
Setelah mendapatkan ijin dari adinda dan juga mexca monica jadi sering ketemu dengan alea baik di resto atau butik yang sebelumnya monica akan menghubungi adinda dulu.
Seperti saat ini, adinda menatap bahagia melihat interaksi antara monica dan alea juga alan yang tak mau ketinggalan jika kakaknya maen dengan siapa pun. Adinda tersenyum melihat kebahagiaan monica, lama diawasi monica seolah telah berubah tak seperti dulu lagi, dan dia juga tak pernah membahas soal bram.
Banyak sekali hadiah yang diberikan oleh monica untuk alea dan juga alan, hingga kamar mereka penuh dengan segala macam mainan.
"Sayang apa tadi monica datang menemui Lea lagi?" tanya mexca saat mereka tengah asyik bersantai.
"Iya, tadi siang kami ketemu di mol, dan maen sebentar. Kenapa mas?" tanya dinda yang menyandarkan kepalanya dibahu mexca, karna tangan mexca direntangkan disandaran sofa.
"Gak papa, cup." ucap mexca dan mengecup kening dinda.
"Papa Lea juga mau dikecup kayak bunda." rengek alea yang melihat papanya mengcup kening bundanya.
"Al au Pa." si kecil pun juga ikutan merambat naik kepangkuan mexca
"Kalian benar - benar harus dititipkan." ucap mexca yang selalu terganggu saat mau mesrah sama istrinya.
Adinda tertawa melihat 3 orang kesayangannya itu, karna jika mereka sedang rusuh seperti saat ini pasti suasana rumah jadi makin rame dengan gelak tawa dari dua buah hatinya yang mendapat gelitikan dari sang papa.
"Ya Allah, semoga kebahagiaan ini tak pernah hilang." dinda berucap do'a pada sang pencipta.
*
*
*
Hari ulang tahun
"Jadi maksudnya ulang tahun Alea yang sebenarnya adalah sekarang?" tanya mama mexca pada adinda yang menyiapkan pesta untuk putra dan juga putrinya.
"Iya ma, ini adalah tanggal kelahirannya yang asli." ucap dinda pada mama mexca yang saat itu datang ikut membantu menyiapkan pesta.
"Hem, takdir yang aneh. Bagaimana bisa tanggal mereka sama ya? 🤔" mama mexca berfikir sambil terus bergumam
"Tapi enak sayang, jadi sekali saja repotnya untuk ulang tahun mereka. Hahaha." mama mexca berkata sambil terbahak.
Semua orang datang pada hari perayaan ulang tahun alan yang ke 1 tahun dan alea yang ke 4 tahun. Semua orang berbahagia, termasuk alea dan alan yang mengenakan baju senada. Perayaan ulang tahun yang dilaksanakan di cafe milik dinda itu berjalan dengan sangat ramai dan lumayan mewah.
Dalam berbagai orang dan juga kebahagiaan yang menyelimuti ada seseorang yang tak berani bergabung dengan kebahagiaan keluar mexca itu, dia hanya melihat dan mengawasi dari tempat duduknya disudut cafe.
Setelah hiruk pikuk keramaian pesta itu terlihat banyak orang yang mulai pulang dan pesta berakhir.
"Apa yang kau lakukan di sini?!" bentak seorang pria pada monica yang dari tadi duduk di pojokan cafe.
__ADS_1
"Ah, Di - dido. A - aku hanya ingin melihat saja." ucap monica terbata, dengan bungkusan di tangannya.
"Eh, mbak monica? Kenapa di situ kemarilah."panggil dinda yang melihat monica berdiri bicara dengan dido.
Saat monica berjalan mendekati adinda, dido merasa ada yang aneh dan juga takut kalo nanti monica berulah membuat adinda menderita lagi, namun melihat adinda yang menyambut monica dengan senyuman yang sangat lepas dia merasa kalo mereka telah berhubungan baik.
Monica memberikan kado yang tadi dibawah untuk alea dan juga alan, lalu mereka bertiga foto bersama. Terlihat raut wajah bahagia dari monica yang bisa ikut merayakan pesta ulang tahun putrinya walo itu hanya dia saja yang tau betaba bersyukurnya dia karna putrinya benar - benar mendapatkan keluarga yang baik dan menyayanginya.
*
*
*
"Sayang, dua minggu lagi hari jadi pernikahan kita, kamu mau dirayakan diman? Atau mau liburan kemana?" tanya mexca saat mereka bersantai di kamar alea, menemani alea belajar dan si perusak (alan) bermain.
"Ayo kita rayakan bersama dengan anak - anak saja, tak perlu pesta lagi. Karna baru juga 2 minggu lalu kita merayakan ulang tahun anak - anak." jelas dinda sambil sibuk dengan laptopnya karna dia lagi mengecek pengeluaran dan pemasukan butik, cafe, serta restonya.
