(Revisi) Terlambat Menyesalinya

(Revisi) Terlambat Menyesalinya
Kejutan ulang tahun.


__ADS_3

Setelah acara tv itu mexca membawah adinda pergi untuk bersenang - senang agar dia tak ingat akan kejadian yang tak mengenakkan itu. Dalam sebuah taman hiburan mexca menyewa semuanya untuk 3 jam kedepan khusus buat adinda istri kesayangannya.


"Kok sepi mas gak ada pengunjung? Mungkin sudah tutup, kita kembali lagi lain waktu saja. Lagian aku juga gak papa kok, selama ada mas Abi bersamaku aku tak akan merasa takut lagi akan diterpa hal buruk." ucap adinda dengan mendongak menatap mexca yang lebih tinggi darinya.


"Benarkah? Tak ada rasa takut lagi?" tanya mexca dengan memeluknya erat.


"Hem, apa pun beritanya aku tak takut lagi. Aku sadar dengan yang mas bilang kalo aku adalah korban dimasa lalu dan aku gak mau jadi korban lagi." ucap dinda tersenyum lebar.


"Kalo kabar tentang kamu yang tidur dan bermesraan dengan pria muncul bagaimana?" tanya mexca dengan tatapan serious, yang membuat dinda bertanya dalam hati ada apa gerangan.


"Em... Kalo prianya adalah mas Abi aku akan terima, tapi kalo prianya orang lain aku tak akan terima. Dan aku akan membuat orang itu meminta maaf padaku, karna aku tak pernah tidur dengan seorang pria selain dengan mas Abi, walopun aku adalah seorang janda." jelas dinda setelah berfikir panjang.


Mexca tersenyum mendengar jawaban dinda 💋 mexca mellu - mat bibir dinda dengan mesrah dan sangat dalam sambil bersandar di samping mobil mereka. Adinda menikmati dengan melingkarkan tangannya dileher suaminya ( mexca).


"Sayang kita belum pernah melkukannya ditempat umum, bagaimana kalo sekarang kita melakukannya di sini?" tanya mexca sambil berbisik ditelinga adinda.


"Mas.!?" geram dinda sambil mencubit lengan mexca.


"Tak masalah, ayo kita cari tempat sayangku." mexca menarik tangan dinda dan masuk kedalam area taman bermain itu.


Mexca dan dinda berjalan santai menikmati pemandangan gemerlapnya lapu yang ada disetiap wahana dan jalanan setapak, sambil dinda makan es crem dan menggandenga tangan mexca. Sementata mexca celingukan seolah dia sedang menentukan posisi yang pas.


"Mas kita duduk di situ yuk." ajak dinda saat dia melihat bangku yang ada dibawah pohon rindang dengan sinar lampu warna warni.


"Baiklah ayo, dan tunggu di situ dulu mas akan segera kembali." ucap mexca pada dinda yang mulai duduk dan menikmati es cremnya lagi.


Sekitar 15 menit akhirnya mexca kembali dan membawah dinda untuk berfoto diberbagai tempat, setelah itu mereka masuk ke dalam lorong yang ada dibawah tangga perosotan yang lumayan luas bisa dimasukin 2 orang dewasa.


"Ngapain kita duduk di sini mas? Kan gel,,, eghm.!" kalimat dinda tertahan karna mexca telah membungkam bibir dinda dengan bibirnya.


"Kita lakukan di sini sayang?" bisik mexca yang sudah melepas jilban dinda.


"Tapi mas ini agak, bagaimana kalo ketahuan orang lain?" tanya dinda takut, tapi mexca sudah menyusup diantara leher dinda.


"Mas?!" panggil dinda sambil memukul bahu mexca.


"Hem." jawab mexca yang terus saja mengecupi leher istrinya itu dan tangannya membuka satu persatu kancing baju dinda.


"Di sini akan lebih menatang sayang bukankah tadi kamu bilang gak akan peduli jika berita tentangmu bersama pria tersebar asalkan itu aku?" tanya mexca dengan merebahkan tubuh dinda yang sudah terbuka bagian depannya.


"Jadi itu maksud pertanyaan mas Abi tadi? Dan ini sejak kapan ada karpet yang begitu nyaman ditempat ini?" tanya dinda yang baru sadar kalo dia rebahan diatas karpet yang nyaman dan hangat.


