(Revisi) Terlambat Menyesalinya

(Revisi) Terlambat Menyesalinya
Wanita yg menggoda


__ADS_3

Setelah siap - siap akhinya dinda dan mexca kembali pulang, dalam perjalanan pulang mexca menggandeng tangan dinda dan gak mau melepasnya. Bahkan didalam pesawat pun mexca masih tetap menggandenganya saat dinda terlelap.


"Wah, cobak lihat orang yang duduk dikursi dekat jendela itu cakep banget ya? Sepertinya dia orang luar." ucap peramugari pada temannya.


"Iya benar, dia berkharisma banget. Dan wajahnya juga sangat enak dilihat." jawab dari teman peramugari itu.


"Aku akan cobak tanyakan apa dia butuh sesuatu." uacpa pramugari yang tadi, dan dia pun melangkah mendekati mexca.


"Maaf tuan, apa tuan butuh minuman atau makan ringan?" tanya sang pramugari pada mexca.


"Ah tidak, terima kasih." jawab mexca sopan.


Tak Lama kemudian pramugari tadi datang lagi mendekat "Tuan ini selimut tambahan." tawarnya pada mexca dengan senyum yang dibuat seindah mungkin.


"Tidak ini sudah cukup." jawab mexca lagi.


"Tuan snack untuk tuan." pramugari yang lainnya. Mexca hanya menggelengkan kepala.


15 menit kemudian "Tuan maaf minuman penghangat." tawar pramugari yang lain lagi, sehingga membuat dinda merasa terusik tidurnya.


Dan lagi - lagi datang pramugari lainnya untuk menawarkan sesuatu pada mexca. "Aduh mbak, gak lihat ya kalo dia sedang menggandeng tangan seseorang? Tolong jangan ganggu suamiku, dia gak butuh apa - apa." cercah dinda pada pramugari itu sambil mengangkat tangannya yang digenggam oleh mexca, lalu mexca mengecup punggung tangan dinda.


"Maaf nyonya." ucap pramugari itu lalu pergi.


"Wah, kamu bisa marah juga sayangku." ucap mexca dengan senyumnya yang menawan.


"Diam.!" bentak dinda kesal dan menarik tangannya yang digenggam mexca.


"Kok marah sama mas juga sih?" mexca mendekat dan mengecup pipi dinda.


"Tentu saja karna tidurku terusik." jelas dinda dan membuat mexca tersenyum.


"Yelah jadi ikutan kenapa gara - gara para pramugari." gumam mexca yang menatap dinda memunggungi mexca dengan memiringkan tububnya menghadap jendela.


*


*


*


"Wah, waaah lihat nih yang baru pulang dari liburan, apa kalian sudah membentuk bagian tubuh?" tanya merisca sambil senyum - senyum didepan dinda yang lagi duduk lesehan di ruang tamu bongkar barang oleh - oleh untuk semua orang.


"Tentu saja kami sudah melakukan prosesnya sejak awal bahkan setiap hari." jawab mexca dengan bangga pada pertanyaan adiknya.


"Pantas dinda terlihat begitu lelah." kata merisca sambil mengangkat dagu dinda dan menatapnya.

__ADS_1


"Apa an sih." ucap adinda malu - malu.


"Katakan kak mex kuat berapa ronde? Kan aku waktu kalian nikah belum sempat tanya, ayo katakan Din aku ingin tau." tanya merisca dengan tatapan berbinar.


"Gak tau ah." kata adinda dengan senyum malu.


"Kenapa kamu ingin tau? Mas selalu kuat kapan pun dan setiap saat." jawab mexca menyombongkan diri dengan membuka kedua tangannya dan menyandarkan di sandaran kursi.


"Ya ampun setiap saat? Kakak pikir punya kakak itu kecil, g sadar kalo punya senjata sebesar apa!? Jangan menyiksa kakak iparku.!" kesal merisca pada mexca sambil memukul kaki mexca yang duduk di kursi


"Uhuk uhuk." sontak adinda tersedak salifanya saat merisca bilang punya mexca besar.


"Eh, sayang kamu gak papa.?" tanya mexca spontak karna melihat adinda terbatuk.


"Wahahaha... Jadi gimana Dinda? Kau suka dengan barang kakakku yang besar?" tanya merisca sambil menghoda adinda yang wajahnya bersemu merah.


"Jangan terus menggodanya, sebaiknya kau cepat menikah. Terus kita bertanding sekuat apa Faris bertahan, dan sampai berapa ronde dia bisa melampaui aku." ledek mexca balik pada adiknya, dan itu berhasil membuat merisca manyun.


*


*


*


"Pagi sayangku, cup." mexca membangunkan dinda dengan terus menciumi pipi dinda, sampai terbangun.


