, dan aku lebih mencintaimu." ucap mexca dengan senyumnya yang manis.


💋 dinda mengecup bibir suaminya, namun mexca merubahnya menjadi ci-uman yang me-nggairahkan serta dalam. Seolah mexca sedang melepaskan has-rat yang telah perpendam dalam lubuk hatinya selama ini.


Mexca merengkuh tubuh istrinya dengan erat dan dia mengapsen seluruh gigi istrinya yang berbaris rapi, serta menarik dan melakukan perang lidah. Mexca sedikit tersenyum saat dia mendapati istrinya tak sanggup menerima hasratnya yang meluap dan hanya menerima semua permainan mexca pada dirinya.


"Ehm" dinda memukul - mukul punggung mexca karna kehabisan oksigen.


"Asin." ucap mexca saat mengurai aktifitasnya sambil tersenyum menatap wajah istrinya yang memerah.


"Jangan membuatku malu." kata adinda tertunduk.


"Hahaha. Kenapa harus malu sayang, kau adalah milikku mulai sekarang." ucap mexca dan menarik dinda dalam pelukannya lagi.


"Berikan aku jalan." pinta dinda saat dia mau turun.


"Mau kemana, hem?" tanya mexca


"Mau membersihkan wajah, apa kita mau menemui mereka semua dengan tampilan kita begini?" ucap dinda dan memutar wajah mexca menghadap cermin yang ada dibelakang mexca.

__ADS_1


"Haha baiklah." mexca tertawa saat dia tau kalo lipstik adinda menempel di bibirnya.


Setelah membersihkan wajahnya mexca memanggil penata rias untuk memperbaiki riasan adinda, dan mereka melakukan sesi foto bersama setelah acara akad.


*************************************


*************************************


Disebuah hotel milik keluarga mexca, acara resepsi pernikahan antara mexca dan adinda digelar sangat megah dan mewah. Semua tamu undangan memadati gedung aula hotel itu.


Jalan masuk ke dalam aula dihiasi dengan bunga dan hiasan bernuansa putih berpadu dengan gold. Semua teman mexca datang dan desainer anggel juga ikut diundang, mereka mengucapkan selamat pada mexca dan adinda atas pernikahannya yang luar biasa.



Adinda yang berjalan di tengah mimbar dengan gaun menjuntai dan ditemani oleh merisca serta melinda menatap mexca dengan penuh tanya dalam hatinya.


Pria tampan yang berdiri ditengah podium dengan setelah jas hitamnya dan senyuman yang begitu manis menambah wajah tampannya menjadi semakin terlihat rupawan.


Saat adinda telah berada didepan mexca merisca dan melinda meninggalkan mereka berdua.


Adinda menatap mexca sedikit mendongak "Bagaimana seorang pria hebat yang begitu rupawan bisa mencintaiku begitu dalam?" tanya adinda dengan mata yang mulai berkaca - kaca.


Mexca mencium kening adinda "Karna kau adalah belahan jiwaku." ucapnya lalu mendekap adinda.


Acara malam itu berlangsung sangat meriah dan mexca serta adinda menyalami banyak tamu, yang mulai dari relasi mexca dan juga papa mexca, keluarga dan teman - teman merxca juga adinda, bahkan pegawe adinda dan mexca di kantornya.


Dan acara malam itu ditutup dengan lagu yang dinyanyikan oleh adinda dengan diiringi permainan musik oleh tuan Kille adito.


Akhirnya Ku Menemukanmu


Akhirnya ku menemukanmu


Saat hati ini mulai merapuh


Akhirnya ku menemukanmu


Saat raga ini ingin berlabuh


Ku berharap engkau lah


Jawaban sgala risau hatiku


Dan biarkan diriku


Mencintaimu hingga ujung usiaku


Jika nanti ku sanding dirimu


Miliki aku dengan segala kelemahanku


Dan bila nanti engkau di sampingku


Jangan pernah letih tuk mencintaiku


Akhirnya ku menemukanmu


Saat hati ini mulai merapuh


Ku berharap engkau lah


Jawaban sgala risau hatiku


Dan biarkan diriku


Mencintaimu hingga ujung usiaku


Jika nanti ku sanding dirimu (sanding dirimu)


Miliki aku dengan segala kelemahanku


Dan bila nanti engkau di sampingku (di sampingku)


Jangan pernah letih tuk mencintaiku


Jika nanti ku sanding dirimu (sanding dirimu)


Miliki aku dengan segala kelemahanku


Dan bila nanti engkau di sampingku (di sampingku)


Jangan pernah letih tuk mencintaiku


Akhirnya ku menemukanmu


Penulis lagu: Rusyaedi Makmun

__ADS_1


__ADS_2