(Revisi) Terlambat Menyesalinya

(Revisi) Terlambat Menyesalinya
Rindu sosok dinda


__ADS_3

"Aaaaaarrgh. Sial.! Mexca aku pasti akan membalas semua yang sudah kamu lakukan hari ini. Jika aku tak bisa mendapatkan Adinda maka kamu juga tak berhak." geram bram yang merasa kalah dari mexca.


Bram melajukan mobilnya menuju rumahnya tanpa menunggu acara pesta orang tanya selesai. Selama dalam perjalanan bram terus bergumam kesal dan merencanakan hal - hal untuk memisahkan mexca dan adinda.


"Halo. Dengarkan aku, kamu harus melakukan sesuai dengan yang sudah kita rencanakan dari awal. Buka dan publikasikan semua yang sudah kamu ambil sampai adegan yang tadi." perintah bram pada seseorang lewat telpon.


Dan setelah selesai menghubungi orang lewat telpon bram langsung masuk ke dalam kamar yang dulu ditempati adinda. Dia membersihkan dan mengompres wajahnya yang luka dan lebam.


"Ais. Sakit sekali pukulan orang itu." gerutu bram yang menyeka dan mengompres luka lebamnya dengan es batu.


"Heh, tapi aku tak akan membiarkan mereka bersama terus." bram mengulas senyum liciknya.


Bram mengingat kejadian saat di parkiran, dan dia merasa kesal saat mexca memamerkan kemesraan mereka berdua dan lagi kalimat mexca yang menyatakan kalo dirinya tak akan bisa mendapatkan adinda sampai kapan pun.


"Kita lihat apa yang akan kamu lakukan jika kabar tentangku tersebar, mari kita lihat sampai kapan orang yang berpura - pura baik itu tetap baik." seringai bram semakin mengerikan, karna dia terobsesi dengan adinda yang sudah dia lepas karna kesalahannya sendiri.


"Adinda aku sangat merindukanmu, harusnya aku menjaganya dengan baik, dan cium - mannya tadi sungguh sangat nikmat." gumam bram sambil merebahkan tubuhnya dan memegang bibirnya sendiri, mengingat kejadian dia dan adinda saat diparkiran.


"Sial. Semua gara - gara si mexca sialan itu, kalo gak aku sudah bisa menikmatinya, sesuatu yang dulu harusnya jadi milikku." kesal bram yang ingat tau - tau ditendang sampai ambruk oleh mexca.


****************************************


****************************************


Sementara ditempat lain, di sebuah kamar hotel mexca dibuat kewalahan oleh dinda yang tak bisa diam. Dinda melompat kesana kemari dan menari tak karuan, serta melompat ke arahnya dan menjadikan dirinya sebagai kuda dengan menunggang dipunggung mexca dan memukul - mukul mexca untuk berjalan.


"Sayang sudah dong capek ini." keluh mexca mohon pada dinda yang tak mau turun dan terus memukul lengan mexca jika mexca berhenti jalan.


"Capek? Kenapa kau begitu jahat padaku, padahal saat kau naik diatas tubuhku aku tak pernah bilang berhenti walo aku capek, hiks." dinda turun dan menangis serta tak mau dipegang oleh mexca dan dudu di pojokan tempat tidur.


"Waduh susah kalo sampai dia ngambek." gumam mexca mencobak mendekatinya (adinda).


"Aku gak nyangka kalo lagi mabuk istriku ini sangat pandai menyiksa orang, punggungku putus rasanya." keluh mexca sambil mendekat dan mencobak menenagkan istrinyanya yang lagi ngambek.


"Sayang sudah sini jangan marah lagi, mas jadi kuda lagi ya?" ucap mexca sambil memegang dagu istrinya dan mengarahkan ke wajahnya agar dia menatap mata mexca.


"Ah. Egrm." mexca terjatuh ditempat tidur dan mulutnya dikunci oleh adinda dan mexca membalas cium - maann itu jadi lum - attan yang sangat panas.


"Sayang kamu telah membangkitkan senjatanya, ayo kita bermain perang - perangan." bisik mexca ditelinga dinda.


"Main perang - perangan? Yeeeee... Ayoh aku akan jadi komandannyan." teriak dinda sambil melompat - lompat.


"Duh, kalo aku tak mengikatnya dia tak akan bisa diam." ucap mexca yang langsung meleps dasinya dan mengarahkan kedua tangan dinda diatas kepalanya dan mengikatnya dengan dasi.


"Eh, mau main lepas borgor seperti pesulap ya?" tanya dinda dengan polos seperti anak - anak, dan dijawab dengan anggukan serta senyum manis mexca.


