
Mexca meminta dinda untuk berhenti bekerja dari kantor, karna 2 buah hatinya membutuhkan perhatian penuh sang ibu. Kesibukan dinda pun berpusat di butik dan resto saja karna jaraknya lebih dekat dari rumahnya dan juga jarak kedua tempat itu juga hanya 30 menit. Sementara cafe diserahkan sepenuhnya sama dido dan dinda hanya kesana sebulan sekali.
Sementara mexca yang begitu sibuk dengan pekerjaannya selalu menyempatkan diri untuk menghubungi keluarganya disela - selalu waktu senggangnya. Kegiatan itu membuat mexca memiliki energi dan semangat lebih, karna dia harus berjuang demi kebahagiaan keluarganya.
Mexca mendidik aleana dengan bekal moral dan ilmu pengetahuan yang lebih ke arah agama dan juga bisnis, karna mexca ingin putrinya itu bisa tumbuh jadi orang yang kuat dan tak harus tunduk pada pria. Karna wanita bisa melampaui segalanya, sebab wanita adalah tiang dari sebuah kekuatan yang sesungguhnya.
"Papa.!" sambut lea sambil berlari menghampiri mexca yang baru pulang kerja. Kebiasaan gadis kecil itu adalah menunggu sang papa pulang dengan membaca buku - buku yang dibelikan oleh sang papa.
"Hup. Putri papa, cup assalamu'alaikum sayang." sambut mexca dan mengangkat tinggi alea serta mengecup pipinya.
"Ya, wa'alaikumsalam Pa. Muach." balas alea dengan memeluk leher mexca dan mencium dalam pipi mexca.
"Pa - Pa." panggil Alan yang mengikuti sang kakak dengan jalan tertatih - tatih dan kedua tangannya direntangkan untuk mencapai keseimbangan tubuhnya.
"Ohooo... Jagoan papa, sini sayang." mexca merangkul dan menciumi putra dan juga putrinya bergantian hingga gelak tawa dari keduanya menghiasi seluruh ruang rumah.
""Lea.! Alan.! Ayo turun, biarkan papa mandi dulu." teriak dinda berjalan dari dalam menyambut kedatangan sang suami.
"Assalamucalaimu sayang." salam mexca menurunkan kedua buah hatinya.
"Wa'alaikumsalam mas." sambut dinda dan mengecup punggung tangan mexca, dan dibalas dengan kecupan dikening dinda oleh mexca.
*
*
*
Kebiasaan keluarga mereka adalah setelah selesai makan malam mereka akan duduk bersantai di ruang tengah dengan menonton tv sambil mengawasi kedua anak mereka yang asyik bermain.
"Kau tak merindukanku sayang? Aku sangat merindukanmu." bisik mexca ditelinga dinda.
"Jangan aneh - aneh." geram dinda yang paham kearah mana omongan mexca bertuju.
"Papa minggu besok disekolah akan diadakan tunjukan taman wisata. Lea mau ikut." lapor lea pada mexca yang lupa kata kunjungan jadi tunjukan 🤭
"Icut." si kecil Alan juga berkata ingin ikut.
__ADS_1
"Iya sayang." ucap mexca menjawab, sembari mencium kedua anaknya itu.
Hari H keberangkatan untuk acara disekolah alea, namun alea tak jadi bisa ikut karna demam tinggi, karna sehari sebelumnya alea pergi ke rumah om eko untuk main sama oni, dan saat pulang dia kehujanan karna mexca membawahnya naik motor.
"Sayang apa demamnya belum turun?" tanya mexca dengan cemas.
"Sudah agak mendingan mas setelah diresepin obat sama dokter." jawab dinda yang mendampingi alea tidur di ranjangnya.
"Cepat sembuh ya tuan putri papa, cup." ucap mexca sambil mengusap kepala alea dan mengecup keningnya.
"Papa.!" kata alea dengan waja merah dan lemas.
"Iya sayang." mexca mengusap pipi alea.
"Akak, cakit." Alan ikut memeluk alea dan dibalas pelukan oleh alea.
Setelah berpamitan pada alea mexca berangkat keluar kota selama 2 hari bersama dengan faris untuk sebuah kerja sama dengan perusahaan asing yang berdiri di Indonesia.
"Sayang lagi ngapain?" tanya mexca lewat video call pada adinda.