"Hihihi.... Itu rahasia." jawab mexca yang mulai beraksi dan dinda menikmati permainan serta sentuhan dari suaminya, namun dia menahan agar suaranya tak keluar karna ini ditempat umum.

__ADS_1


"Sayang, waktunya telah habis. Ayo kita lanjutkan lagi di rumah." bisik mexca pada dinda yang terkulai karna aksinya.


Orang - orang sudah mulai berdatangan satu persatu, dinda berjalan sambil tertunduk karna malu dan takut ada orang yang menyadari kalo mereka habis melakukan perbuatan yang memberikan kenikmatan surgawi.


****************************************


****************************************


"Sampai di rumah sudah malam sekali waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, setelah mandi dinda menjalankan sholat isya' sementara mexca sedang menghubungi seseorang.


"Lah sudah selesai mandi sayang?" tanya mexca yang melihat dinda sudah mengeringkan rambutnya sambil duduk didepan tolet.


"Sudah. Sana mas Abi mandi dan sholat, belum isya'an loh." perintah dinda, dan mexca pun masuk kedalam kamar mandi.


"Sayang ayo kita lanjut lagi." rengek mexca yang masih mengenakan baju lengkap dengan sarungnya.


"Lah, mas Abi shalat dulu." jawab dinda yang terbangun karna ulah mexca yang terus merengek.


"Sudah kok sayang barusan, saat kamu tidur." kata mexca yang mulai mengecup bibir dinda.


Dan akhirnya mereka melakukannya lagi, pergulatan yang diinginkan oleh mexca, dan di sini dinda bisa menyuarakan suara sexinya yang bisa membuat mexca semakin bergaira lagi, lagi dan lagi.


Sebulan sudah berlalu dari kejadian di acara tv itu, dan dalam hati aku selalu bertanya dari mana suamiku ( mexca) memiliki rekaman kalo mas bram yang memberiku obat diacara makan di kantor serta menculikku saat aku sedang tak sadarkan diri didalam mobilku.


Aku memundurkan mobilku dan melajukannya lagi melewati mobil mas bram, aku tak mendengar teriakannya memanggilku, karna aku gak mau lagi berurusan dengan orang seperti mas bram. Selama ini aku bersikap lunak karna aku menghormati dan memandang orang tuanya yang selalu baik padaku.


****************************************


****************************************


Sesampainya di rumah mertuaku aku langsung pergi kelantai dua tempat kamar suamiku berada. Ya karna sudah sebulan ini kami ( aku dan suamiku) tinggal di rumah mertua, karna rumahku sedang direnofasi oleh suamiku ( mexca).


"Keadaan rumah sangat sepi jika semua orang pergi ya." gumamku yang turun kebawah dan menyibukkan diri di dapur.


"Kira - kita kapan ya mama pulang dari liburan? Dan merisca juga sudah mulai aktif didunia model jadi sering tak dirumah. Haaah..." aku masak dengan berkali - kali menghembuskan nafas dalam.


Brrrrtt


""Eh, siapa yang menghubungiku ya? Loh mama?" ku angkat dan ku dengarkan mama mertuaku bicara yang baru ku tau kalo 2 hari lagi adalah hari kelahiran suamiku ( mexca).


Setelah aku merundingkan sebuah kejutan untuk merayakan ulang tahun suamiku dengan mama mertuaku lewat telpon, aku pun menyarankan pada mama mertuaku untuk mengadakan kejutannya di cafeku atau restoku saja biar lebih enak untuk merancang semua kejutannya. Dan mama mertuaku setuju.


Tepat pada hari H yang akan datang nanti malam, aku sengaja membuat suamiku merasa kesal denganku dengan terus menghindarinya dan menjahuinya, karna jika tidak begitu aku tak akan bisa menyiapkan kejutannya dengan sempurna.

__ADS_1


Pada waktu yang sudah ditentukan tepat pukul 11.50 malam dan semua orang sudah berada ditempatnya yaitu cafe sebagai tempat merayakan sekaligus memberi kejutan ulang tahun untuk suamiku. Semua orang sudah berkumpul dan bersiap - siap di sanan.


