
Setelah pulang dari rumah Adinda Mexca menghubungi Faris dan memintak padanya untuk menyelidiki siapa dalang dibalik semua masalah yang menimpah Adinda.
"Faris, tolong selidiki siapa saja yang terlibat dalam kasusnya Adinda, tanpa terkecuali termasuk orang yang mengajak dia ke acara makan makan. Dan terutapa dalang utama yang membuat rencana itu." perintah Mexca pada Faris melalui telphon.
"Selidiki semuanya termasuk tempat yang didatangi dan lakukan dalam waktu dua hari." kata Mexca lagi.
"Untuk tindakan selanjutnya kita lihat setelah pemulihan nama baik Adinda." jelas Mexca lagi dengan seringai yang menampakkan aura membunuh dalam diri Mexca.
Setelah memberi perintah Mexca langsung melajukan mobilnya pulang kerumah dan dia memutar video Adinda yang berada di kamar hotel dengan seorang pria. Dan dia mendapatkan video itu dari para orang orang yang memiliki saham di perusahaan Mexca.
"Dia sedang tidur, atau lebih tepatnya dia pingsan. Itu artinya dalam video ini Adinda tak tau apa pun dan orang orang yang merekam serta yang merencanakan ini yang bermain." gerutu Mexca saat dia menyaksikan video itu, dengan mengepalkan kedua tangannya.
Mexca memunculkan seringai saat dia tau apa yang harus dia lakukan untuk membalas orang orang yang telah membuat Adinda terpuruk. Terutama pada orang yang menciptakan ide penjebakan Adinda.
Ya walo bagaimanpun seorang Mexca tetaplah Mexca. Orang yang tak akan segan menghancurkan apa pun demi mereka yang dianggap penting dalam hidupnya. Karna sejak kecil dia sudah dididik keras oleh papa dan juga kakeknya, dan jati dirinya yang sesungguhnya serta karakternya tak akan hilang. Orang yang keras dan juga licik.
Dalam diri Mexca sudah tertanam akal yang cerdik dan juga penuh siasat, karna dia sudah terjun dalam dunia bisnis dan mengenal berbagai orang dan karakter mereka, jadi Mexca tau cara menangani orang orang yang telah mencelakai Adinda dan membuat Adinda terpuruk.
Dua hari kemudian Faris melaporkan semua hasil penyelidikannya dan juga motif dibalik semua kejadian yang menimpah Adinda. Serta siapa saja orang yang terlibat didalam semua rencana itu.
Dalam ruangan Mexca di kantornya dia dan Faris sedang berunding untuk semua hal yang akan dilakukan untuk membalas orang orang yang telah menjebak Adinda.
Dan Merlin yang secara diam - diam juga ikut menyelidiki, dia menemukan sesuatu yang tak pernah diduganya. Orang yang dikenal oleh Mexca dan pastinya sangat dikenal oleh Adinda juga ikut terlibat dalam rencana penjebakan atas diri Adinda.
"Baiklah bos, akan ku lakukan sesuai dengan yang kau perintahkan. Dan bagaimana cara menanganin media? Haruskah aku memblokir semuanya?" Tanya Faris sebelum dia keluar dari ruangan Mexca.
"Tidak usah, biarkan saja begitu. Aku ingin tau apa yang akan mereka lakukan jika tau siapa pria yang bersama dengan Adinda," jawab Mexca sambil menampakkan seringainya.
"Kau sungguh mengerikan bos, kalo sudah turun tangan. Aku pergi, " kata Faris dan dia langsung menghilang dibalik pintu.
Setelah bicara dengan Mexca, Faris langsung mendatangi sebuah media dan dia menunjukkan video yang diberikan oleh Mexca, serta data yang telah dia kumpulkan.
Saat direktur dari media itu melihat dan mendengar video itu, serta membaca semua yang diberikan oleh Faris, dia langsung meminta maaf dan akan menyiarkan kalo Adinda tak bersalah dan itu hanyalah video pribadi yang disimpan untuk kenangan saja, yang bocor ketangan orang lain.
Pernyataan maaf dari sebuah media yang dilakukan oleh direktur dan petinggi media itu membuat semua orang mulai menuding orang yang menyebarkan video Adinda dan mencobak merusak nama baiknya karna mereka irih pada kesuksesan Adinda.
Seketika nama Adinda pun pulih dan banyak orang yang jadi merasa kasian pada Adinda. Semua tempat bisnis Adinda pun dibuka kembali. Banyak media masa yang berdatangan dan mewawancarai para pegawe Adinda.
Dari semua pernyataan para pegawe membenarkan kalo Adinda adalah atasan yang sangat baik pada pegawenya dan juga orang yang sangat ramah pada semua orang.
