(Revisi) Terlambat Menyesalinya

(Revisi) Terlambat Menyesalinya
Malam bertabur bintang


__ADS_3

Setelah menitipkan anak - anaknya di rumah mertuanya adinda langsung menuju hotel yang sudah disiapkan dari kemaren. Dan adinda juga sudah menyiapkan semua persiapan dirinya untuk acara malam nanti saat bertemu dengan mexca.


"Selamat sore ibu, apa ada yang bisa saya bantu bu?" tanya seorang resepsionis hotel saat melihat adinda mendekat.


"Iya saya ingin menginap di sini untuk malam ini dan saya ingin mengambil kunci kamar biasanya." ucap dinda pada pegawe itu.


"Kunci yang mana yang ibu maksud, apa ibu sudah pesan secara online, atas nama siapa bu?" tanya pegawe itu pada dinda lagi.


"Ah, ibu Adinda. Maaf bu dia anak baru. Apa ibu mau bermalam di sini malam ini bu?" tanya pegawe yang sudah kenal dan tau tentang adinda.


"Iya tak apa, tolong bantu saya." ucap dinda dengan sopan.


"Iya, iya bu silakan." ucap pegawe itu.


"Oh iya ini adalah bu Adinda nyonya pemilik hotel ini." ucap pegawe yang sudah kenal dengan adinda kepada pegawe baru itu.


"Maafkan saya bu, saya tidak tau. Tolong maafkan saya." ucap pegawe baru itu pada adinda.


"Tidak apa, tolong bantu saya sekarang bisa kan?" tanya dinda pada pegawe itu.


Setelah itu dinda dan pegawe baru itu pergi ke kamar khusus yang biasa digunakan oleh adinda dan mexca kalo mereka menginap di hotel itu. Kamar itu berada dilantai paling atas dan sama mexca dimodifikasi dengan atap yang bisa dibuka dengan menampilkan langit malam yang indah.


"Terima kasih ya, atas bantuannya?" ucap dinda pada pegawe itu.


"Iya bu ndak papa, dengan senang hati bu saya bisa membantu ibu." jawab pegawe itu dengan rama.


"Tapi bu kenapa harus dipasang lilin? apakah lampunya tidak bisa dinyalakan atau mati bu?" tanya pegawe itu pada dinda.


"Ah, itu saya mau bikin kejutan untuk suami saya. Karna ini hari jadi pernikahan kami." ucap dinda menjawab pegawe itu dengan malu - malu.


"Ya Allah. Selamat ya bu, dan semoga berhasil malam indahnya." ucapan selamat pegawe itu yang juga ikut malu - malu karna dia tau kearah mana nanti yang akan disiapkan oleh adinda.


Semua persiapan telah selesai dinda tata dengan baik dan juga romantis, dan mexca pun juga sudah mau selesai rapatnya. Setelah selesai rapat mexca menghubungi dinda dan dalam telpon dinda meminta mexca untuk langsung ke hotel karna dia sudah menunggu di sana.


Dari tempat pertemuannya mexca langsung melajukan mobilnya ke arah hotel dan dia ingin cepat ketemu sama keluarganya yang sudah menunggu dia di sana.


*


*

__ADS_1


*


"Selamat datang pak?" salam pegawe mexca yang melihat mexca datang dan melangkahkan kakinya masuk ke lobby hotel.


"Malam pak Mex." salam pegawe yang tadi mengenalkan dinda kepada pegawe baru.


"Malam, nyonya sudah di sini dari kapan?" tanya mexca pada pegawenya.


"Sudah dari sore pak." jawab pegawe itu dengan sopan, dan mengantar mexca menuju ke arah lif.


"Selamat bersenang - senang pak." ucap selamat pegawe yang tadi membantu dinda menyiapkan kejutan.


"Iya makasih." ucap mexca yang merasa aneh dengan apa yang diucapkan oleh pegawe itu.


Setelah keluar dari lif mexca melangkahkan kakinya menuju kamar yang hanya ada satu di lorong itu, ya itu kamar yang dibangun khusus untuk adinda.


Ceklek


Mexca melangkah masuk kedalam kamar itu dan mengunci pintunya. "Assalamu'alaikum suamiku." ucap salam dinda saat dia melihat mexca masuk.


"Iya wa'alaikumsalam sayang. Ini kenapa gelap dan anakn - anak dimana?" tanya mexca karna dia belum sadar dengan adanya adinda yang berdiri dengan gaun panjangnya.