"Halo Mex, kamu dimana? Dinda mengalami kecelakaan dan ini kami mau membawahnya ke rumah sakit, tapi Dinda gak mau dia ingin ketemu kamu." suara didi menghubungi mexca yang sedang kesal sambil mengerjakan pekerjaannya di ruang kerja rumahnya.


"Bagaimana keadaanya? Kalian dimana sekarang?" tanya mexca panik karna mendengar bahwa istrinya mengalami kecelakaan, yang sedari pagi selalu uring - uringan dengan dirinya.


"Kami di cafe kemarilah cepat." tut didi mematika sambungan telponnya setelah memberi tau posisinya.


Mexca yang merasa cemas langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh karna jalanan malam mulai lenggang dan sepi. Sementara di cafe semua orang sudah bersiap - siap, karna mereka tau jika panik mexca bisa menembus jarak puluhan kilo meter dengan waktu hanya 1 jam, karna dia adalah mantan pembalap.


Dan benar waktu yang harusnya butuh 1 jam dari rumah mertua mexca ke cafe dengan laju 60 kilo meter perjam hanya ditempuh mexca dalam 5 menit saja. Raut wajah panik dan gusar terlihat jelas di wajahnya.


Kerincing


Pintu cafe dibuka dengan keras oleh mexca yang sedang panik "Dinda?!" teriak mexca yang mendapati cafe dalam keadaan gelap serta sepi tak ada seorang pun. "Dinda, sayang?" teriaknya lagi.


Brak


Mexca menabrak kursi karna panik dan tak melihat dengan benar dalam keadaan gelap. Mata mexca memanas dan buliran bening mulai mengalir saat dia mendapati sosok gadis bergaun pink berdiri disudut ruangan dengan membawah sebuah kue dengan lilin yang menyala diatasnya.


Nafas mexca seolah tercekal dia menatap gadis itu penuh haru, lalu lampu pun menyala dengan terang dan semua orang meneriakkan ucapan selamat karna waktu sudah tepat menunjukkan pukul 12 malam. "Selamat sayang." ucap dinda dengan senyum merekah dan sangat cantik terlihat bagi mexca.


Mexca melangkah cepat, dan dinda memberikan kue yang tadi dipegang pada merisca yang berada disebelahnya. Lalu dinda menerima pelukan dari mexca yang mulai tersedu dalam pelukan dinda.


"Jangan lakukan ini, jangan pernah berbohong mengenai keselamatanmu. Karna aku tak sanggup hidup tanpamu." minta mexca yang masih terseduh, dengan tubuh bergetar dalam pelukan istrinya.


Dinda menepuk - nepuk punggung mexca serta meminta maaf karna membuatnya ketakutan serta panik dengan kebohongannya yang ingin memberinya kejutan. "Maafkan aku sayang, dan selamat ulang tahun." ucap dinda saat dia mengurai pelukannya dengan mexca.


Mexca yang tertundung dengan bekas air mata diwajahnya terlihat ****, dinda menyeka bekas air matanya lalu mengecup bibirnya sekilas, "Lagi sayang." pinta mexca dengan memeluk pinggang dinda, dan mereka pun melakukan ci - um - man dengan mesrah, dalam dan lama.


Setelah selesai memberi kejutan dan merayakan ulang tahun mexca secara sederhana, semua orang istirahat di gasebo yang ada di cafe Dinda. Dan untuk hari ini cafe sengaja ditutup yang biasanya buka 24 jam.


"Sayang terima kasih atas semuanya?" ucap mexca sambil memeluk dinda dengan mesrah. Yang dibalas dinda dengan senyuman dan kecupan dipipi mexca.


"Jadi aksi marah dan gak mau ku dekati dari pagi karna ingin menyiapkan semua ini untukku?" mexca semakin mengeratkan pelukannya pada dinda yang dilakukan dari belakang sambil duduk di gasebo.


"Maafkan aku mas." ucapan maaf dari dinda yang dibalas dengan 💋 mesrah dari mexca.



Mexca pun bermesraan di gasebo dengan adinda istrinya, dan mereka tidur sambil duduk berpelukan ala telelubis 🤭


Kutipan Kata :

__ADS_1


"Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang, makan belajarlah untuk menunggu. Mungkin kalian tidak ditakdirkan untuk bersama saat ini, tapi di masa depan."


__ADS_2