Brrtt brrrt
"Halo," jawab Dinda dengan suara lemas.
"Sayang, tak suka kah mendengar suaraku?" jawab Mexca dari sebrang.
"Maaf, bukan begitu. Ada apa anda menghubungiku?" Tanya Dinda pada Mexca.
"Hem,,,ada apa ya? Kalo sore sore begini harusnya setelah pulang kerja ada orang yang menyambut dan membuatkan makan malam untukku, itu pasti akan sangat menyenangkan." jawab Mexca sambil berfikir, walo Dinda tak akan tau ekspresinya.
"Baiklah, datanglah. Aku akan masak makan malam untuk anda, ada yang ingin anda makan?" Tanya Dinda pada Mexca.
"Tidak ada. Tapi aku mau membawa kamu untuk makan malam diluar, siap - siaplah aku akan menjemputmu setelah ini. Kata Mexca dengan nada lembut.
"Baiklah, tapi apa anda gak apa membawahku keluar? Nanti nama baik anda ikut buruk karna aku." jawab Dinda atas ajakan makan Mexca.
"Sayang, kita akan bersatu. Jadi buruknya dirimu aku akan menutupi, jadi jangan cemaskan soal itu. Bukankah nama baikmu sudah bersih." kata Mexca meyakinkan Adinda.
"Bersiaplah satu jam lagi aku nyampek." kata Mexca sebelum dia menutup telponnya.
Dan Dinda sedang siap - siap untuk menemani Mexca makan malam diluar. Setelah selesai bersiap Dinda duduk di depan pianonya
__ADS_1
Terima kasih cinta
Tersadar di dalam sepiku
Setelah jauh melangkah
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekap tanganmu
Terima kasih, cinta, untuk segalanya
Kau berikan lagi kesempatan itu
Tak akan terulang lagi semua kesalahanku
Yang pernah menyakitimu
Tanpamu, tiada berarti
Tak mampu lagi berdiri
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekap tanganmu
Terima kasih, cinta, untuk segalanya
Kau berikan lagi kesempatan itu
Tak akan terulang lagi semua kesalahanku
Yang pernah menyakitimu
Oh-uh-uh
Terima kasih, cinta, untuk segalanya
Kau berikan lagi kesempatan itu
Tak akan terulang lagi semua kesalahanku, oh-uh
Kesalahanku
Yang pernah menyakitimu
"Tuan Mexca," sapa bi Sumi yang melihat Mexca datang. Dan Mexca tersenyum ramah
"Silakan masuk tuan, non Dinda sudah menunggu dari tadi," bi Sumi mempersilakan Mexca untuk masuk kedalam rumah.
"Terima kasih bi, apa dia baik - baik saja selama ini?" tanya Mexca dan dia melangkah masuk sampai dia berdiri di belakang Dinda yang sedang asyik dengan pianonya.
"Alhamdulillah baik tuan, bibi permisi tuan." pamit bi Sumi setelah Mexca didalam.
"Merdu sekali, sudah lama aku tak mendengar suaramu. Aku sempat lupa kalo kamu dulu adalah penyanyi cafe yang berhasil menarik perhatianku." kata Mexca menggoda Adinda yang tak menyadari kedatangan Mexca.
"Maaf, aku tak tau kalo anda sudah datang. Apa anda sudah lama berdiri disitu?" kata Adinda memutar tubuhnya menatap Mexca
"Tunggu. Tunggu dulu, teteplah begitu dan senyumlah sedikit. Aku ingin melukis wajahmu dalam hatiku," kata Mexca saat melihat Adinda mau berdiri. Dan berhasil 100% kalimat itu membuat Adinda tersipu malu.
"Baiklah sudah selesai." kata Mexca dan dia menatap handphonnya
__ADS_1
"Mau melukis aku dalam hati, atau memotretku dalam handphon," Tanya Dinda yang sadar kalo lagi foto sama Mexca.
"Hahaha... Ketahuan ya, dua duanya sayang. Biar saat aku lupa dan meninggalkan handphonku mereka bisa tau kalo kaulah pemilik hatiku." jawab Mexca sambil menggoda Adinda.
"Aku baru tau kalo anda orangnya pandai berkata manis." ledek Adinda yang sudah berdiri di depan Mexca.
"Hanya padamu sayang. Dan ini belum sepenuhnya ku tunjukkan, ayo." jawab Mexca sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Adinda, lalu beranjak keluar rumah
"Anda memang bule yang romantis," kata Adinda sambil mengikuti di belakang Mexca
"Bi, Dinda pergi dulu ya? Nanti bibi makan saja sama man Ujang gak usah nunggu Dinda." pamit Dinda pada bi Sumi.