"Lagi masak roti, ini Alea lagi pingin makan roti buatan bunda, jadi kami masak roti bersama." jelas dinda pada mexca dengan senyum lebar dan juga alea yang wajah dan tangannya belepotan tepung.
"Papa bisa makan nanti kalo pulang nanti, Lea akan buatin yang bueeras.!" jelas lea dengan memeragakkan tanganya membentuk lingkaran besar.
"Benarkah, janji ya?" ucap mexca dengan tersenyum.
"Ya, janji." jawab alea dengan senyum lebar.
"Adek dimana sayang?" tanya mexca pada alea.
"adek lagi maen sama mamang (mang ujang)." jawab alea, dan mexca mengakhiri panggilannya dengan kecupan udara.
*
*
*
__ADS_1
"yu huuu welcome my princess and prince, where are you?" teriak mexca yang sudah pulang hanya disambut oleh dinda, karna kedua anaknya tak terlihat. Mereka tengah asyik bermain di kamar alea.
"Papa.!" reiak alea lari menyambut mexca begitu mendengar suara papanya dan juga dengan alan yang selalu mengikuti kakaknya.
Dinda yang menatap interaksi ketiga orang yang disayangnya tersenyum, ada semilir angin sejuk didada dinda seperti angin musim semi. Keluarganya sangat harmonis dan juga bahagia, tak terlihat cela disana jika alea bukanlah anak kandung mereka, karna mexca selalu memperlakukan mereka sama. Dan mexca seolah mampu merangkul semuanya dan membagi kasih sayangnya dengan sama.
"Terima kasih Ya Allah, Engkau telah memberiku keluarga dan juga suami yang sangat baik." gumam dinda menatap kebahagiaan ketiga orang yang sedang bercanda bersama.
"Aku tak menginginkan apa pun lagi, keluarga dan kebahagiaan yang sempurna ini sudah cukup bagiku." ucap syukur dinda.
*
*
*
"Yeeee...! Hahaha" gelak tawa alea sambil berputar - putar karna diajak bermain ke taman hiburan saat mexca kembali dari luar kota, karna waktu itu alea tak bisa ikut diacara sekolahnya.
Mexca membawah anak - anaknya bermain ke taman hiburan bersama dengan keluarga yulia. ketiga bocah kecil yang sedang bermain bersama terlihat sangat menyenangkan. Mexca duduk dibawah pohon rindang mengobrol dengan om eko sambil mengawasi anak - anak mereka, sedangkan para ibu asyik berkeliling untuk berbelanja menghibur diri mereka.
Kedua para bapak itu sedang membawah anak - anak mereka bermain dan naik para wahana ditaman hiburan itu, dan ibu - ibu mereka memanjakan diri dengan berspa dan makan dengan santai.
Adinda dan yulia duduk di cafe taman hiburan itu dengan santainya dengan camilan dan secangkir minuman tersedia dimejah mereka. Terlihat ada dua pria yang mendekat dan mengajak mereka berdua untuk mengobrol. Sontak para bapak yang melihat dari jauh merasa kesal. Mexca dan om eko saling menatap dan mereka menggerakkan anak - anak mereka untuk mengacau para penggoda ibu mereka.
Terlihat rasa puas dari wajah mexca dan juga om eko begitu kedua pria pengganggu itu pergi dan tau kalo wanita - wanita cantik dan anggun yang baru selesai belanja dan merawat diri mereka di spa itu bukanlah seorang nona melainkan seorang nyonya dan sudah ada tali kekang di leher mereka.
Setelah puas bermain mereka pun makan di restoran yang juga ada didalam taman wisata itu. Semua orang terlihat sangat bahagia, senyum selalu mengembang di bibir mereka semua.
*
*
*
"Sayang, mereka sudah tidur?" tanya mexca yang berjalan ke kamar alea dan alan, lalu memeluk dinda dari belakang, karna posisi dinda berdiri habis mematikan lampu dan mengganti dengan lampu tidur.
"Ya, sepertinya mereka kecapek an bermain tadi siang." jawab dinda dan memeluk tangan mexca yang melingkar di perutnya.
__ADS_1
"Terima kasih sayang kau telah memberiku kebahagiaan yang sempurna." ucap mexca sambil mencium pipi adinda.
"Aku juga terima kasih, karna mas Abi juga memberiku kehabagiaan yang sempurna ini." jawab dinda tersenyum manis menatap mexca, karna dinda telah berputar menghadap mexca.