"Kenapa? Mas hanya bangunin kamu saja kok." jelas mexca tanpa dosa.


Dengan kesal dinda bangun dan meninggalkan mexca sendirian bengong ditempat tidur. "Apa'an tiap hari kok kelakuannya semakin menjadi." gerutu dinda dengan kesal masuk kedalam kamar mandi.


"Yaaa... Dia pergi sudah, lanjut tidur lagi ah kan mumpung masih jam 5 nanti bangun jam 6 lumayan masih 1 jaman." mexca pun melepas sarung dan bajunya lalu kembali tidur.


"Sayang... Kol mas gak dibangunin sih, kan mas mau ada rapat nanti jam 10 dan ini sudah jam 8.?!" teriak mexca dari lantai dua didepan kamarnya.


"Mau rapat sama siapa? Sama satpam ya?" dinda yang lagi duduk kumpul sama mama mertuanya dan juga merisca ketawa melihat kelakuan mexca yang semakin hari semakin aneh dan jadi seeing pikun.


"Emang kak mex mau bahas apa nanti dalam rapat hah?!" 😅 merisca menimpali sambil tertawa terbahak.


"Kok sama satpam sih, kalian kenapa ketawa begitu?" cercah mexca kesal.


"Pa, lihat tuh kelakuan istri dan putri papa." adu mexca pada papanya yang baru keluar dari kamarnya.


"Cepat turun sarapan, ini masih akhir pekan. Kamu sejak pulang dari liburan kkk jadi oneng.!" teriak tuan Yosef pada mexca.


"Loh, masih akhir pekan toh." gumam mexca kayak orang linglung kembali masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


*


*


*


"Sayang rumahnya sudah selesai direnofasi dan sudah bisa ditempati. Sekarang masih dibersihkan, dan mas juga menyuruh orang orang untuk membantu bi Sumi dan mang Ujang bersih - bersih biar nanti sore kita bisa langsung pindah kesana." mexca menjelaskan pada dinda saat mereka dan anggota keluarga yang lain berkumpul di ruang keluarga bersama.


"Wah, berarti ada syukuran dong kak nanti?" tanya merisca berbinar.


"Ya nanti, mungkin besok atau lusa." jawab mexca atas pertanyaan adiknya.


"Emangnya kalian mau pindah langsung nanti? Gak besok saja?" tanya mama mexca yang merasa kasian karna melihat dinda yang terlihat seperti kelelahan.


"Kalo begitu ayo dilihat sama papa mex, barangkali saja ada yang bisa dibantu di sana nanti." ajak papa mexca, dan mereka pun pergi bersama untuk melihat kondisi rumah dinda yang sedang direnofasi.


*


*


*


Akhirnya rumah adinda yang selesai direnofasi sudah ditempati dan juga sudah diadakan syukuran atas perbaikan rumah. Setelah semua keluarga pada pulang, tinggal dinda dan bi sumi yang mulai beres - beres yang dibantuin oleh mexca dan juga mang ujang.


"Alhamdulillah akhirnya selesai juga, capek banget." dinda meregangkan tubuhnya dengan menarik keatas kedua tangannya.


"Capek sayang, mau mas pijitin?" tawar mexca pada dinda yang melihat dinda memukul - mukul bahunya.


"Hem?" dinda memiringkan kepalanya melihat mexca yang duduk dipinggir tempat tidur tepat dibelakangnya yang lagi duduk didepan meja riasnya.


"Kenapa menatap mas begitu? Mas bilang serius loh.?" mexca berkata dengan tatapan serius.


Dinda mengabaikan mexca dan kembali menghadap cermin meja riasnya lagi sambil merapikan rambutnya dan menyusirnya.


"Sayang, kok gitu sih mengabaikan mas dosa loh ya nanti." mexca memeluk dinda dari belakang.


"Mas.! Tangan kemana tangan?!" kesal dinda yang merasakan tangan mexca gak mau diam.


"Hihihi... Sayang, apa kamu gak tau betapa kamu sangat menggoda bagiku." ucap mexca yang tangannya sudah bergetilya dibalik baju dinda.


"Aku gak tau, singkirkan tangannya." kesal dinda pada mexca.


"Gak mau, ini kan squisiku, aku suka bermain ini. Karna semakin diremas dia akan semakin kenyal." jawab mexca yang terus bermain didada dinda meremas dan terus meremasnya.


"Mas, apa gak ada lelahnya terus bermain hah?!" dinda bertanya dengan kesal dan menahan tangan mexca yang terus bermain agar berhenti.

__ADS_1


"Gak ada karna kamu adalah wanita yang menggoda." ucap mexca yang langsung mengangkat dinda dan melakukan aktifitasnya lagi.


__ADS_2