"Iya, hati hati ya non," jawab bi Sumi dan mengantar kepergian Dinda dan Mexca sampai depan pintu.
"Kau akan tau yang lebih dari ini nanti, dan kau harus bersiap - siap untuk itu," jawab Mexca sambil membukakkan pintu untuk Adinda.
"Terima kasih, jangan menghujani aku dengan banyak perhatian. Nanti aku tak bisa lepas dari itu." ucap Dinda dan dia masuk kedalam mobil Mexca.
"Aku emang berniat untuk tak melepaskan dirimu sayang, dan membuatmu candu padaku." kata Mexca pada Dinda dengan senyum manis.
Bi Sumi dan suaminya Man Ujang melihat dan mereka berdo'a agar majikannya itu selalu bahagia.
"Pak, gimana kalo kita bilang pada tuan Mexca untuk memeluk Islam saja pak? Pasti non Dinda akan hidup bahagia bersamanya" saran bi Sumi pada suaminya
"Hus, jangan macam macam kamu. Masalah hati kita tak bisa memaksa. Kita do'ain aja semoga ada mugjizad dan hati tuan Mexca digerakkan untuk memeluk islam, kita hanya bisa ber'oa saja bu." kata man Ujang pada bi Sumi istrinya.
"Iya, Ya Allah... Semoga Engkau berikan kebaikan untuk tuan Mexca agar dia bisa tergerak untuk memeluk Islam. Karna Sumi ingin agar mereka bersatu selamanya. Amin" kata bi Sumi dan mengusapkan kedua tangannya ke wajahnya.
Dalam perjalanan Dinda menatap Mexca yang sedang menyetir. Karna saat menyetir Mexca tak berisik, dia diam dan fokus pada jalanan.
"Kenapa saat menyetir anda begitu pendiam?" Tanya Dinda yang merasa penasaran.
"Karna bahaya kalo sampai kita kecelakaan, jadi harus fokus," jawab Mexca sambil tetap fokus menyetir
"Hihihi..." Adinda terkikik mendengar kalimat yang dikatakan oleh Mexca.
"Jangan meledekku sayang, nanti aku bisa gak fokus dan hilang kosentrasi." kata Mexca lagi dengan tetap fokus menyetir.
Setelah sekitar 1 jam lamanya akhirnya Dinda dan Mexca sampai pada sebuah rumah makan yang bisa dibilang sangat megah.
"Ayo sayang." ajak Mexca pada Adinda setelah dia memarkirkan mkbilnya.
Adinda keluar dan berjlan di samping Mexca, dengan melihat kekanan dan kekiri. Adinda terukau dengan nuansa dan desain dari rumah makan itu.
Saat Adinda dan Mexca masuk ke dalam lif, Adinda terus menempel pada Mexca dan itu membuat Mexca tersenyum karna dia merasa jadi orang yang sangat dibutuhkan oleh Adinda untuk melindunginya.
"Jangan takut sayang, ada aku di sini." ucap Mexca dan itu membuat Adinda tersenyum dan menganggukkan kepala.
Setelah keluar dari lif Adinda terkejud, karna di sana bukan hanya ada dia dan Mexca berdua yang ingin makan, melainkan keluarga Mexca sudah berada dibsana.
Nuansa tempat makan yang bisa melihat langit sore yang indah membuat Adinda menyukai tempat itu. Karna dia merasa sangat bebas dengan pemandangan luar yang bisa melihat seluruh daerah dari atas d an juga hamparan langit yang luas.
"Halo sayang, kemarilah. Mama ingin tau seperti apa gadis yang membuat anak mama itu jadi gila." kata mama Mexca menyambut Adinda yang baru datang.
Adinda yang mendapatkan penyambutan dan penerimaan dengan baik oleh semua anggota keluarga Mexca merasa terharu. Karna dia sebelimnya belum pernah mengenal mereka semuanya, kecuali Merisca yang ternyata adalah adik mexca.
Setelah mereka semua berkenalan dan berama tama, serta makan malam yang bisa dibilang sangat mewah itu. Mereka melanjutkan dengan berbincang - bincang. Dan Adinda baru tau kalo tuan Yosef orang yang menawarkan kerja sama adalah ayah Mexca dan Merisca adalah adik kandung Mexca.
Acara makan malam dan perkenalan keluarga Mexca berjalan dengan baik, walo Adinda awalnya tak tau apa apa masalah pertemuan dengan orangtua Mexca.
Adinda merasa bersyukur karna keluarga Mexca bisa menerimanya walo dia pernah sempat dirumorkan buruk di media masa.
__ADS_1