"Begitu, baiklah mas ikut apa kata kamu saja." ucap mexca lalu mengecup sekilas bibir dinda, dan itu membuat dinda terkejud, karna dilakukan mexca begitu cepat.
Hari - hari berlalu begitu cepat, hingga tak terasa waktu hati H ulang tahun pernikahannya sudah tinggal 3 hari lagi.
Sambil melihat mexca yang malam itu bermain dengan anak - anaknya dinda berfikir keras untuk memberikan kejutan pada mexca di Hari ulang tahun pernikahan nanti, tapi dinda tak tau apa.
Brrrt . . Brrrt
"Halo,assalamu'alaikum dinda sayang? Bisa tidak besok mama mampir karna mama kangen banget nich sama cucu - cucu mama?" tanya mama mexca, dn dinda pun tersenyum karna dia memiliki ide.
"Wa'alaikumsalam ma, tentu saja. Ada yang ingin dinda mintak tolong juga sama mama." jawab dinda dengan senyum sumringah karna dia sudah dapat ide mau memberi kejutan apa dihari ulang tahun pernikahannya nanti.
"Siapa yang telpon sayang?" tanya mexca setelah dinda mematikan sambungan telponnya.
"Mama, katanya rindu sama cucu - cucunya dan mau kesini." jawab dinda dan menatap layar laptopnya lagi.
Dan siang itu mama mexca beneran datang ke rumah dinda setelah pulang dari arisan sambil membawah makanan yang diambil dari tempat artisan tadi.
"Loh bu Ambar, ibu dari mana kok rapi?" tegur bi sumi yang melihat mama mexca datang dengan pakean rapi, karna biasanya hanya menggunakan setelan kaos dan terening saja kalo datang.
"Ah, saya terlihat aneh ya bi kalo kesini rapi padalan tak ada acara 😄" tanya mama mexca sambil tertawa lebar.
"Tidak juga bu." jawab bi sumi tersenyum.
"Oh, iya ini untuk bibi." mama mexca menyerahkan bungkusan yang dibawahnya.
"Halo cucu - cucu oma yang cantik dan tampan.!" teriak mama mexca begitu masuk dan melihat dua bocah yang tengah asyik makan camilan mereka.
__ADS_1
"Oma.!" teriak alea dengan senyum lebarnya dan alan yang ada dipangkuan alea.
"Hey, cucu opa lagi makan apa ini?" mama mexca mendekat pada dua bocah itu.
"Buah." jawab alea
"Uah." alan ikut menjawab seperti kakaknya.
"Dimana mamamu sayang?" tanya mama mexca lagi yang tak melihat adinda.
"Sholat." jawab alea sambil nguapin buah ke mulut alan.
"Oat." alan ikut menjawab lagi mengikuti alea.
"Assalamu'alaikum ma." ucap salam dinda saat dia selesai sholat.
"Iya wa'alaikumsalam. Apa yang ingin kamu bicarakan sama mama?" tanya mama mexca pada dinda prihal yang mau dimintak tolong padanya.
Dinda pun menceritakannya pada sang mama kalo dia ingin menitipkan anak - anaknya dan ingin memberi kejutan pada mexca di hari jadi pernikahan mereka nanti.
"Oh, jadi begitu? Tidak masalah, mama akan membawah para bocah peganggu ini, dan silakan habiskan waktu kalian berdu'a." ucap mama mexca dengan senyum lebar.
"Kamu tenang saja sayang, kebetulan juga mama ingin membuat rumah mama ramai. Akan ku buat papamu sibuk dengan kehadiran mereka." mama mexca menyeringai seolah ingin mengerjain papanya.
"Terima kasih ya ma." dinda tersenyum malu
"Loh ma, ngapain mama kesini?" tanya mexca begitu masuk rumah dan melihat ada mamanya.
"Anak kurang ajar, ketemu mama itu ucap salam. Mama uda mu'allaf ini." tegur kesal mama mexca pada anaknya itu.
"Iya iya assalamucalaikum, hal itu bukan sesuatu yang harus diumbar." tegas mexca
"Wa'alaikumsalam. Biar aja, setidaknya mama jadi punya dua mantu yang bisa ngendaliin kalian berdua." sewot mama mexca
"Emang mama ngelahirin anak binatang buas?!" kesal mexca yang mendekat dan salam dengan mamanya lalu mengecup pipi dinda.
"Nah entu tau." ledek mamanya pada mexca.
*
*
*
Hari H dinda bilang ingin makan dan menginap di hotel bareng - bareng dengan anak - anak untuk menghabiskan waktu bersama secara sepesial dengan keluarga dihari jadi pernikahannya tahun ini. Dan tanpa curiga mexca mengiyakan saja, karna menurut mexca menghabiskan waktu bersama juga lumayan.
__ADS_1
Siang itu dinda berangkat ke rumah mamanya dengan membawah serta kedua anak - anaknya untuk dititipkan sama mamanya.