Mexca tersenyum menatap istrinya yang begitu menggoda, 💋 mexca mell - ummat bibir dinda dan berpinda keleher begitu puas bermain lidah. Setelah itu turun lagi kedada setelah meninggalkan banyak tanda dileher, mexca bagai bayi yang kehausan dia bermain lama didada dinda serta tak lupa meninggalkan jejaknya disana. Hingga suara sexy lolos dari mulut dinda.


Sekip, silakan kalian berfantasi dan bermain imajinasi sendiri jadi seperti apa permainan mereka berdua, yang jelas sangat🔥panas.


"Sayang aku gak tau berapa banyak yang dimasukkan oleh mantan suamimu hingga kamu tak mampu menguasai dirimu seperti ini." gumam mexca yang melihat dinda istrinya tertidur karna kelelahan setelah permainan mereka.

__ADS_1


Mexca tersenyum dan mengecup kening istrinya "Kamu tak boleh mabuk jika tak ada aku sayang, bisa bahaya kalo sampai orang lain tau keadaanmu yang seperti ini." senyum terulas dibibir mexca yang merasa puas dengan permainan istrinya yang sangat mendominasi permainan.


"Kamu benar - benar canduku sayang, tak ada rasa puas yang sempurna saat bermain denganmu, karna kamu selalu mampu membangkitkan has - ratku lagi, lagi dan lagi." mexca bergumam sambil menarik tubuh istrinya dan mendekapnya hingga dia juga ikut terlelap.


"Aaaaarh.!! Apa ini, apa yang terjadi?!" dinda teriak saat dia sadar dan mendapati tubuhnya polos.


"Ugh, sayang ada apa. Kenapa kamu teriak?" gumam mexca dengan suara parau khas suara orang bangun tidur.


"Eh, mas Abi?" panggil dinda bingung dan mencobak mencerna kejadian sebelumnya dan dengan samar dia mengingat kalo dia berciu - man dengan bram bukan mexca.


"Apa aku salah ya. Apa dari awal itu mas Abi?" tanya dinda dalam kebingungannya.


"Tidak sayang, mas datang terlambat. Tapi mas sangat berterima kasih pada mantan suami kamu, karna berkat dia mas jadi bisa melihat permainan kamu yang sangat luar biasa 🔥🥵." ucap mexca sambil mengipas - ngipas dengan tangan dan menjulurkan lidahnya.


"Mas...!!" dinda mencubit mexca saat dia ingat kalo dinda berhasil melepas ikatan mexca ditangannya dan berbalik mengikat mexca lalu menguasai tubuh mexca hingga mexca benar - benar terkapar karna kepuasan yang sangat luar biasa karna permainan adinda.


****************************************


****************************************


"Nak Dinda, Ya Allah apa nak Dinda gak papa? Maaf bibi gak bisa menjaga nak Dinda dari orang keji itu." ucap bi sumi yang melihat adinda pulang dan masuk kedalam rumah.


"Masya Allah bi, salam dulu. Assalamu'alaikum." ucap dinda sambil tersenyum dan memeluk bi sumi yang terlihat khawatir pada dirinya.


"Maaf nak, iya wa'alaikumsalam bibi sangat khawatir saat tersadar ada di rumah sakit bersama nak Faris." ucap bi sumi sambil melangkah mengambilkan air untuk adinda dan mexca yang duduk di meja makan.


"Tapi nak Dinda benar gak papa kan ya?" tanya bi sumi lagi dan mang ujang hanya berdiri dibelakang istrinya ( bi sumi)


"Dia gak papa bi, justru tenaganya sangat luar biasa dan liar semalam." ucap mexca dengan mengedipkan mata pada dinda.


"Syukurlah kalo begitu, karna bibi sempat khawatir kalo orang keji itu akan memanfaatkan kesempatan." ucap bi sumi lalu pergi meninggalkan dua orang yang lagi kasmaran.


Setelah beberapa minggu kehidupan terasa sangat damai dan menyenagkan tiba - tiba mexca mendapatkan telpon dan juga kabar dari mamanya yang membuat mexca merasa geram dan juga kesal, hingga ingin membunuh orang.


Brrrt


"Ya ma ada apa?" ucap mexca saat dia menerima panggilan dari mamanya.


"Apa?! Mama gak salah kan? Baik, mexca mengerti." klik mexca menutup panggilan telpon dari mamanya.


"Kenapa Mas?" tanya dinda yang merasa penasaran.


"Kita nyalakan tv." ucap mexca sambil menyalakan tv yang ada di dalam kamr mereka.