"Maaf ya sayang mas tak menyiapkan apa pun." ucap mexca yang duduk untuk menikmati makan malam.


"Tak papa mas, begini saja sudah cukup." ucap dinda, dan mereka pun menikmati makan malam mereka.


Saat mexca beranjak untuk cuci tangan tiba - tiba banyak kembang api yang menghiasi langit malam itu, dan terakhir dari kembang api itu bertuliskan I Love You Adinda.


"I Love You Baby πŸ’‹" bisik mexca yang memeluk dinda dari belakang dan mencium tangan dinda.


"Terima kasih telah menjadi pilar ketika aku lelah, merawat anak-anak kita dengan penuh cinta, dan tetap bersamaku melewati lika-liku dunia.Β Selamat ulang tahun, belahan jiwaku."


"Cintaku padamu tumbuh dan tumbuh setiap hari dengan hati yang sangat manis. Tidak bisa aku bayangkan, jika hidup tanpamu. Tetaplah di sini bersamaku, mengukir hari tua kita berdua. Sayangku Adinda Larasati." mexca berpuisi dengan menyematkan kalung di leher adinda. Kalung


"Mas." Dinda memeluk mexca saat mexca selesai menyematkan kalung dengan liontin bertuliskan kata Allah



"Terima kasih, ayo mas Abi mandi dulu nanti kita susul anak - anak." ucap dinda menarik mexca masuk.

__ADS_1


"Eh, kenapa gak sekarang saja nyusul mereka?" tanya mexca bingung


Namun dinda tetap maksa mexca untuk mandi tanpa menjawab pertanyaan mexca, dan mexca pun mengikuti apa kata dinda.


Tap


"Loh kok gelap sayang, apa lampunya mati?" tanya mexca yang saat keluar dari kamar mandi keadaan kamar gelap.


Jekrek


Atap kamar itu terbuka dan menampakkan langit malam dengan taburan bintang yang sangat indah.


Deg


Jantung mexca berdebar mendapati penampilan adinda yang beda dari biasanya. Rambut tergerai dan gaun tipis nan indah yang menampakkan setiap lekuk tubuhnya, serta senyum yang merekah dari bibir indah nan sexy milik dinda, berpadu dengan aroma manis yang penyegarkan dari tubuh dinda.


"Masya Alla sayang. I - ini?" mexca terkagum dan tersentuh dengan semua yang sudah disiapkan oleh dinda untuknya.


"Aku ingin menghabiskan malam ini hanya denganmu mas." ucap dinda dengan senyum indahnya yang berdiri disinari oleh sinar rembulan.


Darah mendidih dari dalam tubuh mexca mengalir dengan cepat dan seketika hasrat mexca membuncak dan menguasai setiap urat syaraf tubuhnya.


Mexca tersenyum mengerti arti isyarat dari istrinya yang berdiri di sisi tempat tidur dengan penampilannya yang menggoda. "Sayang, kau sangat cantik malam ini." sambil melangka mexca membuang baju yang dikenakannya.


"Ini untukmu suamiku, malam ini aku hanya untukmu. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan padaku, buat malam ini menjadi malam yang indah." bisik dinda ditelinga mexca saat mexca berhasil memeluknya.


"Dengan seizinmu sayangku." mexca langsung meluapkan segala rasa dalam dirinya, dia meraup dan merengkuh adinda dengan penuh sayang.


πŸ’‹ πŸ’‹ πŸ’‹


"Eghm" suara adinda muncul.


"Aaah, sayang." suara mexca tertahan


Dua orang saling berpadu untuk memburu dan mendapatkan kenikmatan mereka. Mexca mengukur dan mengapsen tiap inci dari lekuk tubuh istrinya serta meninggalkan jejaknya disana, dan dinda menikmati setiap sentuhan dari suaminya.


Malam yang indah penuh dengan agirah dan langit malam yang bertabur bintang menjadi saksi cinta mereka yang telah melewati segala rintangan hingga sampai pada waktu yang sangat membahagiakan.


Kutipan kata :

__ADS_1


Bijaklah dalam masa penantianmu, Kelak kamu akan takjub bagaimana Tuhan mempertemukan dengan jodohmu. Kau hanya perlu menggunakan waktu menunggumu dengan hal baik. Karena Tuhan itu tahu, kapan waktu yang tepat untuk dia menyentuh hatimu.


__ADS_2