Di tv itu diberitakan bahwa adinda istrinya bram telah direbut oleh seorang pengusaha kaya raya yang berasal dari LA dengan tipu muslihat. Serta adegan mesra antara dirinya dengan dinda juga ditampilkan saat mereka berjalan bergandengan tangan, duduk di restoran yang juga bergandengan tangan, bahka ciiuum - man yang sangat mesrah, lama dan meng - gairahkan.


"Masya Allah, apa ini semua mas?" tanya dinda dengan tubuh yang gemetar dan air mata yang mengalir dengan deras.


"Jangan takut sayang, ada mas di sini. Masih ingat kan kalo mas bisa menghancurkan siapa saja tapi bukan kamu." ucap mexca menarik tubuh istrinya dan memeluknya erat.


"Bram, kau mencari musuh yang salah. Aku membiarkanmu tapi kau semakin menjadi." gumam mexca dalam hati dengan pandangan menggelap dan seringai membunuh.

__ADS_1


"Izinkan mas untuk membalasnya, karna dia tak bisa hanya dibiarkan saja." bisik mexca meminta izin dinda, dan dinda membalas dengan anggukan dalam pelukan mexca.


"Tayangkan sekarang juga." perintah mexca pada seseorang dari telponnya.


Tak berselang lama berita dari bram tertutupi oleh berita yang ditanyangkan oleh bawahan mexca. Dalam waktu singkat berita itu telah membuming hingga keseluruh wilayan. Namun si bram tetap berkekeh dan bersihkeras melawan mexca.


****************************************


****************************************


Pada hari ke 3 dari sejak berita itu menyebar mexca dan juga dinda yang menjadi topik utamanya mendapat undangan dari setasiun tv, dan mexca sekalian membuat klarifikasi atas kejadian itu.


Di setasiun tv itu bram yang juga mendapat undangan merasa tak terima dengan berita yang ditayangkan oleh mexca, dia menuduh mexca telah memfitnahnya. Dan bersih keras meminta adinda untuk memilih antata dirinya dan mexca, dan juga menyatakan rasa cintanya pada adinda serta ungkapan kerinduannya akan sosok adinda dalam kehidupan rumah tangganya.


Mexca yang mendengar itu merasa geram dan juga kesal, apa lagi dia melihat istrinya yang berusaha tegar dengan tubuh yang bergetar hebat, membuat amarah seorang mexca menjadi meluap keluar.


"Apa kau sudah gila hah?! Kau adalah pendosa, kau manusia keji yang tak bermoral, dan orang yang tak tau malu yang ku kenal." bentak mexca sambil memeluk istrinya ( adinda)


"Apa salahku.?! Jangan mengatai orang sembarangan, aku hanya ingin kau mengembalikan istriku.!" teriak bram yang tak menyadari dengan kesalahannya.


"Heh, istri? Dengarkan aku tuan bram yang terhormat. Dari awal kau sudah melakukan kesalahan,



Kau telah melakukan kesalahan dengan menikahinya. ( Adinda )


Kau telah berbuat curang dengan menyuruh dia menanda tangani kontrak pernikahan.


Kau telah membohonginya, karna dalam kontrak kau akan melepaskan dia dalam waktu 2 tahun, namum sampai 3 tahun kau menahannya.


Kau telah berlaku zdolim dengan memperlakukan dia bagai pembantu selama 3 tahun didalam rumahmu.


Kau telah berdosa dengan menduakan dia dan membawa wanita lain kedalam pernikahan kalian.


Kau telah berbuat keji dengan menceraikan dia tanpa sebab yang jelas.


Kau telah melecehkan dia dengan berusaha memperkosanya.


Kau telah memandang rendah dia dengan memaksa mennci - umnya saat dia tak sadar.


Kau telah tega menjebak dengan mencampur minumannya dengan alkohol.


Kau telah mempermalukan dia dengan berita yang kau buat saat ini.


Pikirkanlah apa itu yang kau sebut dengan mencintainya?" cibir mexca pada bram yang tak bisa menjawab.



"Kenapa? Apa kau merindukan sosok Adinda?" tanya mexca dengan pandangan dan nada meremehkan bram.


"Lalu kemana kau selama menjadi suaminya? Dan kenapa baru sekarang kau merindukan sosok Adinda?" ledek mexca dengan seringai yang meremehkan bram.

__ADS_1


"Jangan pernah mengganggu istriku lagi, baru pekerjaan yang ku ambil, jangan sampai aku mengambil nyawamu juga.!" ancam mexca dengan pandangan membunuh pada bram.


Setelah mengungkap segala kelicikan dan kekejian sikap bram selama menjadi suami dan mantan suami adinda, mexca melakukan klarifikasi kalo dia menikahi adinda setelah adinda menjadi janda 2 tahun lamanya, dan dia tak merebut istri dari siapa pun.


__ADS_2